Bagaimana Membicarakan Wabah Virus Corona dengan Anak ?

Bagaimana Membicarakan Wabah Virus Corona dengan Anak ?

Bagaimana Membicarakan Wabah Virus Corona dengan Anak
Bagaimana Membicarakan Wabah Virus Corona dengan Anak

Kekhawatiran akan potensi penyebaran Corona Virus ke negara-negara yang sistem kesehatannya lebih rendah, membuat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melalui petingginya Tedros Adhanom Ghebreyesus mengumumkan situasi darurat global terkait Virus Corona mematikan yang menyebar dari China. Pengumuman yang dilakukan dalam sebuah jumpa pers di Jenewa, Jumat, (31/1/2020) ini diambil setelah China melaporkan lonjakan angka kematian terbesar dalam sehari dan juga penyebaran ke beberapa negara seperti AS dan Inggris yang sudah melaporkan adanya beberapa pasien positif terinfeksi Virus Corona.
ADVERTISEMENT
Epidemi sangat menakutkan bagi orang tua, juga anak-anak. Banyak anak-anak sudah khawatir dengan apa yang mereka dengar tentang wabah, dan meskipun update harian tentang virus ini mengkhawatirkan, sangat penting untuk mengingat dampak dari berita-berita utama ini pada anak-anak. Untuk menghindarkan mereka dan diri Anda dari kecemasan yang tidak perlu, ada beberapa hal sederhana yang dapat Anda katakan dan lakukan.
Berikut adalah beberapa cara untuk menjaga anak-anak tetap tenang dan melakukan percakapan tanpa panik tentang virus corona sebagaimana disadur dari theweek.com.
1. Perhatikan perilaku Anda sendiri.

Sangat penting bagi orang tua dan pengasuh untuk memahami efek perilaku

mereka terhadap anak-anak. Jika Anda tampak kesal atau bereaksi dengan cara yang menunjukkan Anda takut, maka mereka akan mengambil kesimpulan dari sikap yang Anda tunjukkan. Ingatlah untuk tetap berpegang pada apa yang kita ketahui tentang wabah.
ADVERTISEMENT
2. Ceritakan fakta kepada mereka.
Judul berita yang menyeramkan menarik perhatian dan membantu menjual surat kabar, tetapi tidak selalu mengatakan yang sebenarnya. Memastikan bahwa Anda sudah dilengkapi dengan fakta akan membantu menjaga agar percakapan tentang virus corona tetap tenang, penuh pertimbangan, dan konstruktif.
Lalu, informasi apa yang harus Anda bagikan dengan anak? Anda dapat mengatakan ada lebih dari 7.700 kasus yang dikonfirmasi di China, dengan semua wilayah yang terkena dampak. Sebanyak 259 orang yang telah meninggal sampai 31 Januari 2020 dan sejauh ini sebagian besar diketahui dalam kondisi kesehatan yang buruk sebelum terpapar virus, dan semua kecuali hanya empat korban jiwa, adalah orang yang berasal dari provinsi Hubei di kota Wuhan, di mana wabah dimulai.

Sementara di Indonesia sendiri belum ada korban terdampak corona virus.

Semua masih terbatas sebagai suspect atau dicurigai terdampak. Berbagi informasi ini harus membantu meyakinkan anak-anak bahwa tidak ada risiko langsung bagi diri mereka sendiri, teman-teman mereka, atau keluarga mereka.
3. Jelaskan upaya apa yang sedang dilakukan untuk mengendalikan virus.
Otoritas Tiongkok tampaknya bertindak cepat. Perjalanan masuk dan keluar dari daerah yang terkena telah dibatasi, dan para ilmuwan bekerja untuk mengembangkan vaksin. Mereka sedang membangun rumah sakit khusus bagi korban corona dalam waktu singkat. Beberapa negara di dunia juga menawarkan bantuan kepada China untuk memerangi virus ini.
4. Tawarkan solusi praktis.

Untuk saat ini cara termudah untuk mengurangi risiko terkena virus dalam

bentuk apa pun (termasuk flu biasa) adalah dengan menutup hidung dan mulut saat batuk atau bersin, jaga tangan tetap bersih dengan mencuci secara teratur dengan sabun dan air atau sanitizer berbasis alcohol. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut jika belum cuci tangan. Adalah bijaksana juga untuk menghindari siapa pun yang menunjukkan gejala seperti demam atau batuk. Ini adalah kebiasaan mudah bagi anak-anak untuk diadopsi, dan membantu mereka merasa seolah-olah mereka dapat melakukan kontrol atas keadaan mereka sendiri.

 

Baca Juga :