Oppo Reno S Bakal Dibekali Baterai Besar?

Oppo Reno S Bakal Dibekali Baterai Besar

Oppo Reno S Bakal Dibekali Baterai Besar?

Oppo Reno S Bakal Dibekali Baterai Besar
Oppo Reno S Bakal Dibekali Baterai Besar

Oppo disebut bakal merilis smartphone baru. Pasalnya, brand teknologi itu

diketahui tengah mempersiapkan perangkat Reno S. Adapun hal ini diketahui dari sertifikasi yang beredar.

Melansir dari laman GSMArena (17/01), muncul sertifikasi dengan kode CPH2015 yang tak lain Oppo Reno S. Kabarnya, perangkat Reno S secara khusus di Indonesia, sementara di India bakal bernama Oppo A31.

Lembar sertifikasi mengungkap, Reno S bakal ditenagai oleh chipset

MediaTek. Adapun prosesor 2GHz ini mendukung kapasitas baterai 4230mAh yang cukup besar. Selain itu, terkuak pula ponsel Reno S mendukung koneksi LTE dan Bluetooth 5.0.

Baca juga: Oppo F15 Debut di India

Disisi sistem antarmuka, tetap menggunakan UI milik Oppo sendiri, yakni ColorOS 6.1.2. Dengan begitu, kemungkinan ponsel bakal menjalankan Android Pie. Kabarnya, juga bakal menerima update ColorOS 7.

Sementara, di FCC mengungkap Reno S akan mengusung layar water drop.

Tentunya ini berbeda dengan Reno series lainnya yang mengusung sirip hiu atau kamera pop-up. Disisi bawah, diprediksi ada Port USB dan jack audio 3,5.

Sayangnya, informasi yang beredar masih sangat terbatas. Selain itu, belum ada konfirmasi dari pihak Oppo terkait kehadiran Reno S di Indonesia. Kita tunggu saja.

 

Baca Juga :

Huawei Kirimkan 240 Juta Ponsel selama 2019

Huawei Kirimkan 240 Juta Ponsel selama 2019

Huawei Kirimkan 240 Juta Ponsel selama 2019

Huawei Kirimkan 240 Juta Ponsel selama 2019
Huawei Kirimkan 240 Juta Ponsel selama 2019

Huawei mengalami tahun yang sangat penting di tahun 2019, memperkenalkan ponsel lipat Mate X dan dua smartphone terbaik di pasaran, P30 Pro dan Mate30 Pro.

Terlepas dari perang dagang dengan AS, perusahaan berhasil meningkatkan pengirimannya di seluruh dunia. Selama 2019, Huawei mengklaim mengirimkan 240 juta ponsel di seluruh dunia, dimana 6,9 jutanya adalah perangkat 5G.

Dari angka itu, jajaran P-series dan Mate-series meningkatkan jumlahnya hingga 50% setiap tahun.

Xu Zhijun, ketua Huawei Technologie, mengungkapkan perusahaan

memproyeksi perolehan pendapatan penjualan sekitar CNY850 miliar atau setara lebih dari Rp1.685 triliun, yang merupakan kenaikan 18% YoY.

Bisa dibayangkan, angka itu akan jauh lebih besar jika pemerintah AS tidak menekan perusahaan-perusahaan Amerika untuk berhenti berdagang dengan pabrikan Cina.

Tidak mengherankan, hasil keuangan perusahaan memang tidak seperti yang diproyeksi, tetapi Huawei berhasil bertahan dan siap untuk maju.

Xu Zhijun mengungkapkan target perusahaan pada tahun 2020 adalah untuk

mengembangkan lebih jauh ekosistem Huawei Mobile Service sebagai alternatif dari solusi Google sehingga tidak harus bergantung pada mitra dari negara lain.

Alasan Huawei berkinerja buruk dalam dua belas bulan terakhir adalah

kurangnya Layanan Google di smartphone Huawei terbaru, yang sangat tidak menarik bagi pelanggan di negara maju seperti Eropa Barat.

Perusahaan juga mengungkapkan mereka berhasil menjual lebih dari 2 juta unit Huawei Watch GT2 hanya dalam tiga bulan sejak pengenalan wearable device.

 

Sumber :

https://poekickstarter.com/

Apakah Konektivitas yang Lebih Cepat dengan 5G memicu Serangan yang Lebih Cepat?

Apakah Konektivitas yang Lebih Cepat dengan 5G memicu Serangan yang Lebih Cepat

Apakah Konektivitas yang Lebih Cepat dengan 5G memicu Serangan yang Lebih Cepat?

Apakah Konektivitas yang Lebih Cepat dengan 5G memicu Serangan yang Lebih Cepat
Apakah Konektivitas yang Lebih Cepat dengan 5G memicu Serangan yang Lebih Cepat

Seiring dengan perjalanan Indonesia melakukan transformasi digital

memasuki era Industri 4.0, implementasi 5G sudah sepantasnya menjadi bagian dari rencana itu. Hal ini tak mengejutkan, karena riset Canalys baru-baru ini menyebutkan bahwa Indonesia merupakan salah satu pasar smartphone dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara. Jaringan 5G yang memiliki latensi rendah dan badnwidth super tinggi diperkirakan dapat menangani hingga satu juta perangkat per kilometer persegi. Angka ini cukup signifikan karena berdasarkan perkiraan IDC pada 2025 nanti akan ada 41,6 miliar perangkat IoT (Internet of Things) yang terhubung di seluruh dunia.

Namun, manfaat yang didapat dari jaringan 5G juga dapat digunakan untuk

melakukan berbagai tindakan kejahatan. Volume dan kecepatan aliran data yang tinggi pada jaringan 5G serta peningkatan jumlah perangkat yang diperkirakan akan terhubung pada jaringan ini, memberikan peluang yang lebih besar bagi para pelaku kejahatan siber untuk meluncurkan serangan mereka. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bagi aparat, pembuat kebijakan, dan penyedia layanan di seluruh dunia.

Gelombang Kerentanan Baru di Jaringan 5G

IoT telah berkembang pesat, mulai dari penemuan pemanggang roti yang

dapat dikendalikan melalui Internet pada 1990, perangkat smart home yang terhubung ke Internet seperti Alexa dari Amazon, dan termasuk saat ini, sistem yang mengendalikan infrastruktur publik seperti jaringan listrik. Seiring dengan upaya Indonesia untuk mendorong dan mengimplementasikan inisiatif smart city, satu hal yang tidak berubah: perangkat IoT akan terus menjadi perangkat yang paling sering dieksploitasi karena belum adanya regulasi industri IoT. Fakta bahwa banyak produsen yang masih memproduksi perangkat IoT tanpa mempertimbangkan aspek keamanan, ditambah dengan miliaran perangkat IoT yang tidak memiliki perlindungan keamanan yang dibutuhkan, membuat para pelaku kejahatan memiliki banyak peluang untuk meluncurkan serangan tanpa harus mengeluarkan biaya yang mahal.

 

Sumber :

https://mlwcards.com/

Waspada, Iming-Iming Upgrade & Download Aplikasi FaceApp Pro

Waspada, Iming-Iming Upgrade & Download Aplikasi FaceApp Pro

Waspada, Iming-Iming Upgrade & Download Aplikasi FaceApp Pro

Waspada, Iming-Iming Upgrade & Download Aplikasi FaceApp Pro
Waspada, Iming-Iming Upgrade & Download Aplikasi FaceApp Pro

Waspada, Iming-Iming Upgrade Aplikasi FaceApp Pro – Beberapa waktu belakangan ini, aplikasi untuk mengedit wajah menjadi nampak labih tua bernama FaceApp sedang naik daun dan populer di kalangan pengguna smartphone baik untuk iOS maupun Android.

Namun rupanya, kepopuleran aplikasi besutan startup asal Rusia ini di manfaatkan oleh sejumlah kriminal dunia maya untuk menjerat korban. Modusnya, pengguna di iming-imingi untuk mengupgrade aplikasi mereka ini menjadi FaceApp Pro.
Muat Lebih

Waspada, Hacker Bisa Ambil Alih Akun TikTok Lewat Celah IniApple Bersedia Membayar Rp 14 M Bagi Penemu Bug di Perangkat MerekaKetahuan Kumpulkan Data, Google Tendang Avast & AVG dari Chrome Web Store

Pengguna yang tidak waspada, akan dengan mudah terjebak dengan rayuan

ini. Imbasnya, ketika pengguna menginstall FaceApp Pro abal-abal ini, maka akan di domplengi dengan malware yang tentu sangat berbahaya bagi perangkat yang digunakan.

Menurut laporan yang dikeluarkan oleh peneliti kemanan digital ESET, jika anda mengetikan kata kunci “FaceApp Pro” di mesin pencarian Google, akan muncul jutaan hasil yang menampilkan isi sesuai dengan deskripsi pencarian tersebut.

Jika pengguna ingin mencari aplikasi mod, untuk FaceApp Pro secara gratisan di Internet di khawatirkan akan terjebak di salah satu situs yang nemawarkan aplikasi edit wajah versi Pro yang palsu.

Dari sejumlah temuan yang di laporkan oleh pihak ESET, menunjukkan bahwa para kriminal cyber ini menggunakan dua cara yang digunakan untuk menipu korban demi meraup pundi-pundi uang melalui versi “FaceApp Pro” abal-abal.
Baca Juga : Bos Telegram Sarankan Pengguna Uninstall WhatsApp. Ini Alasannya

Pertama, penipu atau scammer akan mengarahkan pengguna untuk masuk

kesitus “FaceApp Pro” yang palsu dan sudah di desain sedemikian rupa scammer. Ada juga hasil pencarian di google yang mengarahkan pengguna untuk menonton video di YouTube dengan embel-embel “FaceApp Pro”.

Yudhi Kukuh, selaku IT Security Consultant ESET Indonesia, menjelaskan ” Dunia maya memiliki dua sisi yang berlawanan, sesuatu yang kita anggap menyenangkan ternyata bisa membahayakan,”

“Berdasarkan pengalaman, hyper pasti menarik scammer, dan semakin besar sensasinya, maka semakin tinggi risiko korban penipuan jatuh.” jelas Yudi

Karena itu, menurut Yudi, ketika mengikuti sesuatu yang sedang hype atau

sedang tren, maka “pengguna harus ingat untuk tetap pada prinsip-prinsip dasar keamanan seperti selalu mengunduh apps di tempat resmi yang telah disediakan”. jelas Yudi lebih lanjut seperti di kutip dari laman Liputan6.

 

Baca Juga :

Kapan iPhone 11 Rilis ?, Ini Analisa dan Perkiraan Tanggalnya

Kapan iPhone 11 Rilis , Ini Analisa dan Perkiraan Tanggalnya

Kapan iPhone 11 Rilis ?, Ini Analisa dan Perkiraan Tanggalnya

Kapan iPhone 11 Rilis , Ini Analisa dan Perkiraan Tanggalnya
Kapan iPhone 11 Rilis , Ini Analisa dan Perkiraan Tanggalnya

Setelah sekian lama di nanti, akhirnya teka teki kapan iPhone 11 rilis sedikit demi sedikit mulai terkuak. Pasalnya pihak Apple dikabarkan akan segera merilis iPhone 11 pada September 2019 mendatang.

Kendati demikian, sejauh ini belum ada kepastian kapan tanggal dan waktu

yang tepat terkait perilisan seri iPhone terbaru ini.
Muat Lebih

Oppo F15 Resmi Dirilis, Intip Spesifikasi dan Harganya disiniBeberapa Aksesori Smartphone yang Bakal Tren di 2020 IniRealme 5i, Harga Cuma Sejutaan RAM 3GB dan 4 Kamera

Namun, sudah menjadi kebiasaan pihak Apple yang selalu memilih bulan September sebagai bulan favorit Apple untuk meluncurkan iPhone maupun Apple Watch generasi terbarunya.

Selain itu, sistem operasi iOS versi baru yang biasanya dipamerkan di ajang Apple WWDC di bulan yang sama, maka kemungkinan besar bulan September ini juga akan di pilih Apple untuk merilis iPhone 11.
Baca Juga : Usung Kamera 48MP dan Tanpa Notch, Ini Spesifikasi Asus Zenfone 6

Sementara untuk tanggal pastinya, ini yang masih menjadi misteri dan banyak

pihak yang menduga-duga kapan iPhone 11 ini akan di rilis ke publik.

Dalam analisa yang di muat dalam laman 9to5Mac, di jelaskan jika pihak Apple selalu mengadakan acara di minggu kedua bulan September, tepatnya pada Selasa atau Rabu.

Selain kebiasaan tersebut, perusahaan pimpinan Tim Cook tersebut juga selalu menghindari tanggal 11 September untuk membuat acara pada setiap tahunnya.

Misalnya saja, saat peluncuran iPhone X tahun lalu di lakukan pada Rabu, 12

September 2018, Selasa, 12 September 2017 peluncuran iPhone 8, Rabu, 7 September 2016 peluncuran iPhone 7 dan pada Rabu, 9 September 2015 di pilih sebagai hari peluncuran iPhone 6s.

 

Sumber :

https://nashatakram.net/clash-of-lords-apk/

Call of Duty: Mobile Akan Sambangi Android dan iOS Oktober 2019

Call of Duty Mobile Akan Sambangi Android dan iOS Oktober 2019

Call of Duty: Mobile Akan Sambangi Android dan iOS Oktober 2019

Call of Duty Mobile Akan Sambangi Android dan iOS Oktober 2019
Call of Duty Mobile Akan Sambangi Android dan iOS Oktober 2019

Teka-teki akan kehadiran game bergenre first-person shooter (FPS) Call of Duty (CoD) untuk versi mobile akhirnya terjawab sudah.

Activision, selaku pengembang game tersebut dikabarkan akan segera merilis game ini untuk platform Android dan iOS pada awal Oktober 2019 mendatang.
Muat Lebih

Turnamen Free Fire Master League Season I Siap digelar, Berhadiah Rp 1,2 MTerjun kedunia E-Sports, Ariel Noah Bentuk Tim Bernama The PillarsDaftar Game Terbaru yang Akan Rilis Januari 2020

Mengutip dari laman blog resmi mereka, Game ini nantinya akan berjudul Call

of Duty: Mobile, merupakan hasil kerja sama Activision dengan raksasa game Tencent, akan siap dimainkan di preangkat mobile pada tepat pada 1 Oktober 2019 mendatang.

“Game yang sangat dinantikan, Call of Duty: Mobile, akan diluncurkan di seluruh dunia pada 1 Oktober 2019,” jelas pihak Activision dalam informasi yang mereka rilis dalam laman resmi blog mereka.
Baca Juga : Terkuak, Inilah Alasan Mengapa di Game Free Fire Tak Ada Pintu

Ini merupakan kabar gembira bagi penggemar game mobile. Karena pemain akan di sajikan ragam pilihan menarik dalam memilih game untuk di mainkan di perangkat mobile, khususnya game dengan genre sejenis.

Lantas, apa perbedaan game Call of Duty: Mobile dengan versi Desktop atau

konsol ? Fitur-fitur apa yang akan disuguhkan oleh pengembang ?

Masih melansir dari laman blog mereka, pihak pengembang nantinya akan menyuguhkan permainan dengan beberapa mode permainan. Beberapa di antaranya adalah mode multiplayer (co-op) dan battle royale.

Dengan adanya mode battle royale ini , Call of Duty: Mobile diprediksi akan

menjadi game pesaing PUBG Mobile yang mengusung konsep yang sama.

Di mana dalam mode ini, 100 orang akan bertahan hidup dengan berperang di dalam satu peta (map), hingga satu orang atau satu tim akan keluar sebagai pemenangnya.

 

Sumber :

https://id.karinov.co.id/2020/01/fungsi-fakta-ilmiah-teks-eksplanasi.html

Prosedur Kompilasi dan Review

Prosedur Kompilasi dan Review

Prosedur Kompilasi dan Review

Prosedur Kompilasi dan Review
Prosedur Kompilasi dan Review
Banyak perusahaan nonpublik meminta laporan keuangan mereka di-review atau dikompilasi oleh akuntan publik, bukan untuk diaudit. Manajemen perusahaan yakin bahwa audit tidak diperlukan karena tidak ada persyaratan dari bank atau pun pengawas dan laporan untuk penggunaan internal juga tidak perlu diaudit. Sebaliknya perusahaan dapat melibatkan akuntan publik untuk membantu menyusun laporan keuangan, baik untuk penggunaan internal, sesuai permintaan kreditur. Bergantung pada jumlah pinjaman, kreditur mungkin memerlukan kompilasi atau telaah laporan keuangan, bukan audit. Telaah laporan keuangan memberikan assurance terbatas pada laporan keuangan, sedangkan kompilasi tidak memberikan assurance atas laporan yang disajikan.
Standar untuk kompilasi dan telaah laporan keuangan disebut Pernyataann Standar Jasa Akuntansi dan Review (PSAR). Karena assurance yang diberikan kompilasi dan telaah jauh dibawah audit, jasa ini tidak terlalu memerlukan bukti-bukti dan biayanya lebih rendah daripada audit. Karena jasa review dan kompilasi tidak memberikan assurance seperti di audit, maka akuntan dan klien harus membangun pemahaman bersama tentang jasa yang akan diberikan, terutama melalui perjanjian tertulis.
JASA KOMPILASI
Sebuah penugasan untuk jasa kompilasi didefinisikan dalam PSAR sebagai salah satu hal yang dipersiapkan akuntan saat membuat dan menyajikan laporan keuangan kepada klien atau pihak ketiga tanpa memberikan assurance dari akuntan publik tentang laporan tersebut. Laporan ini biasanya digunakan oleh manajemen untuk urusan internal, meskipun dapat juga diberikan kepada pengguna eksternal. Akuntan publik tidak perlu menjadi independen dalam melakukan kompilasi dan laporan keuangan tersebut dapat ditebitkan tanpa adanya penjelasan tambahan.
“Kami telah melakukan kompilasi neraca PT Wasito Prima tanggal 31 Desember 2007 serta laporan laba/rugi, laporan perubahan ekuitas, dan laporan aliran kas yang berkaitan utuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, sesuai dengan Pernyataan Standar Jasa Akuntansi dan Review yang ditetapkan Institut Akuntan Publik Indonesia.
Suatu kompilasi terbatas pada penyajian informasi dalam bentuk laporan keungan yang merupakan representasi manajemen (pemilik). Kami tidak melakukan audit atau telaah terhadap laporan keuangan terlampir tersebut dan, oleh karena itu, kami tidak menyatakan pendapat atau bentuk keyakinan lain atas laporan keuangan tersebut.”
Ketika akuntan menyampaikan laporan keuangan yang dimaksudkan untuk digunakan oleh puhak ketiga, mereka diwajibkan mengeluarkan laporan kompilasi yang menyertai laporan. Akuntan tidak diizinkan menyiapkan dan menyajikan laporan keuangan untuk klien yang menyerahkan laporan tersebut kepada penguna eksternal tanpa memenuhi persyaratan penugasan kompilasi, termasuk penerbitan laporan kompilasi. Ketika akuntan tidak menginginkan laporan tersebut digunakan oleh pihak ketiga, mereka tidak wajib mengeluarkan laporan kompilasi asalkan mereka mendokumentasikan, dalam surat penugasan, pemahaman mengenai jasa yang akan dilakukan dan pembatasan bahwa laporan keuangan ditujukan hanya bagi manajemen.
Kompilasi yang Menghapus Seluruh Pengungkapan (contoh soal kasus) Auditor telah melakukan kompilasi PT Wasito Prima tanggal 31 Desember 2007 serta laporan laba/rugi, laporan perubahan ekuitas, dan laporan aliran kas yang berkaitan untuk tahun yang berakhir tanggal tersebut sesuai dengan Pernyataan Standar Jasa Akuntansi dan Review yang ditetapkan Institut Akuntan Publik Indonesia.
Suatu kompilasi terbatas pada penyajian informasi dalam bentuk laporan keuangan yang merupakan representasi manajemen (pemilik). Auditor tidak melakukan audit atau telaah terhadap laporan keuangan terlampir tersebut dan tidak menyatakan pendapat atau bentuk keyakinan lain atas laporan keuangan tersebut.
Manajemen memutuskan untuk tidak memasukkan hampir semua pengungkapan material, yang diharuskan oleh prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Jika pengungkapan yang tidak dimasukkan tersebut disajikan dalam laporan keuangan, mungkin hal tersebut akan mempengaruhi kesimpulan para pemakai laporan keuangan tentang posisi keuangan, hasil usaha, dan arus kas perusahaan. Oleh karena itu, laporan keuangan ini tidak dirancang untuk mereka yang tidak mengetahui tentang masalah seperti itu.
Persyaratan Kompilasi, kompilasi tidak membebaskan akuntan dari pertanggungjawaban karena mereka perlu bertanggung jawab dalam menjalankan seluruh jenis penugasan. Dalam penugasan kompilasi, akuntan harus menjalankan prosedur sebagai berikut:
  • Memperoleh pemahaman bersama klien mengenai jenis dan keterbatasan jasa yang diberikan dan penjelasan atas laporan, jika laporan akan diterbitkan.
  • Memiliki pengetahuan tentang prinsip-prinsip akuntansi dan praktik industri klien.
  • Memahami klien, termasuk sifat transaksi bisnisnya, pencatatan akuntansi, dan misi laporan keuangan.
  • Melakukan Tanya jawab untuk menentukan apakah informasi klien memenuhi persyaratan.
  • Membaca kompilasi laporan keuangan dan berhati-hati dengan hal-hal yang tidak dimasukkan atau kesalahan dalam perhitungan dan GAAP.

 

Akuntan tidak harus melakukan tanya jawab lainnya atau melakukan prosedur lain dalam verifikasi informasi yang diberikan oleh klien. Akan tetapi jika mereka menyadari bahwa laporan tidak disajikan secara wajar, maka mereka harus memperoleh informasi tambahan. Jika klien menolak untuk memberikan informasi, maka akuntan harus menarik diri dari penugasan kompilasi.
Bentuk Laporan PSAR menyebutkan tiga jenis laporan kompilasi. Penggunaan masing-masing laporan bergantung pada keputusan manajemen untuk memasukkan semua pengungkapan yang diperlukan dalam laporan keuangan.
  1. Kompilasi dengan pengungkapan penuh. Kompilasi jenis ini membutuhkan pengungkapan sesuai dengan GAAP.
  2. Kompilasi yang menghilangkan seluruh pengungkapan. Hal ini menunjukkan kata-kata yang tepat ketika akuntan mengompilasi laporan tanpa pengungkapan. Contohnya, manajemen juga memilih untuk tidak menyajikan laporan aliran kas. Jenis kompilasi akan diterima jika laporan menunjukkan kurangnya pengungkapan dan tidak adanya pengungkapan tersebut, menurut akuntan publik, tidak dilakukan dengan maksud menyesatkan pengguna. Laporan ini digunakan untuk manajemen.
  3. Kompilasi Tanpa Independensi. Seperti KAP dapat mengeluarkan laporan kompilasi meskipun laporan tersebut tidak independen dari klien, seperti yang didefinisikan oleh Kode Etik. Apabila akuntan tidak memiliki independensi, maka pada laporan harus menyatakan bahwa“ Kami tidak independen terhadap PT Wasito Prima.”

 

Jadi unsur-unsur jenis laporan kompilasi yang dibutuhkan, seperti:
  • Tanggal pada laporan akuntan adalah tanggal penyelesaian kompilasi.
  • Setiap halaman laporan keuangan yang dikompilasi oleh akuntan harus menyatakan “Lihat kompilasi laporan akuntan.”

 

Apabila klien tidak menggunakan GAAP, maka auditor harus memasukkan modifikasi yang sama dalam laporan kompilasi yang digunakan dalam laporan telaah.

Pelaporan Atas Pengendalian Intern

Pelaporan Atas Pengendalian Intern

Pelaporan Atas Pengendalian Intern

Pelaporan Atas Pengendalian Intern
Pelaporan Atas Pengendalian Intern
Konsisten dengan SA Seksi 325 [PSA No. 35] Komunikasi Masalah yang Berhubungan dengan Pengendalian Intern yang Ditemukan dalam Suatu Audit, auditor harus mengkomunikasikan setiap kondisi yang dapat dilaporkan yang ditemukan selama auditnya; namun, pelaporan atas pengendalian intern berdasarkan Standar Audit Pemerintahan berbeda dengan pelaporan hal yang sama berdasarkan SA Seksi 325. Standar Audit Pemerintahan mengharuskan auditor membuat laporan tertulis atas pengendalian intern dalam semua audit; SA Seksi 325 [PSA No. 35] mengharuskan komunikasi—lisan atau tertulis—hanya jika auditor telah menemukan kondisi yang dapat dilaporkan. Standar Audit Pemerintahan mengharuskan suatu gambaran setiap kondisi yang dapat dilaporkan yang ditemukan, termasuk identifikasi kondisi yang dipandang merupakan kelemahan material.
Standar Audit Pemerintahan mengharuskan bahwa laporan auditor tentang masalah-masalah yang berkaitan dengan pengendalian intern menggambarkan lingkup pekerjaannya dalam pemerolehan suatu pemahaman tentang pengendalian intern dan dalam penentuan risiko audit. Auditor dapat memenuhi persyaratan ini dengan menyatakan bahwa ia telah memperoleh suatu pemahaman tentang pengendalian intern yang relevan dan apakah pengendalian intern tersebut telah dioperasikan dan bahwa ia telah menentukan risiko pengendalian.
Paragraf 6.28 Standar Audit Pemerintahan mengatur: “Apabila informasi tertentu dilarang untuk diungkapkan kepada umum, laporan audit harus menyatakan sifat informasi yang tidak dilaporkan tersebut dan persyaratan yang menyebabkan tidak dilaporkannya informasi tersebut”.
Bilamana auditor telah menemukan kondisi yang dapat dilaporkan dalam audit atas laporan keuangan yang didasarkan atas Standar Audit Pemerintahan, laporan auditor tentang pengendalian intern harus berisi:
  1. Suatu pernyataan bahwa auditor telah mengaudit laporan keuangan dan suatu pengacuan ke laporan auditor atas laporan keuangan, termasuk suatu penjelasan setiap penyimpangan dari laporan baku.
  2. Suatu pernyataan bahwa audit telah dilaksanakan berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia dan Standar Audit Pemerintahan yang ditetapkan Badan Pemeriksa Keuangan.
  3. Suatu pernyataan bahwa, dalam perencanaan dan pelaksanaan audit atas laporan keuangan, auditor telah mempertimbangkan pengendalian intern entitas untuk menentukan prosedur audit yang ditujukan untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan dan tidak untuk memberikan keyakinan atas pengendalian intern.
  4. Suatu pernyataan bahwa penyusunan dan pemeliharaan pengendalian intern merupakan tanggung jawab manajemen.
  5. Suatu penjelasan tujuan, lingkup, dan keterbatasan bawaan setiap pengendalian intern.
  6. Suatu gambaran pengendalian intern entitas, yang dipandang sebagai bagian dari pemahaman auditor atas pengendalian intern entitas.
  7. Suatu penjelasan lingkup pekerjaan auditor, yang menyatakan bahwa auditor memperoleh suatu pemahaman tentang desain pengendalian intern yang relevan, menentukan apakah pengendalian intern tersebut dioperasikan, dan menentukan risiko pengendalian.
  8. Definisi kondisi yang dapat dilaporkan, Definisi kelemahan material.
  9. Suatu penjelasan kondisi yang dapat dilaporkan yang ditemukan dalam audit.
  10. Suatu pernyataan tentang apakah auditor yakin bahwa setiap kondisi yang dilaporkan sebagaimana dijelaskan dalam laporannya merupakan kelemahan material, jika demikian, identifikasi kelemahan material yang ditemukan.
  11. Jika berlaku, suatu pernyataan bahwa masalah-masalah lain tentang pengendalian intern dan operasinya telah dikomunikasikan kepada manajemen dalam surat terpisah.
  12. Suatu pernyataan bahwa laporan dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada komite audit, manajemen, dan badan legislatif atau badan pengatur tertentu, namun tidak dimaksudkan untuk membatasi distribusinya, jika hal ini menyangkut catatan publik.

Sumber : https://ekonomija.org/

Entitas Lain yang Menerima Bantuan Keuangan Pemerintah

Entitas Lain yang Menerima Bantuan Keuangan Pemerintah

Entitas Lain yang Menerima Bantuan Keuangan Pemerintah

Entitas Lain yang Menerima Bantuan Keuangan Pemerintah
Entitas Lain yang Menerima Bantuan Keuangan Pemerintah
Pemerintah memberikan bantuan keuangan kepada entitas lain, termasuk organisasi nirlaba dan perusahaan. Di antara bantuan keuangan pemerintah adalah bantuan (grant) berbentuk kas atau aktiva lain, pinjaman, jaminan pinjaman, subsidi tariff bunga. Dengan menerima bantuan tersebut, baik entitas pemerintahan maupun nonpemerintah dapat terkena peraturan perundang-undangan yang mungkin berdampak langsung dan material terhadap penentuan jumlah yang tercantum dalam laporan keuangan. Tanggung jawab auditor untuk mendeteksi salah saji material laporan keuangan sebagai akibat dari pelanggaran peraturan perundang-undangan yang berdampak langsung dan material atas penentuan jumlah-jumlah yang tercantum dalam laporan keuangan. Auditor harus mendokumentasikan prosedur yang dilaksanakan untuk mengevaluasi kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berdampak langsung dan material dalam penentuan jumlah yang tercantum dalam laporan keuangan.
SA Seksi 333 [PSA No. 17] Representasi Manajemen, mengharuskan auditor untuk memperoleh representasi tertulis dari manajemen sebagai bagian dari audit yang dilaksanakan berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. Di antara masalah yang dimasukkan dalam representasi tersebut adalah “pelanggaran atau kemungkinan pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan yang dampaknya harus dipertimbangkan untuk pengungkapan dalam laporan keuangan atau sebagai dasar untuk pencatatan kerugian bersyarat.”
Pelaporan Berdasarkan Standar Audit Pemerintahan
Entitas pemerintahan, organisasi nirlaba, atau perusahaan dapat menugasi auditor untuk mengaudit laporan keuangan entitas tersebut berdasarkan Standar Audit Pemerintahan. Dalam melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan, auditor memikul tanggung jawab melampaui tanggung jawab yang dipikulnya dalam audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia untuk melaporkan tentang kepatuhan dengan peraturan perundang-undangan dan tentang pengendalian intern. Dalam melaksanakan audit atas laporan keuangan entitas pemerintah atau penerima lain bantuan keuangan pemerintah yang melakukan penawaran efek melalui pasar modal, auditor wajib mematuhi ketentuan Undang-Undang Pasar Modal.
Auditor dapat melaporkan masalah kepatuhan terhadap peraturan perundang undangan dan pengendalian intern dalam laporan audit atas laporan keuangan atau dalam suatu laporan terpisah. Apabila auditor melaporkan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern dalam laporan audit atas laporan keuangan, maka auditor harus mencantumkan dalam suatu paragraf pengantar yang menjelaskan pokok-pokok temuan utama dari audit atas laporan keuangan dan dari pengujian atas kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan serta pelaksanaan pengendalian intern.
Ketidakpatuhan material didefinisikan sebagai kegagalan mematuhi persyaratan, atau pelanggaran terhadap larangan, batasan dalam peraturan, kontrak, atau bantuan yang menyebabkan auditor berkesimpulan bahwa kumpulan salah saji (estimasi terbaik auditor tentang total salah saji) sebagai akibat kegagalan atau pelanggaran tersebut adalah material bagi laporan keuangan. Bila prosedur yang dilaksanakan oleh auditor mengungkapkan ketidakpatuhan material, auditor harus memodifikasi pernyataan keyakinan positif dan negatif dalam laporan auditnya.
Auditor harus melaporkan hal material dari ketidakpatuhan terlepas apakah akibat salah saji telah dikoreksi dalam laporan keuangan entitas. Auditor dapat mengharapkan untuk memasukkan suatu pernyataan tentang apakah salah saji sebagai akibat hal material dari ketidakpatuhan telah dikoreksi dalam laporan keuangan atau suatu pernyataan yang menjelaskan dampak salah saji tersebut dalam laporannya atas laporan keuangan pokok.
Standar Audit Pemerintahan mengharuskan auditor untuk melaporkan hal-hal atau indikasi unsur perbuatan melanggar/melawan hukum yang dapat berakibat ke penuntutan pidana. Namun, auditor tidak memiliki keahlian untuk menyimpulkan tentang apakah suatu unsur pelanggaran hukum atau kemungkinan pelanggaran hukum dapat berakibat ke penuntutan pidana. Oleh karena itu, dalam mematuhi persyaratan untuk melaporkan hal-hal atau indikasi adanya unsur pelanggaran hokum yang dapat berakibat ke penuntutan pidana, auditor dapat memilih untuk melaporkan semua unsur pelanggaran hukum atau kemungkinan unsur pelanggaran hukum yang ditemukan.

Ini Tren Perdagangan Digital di Tahun 2019

Ini Tren Perdagangan Digital di Tahun 2019

Ini Tren Perdagangan Digital di Tahun 2019

Ini Tren Perdagangan Digital di Tahun 2019
Ini Tren Perdagangan Digital di Tahun 2019

Pertumbuhan industri perdagangan digital di tanah air semakin menjanjikan di

tahun ini. McKinsey memprediksi pertumbuhan e-commerce di Indonesia meningkat delapan kali lipat. Pada tahun 2017, total pembelanjaan online mencapai USD 8 miliar, angka ini akan tumbuh menjadi USD 55 miliar hingga 65 miliar di 2020.

Selain itu, McKinsey juga memprediksi penetrasi belanja online masyarakat

Indonesia juga akan meningkat menjadi 83% dari total pengguna internet.

Menurut Indra Yonathan, Country Head of ShopBack Indonesia, mengatakan bahwa tahun 2019 industri perdagangan digital di Indonesia akan lebih berwarna. “Tahun ini pelaku e-commerce semakin gencar menghadirkan inovasi untuk menggaet konsumen baru dan mempertahankan konsumen lama,” jelas Yonathan melalui surel resmi yang diterima Selular.

Yonathan menambahkan, peraturan pajak ecommerce yang dikeluarkan

kementerian keuangan melalui PMK-210 yang efektif pada 1 April mendatang, memang masih mendatangkan pro-kontra bagi para pelaku e-commerce. “Namun, jika peraturan ini disosialisasikan dengan baik dan diterapkan secara adil, tentunya ini akan memperjelas laju industri e-commerce di Indonesia.”

Sementara itu, sebagai platform aggregator e-commerce, ShopBack pun melihat beberapa hal yang akan menjadi sorotan di dunia perdagangan digital di Indonesia pada 2019, sebagai berikut:

Transaksi melalui perangkat mobile meningkat
Sosial media commerce masih ada namun cenderung menurun
Logistik berbenah
Rambah kota-kota luar Pulau Jawa
Metode pembayaran agnostik lebih diminati
Semakin banyak platform e-commerce menawarkan Cashback ke e-wallet mitra

 

Baca Juga :