100 Anak Belajar Cara Membuat Pizza

100 Anak Belajar Cara Membuat Pizza

100 Anak Belajar Cara Membuat Pizza
100 Anak Belajar Cara Membuat Pizza

Sebanyak 100 anak usia sekolah dasar memakai pakaian ala koki. Tangan mereka berbalut sarung tangan plastik. Dengan teliti mereka menata toping di atas pizza. Mereka sedang menghias pizza yang sudah dibuat sendiri sebelumnya.

Pemandangan ini terlihat dalam kegiatan Pizza Maker Junior. Penyelenggara dari Sriboga Food Group melaksanakan ini untuk memberi pemahaman gizi dan makanan terhadap anak-anak. Sekaligus, memberi pengalaman baru bagi mereka dalam membuat pangan jenis pizza.

Area Manager PHD Bandung Jakfar Sokip mengatakan, program ini merupakan salah satu agenda rutin sejak tahun 2011 sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk ‘membawa harapan’. Bertujuan memberi edukasi dan pengalaman baru bagi anak-anak kurang beruntung dalam membuat pizza secara langsung. ’’Dan mengenal langsung dapur profesional bekal masa depan yang memperkaya wawasan,” tuturnya kepada Bandung Ekspres di kawasan Buahbatu, Kota Bandung, kemarin (20/11).

Dalam kegiatan ini, anak-anak diajak mengikuti bincang santai mengenai pentingnya keseimbangan gizi pada makanan untuk tumbuh kembang mereka. Kemudian, mengetahui kandungan nutrisi dalam pizza, dan membiasakan diri mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas.

Mengenai topik pentingnya mencuci tangan, ahli gizi dr Louisa Langi

mengemukakan, tangan merupakan pembawa utama kuman penyakit. Tercatat sebanyak empat juta anak meninggal setiap tahunnya akibat diare dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di negara-negara berkembang.

Dengan mengedukasi pentingnya Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), dia berharap dapat berkontribusi mencegah dan mengeliminasi angka korban setiap tahunnya. ’’Tidak hanya itu, praktik CTPS juga dapat mencegah penyakit cacingan, infeksi kulit, dan mata,” jelas dokter yang juga Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni di Universitas Kristen Indonesia (UKI) ini.

Louisa juga berharap, setelah ini anak-anak mengerti mengenai gizi seimbang

dan variasi makanan. Supaya nantinya anak-anak bisa menerapkan pola hidup sehat saat tumbuh dewasa.

Dalam kegiatan ini, anak-anak juga diajak mengikuti tur di balik dapur Pizza Hut Indonesia dan berlomba menghias pizza dengan berbagai macam topping yang disediakan. Melalui kegiatan ini, anak-anak dilatih untuk bekerja dan berkreasi dalam tim guna meramu pilihan topping pizza yang menarik.

Diharapkan, anak-anak semakin mengenal pizza sebagai panganan yang bisa

menjadi alternatif pilihan menu untuk makanan mereka sehari-hari. Di Kota Bandung, acara ini diikuti oleh anak yatim piatu dari Panti Asuhan Al-Hilal, Panti Asuhan Al-Yassin, Yayasan Panti Asuhan Muhammadiyah, dan Yayasan Pondok Cahaya

 

Sumber :

https://dcc.ac.id/blog/sejarah-lahirnya-isis/