Firewall di Masa Kini

Firewall di Masa Kini

Firewall di Masa Kini

Firewall di Masa Kini
Firewall di Masa Kini

Firewall yang pertama diaplikasikan di internet berupa autentifikasi pengguna yang kuat. Apabila aturan keamanan mengijinkan akses ke network privat dari jaringan luar, seperti internet, maka dibutuhkan satu jenis metode autentifikasi pengguna. Secara sederhana, autentifikasi dapat diartikan sebagai usaha untuk meyakinkan keabsahan sebuah identitas. Username dan password merupakan salah satu jenis autentidikasi, tetapi bukan autentifikasi yang kuat.
Dalam koneksi non-privat, seperti halnya koneksi non-enkripsi yang melintas jaringan internet, username dan password dapat dicegah untuk dibaca. Autentifikasi yang kuat menggunakan teknik kriptografi, misalnya dengan memanfaatkan sertifikasi maupun dengan menggunakan sebuah peralatan khusus semacam kalkulator (seperti KeyBCA). Mekanisme ini mencegah apa yang disebut sebagai reply attack, di mana, sebagai contoh, sebuah username dengan passwordnya dicegat untuk kemudian digunakan oleh yang tidak berhak. Karena berkedudukan antara trust dan untrust dari jaringan dan karena fungsinya sebagai gateway terkontrol, firewall menjadi tempat yang logis unutk menempatkan layanan semacam ini.

Firewall jenis lain yang bekerja di internet adalah enkripsi firewall to firewall. Sistem ini pertama kali diaplikasikan pada firewall ANS interlock. Saat ini koneksi semacam ini disebut sebagai virtual private network (VPN). Ia adalah privat karena menggunakan kriptografi.
Ia menjadi privat secara virtual karena komunikasi privat tersebut mengalir melalui jaringan publik seperti internet. Walupun VPN telah ada pada masa dimana firewall belum dikenal, namun ia kini mulai sering dijalankan pada firewall.
Dewasa ini kebanyakan pengguna mengharapkan vendor firewall juga menyediakan opsi untuk VPN. Di sini firewall bertindak sebagai titik akhir (end point) untuk VPN di antara pengguna entreprise dan mobile (telekomputer) sehingga komunikasi yang konfidensial antara perangkat yang terhubung dapat terus terjaga.

Dalam beberapa tahun terkahir, firewall juga populer untuk digunakan sebagai perangkat content screening. Beberapa aplikasi firewall dilapangan  kini mencakup virus scanner, URL Screening, dan scanner keyboard.

Terlepas dari segala manfaatnya,namun masih ada juga keraguan di kalangan administrator jaringan untuk memanfaatkan firewall khususnya menyangkut performa sistem jaringan. Ada anggapan bahwa penggunaan firewall berpotensi untuk menurunkan performa sistem secara signifikan. Sebagai solusinya, belakangan beberapa vendor router dan firewall telah mngembangkan suatu add-on firewall yang relatif baru, yang disebut flow control untuk menghantarkan Quality of Service (QoS). QoS, sebagai contoh kasus, dapat membatasi besarnya bandwith jaringan yang dapat dipakai oleh seorang pengguna jaringan, atau membatasi besarnya kapasitas jaringan yang dapat dipakai untuk layanan yang spesifik (seperti FTP atau web).
Sekali lagi, karena firewall berfungsi sebagai gateway, maka ia menjadi tempat yang logis  untuk mnempatkan mekanisme pengaturan QoS.

Baca Juga : 

Sistematika Laporan

Sistematika Laporan

Sistematika Laporan

Sistematika Laporan

Beberapa hal yang harus diperhatikan tentang laporan ilmiah :

  1. Kegiatan menulis laporan ilmiah merupakan kegiatan utama terakhir dari suatu kegiatan ilmiah.
  2. Laporan ilmiah mengemukakan permasalahan yang ditulis secara benar, jelas, terperinci, dan ringkas.
  3. Laporan ilmiah merupakan media yang baik untuk berkomunikasi di lingkungan akademisi atau sesama ilmuwan.
  4. Laporan ilmiah merupakan suatu dokumen tentang kegiatan ilmiah dalam memecahkan masalah secara jujur, jelas, dan tepat tentang prosedur, alat, hasil temuan, serta implikasinya.
  5. Laporan ilmiah dapat digunakan sebagai acuan bagi ilmuwan lain sehingga syarat-syarat tulisan ilmiah berlaku juga untuk laporan.
  6. Laporan ilmiah, umumnya, mempunyai garis besar isi (outline) yang berbeda-beda, bergantung dari bidang yang dikaji dan pembaca laporan tersebut.

Namun, umumnya, isi laporan terdiri atas tiga bagian, yaitu pendahuluan, isi, dan penutup.

1. Bagian Pembuka
Bagian pembuka umumnya digunakan apabila laporan merupakan tulisan yang berdiri sendiri secara utuh. Untuk laporan penelitian dalam jurnal atau bagian dari sebuah buku, tidak seluruh unsur dalam bagian pembuka tersebut digunakan. Bagian pembuka ini terdiri atas :

a. Halaman judul: judul, maksud, tujuan penulisan, identitas penulis, instansi asal, kota penyusunan, dan tahun
b. Halaman pengesahan (jika perlu)
c. Halaman motto/semboyan (jika perlu)
d. Halaman persembahan (jika perlu)
e. Prakata;
f. Daftar isi;
g. Daftar tabel (jika ada)
h. Daftar grafik (jika ada)
i. Daftar gambar (jika ada)
j. Abstak : uraian singkat tentang isi laporan

Sumber : https://jalantikus.app/

Laporan Ilmiah

Laporan Ilmiah

Laporan Ilmiah

 Laporan Ilmiah
Laporan Ilmiah

Defini laporan menurut F X Soedjadi :

  1. Suatu bentuk penyampaian berita, keterangan, pemberitahuan ataupun pertanggungjawaban baik secara lisan maupun secara tertulis dari bawahan kepada atasan sesuai dengan hubungan wewenang (authority) dan tanggung jawab (responsibility) yang ada antara mereka.
  2. Salah satu cara pelaksanaan komunnikasi dari pihak yang satu kepada pihak yang lainnya.

Laporan Ilmiah adalah laporan yang disusun melalui tahapan berdasarkan teori tertentu dan menggunakan metode ilmiah yang sudah disepakati oleh para ilmuwan (E.Zaenal Arifin,1993).

Macam-macam Laporan Ilmiah

Ada 3 macam laporan ilmiah, yakni :

a. Laporan Lengkap (Monograf).
1) Menjelaskan proses penelitian secara menyeluruh.
2) Teknik penyajian sesuai dengan aturan (kesepakatan) golongan profesi dalam bidang ilmu yang bersangkutan.
3) Menjelaskan hal-hal yang sebenarnya yang terjadi pada setiap tingkat analisis.
4) Menjelaskan (juga) kegagalan yang dialami,di samping keberhasilan yang dicapai.
5) Organisasi laporan harus disusun secara sistamatis (misalnya :judul bab,subbab dan seterusnya,haruslah padat dan jelas).

b. Artikel Ilmiah
1) Artikel ilmiah biasanya merupakan perasan dari laporan lengkap.
2) Isi artikel ilmiah harus difokuskan kepada masalah penelitian tunggal yang obyektif.
3) Artikel ilmiah merupakan pemantapan informasi tentang materi-materi yang terdapat dalam laporan lengkap.

c. Laporan Ringkas
Laporan ringkas adalah penulisan kembali isi laporan atau artikel dalam bentuk yang lebih mudah dimengerti dengan bahasa yang tidak terlalu teknis (untuk konsumsi masyarakat umum).

Fungsi Laporan Ilmiah

Laporan ilmiah memiliki fungsi sebagai berikut:

  1. Laporan penelitian mengkomunikasikan kepada pembaca seperangkat data dan ide spesifik. Ide spesifik. Spesifik tersebut disampaikan secara jelas dan cukup rinci agar dapat dievaluasi.
  2. Laporan Ilmiah harus dilihat sebagai sumbangan dalam khasanah ilmu pengetahuan.
  3. Laporan Ilmiah harus berfungsi sebagai stimulator dan mengarahkan pada penelitian selanjutnya.

Secara ringkas, laporan memiliki fungsi informasi, pengawasan, pengambilan keputusan, dan pertanggung jawaban.

Sumber : https://uptodown.co.id/

Pelayanan Terbaik untuk Pendaftar PPDB Tahun 2018

Pelayanan Terbaik untuk Pendaftar PPDB Tahun 2018

Pelayanan Terbaik untuk Pendaftar PPDB Tahun 2018

Pelayanan Terbaik untuk Pendaftar PPDB Tahun 2018
Pelayanan Terbaik untuk Pendaftar PPDB Tahun 2018

Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan sekaligus Wakil Ketua

II PPDB Jawa Barat, Dodin Rusmin Nuryadin, memantau berlangsungnya pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2018 yang ditemui di SMK Negeri 1 Bandung, Jl. Wastukancana No.3, Babakan Ciamis, Sumur Bandung, Kota Bandung, Rabu, 6 Mei 2018.

“Antusiasme masyarakat pada pendaftaran PPDB sudah baik. Sekolah telah memberikan pelayanan yang terbaik dengan memberikan informasi, edukasi, menglihat jarak, verifikasi data, dan verifikasi sebelum diupload,” ujar Dodin.

Ia mengatakan bahwa sekolah juga memproses setiap berkas pendaftar yang

masuk secara teliti dan menyeluruh. Dilakukan tiga kali verifikasi berkas, yang pertama adalah verifikasi berkasi pendaftar, kedua verifikasi data yang di upload, dan yang terakhir adalah verifikasi lapangan.

SMKN 1 menyediakan beberapa ruangan untuk mengedukasi para calon siswanya dan orangtua mengenai PPDB dan jurusan yang ada. Terdapat ruang informasi mengenai persyaratan alur, ruang informasi jurusan, ruang koordinat jarak, ruangan pengisian data, dan terakhir ruang verifikasi.

“Pelaksanaan PPDB di SMKN 1 Bandung, sementara ini berjalan dengan lancar.

Sosialisasi terus di lakukan kepada para calon peserta,” ujar Kepala Sekolah SMKN 1 Bandung, Nani Sri Iriyani.

Data sementara dari Ketua PPDB SMKN 1 Bandung, Rahmat Riyadi mengatakan, SMKN 1 Bandung telah melayani 387 siswa SMP pendaftar PPDB tahun ini. Sedangkan kuota siswa yang akan diterima berjumlah 453 siswa dengan 13 rombel. Jalur yang paling banyak diminati adalah jalur Keluarga Ekonomi Tidak Mampu (KETM) dan jalur Warga Penduduk Setempat (WPS).***

 

Baca Juga :

 

 

Cek Data Peserta PPDB di Web Resmi PPDB 2018

Cek Data Peserta PPDB di Web Resmi PPDB 2018

Cek Data Peserta PPDB di Web Resmi PPDB 2018

Cek Data Peserta PPDB di Web Resmi PPDB 2018
Cek Data Peserta PPDB di Web Resmi PPDB 2018

Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Jawa Barat hari pertama berjalan lancar. Hal ini disampaikan oleh sekertaris II PPDB Jawa Barat, Edi Purwanto. Dari sisi Information technology (IT), sampai saat ini tidak ada pengaduan yang masuk. Edi mengatakan sistem teknologi dapat diakses oleh masyarakat tanpa kendala. Dari sisi entry operator sekolah pun selama pelaksanaan PPDB berjalan lancar.

“Hari pertama lancar. Tidak ada pengaduan. Kalau dari sistem IT tidak ada kendala,” jelas Edi saat ditemui di Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat, Jalan Rajiman No.6, Kota Bandung Jawa Barat, pada Senin, 4 Juni 2018.

Koordinator Tim IT PPDB Jawa Barat, Nono Suharno mengatakan, sebanyak

33 Server digunakan untuk pelayanan pendaftaran PPDB 2018. Server tersebut terdiri dari Loud Balancer, Server Website PPDB, dan Server Publik PPDB. Dengan sistem IT tersebut, masyarakat dapat melihat dengan detail informasi mengenai calon peserta didik melalui web resmi PPDB, yaitu ppdb.disdik.jabarprov.go.id.

Informasi peserta dapat diakses oleh siapapun sehingga pelaksanaan PPDB ini tanpa kecurangan dan transparan. Hal tersebut sesuai dengan azaz PPDB yaitu objektif, transparan, akuntabel dan tidak diskriminatif.

Informasi yang muncul melalui website berupa data calon peserta didik, skor,

kelengkapan berkas, jarak rumah calon peserta didik hingga status sementara calon peserta didik tersebut diterima di sekolah. Untuk status penerimaan calon peserta didik, Nono mengungkapkan, ada beberapa jalur yang belum dapat terlihat, seperti jalur Prestasi dan jalur Keluarga Ekonomi Tidak Mampu (KETM). Satatus siwa baru dapat terlihat setelah proses kompetensi dan verifikasi data pada 25 hingga 28 Juni 2018.

“Masyarakat dapat mengakses data di web resmi PPDB ini. Hal ini dilakukan agar transparan, pelaksanaan PPDB tanpa kecurangan, tidak diskriminatif,” jelas Nono.

Tim IT PPDB mencatat dalam sehari pengunjung website resmi PPDB yang

mengakses data base terhitung hingga 100 ribu user. Website mulai banyak dikunjungi pada tanggal mendekati pembukaan pendaftaran PPDB 2018.

“Sebenarnya, perkembangan yang mengakses web dari tanggal 28 masih kurang banyak. Ketika sudah mau mendekati pendaftaran peningkatannya meningkat,” jelas Nono. ***

 

Sumber :

https://fascinasiansblog.com/doa-sebelum-berangkat-kerja/

28 Mei, Menstrual Hygiene Day

28 Mei, Menstrual Hygiene Day

28 Mei, Menstrual Hygiene Day

28 Mei, Menstrual Hygiene Day
28 Mei, Menstrual Hygiene Day

TAHUKAH kamu? Hari ini 28 Mei diperingati sebagai Hari Kebersiahan Menstruasi atau dikenal dengan istilah Menstrual Hygiene Day.

Dengan diperingatinya hari tersebut, mengajarkan kita semua bahwa

Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM) sangatlah penting untuk pendidikan pada siswa perempuan. Penelitian yang dilakukan oleh UNICEF di Indonesia menemukan fakta bahwa satu dari enam anak perempuan memilih untuk tidak masuk sekolah selama satu hari atau lebih, pada saat mereka sedang menstruasi.

Adapun kondisi sanitasi sekolah di Indonesia akan berdampak pada setiap siswa. Penelitian yang dilakukan oleh UNICEF menunjukan rasio toilet sekolah saat ini jauh dari ideal, dengan ditunjukan dengan 1: 17 untuk toilet perempuan, dengan rasio ideal 1:50. Hanya 1 dari 4 toilet sekolah yang dalam kondisi baik.

Dilansir dari Jejaring AMPL (Air Minum dan Penyehatan Lingkungan) yang

bekerja sama dengan UNICEF untuk MKM. Agenda yang akan dilakukan adalah MKM perlu dibuatkan payung hukum melalui Unit Kesehatan Sekolah (UKS) sebagai misi advokasi nasional. “Aksi ini akan dilakukan oleh Plan International Indonesia bekerjasama dengan UNICEF dan Jejaring AMPL dengan mitra-mitra lain yang telah berkomitmen,” ujar perwakilan dari Plan International Indonesia, Herie Ferdian pada lokakarya pertukaran pembelajaran MKM.

Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM) dapat dilakukan oleh perempuan

dalam siklus menstruasi perlu teratur mengganti pembalut dan memilih material yang bersih untuk menyerap darah menstruasi. Selain menjaga kebersihan pembalut, penting juga menjaga kebersihan tubuh dengan air bersih yang mengalir, serta sabun yang akan menghindari dari berbagai bakteri. Serta penting juga untuk membuang material yang sudah digunakan ke tempat yang semestinya.***

 

Sumber :

https://icanhasmotivation.com/sejarah-olahraga-lompat-jauh/

Semua Guru Wajib Mengajar di Daerah 3T

Semua Guru Wajib Mengajar di Daerah 3T

Semua Guru Wajib Mengajar di Daerah 3T

Semua Guru Wajib Mengajar di Daerah 3T
Semua Guru Wajib Mengajar di Daerah 3T

Semua guru secara bergantian wajib mengajar di daerah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T), baik yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) maupun honorer. Demikian diungkapkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy.

Mendikbud menegaskan, mengajar di daerah 3T akan memperkaya pengalaman guru sekaligus mengetahui kondisi mutu pendidikan dasar dan menengah nasional. Selain itu, Kemendikbud juga akan meneruskan program Guru Garis Depan (GGD) untuk memenuhi kebutuhan guru di daerah 3T.

“Penyelesaian masalah guru akan diatur Peraturan Presiden (Perpres) agar kebijakan rotasi guru ini dapat diintervensi dengan peningkatan sarana prasarana dan kurikulum sekolah. Semua guru tidak boleh tidak mengajar di daerah 3T,” ujar Mendikbud, seperti diwartakan Pikiran-Rakyat.com, Kamis (13/6/2019).

Ia menjelaskan, guru di setiap zona akan dirotasi secara periodik dalam jangka waktu yang telah ditetapkan. Kebijakan meredistribusi sesuai undang-undang (UU) aparatur sipil negara (ASN) yang menyatakan, semua ASN harus siap dirotasi secara periodik dan tidak boleh menetap di satu tempat dalam jangka waktu yang lama.

Mendikbud menambahkan, retribusi guru ke daerah 3T mengacu pada zonasi.

Dengan demikian, tidak ada alasan bagi guru di dalam satu zona menolak dipindahkan. Karena, sistem zonasi disiapkan untuk memeratakan mutu pendidikan nasional.

“Saya paham jika di daerah tertentu masih tinggi tingkat ketimpangan antarsekolah. Tapi, jika tidak ada kemauan keras dari pihak daerah untuk segera melakukan kebijakan redistribusi guru, saya khawatir kebijakan pemerintah untuk melakukan pemerataan pendidikan yang berkualitas jadi tersendat,” ungkapnya.

Kebijakan Mendikbud tersebut tampaknya akan diterapkan Pemerintah

Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar). Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Iwa Karniwa menyatakan bahwa Pemprov Jabar sedang menyusun Peraturan Gubernur (Pergub) mengenai pola karier guru yang rencananya rampung tahun ini. Pergub tersebut akan mengatur pola karier dan retribusi guru ke daerah.

“Program tersebut akan berbentuk seperti sistem promosi. Bedanya, para guru akan dipromosikan ke sekolah lain yang jaraknya lebih jauh dari sekolah asal agar ilmu yang mereka miliki bisa dibagi ke sekolah tersebut guna pemerataan kualitas pendidikan,” ujarnya.

Hal serupa diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jabar, Dewi

Sartika. Kadisdik pun mendukung regulasi tersebut. Menurutnya, program tersebut mendukung pemerataan pendidikan yang dicanangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui program zonasi.

“Tentu ini sangat sesuai dengan visi pendidikan nasional dan diharapkan mampu memberikan percepatan pembangunan pendidikan di Jabar,” harapnya.***

 

Baca Juga :

SMAN 9 Bandung Gelar Sosialisasi PPDB kepada Warga Sekitar

SMAN 9 Bandung Gelar Sosialisasi PPDB kepada Warga Sekitar

SMAN 9 Bandung Gelar Sosialisasi PPDB kepada Warga Sekitar

SMAN 9 Bandung Gelar Sosialisasi PPDB kepada Warga Sekitar
SMAN 9 Bandung Gelar Sosialisasi PPDB kepada Warga Sekitar

Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 9 Bandung menggelar sosialisasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019 kepada warga Kecamatan Cicendo di Aula SMAN 9 Bandung, Jln. Suparmin No. 1A, Kota Bandung, Jumat (14/6/2019). Kegiatan sosialisasi ini bertujuan mengedukasi masyarakat mengenai pelaksanaan PPDB tahun ini.

“Karena sistem dan cara yang sangat berbeda dengan tahun lalu yang akhirnya terjadi kerisauan di masyarakat. Sehingga, perlu dilakukan sosialisasi secara menyeluruh,” ucap Ketua Panitia PPDB SMAN 9 Bandung, Tanu Patrayana.

Dalam sosialisasi tersebut, pihaknya mengundang seluruh organisasi

masyarakat di seluruh enam kelurahan di Kecamatan Cicendo. Seperti, kesejahteraan sosial dan pelayanan masyarakat tingkat kelurahan serta diikuti beberapa orang tua siswa yang anaknya akan mengikuti PPDB tahun ini. Acara tersebut juga dihadiri Sekretaris Kecamatan Cicendo, Aa Nurullah.

“Setelah mengikuti sosialisasi ini, diharapkan kesejahteraan sosial di masing-masing desa dapat menyampaikan kembali penjelasan ini kepada warga di sekitar,” ujarnya.

Selain membuka forum dengan masyarakat, pihaknya pun telah

menyosialisasikan kegiatan tahunan tersebut melalui berbagai media. “Kita juga sudah memublikasikan program ini secara masif, baik melalui baliho maupun media sosial resmi sekolah,” katanya.

Setelah melakukan sosialisasi, lanjut Tanu, para calon peserta didik dan orang tua bisa memanfaatkan layanan informasi yang telah dibuka oleh pihak sekolah. “Hari ini pun, mereka bisa langsung menyimulasikan proses pendaftaran. Seperti, mengetahui titik koordinat dan jarak antara sekolah dengan rumah peserta didik,” jelasnya.

Salah seorang calon peserta didik, Siti Khopifatunnufus mengatakan, dirinya

mendapat banyak pemahaman mengenai PPDB setelah mengunjungi pusat informasi di sekolah. Ia yang datang bersama ibunya telah mempersiapkan seluruh persyaratan yang harus dibawa. “Insya Allah sudah siap dan optimis bisa diterima di sini,” tuturnya.***

 

Sumber :

https://vidmate.co.id/

Kadisdik Tinjau Persiapan PPDB 2019 di SMAN 2 Bandung

Kadisdik Tinjau Persiapan PPDB 2019 di SMAN 2 Bandung

Kadisdik Tinjau Persiapan PPDB 2019 di SMAN 2 Bandung

Kadisdik Tinjau Persiapan PPDB 2019 di SMAN 2 Bandung
Kadisdik Tinjau Persiapan PPDB 2019 di SMAN 2 Bandung

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat (Jabar), Dewi Sartika meninjau persiapan pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Bandung, Jln. Cihampelas No. 173, Kota Bandung, Rabu (12/6/2019). Dalam tinjauannya, Kadisdik ikut menyimulasikan praktik pendaftaran sesuai alur yang telah ditentukan.

Kadisdik menilai, persiapan PPDB 2019 di SMAN 2 Bandung telah cukup matang, baik dari segi sarana maupun kesiapan sumber daya manusia (SDM). Kesiapan di segi sarana mencakup penyediaan ruangan yang telah sesuai dengan prosedur operasi standar (POS), yakni adanya ruang informasi dan pengaduan, ruang pendaftaran dan administrasi, ruang persyaratan, ruang pengukuran koordinat serta ruang tunggu calon peserta didik. “Kualitas SDM di sini pun saya rasa sudah cukup siap,” ujarnya.

Kadisdik berharap, kesiapan PPDB 2019 di SMAN 2 Bandung dapat menjadi

acuan bagi satuan pendidikan lainnya agar mempersiapkan pelaksanaan dengan baik. “Mudah-mudahan ini dapat menjadi model karena dilihat juga bersama para kepala sekolah lainnya dan perwakilan cabang dinas agar nanti bisa ditularkan ke daerah lainnya,” harapnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 2 Bandung, Yanyan Supriatna R.S. menegaskan, pihaknya berkomitmen memberi pelayanan PPDB yang optimal kepada calon peserta didik. “Tujuan PPDB adalah proses melayani masyarakat. Maka, sebagai ujung tombak pendidikan kita berusaha melayani sebaik mungkin,” ucapnya.

Ia memaparkan, pihaknya telah membekali seluruh panitia PPDB di lingkungan

sekolah dengan memberi pemahaman mengenai PPDB tahun ini yang terhimpun dalam Peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud), Peraturan Gubernur (Pergub), petunjuk teknis (juknis), dan POS pelayanan.

Yanyan berharap, persiapan PPDB ini berdampak baik bagi masyarakat,

khususnya dapat mengedukasi sekaligus melayani masyarakat dalam proses PPDB 2019.

Dalam kesempatan tersebut, Kadisdik meninjau bersama Sekretaris Disdik Jabar, Firman Adam, Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah VII, Husen Hasan Rahadian, seluruh kepala SMA negeri di KCD Wilayah VII serta seluruh perwakilan KCD di daerah Jabar.***

 

Sumber :

https://daftarpaket.co.id/

Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google

Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google

Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google

Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google

Mau tahu kapan matahari terbit atau terbenam di suatu wilayah? Google memiliki sebuah cara sederhana untuk melakukan itu.

Saat mengunjungi suatu wilayah, ada kalanya kita perlu tahu kapan waktu matahari terbit dan terbenam di tempat itu. Kegunaannya cukup banyak, misalnya untuk memperkirakan kapan waktu Subuh berakhir dan Maghrib dimulai bagi pemeluk agama Islam.

Fungsi lainnya, ini akan berguna sekali bagi mereka yang mau melakukan sesi pemotretan. Mengetahui kapan waktu matahari tenggelam untuk dijadikan latar akan sangat membantu dalam membuat rencana pergi ke lokasi.

Nah, lewat Google, hal itu bisa dilakukan dengan langkah mudah berikut ini:

  1. Buka Google.com
  2. Ketikkan “sunrise [nama kota]” (tanpa tanda kutip, ganti [nama kota] dengan kota yang diinginkan). Contohnya: “Sunrise Jakarta” akan memunculkan informasi waktu 5:49 pm ditambah keterangan ‘6 hours 58 minutes from now‘ di bawahnya
  3. Untuk waktu matahari terbenam, ganti “sunrise” dengan “sunset”

Baca Juga :