Comparative Adjectives

Comparative Adjectives

Comparative Adjectives

Comparative Adjectives
Comparative Adjectives

Saat membicarakan dua benda, kita dapat membandingkan dan melihat persamaan juga perbedaan antara dua benda tersebut. Mungkin saja benda itu mempunyai kesamaan di satu sisi dan perbedaan pada sisi lainnya. Untuk membandingkan perbedaan kedua benda tersebut kita menggunakan comparative adjectives. Perbandingan menggunakan comparative adjectives ini hanya untuk membandingkan antara dua benda saja.

Ada dua cara untuk membuat comparative adjectives:

1. Menambah akhiran -er (short adjectives)

2. Menambah awalan more (long adjectives)

Aturan penambahan akhiran untuk short adjectives:

– Umumnya adjektiva hanya ditambahkan –er, misalnya: older, smaller, richer, etc.

– Jika berakhiran –e, tambahkan saja r, misalnya: later, nicer, etc.

– Jika berakhiran konsonan-vokal-konsonan, maka ditambah konsonan yang terakhir, baru kemudian ditambah –er, misalnya: bigger, hotter, etc.

– Jika berakhiran –y, maka y diubah menjadi i kemudian ditambah er, misalnya: happier, earlier, busier, heavier, etc.

Untuk long adjectives, aturannya hanya menambahkan kata more saja pada adjektiva, misalnya: expensive menjadi more expensive, beautiful menjadi more beautiful, dsb.

Beberapa adjektiva mempunyai bentuk irregular, misalnya good – better, well (healthy) – better, bad – worse, far – farther/further, etc.

Adjektiva dengan dua suku kata yang bisa menggunakan –er atau more: quiet – quieter/more quiet, clever – cleverer/more clever, narrow – narrower/more narrow, simple – simpler/more simple.

Comparative adjectives tidak hanya digunakan untuk membandingkan dua benda yang berbeda saja, tetapi dapat juga digunakan untuk membandingkan benda yang sama yang menunjuk pada dirinya sendiri, dan benda yang dimaksud tidak perlu disebutkan lagi, seperti salah satu contoh kalimat di atas: I want to have a more powerful computer.

Kata sifat dengan 1 suku kata

 

Untuk membuat bentuk komparatif dari sebuah kata sifat yang memiliki satu suku kata, kita menambahkan -er di belakang kata, contoh:

  • slow – slower
  • fast – faster
  • tall – taller
  • short – shorter

Untuk membuat perbandingan dari sebuah kata sifat yang memiliki satu suku kata dan berakhiran dengan huruf –e, kita cukup menambahkan –r. Contoh:

  • nice – nicer
  • large – larger

Jika kata sifat dengan satu suku kata yang berakhiran dengan huruf vokal dan konsonan, maka kita menggandakan huruf konsonan. Contoh:

  • – big – bigger
  • hot – hotter
  • thin – thinner

Kata sifat dengan 2 suku kata

Jika kata sifat memiliki dua atau lebih suku kata, kita menambahkan more sebelum kata sifat. Contoh:

  • This book is more expensive than that book.
  • This picture is more beautiful.

Akan tetapi, ada banyak pengecualian terhadap aturan satu/dua suku -kata ini.

Beberapa kata dengan 2 suku-kata memiliki sifat yang mirip dengan kata yang memiliki 1 suku-kata. Contoh:

  • This is easier – Benar
  • This is more easy – Tidak benar
  • This is simpler – Benar
  • This is more simple – Tidak benar

Dan beberapa kata sifat bisa menggunakan kedua bentuk komparatif. Contoh:

Baca :

Rumus Conditional Type 3:

Rumus Conditional Type 3

Rumus Conditional Type 3:

Rumus Conditional Type 3
Rumus Conditional Type 3

If + Subject + Past Perfect … subject + modals ( would, could, might) + have V3

contoh :

1. If we had known that you were there, we would have written you letter.

(kalau saja kami tahu kamu berada disana, kami sudah mengirim surat padamu;

yang bermakna bahwa kami tidak mengirim surat karena kami tidak tahu kamu berada di sana / I did not know that you were there so I didn’t write you a letter.

2. He would tell you about it if he were here.

3. If he didn’t speak so quickly, you could understand him.

Bentuk inversi (tanpa “IF”) untuk pola ini :

Had + subject + V3…subject + modals (would, could, might) + have V3

kalimat diatas bila ditulis inversinya menjadi :

Had we known that you were there, we would have written you a letter.

tanpa mengubah makna maupun arti.

Contoh Soal :

  1. If it _____ so cloudy, we would plan on having the fair outside

a. was

b. was not x

c. weren’t

d. had not

  1. If she ______ to advance her clock one hour, she wouldn’t have been late for work

a. should have remembered

b. could remembered

c. remembered

d. would have remembered x

  1. If I were rich, I ______ to Canada to learn English.

a. will go

b. would go

c. will to go

d. would have go

  1. You should pass this _____ exam _____ if you have studied _____

a. easy, easily, hardly

b. ease, easy, hard

c. easily, easy, hard

d. easy, easily, hard

Conditional Clauses

Conditional Clauses

Conditional Clauses
Conditional Clauses

Conditional Clauses

Conditional (Kalimat Pengandaian) menjelaskan bahwa sebuah kegiatan bertentangan dengan kegiatan yang lain. Conditional yang paling umum adalah Real Conditonal dan Unreal Conditonal, kadang-kadang disebut juga if-clauses. Real Conditional (sering juga disebut juga dengan Conditional Tipe I) yang menggambarkan tentang mengandai-andai sesuai dengan fakta.

Unreal Conditional (sering juga disebut sebagai Conditional Tipe II) yang menggambarkan tentang pengandaian yang tidak nyata atau berimajinasi. Ada juga Conditional yang ke-3 yang sering disebut dengan Conditional Tipe III, digunakan sebagai penyesalan yang terjadi di masa lampau dan zero conditional, digunakan untuk mengekspresikan sesuatu yang sudah pasti benar.

Catatan: Jika klausa “if” diletakkan di awal kalimat, kita harus menggunakan “koma”. Sebaliknya jika klausa “if” berada di belakang, maka tidak perlu ada koma

Conditional atau pengandaian memiliki 3 bentuk :

1. Future Conditional (Conditional Type 1)

Pengandaian ini menyatakan sesuatu yang mungkin terjadi pada waktu mendatang ataupun sekarang, jika syarat / kondisi tertentu terpenuhi.

Rumus Conditional Type 1:

If + Subject + present simple + subject + modals (will, can, may, must ) V1 (simple form)

contoh : If have money I will buy a new car

If + Subject+ Simple present … + subject + simple-present

contoh : If he has enough time, John usually walks to school.

If + Subject + simple present …+ command form

contoh : If you go to the post office, please mail this letter for me !

2. Unreal Present (Conditional Type 2)

Pengandaian ini menyatakan sesuatu yang bertentangan dengan apa yang ada atau terjadi sekarang.

If + subject + simple past + subject + modals (would, could, might) V1 (Simple Form)

contoh : If I had time, I would go to the beach with you this weekend

( Saya tidak punya waktu sehingga saya tidak bisa pergi )

He would tell you about it if he were here

( dia akan mengatakan jika dia berada disini, artinya karena dia tidak ada disini, dia tidak mengatakannya/ because he is not here he doesn’t tell you about it.)

* untuk if-clause dalam bentuk ini hanya to be “were” yang dipergunakan untuk semua subject.

if pada conditional type 2 ini dapat dihilangkan yaitu dengan penggunaan pola inversi :

Were + subject + Adj/Noun + subject + modal (would, could, might) + V1

contoh : Were I John I would not forgive you.

(kalau saja saya itu si john saya tak akan memaafkan kamu; kenyataannya saya

bukan john jadi saya memaafkan kamu / I’m not John so I forgive you).

He could hug me, if he were here. (Dia boleh memeluk saya, jika dia di sini). Faktanya: he can’t hug me, because, he is not here.

3. Unreal Past (Conditional Type 3)

Pengandaian ini menyatakan sesuatu yang bertentangan dengan apa yang telah terjadi (lampau).

Sumber : https://sam-worthington.net/

Hore… SDN Genteng Dapat Bantuan 6 Unit WC

Hore… SDN Genteng Dapat Bantuan 6 Unit WC

Hore… SDN Genteng Dapat Bantuan 6 Unit WC

Hore… SDN Genteng Dapat Bantuan 6 Unit WC
Hore… SDN Genteng Dapat Bantuan 6 Unit WC

SDN Gen­teng Kecamatan Bogor Selatan Kota Bogor akhirnya mempu­nyai

enam unit WC bagi anak didiknya dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor sebesar Rp200 juta. Sehingga para mu­rid di sekolah itu merasa aman dan nyaman saat kegiatan be­lajar mengajar.

”Alhamdulillah saat ini kami sudah punya enam WC bantuan Dinas Pen­didikan

Kota Bogor,” ungkap Kepala SDN Genteng, Toto Is­kandar. Menurut Toto, ke-6 unit WC itu belum semuanya selesai dan masih tahap pengerjaan. Meski begitu, pihaknya me­rasa terbantu dengan di­bangunnya enam unit WC di sekolahnya.

”Semoga dengan adanya sarana WC ini, para siswa bisa merawat dan

menggunakannya dengan baik serta dapat men­jaga kebersihan,” katanya, seraya berharap, bantuan lainnya dari Disdik Kota Bogor sece­patnya diakomodasi

 

Baca Juga :

Bendahara SD Dilarang ’TELEDOR’

Bendahara SD Dilarang ’TELEDOR’

Bendahara SD Dilarang ’TELEDOR’

Bendahara SD Dilarang ’TELEDOR’
Bendahara SD Dilarang ’TELEDOR’

Tim Manajemen BOS APBN Kota Bogor memberikan bimbingan teknis

(bimtek) terhadap bendahara SD yang bekerja di Ke­camatan Bogor Timur. Tujuannya, agar bendahara SD memahami ten­tang penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diberikan melalui Anggaran Penda­patan Belanja Negara (APBN).

Kegiatan sendiri dilakukan di SDN Otista, Kelurahan Baranangsiang, kemarin.

”Bimtek kita berikan ter­hadap 28 bendahara SD yang be­kerja di Kecamatan Bogor Timur,” kata Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah Dasar (K3SD) Kecamatan Bogor Timur, Dede M Ilyas.

Untuk itu, Dede berharap pe­serta betul-betul mencermati se­mua materi yang diberikan panitia. Sehingga setelah mengikuti bimtek mereka bisa mempraktikkannya di masing-masing sekolahnya. ”Termasuk mereka dapat mengu­rangi timbulnya kesalahan peng­eluaran biaya yang tidak sesuai petunjuk pelaksana (Juklak) dan petunjuk teknis (Juknis) yang ada,” ujarnya.

Sementara itu, Tim Manager BOS APBN Kota Bogor, Teddy Kusnadi,

menjelaskan, tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan penguasaan bendaharawan dalam pembukuan dan penyusunan laporan pertang­gungjawaban serta meningkatkan kemampuan dan ketrampilan ben­dahara dalam melakukan pembu­kuan dan penyusunan laporan per­tanggungjawaban bendahara pada lembaga masing-masing.

”Mudah-mudahan setelah mengik­uti bimtek, peserta dapat mema­hami dan mengerti tugas dan tang­gung jawab bendahara penerimaan dan pengeluaran,” kata Teddy

 

Sumber :

https://rollingstone.co.id/

Sejumlah Orang Tua Siswa Banjiri Kantor Disdik Kabupaten Bogor

Sejumlah Orang Tua Siswa Banjiri Kantor Disdik Kabupaten Bogor

Sejumlah Orang Tua Siswa Banjiri Kantor Disdik Kabupaten Bogor

Sejumlah Orang Tua Siswa Banjiri Kantor Disdik Kabupaten Bogor
Sejumlah Orang Tua Siswa Banjiri Kantor Disdik Kabupaten Bogor

Kantor Di­nas Pendidikan (Disdik) Kabu­paten Bogor kebanjiran orang tua dan

siswa peserta Program Indonesia Pintar (PIP), baru-baru ini. Mereka menghadiri sosialisasi dan penyerahan Kartu Indonesia Pintar (KIP) 2018.

Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdik Kabupaten Bogor Asep Sudrajat menerangkan, sosialisasi yang melibatkan Ke­menterian Pendidikan dan Ke­budayaan (Kemendikbud) ini sebagai upaya pemerataan pro­gram KIP di daerah.

”Setidaknya acara ini melibat­kan 100 perwakilan peserta. Simbolis saja.

Dimana agenda­nya yakni, penyerahan buku rekening dari rekanan perbang­kan kepada penerima,” katanya. Total penerima di Kabupaten Bogor mencapai 85.814 pelajar mulai dari jenjang SD hingga SMA/SMK. Secara rinci, dari total pe­nerima KIP, telah tersedia rekening sebanyak 76.082 dan yang sudah diaktifikasi 69.978.

”Jadi tinggal 6.104 rekening belum teraktfikasi. Dimana pi­hak rekanan

perbankan men­gupayakan, pada awal Novem­ber seluruhnya sudah aktif,” katanya. Untuk mendukung program peningkatan kualitas pelayanan kepada siswa kurang mampu daerah, Pemkab Bogor akan meluncurkan Kartu Bogor Cer­das (BODAS) pada 2019. ”Dalam implemenasinya nanti, para peserta PIP akan secara otoma­tis terdaftar di program Kartu BODAS tersebut,” ungkapnya.(

 

Sumber :

https://voi.co.id/

PMII Lebarkan Sayap Ke UNB

PMII Lebarkan Sayap Ke UNB

PMII Lebarkan Sayap Ke UNB

PMII Lebarkan Sayap Ke UNB
PMII Lebarkan Sayap Ke UNB

Masa Penerimaan Ma­hasiswa Baru (Mapaba) Pergerakan Mahasiswa Islam

Indonesia (PMII) Kota Bogor melaksanakan pengka­deran di aula Universitas Nusa Bangsa (UNB), Kecamatan Tanah­sareal, Kota Bogor, belum lama ini. Mapaba yang bertemakan ‘Tumbuh Subur Pergerakan’ itu diikuti pulu­han mahasiswa.

Ketua cabang PMII Kota Bogor, Ibnu Hasani, berharap puluhan ma­hasiswa

yang melaksanakan Ma­paba mampu menjaga kesatuan Republik Indonesia. “Dengan di­bina serta diberikan materi keaga­maan dan keindonesiaan, hari ini PMII Kota Bogor ingin melebarkan kaderisasi yang awal ada tiga komisa­riat,” katanya.

Dengan awalnya pengkaderan di Universitas Nusa Bangsa, ia berharap ini

menjadi langkah tepat untuk memberikan wawasan kebangsaan dan keagamaan sesuai ajaran Islam ahlusunah waljamaah di kampus

 

Baca Juga :

Lewat Kekompakan Ajarkan Murid Saling Melindungi

Lewat Kekompakan Ajarkan Murid Saling Melindungi

Lewat Kekompakan Ajarkan Murid Saling Melindungi

Lewat Kekompakan Ajarkan Murid Saling Melindungi
Lewat Kekompakan Ajarkan Murid Saling Melindungi

KEGIATAN ini sendiri dik­laim sebagai upaya untuk melatih kekompakan dian­

tara murid . Karena, wak­tu merebut kemerdekaan para pahlawan melakukan dengan semangat kekom­pakan yang dibarengin rasa persatuan dan kesa­tuan demi Negara Kesa­tuan Republik Indonesia ( NKRI ). “Kita latih ke­kompakan mereka dengan tujuan saling menjaga satu dengan yang lainnya,” kata Kepala SDN Sukada­mai, Zainal.

Menurutnya, adapun beberapa lomba yang di­selenggarakan pihaknya.

Diantaranya, lomba mema­kan kerupuk, balap kelereng hingga balap karung yang diikuti seluruh peserta didik SDN Sukadamai 3. “Kegiatan ini juga dimeriahkan para orang tua murid yang men­jadi suporter dengan yel-ye masing-masing,”

Sementara itu, siswi Kelas 2, Raesya Irlian mengaku senang dengan lomba ini.

Apalagi, ia berhasil menjadi juara mewa­kili kelasnya dalam lomba mema­kan kerupuk. “Seneng. Jadi jua­ra juga. Saya juga sudah dua kali ikut upacara bendera,” ka­tanya.

 

Sumber :

https://www.surveymonkey.com/r/SNTBHND

Guru Siap Dirotasi Dengan Sisitem Zonasi

Guru Siap Dirotasi Dengan Sisitem Zonasi

Guru Siap Dirotasi Dengan Sisitem Zonasi

Guru Siap Dirotasi Dengan Sisitem Zonasi
Guru Siap Dirotasi Dengan Sisitem Zonasi

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, mengatakan, sistem zonazi tak hanya berkaitan dengan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Sistem zonasi bakal diterapkan untuk menata pendidikan, termasuk memberlakukan zonasi untuk guru. ”Jangan salah dipahami terkait sistem zonasi ini, karena tak hanya berkaitan dengan PPDB, tapi juga seluruh masalah pendidikan akan diselesaikan dengan PPDB,” ujarnya.

Setelah PPDB usai, kemendikbud akan meminta daerah menerapkan program

redistribusi guru agar merata. Dengan begitu, tak ada satu sekolah yang hanya diisi guru-guru PNS. Sementara sekolah lain hanya diisi guru honorer. Penyebaran guru itu mulai dari status guru yang PNS dan bersertifikat, kemudian PNS belum bersertifikat dan ada juga guru honorer tidak tetap belum bersertifikat. Semua itu harus dibagi merata pada jenjang SD dan SMP, sehingga pemerataan program pendidikan berkualitas segera terealisasi.

Selain itu, mendikbud juga meminta pemerintah daerah memiliki kemauan melakukan redistribusi guru karena ada tingkat kesenjangan yang tinggi. ”Guru-guru tak perlu gelisah jika dipindah. Kalaupun dipindah hanya di zonanya masing-masing. Tidak harus keluar zona, kecuali kalau terpaksa,” ujarnya seperti dilansir dari kantor berita Antara.

Hal itu juga sesuai sistem Aparatur Sipil Negara (ASN) yang baru, sehingga

guru harus siap dirotasi secara periodik dan tidak boleh menetap di satu tempat dalam jangka waktu lama. Begitu juga guru-guru di kota akan mendapat giliran mengajar di daerah Terluar, Tertinggal dan Terdepan (3T). Ia menambahkan, program Guru Garis Depan (GGD) yang menyelesaikan masalah kekurangan guru di daerah 3T dengan mengirimkan guru dari Jakarta ditengarai tidak efektif. Alasannya, para guru GGD banyak yang pulang kembali ke daerah asal. ”Kalau mereka pindah lalu kita rekrut lagi, begitu seterusnya. Jadi tidak menyelesaikan persoalan,” kata Muhadjir. Karena itulah, guru yang mengajar di daerah 3T harus dirotasi secara periodik. Pemerintah pusat dan daerah harus memperhatikan rotasi guru di daerah 3T itu.

Saat ini, kemendikbud sedang mengatur persoalan sistem rotasi guru

tersebut. Misalnya, berapa lama guru mengajar di daerah 3T maupun insentif guru. Rencananya aturan setingkat Peraturan Presiden (Perpres) diterbitkan usai PPDB. Setelah redistribusi guru, sistem zonasi tersebut digunakan untuk intervensi peningkatan saranaprasarana sekolah dan kurikulum. Selain itu, penataan lain dilakukan menyeluruh berbasis pada zonasi di daerah tersebut

 

Sumber :

https://www.surveymonkey.com/r/SNJD2NS

Wanita yang Haram di Nikahi

Wanita yang Haram di Nikahi

Wanita yang Haram di Nikahi

 

Wanita yang Haram di Nikahi
Wanita yang Haram di Nikahi

Allah SWT berfirman:

وَلَا تَنْكِحُوا مَا نَكَحَ آبَاؤُكُمْ مِنَ النِّسَاءِ إِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ ۚ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَمَقْتًا وَسَاءَ سَبِيلًا
“Dan janganlah kamu kawini wanita-wanita yang telah dikawini oleh ayahmu, terkecuali pada masa yang telah lampau. Sesungguhnya perbuatan itu amat keji dan dibenci Allah dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh)”. (QS. An-Nisaa:22).

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ وَبَنَاتُكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ وَعَمَّاتُكُمْ وَخَالَاتُكُمْ وَبَنَاتُ الْأَخِ وَبَنَاتُ الْأُخْتِ وَأُمَّهَاتُكُمُ اللَّاتِي أَرْضَعْنَكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ مِنَ الرَّضَاعَةِ وَأُمَّهَاتُ نِسَائِكُمْ وَرَبَائِبُكُمُ اللَّاتِي فِي حُجُورِكُمْ مِنْ نِسَائِكُمُ اللَّاتِي دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَإِنْ لَمْ تَكُونُوا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ وَحَلَائِلُ أَبْنَائِكُمُ الَّذِينَ مِنْ أَصْلَابِكُمْ وَأَنْ تَجْمَعُوا بَيْنَ الْأُخْتَيْنِ إِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا

“Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nisaa:23).

وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ النِّسَاءِ إِلَّا مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۖ كِتَابَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ ۚ وَأُحِلَّ لَكُمْ مَا وَرَاءَ ذَٰلِكُمْ أَنْ تَبْتَغُوا بِأَمْوَالِكُمْ مُحْصِنِينَ غَيْرَ مُسَافِحِينَ ۚ فَمَا اسْتَمْتَعْتُمْ بِهِ مِنْهُنَّ فَآتُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ فَرِيضَةً ۚ وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِيمَا تَرَاضَيْتُمْ بِهِ مِنْ بَعْدِ الْفَرِيضَةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا

“Dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian (yaitu) mencari isteri-isteri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina. Maka isteri-isteri yang telah kamu nikmati (campuri) di antara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya (dengan sempurna), sebagai suatu kewajiban; dan tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya, sesudah menentukan mahar itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. An-Nisaa:24).

Dalam tiga ayat diatas Allah SWT menyebutkan perempuan-perempuan yang haram dinikai. Dengan mencermati firman Allah tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa tahrim, pengharaman’ ini terbagi dua:

Pertama: Tahrim Muabbad

(pengharaman yang berlaku selama-lamanya), yaitu seorang perempuan tidak boleh menjadi isteri seorang laki-laki di segenap waktu.

Kedua: Tahrim Muaqqat

(pengharaman yang bersifat sementara), jika nanti keadaan berubah, gugurlah tahrim itu dan menjadi halal.
Sebab-sebab tahrim muaqqad (pengharaman selamanya) ada tiga:
Pertama karena nasab, kedua haram mushaharah (ikatan perkawinan) dan

ketiga karena penyusuan

Pertama: perempuan-perempuan yang haram dinikahi karena nasab adalah :
1. Ibu
2. Anak perempuan
3. Saudara perempuan
4. Bibi dari pihak ayah (saudara perempuan ayah)
5. Bibi dari pihak ibu (saudara perempuan ibu)
6. Anak perempuan saudara laki-laki (keponakan)
7. Anak perempuan saudara perempuan).

Kedua: perempuan-perempuan yang haram diwakin karena mushaharah adalah :
1. Ibu istri (ibu mertua), dan tidak dipersyaratkan tahrim ini suami harus dukhul “bercampur” lebih dahulu. Meskipun hanya sekedar akad nikah dengan puterinya, maka sang ibu menjadi haram dinikahi atas menantu tersebut.

2. Anak perempuan dari isteri yang sudah didukhul (dikumpul), oleh karena itu, manakala akad nikah dengan ibunya sudah dilangsungkan namun belum sempat (mengumpulinya), maka anak perempuan termasuk halal bagi mantan suami ibunya itu. Hal ini didasarkan pada firman Allah, ”Tetapi kalian belum bercampur dengan isteri kalian itu (dan sudah kalian campur), maka tidak berdosa kalian menikahinya.” (An-Nisaa:23).

3. Isteri anak (menantu perempuan), ia menjadi haram dikawini hanya sekedar dilangsungkannya akad nikah.

4. Isteri bapak (ibu tiri) diharamkan atas anak menikahi isteri bapak dengan sebab hanya sekedar terjadinya akad nikah dengannya.

Baca Juga: