Pengertian Tata Pemerintahan Yang Baik

Pengertian Tata Pemerintahan Yang Baik

Pengertian Tata Pemerintahan Yang Baik

Pengertian Tata Pemerintahan Yang Baik
Pengertian Tata Pemerintahan Yang Baik

Good governance adalah “mantra” yang diucapkan oleh banyak orang di Indonesia sejak 1993. Kata governance mewakili suatu etika baru yang terdengar rasional, profesional, dan demokratis, tidak soal apakah diucapkan di kantor Bank Dunia di Washington, AS atau di kantor LSM yang kumuh di pinggiran Jakarta. Dengan kata itu pula wakil dari berbagai golongan profesi seolah disatukan oleh “koor seruan” kepada pemerintah yang korup di negara berkembang. “Good governance, bad men!” terkepung oleh seruan dari berbagai pihak, kalangan pejabat pemerintah pun lantas juga fasih menyebut konsep ini, meski dengan arti dan maksud yang berbeda.

Proses pemahaman umum mengenai governance atau tata pemerintahan mulai mengemuka di Indonesia sejak tahun 1990-an, dan mulai semakin bergulir pada tahun 1996, seiring dengan interaksi pemerintah Indonesia dengan negara luar sebagai negara-negara pemberi bantuan yang banyak menyoroti kondisi obyektif perkembangan ekonomi dan politik Indonesia. Istilah ini seringkali disangkutpautkan dengan kebijaksanaan pemberian bantuan dari negara donor, dengan menjadikan masalah isu tata pemerintahan sebagai salah satu aspek yang dipertimbangkan dalam pemberian bantuan, baik berupa pinjaman maupun hibah.

Kata governance sering dirancukan dengan government. Akibatnya, negara dan pemerintah menjadi korban utama dari seruan kolektif ini, bahwa mereka adalah sasaran nomor satu untuk melakukan perbaikan-perbaikan. Badan-badan keuangan internasional mengambil prioritas untuk memperbaiki birokrasi pemerintahan di Dunia Ketiga dalam skema good governance mereka. Aktivitis dan kaum oposan, dengan bersemangat, ikut juga dalam aktivitas ini dengan menambahkan prinsip-prinsip kebebasan politik sebagai bagian yang tak terelakkan dari usaha perbaikan institusi negara. Good governance bahkan berhasil mendekatkan hubungan antara badan-badan keuangan multilateral dengan para aktivis politik, yang sebelumnya bersikap sinis pada hubungan antara pemerintah negara berkembang dengan badan-badan ini. Maka, jadilah suatu sintesa antara tujuan ekonomi dengan politik.

Tetapi, sebagaimana layaknya suatu mantra, para pengucap tidak dapat menerangkan sebab akibat dari suatu kejadian, Mereka hanya mengetahui sebgian, yaitu bahwa sesuatu yang invisible hand menyukai mantra yang mereka ucapkan. Pada kasus good governance, para pengucap hanya mengetahui sedikit hal yaitu bahwa sesuatu yang tidak terbuka dan tidak terkontrol akan mengundang penyalahgunaan, bahwa program ekonomi tidak akan berhasil tanpa legitimasi, ketertiban sosial, dan efisiensi institusional.

Satu faktor yang sering dilupakan adalah, bahwa kekuatan konsep ini justru terletak pada keaktifan sektor negara, masyarakat dan pasar untuk berinteraksi. Karena itu, good governance, sebagai suatu proyek sosial, harus melihat kondisi sektor-sektor di luar negara.

Baca juga ;

File Teks Versus File-File Biner

File Teks Versus File-File Biner

File Teks Versus File-File Biner

File Teks Versus File-File Biner
File Teks Versus File-File Biner

Ketika mencetak sebuah dokumen teks dengan menggunakan perangkat-perangkat teletype lama, sebuah baris teks baru membutuhkan sebuah line feed (satu perpindahan vertikal) dan sebuah carriage return (satu perpindahan horisontal), yang masing-masingnya dikodekan secara terpisah dalam ASCII. (sebuah line feed diindikasikan oleh pola bit 00001010, sedangkan sebuah carriage return diindikasikan oleh 00001101).

Demi meningkatkan efisiensi, banyak diantara para programer awal yang merasa bahwa lebih mudah untuk menandai perpindahan baris (line break) hanya dengan salah satu dari kedua kode ini. Sebagai contohnya, apabila setiap orang setuju dengan sebuah carriage return ditambah sebuah line feed, maka ruang sebesar delapan bit akan dihemat untuk setiap baris teks didalam file.

Teknik jalan pintas semacam ini terus digunakan hingga hari ini. Secara spesifik, sistem operasi UNIX mengasumsikan bahwa perpindahan-perpindahan baris di dalam file-file teks diindikasikan hanya oleh sebuah line feed, sedangkan sistem-sistem yang dikembangkan oleh Apple Computer, Inc. hanya mempergunakan sebuah carriage return, dan sistem-sistem operasi Microsoft membutuhkan baik sebuah carriage return maupun sebuah line feed. Akibatnya, ketika file-file ini dipindahkan dari satu sistem ke sistem lainnya maka berbagai konversi harus dilakukan. Inilah yang merupakan asal muasal dari perbedaan antara “file teks” dengan “file biner” ketika memindahkan file-file melalui internet dengan menggunakan File Transfer Protokol (Protokol Pemindahan File) (FTP). Ketika mempergunakan FTP, sebuah “file teks” adalah sebuah file yang membutuhkan konversi semacam ini, sedangkan sebuah “file biner” adalah sebuah file yang tidak membutuhkan konversi. Secara spesifik, file-file yang dihasilkan oleh software-software pengolah kata harus dipindahkan sebagai “file-file biner” karena, file-file biner ini mempergunakan teknik-teknik encoding khusus untuk mengkodekan teks didalamnya.

Sumber : https://downloadapk.co.id/

Aspek Perceptual (persepsi)

Aspek Perceptual (persepsi)

Aspek Perceptual (persepsi)

 Aspek Perceptual (persepsi)
Aspek Perceptual (persepsi)

•    Persepsi adalah proses pengalaman seseorang dalam menggunakan sensor warnanya.
•    Diterima tidaknya layar tampilan warna oleh para pengguna, sangat bergantung pada bagaimana warna digunakan. Warna dapat meningkatkan interaksi hanya jika implementasinya mengikuti prinsip dasar dari penglihatan warna oleh manusia.
•    Tidak semua warna mudah dibaca. Secara umum latar belakang dengan warna gelap akan memberikan kenampakan yang lebih baik (informasi lebih jelas) dibanding warna yang lebih cerah.
•    Hindari diskriminasi warna pada daerah yang kecil

c. Aspek Kognitif
•    Jangan menggunakan warna yang berlebihan karena penggunaan warna bertujuan menarik perhatian atau pengelompokan informasi. Sebaiknya menggunakan warna secara berpasangan.
•    Kelompokkan elemen – elemen yang saling berkaitan dengan latar belakang yang sama
•    Warna yang sama membawa pesan yang serupa
•    Urutkan warna sesuai dengan urutan spektralnya
•    Kecerahan dan saturasi akan menarik perhatian
•    Warna hangat dan dingin sering digunakan untuk menunjukkan arah tindakan. Biasanya warna hangat untuk menunjukkan adanya tindakan atau tanggapan yang diperlukan. Warna yang dingin biasanya digunakan untuk menunjukkan status atau informasi latar belakang.

Sumber : https://filehippo.co.id/

130 Warga Ikuti Pelatihan Keterampilan Berwirausaha

130 Warga Ikuti Pelatihan Keterampilan Berwirausaha

130 Warga Ikuti Pelatihan Keterampilan Berwirausaha

130 Warga Ikuti Pelatihan Keterampilan Berwirausaha
130 Warga Ikuti Pelatihan Keterampilan Berwirausaha

Sebanyak 130 warga Kota Bogor belajar keterampilan di Aula Dinas

Pendidikan, jalan Pajajaran, Kota Bogor, Senin (10/09/2018). Warga yang didominasi para kaum ibu-ibu itu berasal dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) se-Kota Bogor yang digelar Seksi Kesetaraan Bidang PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, 10-11 September 2018.

Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat

(PAUD Dikmas) Disdik Kota Bogor Uju Juyono didampingi Kasi Kesetaraan Muji Lestari, saat membuka kegiatan tersebut menyebutkan, pelatihan ini digelar bertujuan agar warga Kota Bogor bisa belajar dan memiliki pengetahuan serta keterampilan untuk bekal kedepannya, sehingga bisa dikembangkan dalam mencari nafkah membantu ekonomi keluarga maupun bagi dirinya sendiri.

Kasi Kesetaraan Muji Lestari menambahkan, bahwa kegiatan pelatihan yang

dilaksanakan fokus pada dua jenis keterampilan, yakni keahlian menghias sandal dan praktek pembuatan kue sederhana.

“Kami berharap melalui keterampilan yang berikan mampu menumbuhkan dan meningkatkan kreatifitas warga Kota Bogor, sehingga kedepannya mampu menjadi lahan bagi mereka untuk membantu roda perekonomian keluarga,” jelas Muji. (Humas)

 

Baca Juga :

Tim Pendidikan World Bank Kunjungi Disdik Kota Bogor

Tim Pendidikan World Bank Kunjungi Disdik Kota Bogor

Tim Pendidikan World Bank Kunjungi Disdik Kota Bogor

 

Tim Pendidikan World Bank Kunjungi Disdik Kota Bogor
Tim Pendidikan World Bank Kunjungi Disdik Kota Bogor

 

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor yang berlokasi di jalan Pajajaran, Kecamatan Bogor Utara, Kamis, (06/09/2018) pagi dikunjungi tim pendidikan Bank Dunia (World Bank).

Rombongan diterima langsung di ruang Sekretaris Disdik Kota Bogor oleh

Kepala Sub Bagian Perencanaan Pelaporan (Kasubag Renlap) Jajang Koswara beserta Kabid GTK Teti Heriasih.

Dari tim World Bank yang hadir yaitu Senior Education Specialist Mr.Noah Yarrow, Blane D.Lewis dari Australian National University, dan dari Group Banco Mundial.

Kasubag Renlap Disdik Kota Bogor Jajang Koswara menuturkan, banyak hal

yang dibahas dalam pertemuan ini, yakni perihal rencana strategis Departemen Pendidikan yang memiliki tiga pilar utama diantaranya, peningkatan akses terhadap pendidikan, peningkatan kualitas pendidikan dan pemerintahan yang lebih baik dalam sektor pendidikan.

“Bahkan kedepan sekolah-sekolah yang baik dalam pengelolaan Bantuan

Operasional Sekolah (BOS) maupun bantuan dari Bank Dunia akan mendapatkan Reward,” kata Jajang.

Pertemuan dalam bentuk dialog ringan mengenai pendidikan tematis membahas arah Bank Dunia dan mitra pembangunan pendidikan mengenai area fokus untuk dukungan kerjasama di masa mendatang antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Disdik Kota Bogor dan tim pendidikan Bank Dunia

 

Sumber :

https://jeffmatsuda.com/

Jadi Motivator di PPBN Unpak, Bima Arya Ajak Mahasiswa Bentuk Karakter Cinta Tanah Air

Jadi Motivator di PPBN Unpak, Bima Arya Ajak Mahasiswa Bentuk Karakter Cinta Tanah Air

Jadi Motivator di PPBN Unpak, Bima Arya Ajak Mahasiswa Bentuk Karakter Cinta Tanah Air

 

Jadi Motivator di PPBN Unpak, Bima Arya Ajak Mahasiswa Bentuk Karakter Cinta Tanah Air
Jadi Motivator di PPBN Unpak, Bima Arya Ajak Mahasiswa Bentuk Karakter Cinta Tanah Air

 

Walikota Bogor Arya Bima menghadiri kegiatan Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN) mahasiswa baru Universitas Pakuan Bogor tahun 2018/2019 di Markas Pusat Pendidikan Zeni (Pusdikzi) AD, Jalan Jendral Sudirman, Kota Bogor.

Dalam kegiatan tersebut Bima Arya menjadi salah satu motivator. Bima menekankan agar menjadi mahasiswa yang berkarakter dan berintegritas tinggi serta memiliki jiwa dan rasa cinta tanah air.

Presiden Mahasiswa Universitas Pakuan Bogor 2018, Muhammad Dwiansyah

Damanik, mengungkapkan tujuan PPBN bagi mahasiswa baru Universitas Pakuan Bogor adalah untuk membekali peserta agar dapat menjadi mahasiswa yang dapat berkontribusi bukan hanya untuk almamater tetapi juga untuk negara.

“PPBN berlangsung sejak 4 hingga 6 September 2018, diisi ragam kegiatan dimulai dari pengenalan Universitas Pakuan Bogor, forum diskusi yang dilakukan oleh mahasiswa baru, pembekalan materi – materi yang berisikan pedoman bagaimana menjadi seorang mahasiswa yang baik, mini outbound, pelatihan pengembangan diri,” ungkap Dwiansyah.

Di hari penutupan kegiatan PPBN Universitas Pakuan Bogor akan dilakukan parade dari Usaha Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan lembaga organisasi yang ada di setiap fakultas, serta penyematan almamater sebagai tanda resmi menjadi mahasiswa di Universitas Pakuan Bogor.

“PPBN ini sangat memberikan dampak positif khususnya bagi saya, sehingga

saya menjadi lebih disiplin dalam soal waktu terutama bangun pagi. Dari seluruh rangkaian kegiatan acara PPBN ini yang paling berkesan pada hari ini, karena saya bisa melihat dan mendengarkan paparan dari Wali Kota Bogor Bima Arya,” ungkap Raka Al-Farithsi Lesmana, mahasiswa baru Fakultas Teknik Universitas Pakuan Bogor.

Hal lain diungkapkan Selly Salimah mahasiswa fakultas hukum, yang

menurutnya rangkaian PPBN Unpak berbeda, bukan sekedar memberikan informasi – informasi seputar kampus tetapi juga memberikan pengetahuan mengenai landasan bela negara. “Saya tidak pernah mengikuti kegiatan militer sebelumnya tetapi ternyata seru dan serta mengenal teman–teman baru,” pungkasnya.

 

Sumber :

https://www.sudoway.id/

Mengurangi Bahaya Hujan Asam

Mengurangi Bahaya Hujan Asam

Mengurangi Bahaya Hujan Asam

Mengurangi Bahaya Hujan Asam

Menurut Smith (1985), pohon dapat membantu dalam mengatasi dampak negatif hujan asam melalui proses fisiologis tanaman yang disebut proses gutasi. Proses gutasi akan memberikan beberapa unsur diantaranya ialah : Ca, Na, Mg, K dan bahan organik seperti glumatin dan gula (Smith, 1981).

Menurut Henderson et al., (1977) bahan an-organik yang diturunkan ke lantai hutan dari tajuk melalui proses troughfall dengan urutan K>Ca> Mg>Na baik untuk tajuk dari tegakan daun lebar maupun dari daun jarum.

Hujan yang mengandung H2SO4 atau HNO3 apabila tiba di permukaan daun akan mengalami reaksi. Pada saat permukaan daun mulai dibasahi, maka asam seperti H2SO4 akan bereaksi dengan Ca yang terdapat pada daun membentuk garam CaSO4 yang bersifat netral. Dengan demikian pH air dari pada pH air hujan asam itu sendiri. Dengan demikian adanya proses intersepsi dan gutasi oleh permukaan daun akan sangat membantu dalam menaikkan pH, sehingga air hujan menjadi tidak begitu berbahaya lagi bagi lingkungan. Hasil penelitian dari Hoffman et al. (1980) menunjukkan bahwa pH air hujan yang telah melewati tajuk pohon lebih tinggi, jika dibandingkan dengan pH air hujan yang tidak melewati tajuk pohon.

7. Penyerap Karbon-monoksida
Bidwell dan Fraser dalam Smith (1981) mengemukakan, kacang merah (Phaseolus vulgaris) dapat menyerap gas ini sebesar 12-120 kg/km2/hari.

Mikro organisme serta tanah pada lantai hutan mempunyai peranan yang baik dalam menyerap gas ini (Bennet dan Hill, 1975). Inman dan kawan-kawan dalam Smith (1981) mengemukakan, tanah dengan mikroorganismenya dapat menyerap gas ini dari udara yang semula konsentrasinya sebesar 120 ppm (13,8 x 104 ug/m3) menjadi hampir mendekati nol hanya dalam waktu 3 jam saja.

8. Penyerap Karbon-dioksida dan Penghasil Oksigen
Hutan merupakan penyerap gas CO2 yang cukup penting, selain dari fito-plankton, ganggang dan rumput laut di samudra. Dengan berkurangnya kemampuan hutan dalam menyerap gas ini sebagai akibat menurunnya luasan hutan akibat perladangan, pembalakan dan kebakaran, maka perlu dibangun hutan kota untuk membantu mengatasi penurunan fungsi hutan tersebut.

Cahaya matahari akan dimanfaatkan oleh semua tumbuhan baik hutan kota, hutan alami, tanaman pertanian dan lainnya dalam proses fotosintesis yang berfungsi untuk mengubah gas CO2 dan air menjadi karbohidrat dan oksigen. Dengan demikian proses ini sangat bermanfaat bagi manusia, karena dapat menyerap gas yang bila konsentrasinya meningkat akan beracun bagi manusia dan hewan serta akan mengakibatkan efek rumah kaca. Di lain pihak proses ini menghasilkan gas oksigen yang sangat diperlukan oleh manusia dan hewan.

Widyastama (1991) mengemukakan, tanaman yang baik sebagai penyerap gas CO2 dan penghasil oksigen adalah : damar (Agathis alba), daun kupu-kupu (Bauhinia purpurea), lamtoro gung (Leucaena leucocephala), akasia (Acacia auriculiformis) dan beringin (ficus benyamina).

9. Penyerap dan Penapis Bau
Daerah yang merupakan tempat penimbunan sampah sementara atau permanen mempunyai bau yang tidak sedap. Tanaman dapat digunakan untuk mengurangi bau. Tanaman dapat menyerap bau secara langsung, atau tanaman akan menahan gerakan angin yang bergerak dari sumber bau (Grey dan Deneke, 1978). Akan lebih baik lagi hasilnya, jika tanaman yang ditanam dapat mengeluarkan bau harum yang dapat menetralisir bau busuk dan menggantinya dengan bau harum. Tanaman yang dapat menghasilkan bau harum antara lain : Cempaka (Michelia champaka) dan tanjung (Mimusops elengi).

10. Mengatasi Penggenangan
Daerah bawah yang sering digenangi air perlu ditanami dengan jenis tanaman yang mempunyai kemampuan evapotranspirasi yang tinggi. Jenis tanaman yang memenuhi kriteria ini adalah tanaman yang mempunyai jumlah daun yang banyak, sehingga mempunyai stomata (mulut daun) yang banyak pula.

Menurut Manan (1976) tanaman penguap yang sedang tinggi diantaranya adalah : nangka (Artocarpus integra), albizia (Paraserianthes falcataria), Acacia vilosa, Indigofera galegoides, Dalbergia spp., mahoni (Swietenia spp), jati (Tectona grandis), kihujan (Samanea saman) dan lamtoro (Leucanea glauca).

Sumber : https://downloadapk.co.id/

Fungsi Hutan Kota

Fungsi Hutan Kota

Fungsi Hutan Kota

Fungsi Hutan Kota
Fungsi Hutan Kota

1. Pelestarian Plasma Nutfah
Plasma nutfah merupakan bahan baku yang penting untuk pembangunan di masa depan, terutama di bidang pangan, sandang, papan, obat-obatan dan industri. Penguasaannya merupakan keuntungan komparatif yang besar bagi Indonesia di masa depan. Oleh karena itu, plasma nutfah perlu terus dilestarikan dan dikembangkan bersama untuk mempertahankan keanekaragaman hayati (Buku I Repelita V hal. 429). Hutan kota dapat dijadikan sebagai tempat koleksi keanekaragaman hayati yang tersebar di seluruh wilayah tanah air kita. Kawasan hutan kota dapat dipandang sebagai areal pelestarian di luar kawasan konservasi, karena pada areal ini dapat dilestarikan flora dan fauna secara exsitu. Salah satu tanaman yang langka adalah nam-nam (Cynometra cauliflora).

2. Penahan dan Penyaring Partikel Padat dari Udara
Udara alami yang bersih sering dikotori oleh debu, baik yang dihasilkan oleh kegiatan alami maupun kegiatan manusia. Dengan adanya hutan kota, partikel padat yang tersuspensi pada lapisan biosfer bumi akan dapat dibersihkan oleh tajuk pohon melalui proses jerapan dan serapan. Dengan adanya mekanisme ini jumlah debu yang melayang-layang di udara akan menurun. Partikel yang melayang-layang di permukaan bumi sebagian akan terjerap (menempel) pada permukaan daun, khususnya daun yang berbulu dan yang mempunyai permukaan yang kasar dan sebagian lagi terserap masuk ke dalam ruang stomata daun. Ada juga partikel yang menempel pada kulit pohon, cabang dan ranting.

Daun yang berbulu dan berlekuk seperti halnya daun Bunga Matahari dan Kersen mempunyai kemampuan yang tinggi dalam menjerap partikel dari pada daun yang mempunyai permukaan yang halus (Wedding dkk. dalam Smith, 1981).

Manfaat dari adanya tajuk hutan kota ini adalah menjadikan udara yang lebih bersih dan sehat, jika dibandingkan dengan kondisi udara pada kondisi tanpa tajuk dari hutan kota.

3. Penyerap dan Penjerap Partikel Timbal
Kendaraan bermotor merupakan sumber utama timbal yang mencemari udara di daerah perkotaan (Goldmisth dan Hexter, 1967). diperkirakan sekitar 60-70% dari partikel timbal di udara perkotaan berasal dari kendaraan bermotor (Krishnayya dan Bedi, 1986).

Dahlan (1989); Fakuara, Dahlan, Husin, Ekarelawan, Danur, Pringgodigdo dan Sigit (1990) menyatakan damar (Agathis alba), mahoni (Swietenia macrophylla), jamuju (Podocarpus imbricatus) dan pala (Mirystica fragrans), asam landi (Pithecelobiumdulce), johar (Cassia siamea), mempunyai kemampuan yang sedang tinggi dalam menurunkan kandungan timbal dari udara. Untuk beberapa tanaman berikut ini : glodogan (Polyalthea longifolia) keben (Barringtonia asiatica) dan tanjung (Mimusops elengi), walaupun kemampuan serapannya terhadap timbal rendah, namun tanaman tersebut tidak peka terhadap pencemar udara. Sedangkan untuk tanaman daun kupu-kupu (Bauhinia purpurea) dan kesumba (Bixa orellana) mempunyai kemampuan yang sangat rendah dan sangat tidak tahan terhadap pencemar yang dikeluarkan oleh kendaraan bermotor.

4. Penyerap dan Penjerap Debu Semen
Debu semen merupakan debu yang sangat berbahaya bagi kesehatan, karena dapat mengakibatkan penyakit sementosis. Oleh karena itu debu semen yang terdapat di udara bebas harus diturunkan kadarnya.

Studi ketahanan dan kemampuan dari 11 jenis akan yaitu : mahoni (Swietenia macrophylla), bisbul (Diospyrosdiscolor), tanjung (Mimusops elengi), kenari (Canarium commune), meranti merah (Shorealeprosula), kere payung (Filicium decipiens), kayu hitam (Diospyros clebica), duwet (Eugenia cuminii), medang lilin (Litsea roxburghii) dan sempur (Dillenia ovata) telah diteliti oleh Irawati tahun 1990. Hasil penelitian ini menunjukkan, tanaman yang baik untuk dipergunakan dalam program pengembangan hutan kota di kawasan pabrik semen, karena memiliki ketahanan yang tinggi terhadap pencemaran debu semen dan kemampuan yang tinggi dalam menjerap (adsorpsi) dan menyerap (absorpsi) debu semen adalah mahoni, bisbul, tanjung, kenari, meranti merah, kere payung dan kayu hitam. Sedangkan duwet, medang lilin dan sempur kurang baik digunakan sebagai tanaman untuk penghijauan di kawasan industri pabrik semen. Ketiga jenis tanaman ini selain agak peka terhadap debu semen, juga mempunyai kemampuan yang rendah dalam menjerap dan menyerap partikel semen (Irawati, 1990).

5. Peredam Kebisingan
Pohon dapat meredam suara dengan cara mengabsorpsi gelombang suara oleh daun, cabang dan ranting. Jenis tumbuhan yang paling efektif untuk meredam suara ialah yang mempunyai tajuk yang tebal dengan daun yang rindang (Grey dan Deneke, 1978).

dengan menanam berbagai jenis tanaman dengan berbagai strata yang cukup rapat dan tinggi akan dapat mengurangi kebisingan, khususnya dari kebisingan yang

sumbernya berasal dari bawah. Menurut Grey dan Deneke (1978), dedaunan tanaman dapat menyerap kebisingan sampai 95%.

Sumber : https://downloadapk.co.id/

Griya iB Hasanah BNI Syariah

Griya iB Hasanah BNI Syariah

Griya iB Hasanah BNI Syariah

Griya iB Hasanah BNI Syariah
Griya iB Hasanah BNI Syariah

Griya iB Hasanah adalah fasilitas pembiayaan konsumtif yang diberikan kepada anggota masyarakat untuk membeli, membangun, merenovasi rumah (termasuk ruko, rusun, rukan, apartemen dan sejenisnya), dan membeli tanah kavling serta rumah indent, yang besarnya disesuaikan dengan kebutuhan pembiayaan dan kemampuan membayar kembali masing-masing calon.

Keunggulan:

  • Proses lebih cepat dengan persyaratan yang mudah sesuai dengan prinsip syariah.
  • Minimal pembiayaan Rp.25 Juta dan maksimum Rp.5 Milyar.
  • Jangka waktu pembiayaan sampai dengan 15 tahun kecuali untuk pembelian kavling maksimal 10 tahun atau disesuaikan dengan kemampuan pembayaran.
  • Uang muka ringan yang dikaitkan dengan penggunaan pembiayaan.
  • Angsuran tetap tidak berubah sampai lunas.
  • Pembayaran angsuran melalui debet rekening secara otomatis atau dapat dilakukan di seluruh Kantor Cabang BNI Syariah maupun BNI Konvensional.
  • Sumber : https://filehippo.co.id/

Cara Budidaya Wortel

Cara Budidaya Wortel

Cara Budidaya Wortel

Pengertian Wortel

Wortel adalah sayuran yang telah banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia dan tidak diragukan lagi sebagai sumber vit. A karena memiliki kadar karotena (provitamin A). Selain itu, wortel juga mengandung vit. B, vit. C, sedikit vit. G, serta zat-zat lain yang bermanfaat bagi kesehatan manusia. Tanamannya menyerupai rumput dan banyak menyimpan cadangan makanannya di dalam umbi. Tanaman wortel mempunyai  ciri batang pendek, berakar tunggang yang bentuk dan fungsinya berubah menjadi umbi bulat dan memanjang. Umbi berwarna kuning kemerah-merahan, berkulit tipis, dan jika dimakan mentah terasa renyah dan agak manis. 

Syarat Tumbuh Wortel

Wortel merupakan tanaman subtropis yang memerlukan suhu dingin (22-24° C), lembap, dan cukup sinar matahari. Di Indonesia kondisi seperti itu biasanya terdapat di daerah berketinggian antara 1.200-1.500 m dpl. Sekarang wortel sudah dapat ditanam di daerah berketinggian 600 m dpl. Dianjurkan untuk menanam wortel pada tanah yang subur, gembur dan kaya humus dengan pH antara 5,5-6,5. Tanah yang kurang subur masih dapat ditanami wortel asalkan dilakukan pemupukan intensif. Kebanyakan tanah dataran tinggi di Indonesia mempunyai pH rendah. Bila demikian, tanah perlu dikapur, karena tanah yang asam menghambat perkembangan umbi.

Pedoman Budidaya Wortel

PENGOLAHAN TANAH Tanah yang akan ditanami wortel diolah sedalam 30-40 cm. Tambahkan pupuk kandang sebanyak 1,5 kg/m2 agar tanah cukup subur. Bila tanah termasuk miskin unsur hara dapat ditambahkan pupuk urea 100 kg/ha, TSP 100 kg/ha, dan KCl 30 kg/ha. Selanjutnya dibuatkan bedengan selebar 1,5-2 m dan panjangnya disesuaikan dengan lahan. Tinggi bedengan di tanah kering adalah 15 cm, sedangkan untuk tanah yang terendam, tinggi bedengan dapat lebih tinggi lagi. Di antara bedengan perlu dibuatkan parit selebar sekitar 25 cm untuk memudahkan penanaman dan pemeliharaan tanaman. PENANAMAN Kebutuhan benih wortel adalah 15-20 g/10 m2 atau 15-20 kg/ha. Benih wortel yang baik dapat dibeli di toko-toko tanaman atau membenihkan sendiri dari tanaman yang tua. Jika membeli, pilihlah benih yang telah bersertifikat. Benih wortel dapat langsung disebarkan tanpa disemai dahulu. Sebelumnya, benih direndam dalam air sekitar 12-24 jam untuk membantu proses pertumbuhan. Kemudian, benih dicampur dengan sedikit pasir, lalu digosok-gosokkan agar benih mudah disebar dan tidak melekat satu sama lain. Benih ditabur di sepanjang alur dalam bedengan dengan bantuan alat penugal, lalu benih ditutupi tanah tipis-tipis. Berikutnya, bedengan segera ditutup dengan jerami atau daun pisang untuk menjaga agar benih tidak hanyut oleh air. Jika tanaman telah tumbuh (antara 10-14 hari), jerami atau daun pisang segera diangkat.

Pemeliharaan

Setelah tanaman tumbuh segera dilakukan pemeliharaan. Pemeliharaan pertama adalah penyiraman yang dapat dilakukan sekali sehari atau dua kali sehari jika udara sangat kering. Cara pemberian air yang lain ialah dengan jalan menggenangi parit di antara bedengan. Cara seperti ini dapat dilakukan bila terdapat saluran drainase. Tanaman yang telah
tumbuh harus segera diseleksi. Caranya cabutlah tanaman yang lemah atau kering, tinggalkan tanaman yang sehat dan kokoh. Tindakan ini sekaligus diikuti dengan penjarangan yang berguna untuk memberikan jarak dalam alur dan menjaga tercukupinya sinar matahari sehingga tanaman tumbuh subur. Penjarangan menghasilkan alur yang rapi berjarak antara 5- 10 cm. Pemeliharaan selanjutnya adalah pemupukan yang sudah dapat dilakukan sejak tanaman berumur dua minggu berupa 50 kg Urea/ha, disusul pemberian kedua (1 atau 1,5 bulan kemudian) berupa urea sebanyak SO kg/ha dan KCl 20 kg/ha. Dosis dapat berubah sesuai kondisi tanah dan rekomendasi pemupukan yang ada. Cara pemupukan adalah dengan menaburkan pupuk pada alur sedalam 2 cm yang dibuat memanjang berjarak sekitar 5 cm dari alur tanaman. Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pendangiran. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung.

Hama dan Penyakit Wortel

Ada beberapa hama yang penting diketahui karena sering menyerang tanaman wortel di Indonesia, di antaranya sebagai berikut. Manggot-manggot (Psila rosae) Umbi wortel yang terserang memperlihatkan gejala kerusakan (berlubang dan membusuk) akibat gigitan pada umbi. Penyebab kerusakan ini adalah sejenis lalat wortel yang disebut manggot-manggot (Psila rosae). Periode aktif perusakan adalah saat larva lalat ini memakan umbi selama 5-7 minggu sebelum berubah menjadi kepompong. Umbi yang telah terserang tidak dapat di perbaiki, sebaiknya dicabut dan dibuang. Pencegahannya, saat tanaman wortel masih muda disiram dengan larutan Polydo120 g dicampur air sebanyak 100 liter. Untuk lebih meyakinkan hasilnya, pemberian Polydol diulangi lagi 10 hari kemudian. Semiaphis dauci Serangan hama ini ditandai dengan terhentinya pertumbuhan, tanaman menjadi kerdil, daun-daun menjadi keriting, dan dapat menyebabkan kematian. Hama ini umumnya menyerang tanaman muda sehingga menyebabkan kerugian besar. Hama perusak ini adalah serangga berwarna abu-abu bernama Semiaphis dauci. Pemberantasan dan pengendaliannya dilakukan dengan menyemprotkan Polydol 20 g dicampur air 100 liter. Atau dapat pula menggunakan Metasyttox 50 g dicampur air 100 liter. Penyakit Penyakit tanaman wortel yang dianggap penting antara lain sebagai berikut. Bercak daun cercospora Penyakit ini ditandai dengan bercak-bercak bulat atau memanjang yang banyak terdapat di pinggir daun sehingga daun mengeriting karena bagian yang terserang tidak sama pertumbuhannya dibanding bagian yang sehat. Penyebab penyakit ini adalah jamur Cercospora carotae (Pass). Penyebarannya dibantu oleh angin. Bagian tanaman yang lebih dahulu terserang adalah daun muda. Pengendaliannya dengan menanam biji yang sehat, menjaga sanitasi, tanaman yang telah terserang dicabut dan dipendam, serta pergiliran tanaman. Cara pengendalian yang lain adalah dengan menyemprotkan fungisida yang mengandung zineb dan maneb, yaitu Velimex 80 WP sebanyak 2-2,5 g/1 dengan volume semprot 400-800 1/ha. Busuk hitam (hawar daun) Gejala penyakit ini ditandai dengan bercak-bercak kecil berwarna cokelat tua sampai hitam bertepi kuning pada daun. Bercak dapat membesar dan bersatu sehingga mematikan daun-daun (menghitam). Tangkai daun yang terinfeksi menyebabkan terjadinya bercak memanjang berwarna seperti karat. Gejala pada akar baru tampak setelah umbi akar disimpan. Pada akar timbul bercak berbentuk bulat dan tidak teratur, agak mengendap dengan kedalaman sekitar 3 mm. Jaringan yang busuk berwarna hitam kehijauan sampai hitam kelam. Terkadang timbul pula kapang kehitaman pada permukaan bagian yang busuk. Penyebab penyakit ini adalah jamur Alternaria dauci yang semula disebut Macrosporium carotae. Pengendaliannya dengan pergiliran tanaman, sanitasi, penanaman benih yang sehat, dan membersihkan tanaman yang telah terserang (dicabut dan dipendam atau dibakar). Dapat juga digunakan fungisida, misalnya Velimex 80 WP sebanyak 2-2,5 g/1 dengan volume semprot 400-800 1/ha.

Panen dan Pasca Panen

Wortel dapat dipanen setelah 100 hari tergantung dari jenisnya. Pemanenan tidak boleh terlambat karena umbi akan semakin mengeras (berkayu) sehingga tidak disukai konsumen. Baca Juga: Cara Budidaya Ikan Louhan Cara pemanenan dilakukan dengan jalan mencabut umbi beserta akarnya. Untuk memudahkan pencabutan sebaiknya tanah digemburkan dahulu. Pemanenan sebaiknya dilakukan pagi hari agar dapat segera dipasarkan.