Tragedi Pemerkosaan di Sarana Transportasi Umum

Tragedi Pemerkosaan di Sarana Transportasi Umum

Tragedi Pemerkosaan di Sarana Transportasi Umum

 

Tragedi Pemerkosaan di Sarana Transportasi Umum
Tragedi Pemerkosaan di Sarana Transportasi Umum

Dari tahun ke tahun tingkat kejahatan dengan kekerasan

Secara kuantitatif semakin cenderung meningkat dengan modus operasional yang beragam dengan dampak yang serius terhadap korban kejahatan.  Keprihatinan terhadap korban semakin mengemuka karena banyaknya kasus pemerkosaan yang tidak terselesaikan secara tuntas, sedangkan dampak terhadap korban pada saat kejafian hingga pascaviktimisasi cukup mengenaskan dan membawa dampak traumatik yang berkepanjangan.  Yang bila ditelusuri lebih lanjut korban dari kejahatan tersebut adalah perempuan dengan tindakan kekerasan seperti kekerasan seksual, tindak perkosaan dan pelecehan seksual.

Sebagai contoh dari kasus ini adalah

Pemerkosaan yang terjadi di sarana transportasi umum di ibukota Jakarta yang dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, data humas metro jaya menunjukan pada tahun 2011 telah terjadi kenaikan kasus sebanyak 13,33% dari kasus yang terjadi tahun 2010.

Mengutip data dari Polda Metro Jaya, dalam harian kompas.com. (19/11/2011) Menyebutkan, “selama tahun 2011 terjadi 68 kasus perkosaan. Tahun 2010, ada 60 kasus perkosaan. Terjadi peningkatan 13,33 persen. Ini sangat mengkhawatirkan,.Tiga di antaranya terjadi di jalan umum, termasuk dalam angkot.[1]

Kekerasan tersebut dipahami sebagai kekerasan yang berbasis gender atau gender based violence.  Konsep ini sejatinya mengacu pada posisi subordinasi perempuan karena relasi keduanya mencermikan powerless dan powerful, dengan kata lain terdapat ketimpangan natra

Berbagai hasil studi menunjukan bahwa tindakan pemerkosaan di sarana transportasi umum terkait dengan rasa aman dan fear of crime.  Dibuktikan dengan banyaknya perempuan yang merasa tidak aman dan dihantui rasa takut berada di luar rumah pada malam hari karena mereka merasa terancam terhadap berbagai kekerasan fisik dan seksual dan seakan menajadikan terror bagi perempuan dan perlu di tindak tegas.

Sebagaiamna yang dikemukakan oleh Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat

Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Priyo Budi Santoso, Minggu (22/1/2012) mengatakan “Perlakuan biadab ini sudah menjadi teror bagi perempuan. Ini sudah di luar batas toleransi kita sebagai masyarakat beradab. Hukum harus tegak, tangkap pelakunya!” kata Priyo melalui pesan singkat kepada Kompas.com

Di sisi lain, kejahatan seks dimulai dari proses perilaku seks, dan pelecehan seks bermuara pada kejahtan seks.  Oleh karena itu, perilaku manusia sangat dipengaruhi oleh lingkungan hidupnya.  Begitupun dengan permasalahan pemerkosaan di sarana transportasi umum.  Perlu analisis tentang pengaruh nilai sosial budaya. Terutama berkaitan dengan ideologi gender.  Hubungan perempuan dan laki-laki di Indonesia masih di dominasi oleh ideologi gender yang membuaahkan budaya patriarki.  Budaya ini tidak mengakomodasi kesetaraan, keseimbangan, sehingga perempuan menjadi tidak penting untuk diperhitungkan.[2] 

Ketika perbedaan seks dan gender tidak dilihat secara kritis

Maka muncullah masalah gender yang berwujud ketidakadilan gender.  Pemerkosaan di sarana transportasi umum dengan korban mayoritas perempuan menunjukan masih adanya stereotype terhadap perempuan yang di identikan sebagai kaum yang lemah dan mudah untuk dilecehkan, dengan pandangan bahwa derajat perempuan lebih rendah dari laki-laki.  Sehingga, menjadi salah satu alasan laki-laki berani melakukan tindakan ketidakadilan atau diskriminasi gender dalam lingkungan masyarakat.  Salah satu bentuk dari ketidakadilan tersebut adalah tindakan  Kekerasan/Violence.

Lee Ellis (1989), dalam karyanya Theories of Rape 

Khususnya pada bagian The Feminist theory of Rafemengemukakan tentang posisi perempuan relevansinya dengan tindakan pemerkosaan. Secara mendasar pemerkosaan berakar pada tradisis sosial bahwa laki-laki telah mendominasi semua aktivitas penting secara politik maupun ekonomi. Perempauan dikeluarkan dari posisis kekuasaan ekonomi dan politik dan perempuan di pandang sebagai partisipan yang tdiak setra dalam hubungan/interaksi interpersonal (unequal participants in interpersonal interactions).

Kasus perkosaan di atas menunjukan bahwa fungsi langsung dari kekuasan ekonomi  dan politik peran perempuan yang relatif kurang dibandingkan laki-laki dan merupakan hasil keputusan dan respons hubungan ketidaksetaraan secara sosial.  Hal tersebut memepengaruhi laki-laki dalam bertindak/ berinterkasi secara seksual untuk mengekspresikan cara pendomisilan seta mekanisme kontrol pada diri perempaun.  Motif tindak perkosaan utamanya bukan kepuasaan seksual, tetapi pembuktian akan supermasi, dominasi dan kontrol terhadap perempuan.

Dengan memperhatikan permasalahan dan tantangan

Yang dihadapi, berkaitan dengan permasalahan pemerkosaan di sarana transportasi umum.  Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk meminimalisir dampak tersebut, dengan melakukan razia terhadap supir angkot tembak (supir angkot sewaan), serta razia terhadap mobil angkutan yang tidak memenuhi atau melanggar standar peraturan.  Salah satunya kaca film yang melebihi batas yang ditetapkan.

Baca Juga : 

Kebijakan Fiskal

Kebijakan Fiskal

Kebijakan Fiskal

Kebijakan Fiskal
Kebijakan Fiskal

APBN (Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara)

Adalah suatu daftar yang memuat perincian sumber0sumber pendapatan negara dan jenis-jenis pengeluaran negara dalam jangka waktu satu tahun (1 januari – 31 desember) yang ditetapkan dengan undang-undang dan dilaksanakan secara terbuka dan bertangguangjawab sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Adapun fungsi APBN, di antaranya:

a. Fungsi Alokasi, mengatur alokasi dana dari seluruh pendapatan negra kepada pos-pos yang bekerja untuk pengadaan barang dan jasa publik serta pembiayaan pembangunan lainnya.
b. Fungsi Distribusi, bertujuan menciptakan pemerataan atau mengurangi kesenjangan antara wilayah, kelas sosial maupun sektoral.
c. Fungsi Stabilitas, instrumen bagi pengendalian stabilitas perekonomian negara di bidang fiskal.

Pengertian dan Tujuan Kebijakan Fiskal

Kebijakan Fiskal adalah suatu kebijakan ekonomi dalam rangka mengarahkan kondisi perekonomian untuk menjadi lebih baik dengan jalan mengubah penerimaan dan pengeluaran pemerintah. Kebijakan ini mirip dengan kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar, namun kebijakan fiskal lebih menekankan pada pengaturan pendapatan dan belanja pemerintah.

Tujuan Kebijakan Fiskal Mencapai atau meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui upaya: Meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Memperluas lapangan kerja dalam rangka mengurangi pengangguran dan menanggulangi kemiskinan. Menstabilkan harga-harga barang, khususnya mengatasi inflasi. Fungsi APBN sebagai piranti kebijakan fiskal Sebagai rencana kerja dan keuangan tahunan Pemerintah, APBN mengemban fungsi: Otorisasi; sebagai dasar untuk melaksanakan pendapatan dan belanja negara Perencanaan; sebagai pedoman untuk merencanakan kegiatan Pengawasan; sebagai pedoman untuk menilai kesesuaian antara pelaksanaan dengan ketentuan.

Instrumen Kebijakan Fiskal (di Indonesia)

Instrumen kebijakan fiskal adalah penerimaan dan pengeluaran pemerintah yang berhubungan erat dengan pajak. Dari sisi pajak jelas jika mengubah tarif pajak yang berlaku akan berpengaruh pada ekonomi. Jika pajak diturunkan maka kemampuan daya beli masyarakat akan meningkat dan industri akan dapat meningkatkan jumlah output. Dan sebaliknya kenaikan pajak akan menurunkan daya beli masyarakat serta menurunkan output industri secara umum.

Di Indonesia sendiri APBN sebagai instrumen utama kebijakan fiskal, mempunyai peranan yang sangat strategis dalam mewujudkan tercapainya berbagai tujuan dan sasaran pembangunan. Peranan strategis APBN tersebut berkaitan dengan ketiga fungsi utama kebijakan fiskal, yaitu fungsi alokasi, fungsi distribusi, dan fungsi stabilisasi. Dengan peranan yang sangat strategis tersebut, maka APBN harus sehat, dan sustainable. Ada tiga indikator APBN yang sehat dan berkesinambungan, yaitu: defisit harus terkendali menuju seimbang atau surplus, keseimbangan primer terjaga positif, rasio utang yang cenderung menurun.

Dalam rangka meningkatkan kualitas belanja Negara

Agar dapat berfungsi sebagai instrumen fiskal yang efektif dalam peningkatan kesejahteraan rakyat, Pemerintah menetapkan delapan langkah strategis. Pertama, mengedepankan alokasi belanja modal untuk mendukung pembiayan bagi kegiatan-kegiatan pembangunan infrastruktur yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi (Pro Growth), menciptakan kesempatan kerja (Pro Job), mengentaskan kemiskinan (Pro Poor), dan pembangunan ekonomi berkelanjutan yang ramah lingkungan (Pro Environment). Kedua, mengurangi pendanaan bagi kegiatan-kegiatan yang bersifat konsumtif.

Ketiga, merancang ulang (Redesign) kebijakan subsidi: merubah sistem subsidi dari subsidi harga menjadi subsidi yang tepat sasaran (targeted subsidy), membatasi sasaran penerima subsidi melalui sistem seleksi yang ketat dan basis data yang transparan, serta menata ulang sistem penyaluran subsidi yang lebih akuntabel, predictable, dan lebih tepat sasaran.

Keempat, menghindarkan meningkatnya pengeluaran mandatory spending. Kelima, mempercepat implementasi sistem penganggaran berbasis kinerja, dan kerangka pengeluaran jangka menengah. Keenam, memperluas pelaksanaan reformasi birokrasi. Ketujuh, menerapkan reward dan punishment dalam pengalokasian anggaran.

Kedelapan, mempercepat penyerapan anggaran belanja antara lain dengan: (1) merevisi Keppres No.80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah; (2) melakukan monitoring dan evaluasi atas kinerja pencairan dan pencapaian sasaran kegiatan, sebagai dasar pemberian reward & punishment; (3) mendorong K/L untuk menempatkan SDM yang kompeten, masing-masing di bidang perencanaan, penganggaran, pelaksanaan kegiatan, dan pengadaan; serta (4) mempercepat pemberian ijin bagi kontrak kegiatan tahun jamak. Sejalan dengan itu, pembiayaan APBN dari utang harus mengedepankan prinsip-prinsip pengelolaan anggaran negara yang sehat dan prudent untuk menjaga kesinambungan fiskal (fiscal sustainability).

Sumber : https://blog.dcc.ac.id/contoh-teks-ulasan/

Paradigma sebagai Landasan Penelitian

Paradigma sebagai Landasan Penelitian

Paradigma sebagai Landasan Penelitian

Paradigma sebagai Landasan Penelitian
Paradigma sebagai Landasan Penelitian

Bagimanakah arti penting dari paradigma ?

Paradigma apa saja yang melandasi suatu penelitian? Pertanyaan itu pula yang muncul sebagai pemicu kali ini. Egon G. Guba dan Yvonna S. Lincoln, menulis mengenai Competing Paradigms in Qualitative Research. Dengan tujuan agar pembaca dapat menjadikan paradigma sebagai kepercayaan dasar, pandangan awal yang digunakan untuk menganalisis dan mempertimbangkan suatu isu yang berkembang dalam suatu mayarakat.

Metodelogi penelitian tidak dapat terlepas dari paradigma

Yang mendasarinya. Artinya, bahwa metodelogi penelitian merupakan konsekuensi logis dari nilai-nilai, asumsi-asumsi, aturan-aturan serta kriteria yang menjadi bagain dari integral suatu paradigma.

Sejauh ini, pengelompokan mengenai teori-teori dan pendekatan sejumlah paradigma sangat bervariasi. Guba dan Lincoln sendiri mengkategorisasikan 4 (empat) paradigma yaitu positivism, post-positivism, Critical Theory, dan Construtivism. Mengutip dari karya Dedy N. Hidayat ”Penelitain proposal Penelitian untuk Pengembangan Ilmu.” Bahwa untuk positivism dan postpositivism dapat disatukan menjadi classical paradigm karena pada prakteknya keduanya tidak jauh berbeda.

Sehingga untuk mempermudah dikelompokanlah menjadi 3 (tiga) paradigma, yaitu:

(a) classical paradigm, yang menempatkan ilmu sosial sebagai metode yang terorganisir untuk menyatukan deductive logic dengan pengamatan empiris. (b) Constructivism paradigm, memandang ilmu sosial sebagai analisis sistematis terhadap socially meaningfull action melalui pengamatan langsung terhadap pelaku sosial; (c) Critical paradigm, menilai ilmu sosial sebagai proses yang kritis berusaha mengungkap the real structures.
Denzin dan Lincoln menyebutkan bahwa “ A paradigm encompasess three elements: epistemology, ontology, and methodology.”[2] Namun, di luar dimensi tersebut paradigma juga memuat elemen axiology yang berkaitan dengan posisi value judgments, etika atau pilihan moral peneliti dalam melakukan suatu penelitian dan kegiatan ilmiah.

Perbedaan antara paradigma di atas dapat dijelaskan dari 4 (empat) dimensi, sebagai berikut:

(1) Epistemologis, menyangkut asumsi mengenai hubungan antara peneliti dengan yang diteliti. (2) Ontologis, berkaitan dengan objek atau realitas sosial yang diteliti. (3) Metodelogis, asumsi mengenai bagaimana peneliti dapat memperoleh pengetahuan. (4) Aksiologis, berkaitan dengan value judgments, etika dan pilihan moral peneliti dalam melakukan penelitian dan kegiatan ilmiah.

Perlu digarisbawahi mengenai perbedaan ketiga paradigma tersebut.[4] Pertama, paradigma klasik merasa harus menempatkan diri sebagai value free researcher, sehingga membuat pemisahan antara nilai subjektif dengan fakta objektif yang diteliti. Sebaliknya, peneliti kubu kritis dan kontruktivis menilai hal tersebut merupakan sesuatu yang tidak mungkin dan tidak perlu dilakukan.

Karena setiap penelitian selalu melibatkan value judgments dan keberpihakan pada nilai tertentu. Kedua, penelitain paradigma klasik berangkat dari asumsi ada suatu realitas sosial yang objektif, yakni untuk menghasilkan pengetahuan tentang suatu hal sperti apa adanya. Sebaliknya, peneliti paradigma kritis menilai bahwa objek atau relitas sosial yang mereka amati merupakan penampakan semu (virtual reality) atau ekspresi kesadaran palsu (false consciousness). Ketiga, setiap paradigma memiliki kriteria penilaian kualitas suatu penelitian tersendiri (goodness criteria).

Perbedaan Kualitatif dan kuantitatif berawal pada pandangan berkaitan

dengan asumsi “received view” dimana kematangan ilmiah diyakini muncul sebagai tingkat kuantifikasi ditemukan dalam peningkatan bidang tertentu. Sehingga, menimbulkan suatu keyakinan umum bahwa hanya data kuantitatif yang pada akhirnya berlaku karena matematika sebagai “hard science” dinilai mampu menjadi kontrol dan landasan pengetahuan sedangkan “soft science” seperti ilmu sosial diyakini kurang mamapu melakukan hal tersbut.

Berdasarkan apa yang telah dijelaskan oleh Guba dan Lincoln maka dapat disimpulkan bahwa permasalah utamanaya bukanlah pembedaan antara penelitain kuantitatif dengan kualitatif, tetapi perbedaan epistimologi, ontology dan aksiologi. Karena metodelogi kuantitatif ataupun kualitatif merupakan implikasi dari ke empat dimensi di atas. Selain itu, suatu paradigma dibutuhkan sebagai landasan atau kepercayaan dasar mengenai suatu fenomena yang digunakan untuk menganalisis dan mempertimbangkan suatu isu yang berkembang dalam suatu mayarakat.

Sumber : https://blog.dcc.ac.id/bpupki-sejarah-anggota-tugas-dan-pembentukannya/

Kapolda Jabar Apresiasi Sinergitas Muspida Hingga Ulama di Kota Bogor

Kapolda Jabar Apresiasi Sinergitas Muspida Hingga Ulama di Kota Bogor

Kapolda Jabar Apresiasi Sinergitas Muspida Hingga Ulama di Kota Bogor

 

Kapolda Jabar Apresiasi Sinergitas Muspida Hingga Ulama di Kota Bogor

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat

(Kapolda Jabar) Irjen Agung Budi Maryoto menggelar silaturahmi tokoh lintas agama di Markas Polresta Bogor Kota, Jalan Kapten Muslihat, Bogor Tengah, Kamis (1/11/2018).

Walikota Bogor Bima Arya

Dalam acara yang dihadiri Walikota Bogor Bima Arya dan jajaran Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Kota Bogor lainnya itu, turut diresmikan gedung baru Mapolresta Bogor Kota yang sumber pembiayaannya dari hibah Pemkot Bogor.

Dalam sambutannya

Kapolda Jabar Irjen Agung Budi mengungkapkan terima kasihnya kepada jajaran Muspida bersama ulama dan tokoh lintas agama lainnya dalam memelihara kebersamaan di tengah keberagaman sehingga Kota Bogor terus kondusif.

“Saya sangat sependapat dengan apa yang disampaikan Pak Walikota Bima Arya. Apa yang kita nikmati sekarang adalah bagian dari ikhtiar dari para pendahulu kita. Saya sangat setuju sekali. Begitu juga NKRI yang begitu kokoh berdiri juga jasa para pendahulu kita. Bangsa Indonesia bangsa yang sangat besar dengan keanekaragaman suku bangsa dan bahasa. Ini harus kita jaga,” ungkap Agung.

Ia menambahkan, sebagai generasi penerus sudah sepantasnya kita harus bisa menjadi perekat keberagaman. “Beberapa Minggu lalu Kemenag merilis survey Litbang ke Provinsi Jabar. Disampaikan bahwa tingkat kerukunan umat antar agama mengalami peningkatan. Jadi tidak ada bentrok antara, mohon maaf, umat agama Islam dan Kristen. Tapi sebagai negara dengan umat Islam yang besar, justru tingkat kerukunan inter agama islam menurun. Tadi Ketua MUI Kota Bogor sudah menyampaikan bahwa ada isu yang sengaja dimunculkan untuk menghancurkan umat Islam yang besar ini,” bebernya.

Untuk itu, dengan agenda silaturahmi ini diharapkan para ulama dan tokoh lintas agama lainnya bisa menjadi garda terdepan dalam menangkal isu-isu yang dapat memecah kerukunan masyarakat. “Apalagi kita sebagai umat Islam diwajibkan untuk tabayyun dalam menyikapi kabar yang belum jelas kebenarannya,” kata Kapolda.

Agung mencontohkan

beberapa waktu lalu ada isu penganiayaan ulama. Padahal, kata dia, setelah dilakukan penyelidikan kasus tersebut merupakan berita bohong alias hoax. “Ada marbot yang melukai dirinya sendiri seolah-olah dianaya oleh seseorang. Untungnya cepat terungkap. Lalu soal pembakaran bendera Ormas terlarang yang digiring ke sana-ke sini,” terangnya.

Isu-isu tersebut, kata Kapolda, muncul jika ada pesta-pesta besar, salah satunya menjelang pesta demokrasi Pemilihan Umum. “Kalau ada yang bikin politik gaduh, berarti itu tanda-tanda kita tidak disenangi jika kita maju negaranya. Kalau kita bisa jaga keberagaman dan kebersamaan, Insya Allah kita akan menjadi bangsa yang besar,” pungkasnya.

Sementara itu, Walikota Bogor Bima Arya mengungkapkan menjaga kebersamaan bukanlah hal yang mudah di Kota Bogor. “Banyak sekali tantangan dan godaan, mulai dari persoalan HTI, isu Syiah, Islam kanan kiri, belum lagi dikaitkan dengan dinamika politik. Tetapi karena kita diwariskan oleh para pendahulu kita nilai-nilai menjaga untuk bersama dalam keberagaman, rasanya itu modal yang sangat kuat,” ungkap Bima.

Dikatakannya, yang membuat bangsa ini pecah adalah politik adu domba. “Kadang-kadang kepentingan politik ditempatkan di atas segalanya. Padahal politik itu cara. Yang lebih luhur di atas segalanya adalah kebersamaan kita sebagai bangsa,” ujarnya.

Bima juga mengajak hadirin untuk memberikan apresiasi kepada Muspida yang telah menjaga kebersamaan di Kota Bogor bersama para ulama dan tokoh lintas agama lainnya. “Kami juga berterima kasih kepada ulama yang tak segan-segan mengkritik dan memberikan saran. Tanpa ulama kami hampa, tanpa tokoh agama kami tidak bisa bergerak. Kepercayaan diri kami berkurang ketika ulama tidak bersama kami,” kata dia.

Artikel terkait:

Polresta Bogor Hibah Pemkot Bogor Diresmikan Kapolda Jabar

Polresta Bogor Hibah Pemkot Bogor Diresmikan Kapolda Jabar

Polresta Bogor Hibah Pemkot Bogor Diresmikan Kapolda Jabar

 

Polresta Bogor Hibah Pemkot Bogor Diresmikan Kapolda Jabar

Gedung baru di Markas Polresta Bogor Kota

Jalan Kapten Muslihat, Bogor Tengah, sudah rampung dalam waktu 225 hari kerja. Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat (Kapolda Jabar) Irjen Agung Budi Maryoto pun meresmikan gedung tiga lantai yang sumber pembiayaannya berasal dari hibah Pemerintah Kota Bogor, Kamis (1/11/2018).

Walikota Bogor Bima Arya

Walikota Bogor Bima Arya yang hadir dalam peresmian tersebut mengatakan, dengan adanya gedung baru bisa meningkatkan kinerja kepolisian dalam memberikan pelayanan bagi warga Kota Bogor.

“Ini bagian dari ikhtiar dalam menjaga kebersamaan. Maka dari itu perlu adanya fasilitas untuk menunjang kinerja kepolisian. Sebelumnya, kami bangun posko pemantauan bersama dua tahun lalu untuk memantau suasana kota. Kemudian zaman pak Suyudi (Kapolres sebelumnya) kita pikirkan, akhirnya diikhtiarkanlah pembangunan gedung Polresta ini. Insya Allah menjadi pusat komando yang akan mengawal kebersamaan, simbol bahwa kita dalam keberagaman menjaga kota ini sama-sama,” ungkap Bima.

Mapolresta Bogor Kota

Pembangunan yang dilakukan di halaman belakang Mapolresta Bogor Kota, Jalan Kapten Muslihat, Bogor Tengah itu menghabiskan anggaran sekitar Rp15 miliar dengan sumber pembiayaan hibah dari Pemkot Bogor. Ada tiga lantai yang dibangun dengan luas 3.000 meter persegi.

Sementara itu

Kapolda Jabar Irjen Agung Budi, mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang melaksanakan pembangunan gedung tersebut. “Tentunya yang mempelopori Pak Suyudi, kemudian Pak Ulung yang melanjutkan. Keberlanjutan pimpinan harus terus seperti itu. Semoga anggota kepolisian semakin dapat memberikan kontribusi dalam memelihara dan menjaga keamanan di Kota Bogor,” pungkasnya.

Hadir dalam peresmian tersebut, jajaran Muspida Kota Bogor, Ketua MUI Kota Bogor hingga tokoh lintas agama. (Humpro :adt/pri)

Sumber: https://blog.dcc.ac.id/gelombang-elektromagnetik-sumber-radiasi-materi-dan-makalah-pdf/

Satgas Citarum Fokus Penggalian Sedimentasi DAS

Satgas Citarum Fokus Penggalian Sedimentasi DAS

Satgas Citarum Fokus Penggalian Sedimentasi DAS

 

Satgas Citarum Fokus Penggalian Sedimentasi DAS

BANDUNG

Memasuki musim hujan ini Satgas Citarum terlebih dahulu akan fokus melakukan penggalian sedimentasi di sekitar daerah aliran Sungai Citarum. Terutama di daerah sekitar aliran sungai yang berpotensi banjir.

Hal tersebut diungkapkan oleh Gubernur Jawa Barat yang juga Dansatgas Citarum, Ridwan Kamil usai rapat koordinasi (rakor) terkait penangan Sungai Citarum di Gedung Sate, Jl. Diponegoro No. 22, Kota Bandung, Kamis (1/11/18).

“Di lapangan kita fokuskan penggalian sedimentasi di daerah-daerah yang cenderung potesi banjir rutin tahunan,” ujar Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil usai rakor.

Bagi Emil, ini merupakan rapat pertama tentang Citarum setelah dirinya dilantik sebagai Gubernur Jawa Barat pada 5 September 2018 lalu.

Pada kesempatan ini

Emil pun optimis dan ingin menegaskan keberadaan organisasi Satgas sebagai pihak yang ditunjuk untuk menangani permasalahan di Sungai Citarum. Emil ingin menguatkan sisi koordinasi Satgas sebagai satu kesatuan organisasi penanganan Citarum.

“Kami ingin menegaskan kekuatan organisasi ini mohon tidak hanya terbatas di kertas, tapi memang bisa mengeksekusi. Sampai per hari ini kegiatan berlangsung banyak, namun kurang terkoordinasi,” ujarnya.

Hingga saat ini, Emil mengaku kondisi Citarum lebih baik dari tahun sebelumnya. Terutama soal penumpukan sampah yang sudah jauh berkurang.

“Kalau laporan dari lapangan jauh lebih baik tapi kita tidak bisa analisa secara mendalam. Secara kasar mata sudah jauh lebih baik dibanding tahun lalu, karena TNI pada musim kemarau kemarin melakukan kegiatan yang maksimal,” tukasnya.

Rencananya besok Emil

Rencananya besok Emil akan melakukan rakor terkait penanganan Citarum bersama Menko Kemaritiman di Jakarta. Melalui Perpres yang sudah ada, Emil ingin meminta komitmen dari Pemerintah Pusat terkait anggaran yang akan diberikan untuk penanganan Citarum tahun depan.

“Besok (di rapat bersama Menko Kemaritiman) saya ingin menegaskan fungsi koordinasi, juga ingin menegaskan bantuan anggaran sebenarnya berapa dari komitmen yang bisa keluar dari Perpres ini untuk nanti. Selaku Dansatgas saya mendistribusi sesuai dengan urgensinya,” tandasnya.

Sekretariat Satgas Citarum

Dalam rakor tersebut, sesuai dengan arahan dari Panglima TNI bahwa Satgas Citarum harus mempunyai kantor Sekretariat sendiri. Kantor ini nantinya akan berfungsi sebagai tempat informasi progres penanganan Sungai Citarum. “Jangka pendek adalah mencari sekretariat agar semua dibahas tidak formal seperti ini,” tukas Emil.

“Tapi dalam hitungan harian semua stakeholder berinteraksi di sekretaiat itu untuk memberikan progres-progres,” sambungnya.

 

Sumber: https://blog.dcc.ac.id/jenis-dan-fungsi-jaringan-tumbuhan-beserta-gambarnya/

Kata Kata Lucu Humor Rayuan Gombal

Kata Kata Lucu Humor Rayuan Gombal

Kata Kata Lucu Humor Rayuan Gombal

Kata Kata Lucu Humor Rayuan Gombal
Kata Kata Lucu Humor Rayuan Gombal

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar kata lucu yang mungkin kita dengar langsung melalui lisan seseorang ataupun melalui media seperti televisi ataupun membacanya di koran.

Hal positif yang didapatkan adalah kita jadi terhibur dan dapat menghilangkan kesedihan ataupun kepenatan kita.

Perkataan Gombal dan Jujur 

Nani: “Merry, kamu berpacaran dengan Rudy kan sudah lama sekali. Sekarang perkembangannya bagaimana? Terutama bagaimana sikapnya terhadap dirimu?”
Merry: “Ah, hal ini susah dikata.”
 
Nani: “Susah dikatanya bagaimana?”
 
Merry: “Begitu habis minum arak, ia selalu mengatakan ia sangat mencintai diriku. Kata Bapakku, ini adalah ucapan yang keluar dari lubuk hatinya sesudah minum arak, tapi Ibuku berkata, ini adalah ocehan gombal yang keluar dari mulutnya sesudah minum arak.”
 

Jalan ke Hatimu 

Lelaki: “Bolehkah aku menanya jalan kepadamu?”
Wanita: “Kamu mau ke mana?”
 
Lelaki: “Aku mau masuk ke hatimu.”
 
Wanita: “Maaf, ini sebuah jalan buntu.”
 

Rayuan Terbaru 

Yang Mau Merayu Pasangannya Ayo..Ayo…Dicoba…He…He..
 
Yang Dpt Rayuan Ky Gini…Gubraaaaak….Termehek-Mehek…Terkaing-Kaing….

Jadi Diri Sendiri

Cewek : Kalo aku jadi bulan, kamu jadi apanya?

Cowok : Tidak jadi apa-apa

Cewek : Kalo aku jadi bunga, kamu jadi apanya?

Cowok : Tidak jadi apa-apa

Cewek : kok gitu sih !

Cowok : Tak perlu menjadi orang lain untuk bisa mencintaimu. Inilah aku dan akan tetap menjadi aku tanpa harus menjadi orang lain. Dengan segenap cinta yang ku persembahkan hanya untukmu dari seorang aku, “bukan orang lain”.

 

13 Rayuan Terbaru

 
  1. Kalau Kamu Nanya Berapa Kali Kamu Datang Ke Pikiranku, Jujur Aja, Cuma Sekali. Abisnya, Ga Pergi2 Sih! —Jiaaaaahhhh….. Haaahhh…!!! 
  2. Sempet Bingung Jg, Kok Aku Bisa Senyum-Senyum Sendiri. Baru Nyadar, Aku Lagi Mikirin Kamu. — Iiiiiiihhhh…. Jijay 
  3. Kalau Suatu Saat Kamu Hancurkan Hatiku… Akan Kucintai Kamu Dengan Kepingannya Yang Tersisa. — Oooohhh….Hiks… 
  4. Berusaha Melupakanmu, Sama Sulitnya Dengan Mengingat Seseorang Yang Tak Pernah Kukenal. — Hahaha Nice One!
  5. Kalau Kamu Ajak Aku Melompat Bareng, Aku Ngga Bakalan Mau. Mending Aku Lari Ke Bawah, Bersiap Menangkapmu. — Keburu Ngedubrak Dooong….
  6. Aku Pernah Jatuhkan Setetes Air Mata Di Selat Sunda. Di Hari Aku Bisa Menemukannya Lagi, Itulah Waktunya Aku Berhenti Mencintaimu. — Yiuuuuuk Mareee….
  7. Ga Usah Janjiin Bintang Dan Bulan Untuk Aku, Cukup Janjiin Kamu Bakal Selalu Bersamaku Di Bawah Cahayanya. — Najooos.!!!
  8. Kalau Kamu Nanya Mana Yg Lebih Penting Buat Aku: Hidupku Atau Hidupmu, Aku Bakal Jawab Hidupku. Eits, Jangan Marah Dulu, Karena Kamulah Hidupku…..— Hhmmm…Numpang Idup Neh…
  9. Pertama Ketemu, Aku Takut Ngomong Sama Kamu. Pertama Ngomong Sama Kamu, Aku Takut Kalau Nanti Suka Sama Kamu. Udah Suka, Aku Makin Takut Kalau Jatuh Cinta. Setelah Sekarang Cinta Sama Kamu, Aku Jadi Bener2 Takut Kehilangan Kamu. Kamu Emang Menakutkan! — Gggrrrrrr……Monster Kali Nakutin
  10. Ketika Hidup Memberiku Seratus Alasan Untuk Menangis, Kau Datang Membawa Seribu Alasan Untuk Tersenyum. — Jiiiiaaaaahhh…Pelawak Kaleee…
  11. Jika Aku Bisa Jadi Bagian Dari Dirimu, Aku Mau Jadi Airmatamu, Yang Tersimpan Di Hatimu, Lahir Dari Matamu, Hidup Di Pipimu, Dan Mati Di Bibirmu— Maksud Logh..Maksud Logghh?! 
  12. Orang Bilang Bulan Itu Indah…Tapi Aku Bilang Tidak. Orang Bilang Planet Venus Itu Cantik…Tapi Menurut Aku Tidak. Aku Bilang Bumi Itu Indah Dan Cantik…Karena Ada Kamu. — Kaink.. Kainkk… Grrr…Guk Guk..!! 
  13. Tadi Malam Aku Kirim Bidadari Untuk Menjaga Tidurmu. Eh, Dia Buru-Buru Balik. Katanya, ‘Ah, Masa Bidadari Disuruh Jaga Bidadari?’ —Aiiiih…Gubraaaak….!!
Baca juga artikel:

Cara Menggunakan New Snap Assist Pada Windows 10

Cara Menggunakan New Snap Assist Pada Windows 10

Cara Menggunakan New Snap Assist Pada Windows 10

Cara Menggunakan New Snap Assist Pada Windows 10
Cara Menggunakan New Snap Assist Pada Windows 10
Window-snapping, yang pertama kali diperkenalkan pada Windows 7, adalah fitur yang cukup nyaman untuk memaksimalkan screen real estate Anda dengan cepat. Fitur ini memungkinkan Anda “snap” window ke satu sisi dari layar Anda tanpa harus memindahkan dan mengubah ukurannya secara manual.
Pada Windows 10, Microsoft telah meningkatkan fitur snap untuk memasukkan lebih banyak snap option (Anda sekarang dapat snap window sehingga window tersebut berukuran setengah atau seperempat layar) dan juga “Snap Assist” adalah perangkat praktis yang memungkinkan Anda snap window bahkan lebih cepat dari sebelumnya.

Snap menggunakan mouse

Untuk snap window, klik jtitle bar lalu drag ke tepi layar. Garis besar akan muncul untuk menunjukkan kepada Anda di mana jendela akan snap begitu Anda men-dropnya. Tarik ke sisi kiri atau kanan layar untuk snap ke kiri atau kanan dengan hasil ukuran adalah setengah dari layar; tarik ke sudut untuk snap ke kuadran dengan ukuran layar yang seragam; atau tarik ke bagian atas layar untuk snap window dengan hasil layar berukuran penuh.

Snap menggunakan keyboard

Anda juga dapat snap window menggunakan keyboard shortcuts. Untuk snap window dengan keyboard, pilih window yang ingin Anda snap kemudian tekan Windows Key + Left Arrow atau Windows Key + Right Arrow untuk snap window ke sisi kiri atau kanan layar Anda. Jika Anda ingin snap ke salah satu kuadran, pertama snap ke sisi kiri atau kanan layar kemudian tekan Windows Key + Up Arrow atau Windows Key + Down Arrow untuk snap ke kuadran yang diinginkan. Setelah window dalam ukuran terkecil (seperempat layar), Anda dapat memindahkannya menggunakan Windows Key + Arrow Keys.
Dalam Windows 10 build sebelumnya, Anda juga dapat snap window secara vertikal baik snap di bagian atas atau bawah layar – dalam build ini, hal tersebut tidak mungkin lagi. Jika Anda memilih window kemudian menekan Windows Key + Up Arrow, window akan menjadi maximize; jika Anda menekan Windows Key + Down Arrow, window akan menjadi minimize.

Snap Menggunakan Snap Assist

Jika Anda snap window dengan mouse atau keyboard lalu pergi kebagian layar yang kosong, Fitur Snap Assist Windows 10 akan muncul. Sebagai contoh, katakanlah Anda snap window ke kanan setengah dari layar Anda, lalu Anda pergi ke bagian kosong sebelah kiri layar Anda. Jika Anda memiliki window lainnya yang terbuka, Snap Assist akan membawa window yang terbuka tersebut ke bagian kosong sebelah kiri layar Anda sebagai thumbnail. Yang harus Anda lakukan adalah klik pada salah satu thumbnail, lalu window yang akan terbuka di sebelah kiri setengah ukuran dari layar Anda.
Snap Assist muncul ketika Anda meninggalkan setengah atau seperempat layar kosong pada layar Anda, tapi tidak muncul jika Anda meninggalkan tiga perempat dari layar kosong layar Anda. Hal ini mungkin karena Snap Assist mencoba untuk mengisi ruang kosong dalam satu pergi, dan Anda tidak dapat mengisi tiga perempat dari layar dengan satu window.

BUDIDAYA UDANG

BUDIDAYA UDANG

BUDIDAYA UDANG

BUDIDAYA UDANG
BUDIDAYA UDANG
Budidaya udang windu di Indonesia dimulai pada awal tahun 1980-an, dan mencapai puncak produksi pada tahun 1985-1995. Sehingga pada kurun waktu tersebut udang windu merupakan penghasil devisa terbesar pada produk perikanan. Selepas tahun 1995 produksi udang windu mulai mengalami penurunan. Hal itu disebabkan oleh penurunan mutu lingkungan dan serangan penyakit.

Teknis Budidaya

Budidaya udang windu meliputi beberapa faktor, yaitu :
2.1. Syarat Teknis
  • Lokasi yang cocok untuk tambak udang yaitu pada daerah pantai yang mempunyai tanah bertekstur liat atau liat berpasir yang mudah dipadatkan sehingga mampu menahan air dan tidak mudah pecah.
  • Air yang baik yaitu air payau dengan salinitas 0-33 ppt dengan suhu optimal 26 – 300C dan bebas dari pencemaran bahan kimia berbahaya.
  • Mempunyai saluran air masuk/inlet dan saluran air keluar/outlet yang terpisah.
  • Mudah mendapatkan sarana produksi yaitu benur, pakan, pupuk , obat-obatan dan lain-lain.
  • Pada tambak yang intensif harus tersedia aliran listrik dari PLN atau mempunyai Generator sendiri.
2.2. Tipe Budidaya.
Berdasarkan letak, biaya dan operasi pelaksanaannya, tipe budidaya dibedakan menjadi :
  • Tambak Ekstensif atau tradisional.
  • Petakan tambak biasanya di lahan pasang surut yang umumnya berupa rawa bakau. Ukuran dan bentuk petakan tidak teratur, belum meggunakan pupuk dan obat-obatan dan program pakan tidak teratur.
  • Tambak Semi Intensif.
  • Lokasi tambak sudah pada daerah terbuka, bentuk petakan teratur tetapi masih berupa petakan yang luas (1-3 ha/petakan), padat penebaran masih rendah, penggunaan pakan buatan masih sedikit.
  • Tambak Intensif.
  • Lokasi di daerah yang khusus untuk tambak dalam wilayah yang luas, ukuran petakan dibuat kecil untuk efisiensi pengelolaan air dan pengawasan udang, padat tebar tinggi, sudah menggunakan kincir, serta program pakan yang baik.
2.3. Benur

Benur yang baik mempunyai tingkat kehidupan (Survival Rate/SR) yang tinggi, daya adaptasi terhadap perubahan lingkungan yang tinggi, berwarna tegas/tidak pucat baik hitam maupun merah, aktif bergerak, sehat dan mempunyai alat tubuh yang lengkap. Uji kualitas benur dapat dilakukan secara sederhana, yaitu letakkan sejumlah benur dalam wadah panci atau baskom yang diberi air, aduk air dengan cukup kencang selama 1-3 menit. Benur yang baik dan sehat akan tahan terhadap adukan tersebut dengan berenang melawan arus putaran air, dan setelah arus berhenti, benur tetap aktif bergerak.

2.4. Pengolahan Lahan
Pengolahan lahan, meliputi :

  • Pengangkatan lumpur. Setiap budidaya pasti meninggalkan sisa budidaya yang berupa lumpur organik dari sisa pakan, kotoran udang dan dari udang yang mati. Kotoran tersebut harus dikeluarkan karena bersifat racun yang membahayakan udang. Pengeluaran lumpur dapat dilakukan dengan cara mekanis menggunakan cangkul atau penyedotan dengan pompa air/alkon.
  • Pembalikan Tanah. Tanah di dasar tambak perlu dibalik dengan cara dibajak atau dicangkul untuk membebaskan gas-gas beracun (H2S dan Amoniak) yang terikat pada pertikel tanah, untuk menggemburkan tanah dan membunuh bibit panyakit karena terkena sinar matahari/ultra violet.
  • Pengapuran. Bertujuan untuk menetralkan keasaman tanah dan membunuh bibit-bibit penyakit. Dilakukan dengan kapur Zeolit dan Dolomit dengan dosis masing-masing 1 ton/ha.
  • Pengeringan. Setelah tanah dikapur, biarkan hingga tanah menjadi kering dan pecah-pecah, untuk membunuh bibit penyakit.
  • Perlakuan pupuk TON (Tambak Organik Nusantara). Untuk mengembalikan kesuburan lahan serta mempercepat pertumbuhan pakan alami/plankton dan menetralkan senyawa beracun, lahan perlu diberi perlakuan TON dengan dosis 5 botol/ha untuk tambak yang masih baik atau masih baru dan 10 botol TON untuk areal tambak yang sudah rusak. Caranya masukkan sejumlah TON ke dalam air, kemudian aduk hingga larut. Siramkan secara merata ke seluruh areal lahan tambak.
2.5. Pemasukan Air
Setelah dibiarkan 3 hari, air dimasukkan ke tambak. Pemasukan air yang pertama setinggi 10-25 cm dan biarkan beberapa hari, untuk memberi kesempatan bibit-bibit plankton tumbuh setelah dipupuk dengan TON. Setelah itu air dimasukkan hingga minimal 80 cm. Perlakuan Saponen bisa dilakukan untuk membunuh ikan yang masuk ke tambak. Untuk menyuburkan plankton sebelum benur ditebar, air dikapur dengan Dolomit atau Zeolit dengan dosis 600 kg/ha.2.6. Penebaran Benur.
Tebar benur dilakukan setelah air jadi, yaitu setelah plankton tumbuh yang ditandai dengan kecerahan air kurang lebih 30-40 cm. Penebaran benur dilakukan dengan hati-hati, karena benur masih lemah dan mudah stress pada lingkungan yang baru. Tahap penebaran benur adalah :
  • Adaptasi suhu. Plastik wadah benur direndam selama 15 30 menit, agar terjadi penyesuaian suhu antara air di kolam dan di dalam plastik.
  • Adaptasi udara. Plastik dibuka dan dilipat pada bagian ujungnya. Biarkan terbuka dan terapung selama 15 30 menit agar terjadi pertukaran udara dari udara bebas dengan udara dalam air di plastik.
  • Adaptasi kadar garam/salinitas. Dilakukan dengan cara memercikkan air tambak ke dalam plastik selama 10 menit. Tujuannya agar terjadi percampuran air yang berbeda salinitasnya, sehingga benur dapat menyesuaikan dengan salinitas air tambak.
  • Pengeluaran benur. Dilakukan dengan memasukkan sebagian ujung plastik ke air tambak. Biarkan benur keluar sendiri ke air tambak. Sisa benur yang tidak keluar sendiri, dapat dimasukkan ke tambak dengan hati-hati/perlahan.
2.7. Pemeliharaan.
Pada awal budidaya, sebaiknya di daerah penebaran benur disekat dengan waring atau hapa, untuk memudahkan pemberian pakan. Sekat tersebut dapat diperluas sesuai dengan perkembangan udang, setelah 1 minggu sekat dapat dibuka. Pada bulan pertama yang diperhatikan kualitas air harus selalu stabil. Penambahan atau pergantian air dilakukan dengan hati-hati karena udang masih rentan terhadap perubahan kondisi air yang drastis. Untuk menjaga kestabilan air, setiap penambahan air baru diberi perlakuan TON dengan dosis 1 – 2 botol TON/ha untuk menumbuhkan dan menyuburkan plankton serta menetralkan bahan-bahan beracun dari luar tambak.
Mulai umur 30 hari dilakukan sampling untuk mengetahui pekembanghan udang melalui pertambahan berat udang. Udang yang normal pada umur 30 hari sudah mencapai size (jumlah udang/kg) 250-300. Untuk selanjutnya sampling dilakukan tiap 7-10 hari sekali. Produksi bahan organik terlarut yang berasa dari kotoran dan sisa pakan sudah cukup tinggi, oleh karena itu sebaiknya air diberi perlakuan kapur Zeolit setiap beberapa hari sekali dengan dosis 400 kg/ha. Pada setiap pergantian atau penambahan air baru tetap diberi perlakuan TON.
Mulai umur 60 hari ke atas, yang harus diperhatikan adalah manajemen kualitas air dan kontrol terhadap kondisi udang. Setiap menunjukkkan kondisi air yang jelek (ditandai dengan warna keruh, kecerahan rendah) secepatnya dilakukan pergantian air dan perlakuan TON 1-2 botol/ha. Jika konsentrasi bahan organik dalam tambak yang semakin tinggi, menyebabkan kualitas air/lingkungan hidup udang juga semakin menurun, akibatnya udang mudah mengalami stres, yang ditandai dengan tidak mau makan, kotor dan diam di sudut-sudut tambak, yang dapat menyebabkan terjadinya kanibalisme.

Pakan Udang.

Pakan udang ada dua macam, yaitu pakan alami yang terdiri dari plankton, siput-siput kecil, cacing kecil, anak serangga dan detritus (sisa hewan dan tumbuhan yang membusuk). Pakan yang lain adalah pakan buatan berupa pelet. Pada budidaya yang semi intensif apalagi intensif, pakan buatan sangat diperlukan. Karena dengan padat penebaran yang tinggi, pakan alami yang ada tidak akan cukup yang mengakibatkan pertumbuhan udang terhambat dan akan timbul sifat kanibalisme udang.
Pelet udang dibedakan dengan penomoran yang berbeda sesuai dengan pertumbuhan udang yang normal.
  1. Umur 1-10 hari pakan 01
  2. Umur 11-15 hari campuran 01 dengan 02
  3. Umur 16-30 hari pakan 02
  4. Umur 30-35 campuran 02 dengan 03
  5. Umur 36-50 hari pakan 03
  6. Umur 51-55 campuran 03 dengan 04 atau 04S. (jika memakai 04S, diberikan hingga umur 70 hari).
  7. Umur 55 hingga panen pakan 04, jika pada umur 85 hari size rata-rata mencapai 50, digunakan pakan 05 hingga panen.
Kebutuhan pakan awal untuk setiap 100.000 ekor adalah 1 kg, selanjutnya tiap 7 hari sekali ditambah 1 kg hingga umur 30 hari. Mulai umur tersebut dilakukan cek ancho dengan jumlah pakan di ancho 10% dari pakan yang diberikan. Waktu angkat ancho untuk size 1000-166 adalah 3 jam, size 166-66 adalah 2,5 jam, size 66-40 adalah 2,5 jam dan kurang dari 40 adalah 1,5 jam dari pemberian.
Untuk meningkatkan pertumbuhan udang, perlu penambahan nutrisi lengkap dalam pakan. Untuk itu, pakan harus dicampur dengan VITERNA Plus dan POC NASA yang mengandung mineral-mineral penting, protein, lemak dan vitamin dengan dosis 5 cc/kg pakan untuk umur dibwah 60 hari dan setelah itu 10 cc/kg pakan hingga panen.

Penyakit.

Beberapa penyakit yang sering menyerang udang adalah :
  1. Bintik Putih.Penyakit inilah yang menjadi penyebab sebagian besar kegagalan budidaya udang. Disebabkan oleh infeksi virus SEMBV (Systemic Ectodermal Mesodermal Baculo Virus). Serangannya sangat cepat, dalam beberapa jam saja seluruh populasi udang dalam satu kolam dapat mati. Gejalanya : jika udang masih hidup, berenang tidak teratur di permukaan dan jika menabrak tanggul langsung mati, adanya bintik putih di cangkang (Carapace), sangat peka terhadap perubahan lingkungan. Virus dapat berkembang biak dan menyebar lewat inang, yaitu kepiting dan udang liar, terutama udang putih. Belum ada obat untuk penyakit ini, cara mengatasinya adalah dengan diusahakan agar tidak ada kepiting dan udang-udang liar masuk ke kolam budidaya. Kestabilan ekosistem tambak juga harus dijaga agar udang tidak stress dan daya tahan tinggi. Sehingga walaupun telah terinfeksi virus, udang tetap mampu hidup sampai cukup besar untuk dipanen. Untuk menjaga kestabilan ekosistem tambak tersebut tambak perlu dipupuk dengan TON.
  2. Bintik Hitam/Black Spot. Disebabkan oleh virus Monodon Baculo Virus (MBV). Tanda yang nampak yaitu terdapat bintik-bintik hitam di cangkang dan biasanya diikuti dengan infeksi bakteri, sehingga gejala lain yang tampak yaitu adanya kerusakan alat tubuh udang. Cara mencegah : dengan selalu menjaga kualitas air dan kebersihan dasar tambak.
  3. Kotoran Putih/mencret.Disebabkan oleh tingginya konsentrasi kotoran dan gas amoniak dalam tambak. Gejala : mudah dilihat, yaitu adanya kotoran putih di daerah pojok tambak (sesuai arah angin), juga diikuti dengan penurunan nafsu makan sehingga dalam waktu yang lama dapat menyebabkan kematian. Cara mencegah : jaga kualitas air dan dilakukan pengeluaran kotoran dasar tambak/siphon secara rutin.
  4. Insang Merah.Ditandai dengan terbentuknya warna merah pada insang. Disebabkan tingginya keasaman air tambak, sehingga cara mengatasinya dengan penebaran kapur pada kolam budidaya. Pengolahan lahan juga harus ditingkatkan kualitasnya.
  5. Nekrosis. Disebabkan oleh tingginya konsentrasi bakteri dalam air tambak. Gejala yang nampak yaitu adanya kerusakan/luka yang berwarna hitam pada alat tubuh, terutama pada ekor. Cara mengatasinya adalah dengan penggantian air sebanyak-banyaknya ditambah perlakuan TON 1-2 botol/ha, sedangkan pada udang dirangsang untuk segera melakukan ganti kulit (Molting) dengan pemberian saponen atau dengan pengapuran.
Penyakit pada udang sebagian besar disebabkan oleh penurunan kualitas kolam budidaya. Oleh karena itu perlakuan TON sangat diperlukan baik pada saat pengolahan lahan maupun saat pemasukan air baru.

Panen.

Udang dipanen disebabkan karena tercapainya bobot panen (panen normal) dan karena terserang penyakit (panen emergency). Panen normal biasanya dilakukan pada umur kurang lebih 120 hari, dengan size normal rata-rata 40 – 50. Sedang panen emergency dilakukan jika udang terserang penyakit yang ganas dalam skala luas (misalnya SEMBV/bintik putih). Karena jika tidak segera dipanen, udang akan habis/mati.
Udang yang dipanen dengan syarat mutu yang baik adalah yang berukuran besar, kulit keras, bersih, licin, bersinar, alat tubuh lengkap, masih hidup dan segar. Penangkapan udang pada saat panen dapat dilakukan dengan jala tebar atau jala tarik dan diambil dengan tangan. Saat panen yang baik yaitu malam atau dini hari, agar udang tidak terkena panas sinar matahari sehingga udang yang sudah mati tidak cepat menjadi merah/rusak.

Bima Arya Akan Terus Bangun Fasilitas Publik

Bima Arya Akan Terus Bangun Fasilitas Publik

Bima Arya Akan Terus Bangun Fasilitas Publik

 

Bima Arya Akan Terus Bangun Fasilitas Publik

Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto

Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto ikut larut dalam antusias bersama ribuan warga Bogor dalam meriahkan jalan sehat HUT Radar Bogor, Metropolitan, Universitas Pakuan, Paperina dan Terminix pada Minggu (25/11/2018) pagi. Aktivitas yang dimulai jam 06.00 WIB itu mengambil Start dari Balaikota dan Finish di GOR Pajajaran.

Dalam sambutannya

Bima Arya menyatakan bahwa hanya ada di Kota Bogor setiap akhir pekan warga keluar semua untuk lari, bersepeda, jalan dan berolahraga. Menurut dia, semua itu karena warga Bogor ingin hidup sehat.

“Hanya di Kota Bogor walaupun tidak ada doorprize, hampir setiap minggu warga mengitari pedestrian Kebun Raya Bogor untuk jogging dan berolahraga. Semoga dengan acara yang diselenggarakan lintas unsur ini dapat terus mempersatukan dan mencerahkan warga Bogor. Dan Pemkot Bogor Insya Allah akan terus support fasilitas penunjang bagi warga untuk berolahraga,” ungkap Bima.

Bima mengungkapkan

Pihaknya akan terus membangun fasilitas publik. Saat ini, pemerintah daerah tengah melakukan penataan kawasan di Suryakencana, juga meningkatkan kualitas pedestrian di Jalan Sudirman dan Otista. Kawasan lain secara konsisten akan dibangun juga, secara bertahap,” jelasnya.

“Doakan saja saat ini kami sedang melakukan pembangunan trotoar yang lebih nyaman untuk bapak dan ibu berolahraga. Selain itu akan dibangun fasilitas kesehatan di setiap Kecamatan agar semuanya sehat. Untuk acara ini saya berharap kedepan media massa bukan hanya memainkan peran untuk mencerahkan dan memberitakan tapi bisa mempersatukan seluruh unsur masyarakat seperti acara ini,” tambah Bima.

Dilokasi yang sama

CEO Radar Bogor Hazairin Sitepu menambahkan, ia bersyukur acara yang dihelatnya telah berjalan tanpa hambatan. Selain itu ia juga turut mengucapkan rasa terima kasih kepada seluruh warga Bogor dan pihak-pihak yang terlibat dalam acaranya tersebut.

“Saya bersyukur pagi ini bisa hadir disini untuk mengakhiri tahun 2018 dan menyambut tahun 2019. Terima kasih juga kepada warga yang telah berpartisipasi hingga mencapai 10 ribu orang jumlahnya. Semoga nyaman olahraga dan silaturahminya. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus ada di Kota Bogor agar seluruh warganya sehat selalu,” pungkasnya.

Artikel Terkait: