Analisis Budidaya Usaha Budidaya Ayam Broiler

Analisis Budidaya Usaha Budidaya Ayam Broiler

Analisis Budidaya Usaha Budidaya Ayam Broiler

Analisis Budidaya Usaha Budidaya Ayam Broiler
Analisis Budidaya Usaha Budidaya Ayam Broiler

Berikut admin paparkan Analisis Budidaya Usaha Budidaya Ayam Broiler.

Panen

  1. Hasil utama : Untuk usaha ternak ayam pedaging hasil utamanya adalah berupa daging ayam.
  2. Hasil tambahan : Usaha ternak ayam broiler atau pedaging adalah berupa tinja atau kotoran kandang dan bulu.

Pascapanen

Stoving

Penampungan ayam sebelum dilakukan pemotongan, Yang biasanya di letakkan di kandang penampungan (Houlding Ground).

Pemotongan

Pemotongan ayam di lakukan pada lehernya, Prinsipnya agar darah keluar keseluruhan atau sekitar 2/3 leher terpotong dan di tunggu 1-2 menit, Hal seperti ini agar kualitas daging bagus dan tidak mudah tercemar dan mudah busuk.

Pengulitan atau pencabutan bulu

Ayam yang telah terpotong tersebut di celupkan kedalam air panas (51,7-54,4 C) Dan lama pencelupan ayam broiler adalah (30 detik). Dan Bulu-bulu yang halus di cabut dengan membubuhkan lilin cair atau di bakar dengan nyala api biru.

Pengeluaran jeroan

Bagian bawah dubut di potong sedikit, Dan seluruh isi perut (Hati, Usus, Dan ampela) Di keluarkan. Isi perut tersebut dapat di jual atau dapat di sertakan pada daging siap, Di masak dalam kemasan terpisah.

Pemotongan Karkas

Kaki, dan leher ayam di potong, Tunggir di potong jika tidak di sukai, Setelah semua jeroan telah di keluarkan dan juga berkas telah di cuci bersih, Kaki ayam/paha di tekukan di bawah dubur, Lalu ayam di dinginkan lalu di kemas.

 

Analisis Budidaya usaha

Dasar perhitungan biaya : Yang di keluarkan dari pendapatan yang di peroleh dalam analisis ini anatara lain adalah :

  1. Jenis yang di pelihara adalah jenis ayam ras pedaging (broiler) dari strain (CP.707).
  2. Sistem pemeliharaan yang diterapkan dengan cara intensif pada kandang model postal.
  3. Luas tanah yang dp ergunakan yaitu 200 m 2 dengan nilai harga sewa tanah dalam 1 ha/tahun adalah Rp 1.000.000,-
  4. Kandang di buat dari kerangka bambu, Lantai tanah, Dan dinding terbuat dari Bilah-bilah bambu dengan alas dinding setinggi 30 cm, Terbuat dari batu bata yang plester dan atap menggunakan genteng.
  5. Ukuran kandang, Yaitu tinggi bagian tepinya 2,5 m, lebar kandang 5 m, dan lebar bagian tepi kandang 1,5 m.
  6. Lokasi peternakan dekat dengan sumber air dan listrik.
  7. Menggunakan alat pemanas (Brooder) gasolec dengan bahan bakar gas.
  8. Penerangan dengan lampu listrik.
  9. Umur ayam yaitu di mulai dari bibit yang berumur 1 hari.
  10. Litter/alas kaandang menggunakan sekam padi.
  11. Jenis pakan yang di berikan adalah : BR-1 untuk anak ayam umur 0-4 minggu dan BR-2 untuk umur 4-6 minggu.
  12. Tingkat kematian ayam diasumsikan 6%.
  13. Lama masa pemeliharaan yaitu 6 minggu (42 hari).
  14. Berat Rata-rata per ekor ayam diasumsikan 1,75 gram berat hidup pada saat panen.
  15. Harga ayam per kg berat hidup, Yaitu diasumsikan Rp 2500, Walau kisaran harga sampai mencapai Rp 3.000 Ditingkat peternak atau petani.
  16. Ayam di jual pada umur 6 minggu atau 42 hari.
  17. Nilai pupuk kandang yaitu Rp 60.000.
  18. Bunga bank yaitu 1,5%/Bulan.
  19. Nilai penyusutan kandang di perhitungkan dengan kekuatan masa pakai 6 tahun dan nilai penyusutan peralatan di perhitungkan dengan masa pakai 5 tahun.
  20. Perhitungan Analisis biaya ini hanya di perhitungkan sebagai pedoman dasar karena nilai/harga Sewaktu-waktu dapat mengalami perubahan.

 

Sekian terimakasih karena anda telah menyimak dan membaca artikel Tips Dan Teknik Budidaya Ayam Ras Pedaging (Broiler) tersebut, Semoga banyak manfaatnya untuk anda tentunya pengunjung blog ini.

 

Sumber: https://www.duniabudidaya.co.id

Syarat Tumbuh Tanaman Jahe

Syarat Tumbuh Tanaman Jahe

Sentra Budidaya Jahe

Syarat Tumbuh Tanaman Jahe
Syarat Tumbuh Tanaman Jahe

Terdapat di seluruh indonesia di tanam di kebun juga di pekarangan. Pada saat ini jahe telah banyak di budidayakan di negara Australia, Srilangka, Cina, Mesir, Yunani, India, Termasuk Indonesia, Jamaika, Jepang, Meksiko, Nigeria, Dan Pakistan. Jahe dari Jamaika mempunyai Kualitas yang tertinggi, Sedangkan di India merupakan negara produsen jahe Terbesar. Yaitu lebih dari 50% dari total produksi jahe di dunia.

Iklim

Tanah jahe membutuhkan curah hujan relatif tinggi, Yaitu antara 2.500-4.000 mm/tahun. Dan pada umur 2,5 hingga 7 bulan atau lebih tanaman jahe memerlukan intensitas cahaya matahari 70-100% dengan kata lain penanaman jahe sebaiknya di lakukan di tempat terbuka sehingga mendapat sinar matahari di sepanjang hari. Dan suhu udara optimum budidaya tanaman jahe antara 20-35 oC.

Tanah

Tanaman jahe paling cocok di tanam pada tanah yang subur, Gembur dan banyak mengandung humus. Kemudian tekstur tanah yang baik adalah lempung berpasir, Liat berpasir dan tanah laterik. Tanaman jahe bisa tumbuh keasaman tanah (pH) sekitar 4,3-7,4. Tetapi keasaman tanah (pH) optimum untuk jahe gajah adalah 6,8-7,0.

Ketinggian Tempat

Jahe tumbuh baik di daerah tropis dan subtropis dengan ketinggian 0-2.000 m dpl. di negara Indonesia pada umumnya di tanam pada ketinggian 200-600 m dpl.

Persiapan Lahan Budidaya Jahe

Pembukaan Lahan : Pengolahan tanah diawali dengan dengan di bajak sedalam kurang lebih dari 30 cm dengan bertujuan untuk mendapatkan kondisi tanah yang gembur atau remah dan membersihkan tanaman penggangu. Setelah itu tanah di biarkan selama 2-4 minggu Agr Gas-gas beracun menguap, serta bibt penyakit dan hama akan mati terkena sinar matahari.

Pembentukan Bedengan Dan Pemupukan Dasar : Untuk memudahkan pemeliharaan sekaligus untuk mencegah terjadinya genangan air. Sebaiknya tanah diolah menjadi Bedengan-bedengan dengan ukuran setinggi 20-30 cm, Dan lebar 80-100 cm. Sedangkan panjangya di sesuaikan dengan kondisi lahan. Penanaman jahe dengan sistem bedengan juga bertujuan untuk memudahkan serangan patogen. Karena kelembaban tanah dapat di jaga dengan membuat Parit-parit.

Kemudian pemupukan dasar di berikan bersamaan dengan pembuatan bedengan menggunakan pupuk kandang yang telah di fermentasi sebanyak 40 ton/ha dan NPK 15-15-15 sebanyak 1,5 ton/ha. Akan lebih baik apabila di tambahkan dengan agensia hayati seperti (Trichoderma sp) Dan (Gliocladium sp) Untuk mencegah serangan bakteri maupun cendawan patogen. Kemudian pemberian humat dan fulvat akan berfungsi sebagai pembenah tanah. sehingga serapan unsur hara oleh tanaman jahe dapat dioptimalkan.

Pengapuran : Pengapuran di lakukan pada saat pembentukan bedengan, Pada tanah dengan pH rendah, Sebagaian besar Unsur-unsur hala di dalamnya, yang terutama faktor (p) Dan kalsium (Ca) dalam keadaan tidak tersedia atau terikat oleh ion-ion tanah. Kondisi tanah yang masam ini dapat menjadi media perkembangan beberapa cendawan penyebab penyakit fusarium sp dan fythium sp. Pengapuran juga berfungsi menambah unsur kalsium yang sangat di perlukan tanaman untuk mengeraskan bagian tanaman yang berkayu. Merangsang pembentukan Bulu-bulu akar. Dan mempertebal dinding sel buah dan merangsang pembentukan biji.

Sumber: https://www.bertani.co.id

Meningkatkan Budidaya Tumbuhan Strawberry

Meningkatkan Budidaya Tumbuhan Strawberry

Meningkatkan Budidaya Tumbuhan Strawberry

 

Meningkatkan Budidaya Tumbuhan Strawberry

Berbisnis strawberry

layak dijajaki. Selain meraup untung dari penjualan, pekebun juga masih memetik laba sampingan dari usaha agrowisata.
Nun di pegunungan, ternyata ada ragam pilihan berbisnis yang pantas dijajaki. Di antaranya yang sedang marak belakangan ini adalah berkebun strawberry (fraga vesca).
Coba saja lihat, di Lembang dan Ciwidey, Bandung (Jawa Barat), atau Batu di Malang (Jawa Timur), boleh dibilang jenis buah-buahan ini mulai digemari para petani di sana.
Maraknya perkebunan strawberry bukan semata karena hobi.
Tapi, layaknya hukum pasar, hal itu juga dipicu oleh permintaan yang tinggi. Sayang, produksinya masih relatif kecil.

Syarat Tumbuh

Tanaman stroberi mempunyai kemampuan beradaptasi cukup luas dengan kondisi iklim sebagai berikut :

  1. Suhu udara optimum 17 – 20 C dan suhu udara minimum antara 4 – 5 C.
  2. Kelembaban udara (RH) 80 – 90%.
  3. Penyinaran matahari 8 – 10 jam/hari.
  4. Curah hujan berkisar antara 600 – 700 mm/tahun.
  5. Ketinggian tempat yang ideal antara 1000-2000 m dpl

Penyiapan wadah atau tempat tanam

Wadah atau tempat tanam yang biasa digunakan adalah pot. Pot mempunyai banyak jenis dan variasi bentuknya. Hal penting yang perlu diperhatikan dalam pemilihan pot adalah ukurannya seimbang dan serasi dengan ukuran tanaman. Selain itu, pot harus dapat menampung media tanam yang cukup agar perakaran tanaman tumbuh dengan leluasa. Ukuran ideal pot adalah berdiameter 7 cm – 20 cm dan di beri lubang keci-kecil di bawahnya. Selain pot, kita juga bisa menggunakan kantong plastik (polybag) yang banyak tersedia di toko-toko alat pertanian dengan berbagai macam ukuran.

 

Penyiapan medium tanam

Komposisi bahan medium tanam yang biasa digunakan adalah :

  1. Campuran tanah dari bawah pohon pinus, humus, daun lamtoro dan pupuk kandang    dengan perbandingan 2:1:1.
  2. Campuran tanah lapisan atas, pasir dan humus dengan perbandingan 1:1:1. c.   Campuran tanah, pasir, humus dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1:1.
  3. Campuran tanah, pasir dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:2.

 

Pengisian medium tanam ke dalam  pot

Cara-cara pengisian medium tanam ke dalam pot atau wadah tanam adalah :

  1. Siapkan alat dan bahan, terdiri atas pot (wadah tanam), pecahan bata merah (genting), gembor (emrat), medium tanam, serta sarana penunjang lainnya.
  2. Masukkan selapis pecahan bata merah (genting) ke dasar pot.
  3. Masukkan medium tanam ke dalam pot hingga hampir penuh.
  4. Siram medium tanam dalam pot tersebut dengan air bersih hingga keadaan  mediumnya cukup basah.

 

Penyiapan bibit dan penanaman

Tata cara penanaman bibit  tanaman stroberi ke dalam pot adalah sebagai berikut:

  1. a)      Siram medium tanam bibit tanaman dengan air bersih hingga keadaannya cukup basah.
  2. b)      Keluarkan bibit lengkap bersama akar dan medium tanamnya dengan cara menyobek (menggunting) polybag.
  3. c)      Buat lubang tanam dalam pot dengan cara menggali (mengambil) sebagian medium tanamnya.
  4. d)     Tanamkan bibit tepat di tengah pot pada posisi tegak, kemudian timbun bagian pangkal batang tanaman dengan medium tanam sambil dipadatkan secara pelan-pelan.
  5. e)      Siram medium tanam dalam pot dengan air bersih hingga keadaan mediumnya cukup basah (lembab).
  6. f)       Simpan pot di tempat yang teduh dan lembab selama 7 – 15 hari agar tanaman segar kembali.

 

Pemeliharaan tanaman

  1. Penempatan pot

Penempatan pot harus memperhatikan kondisi lingkungan tumbuh yang ideal dan serasi dengan keadaan sekitarnya. Dan yang lebih penting bahwa tanaman harus mendapatkan sinar matahari yang cukup untuk proses fotosintesis.

  1. Penyiraman

penyiraman dilakukan 2 kali sehari pada musim kemarau, yakni pagi dan sore. Hal ini untuk menjaga kelembaban media, sehingga unsur hara dalam tanah bisa diserap oleh akar secara maksimal.

  1. Penyiangan dan penggemburan medium tanam

gulma yang tumbuh pada permukaan pot harus segara dicabut, hal ini untuk menghindari saling berebut nutrisi dalam tanah dan juga meminimalisir terserangnya hama yang bersarang di gulma tersebut.

  1. Pemupukan

seminggu setelah tanam perlu dilakukan pemupukan. Jenis dan takaran pupuk terdiri atas Urea 2 sendok teh + TSP setengah sendok teh + KCL setengah sendok teh per pot. Pemupukan selanjutnya dilakukan saat tanaman berumur 1 – 2 bulan setelah tanam dengan Urea setengah sendok teh + TSP 1 sendok teh + KCL 1 sendok teh per pot.

  1. Pemangkasan

pemangkasan dilakukan pada daun yang kering atau rusak. Tanaman yang terlalu rimbun juga harus dipangkas daunnya. Hal ini untuk merangsang pembuahan.

  1. Penggantian pot dan medium tanam (repotting)

Penggantian pot dilakukan bila media tanam dalam pot sudah padat, akar sudah mulai ke permukaan pot dan pertumbuhan tanaman sudah mulai melambat bahkan tidak berbunga atau berbuah.

  1. Perlindungan tanaman

perlindungan  tanaman meliputi penggunaan bibit yg sehat, sterilisasi media tanam, pemangkasan bagian tanaman yang terserang hama dan penyakit, penyemprotan pestisida secara selektif sesuai anjuran.

Hama dan Penyakit Tanaman

  1. Kutu Daun (Chaetosiphon fraggaefolii)
  2. Tungau (Tetranychus sp. Dan Tarsonemus sp.)
  3. Ulat tanah (Agrotis segetum)
  4. Kumbang Penggerek Bunga (Anthonomus rubi) dan

kumbang penggerek akar (Otirhynchus rugosostriatus) dan kumbang batang (O. sulcatus).

  1. Kutu Putih (Pseudococcus sp.)
  2. Nematoda (Aphelenchoides atau A. ritzemabos)
  3. Penyakit Kapang Kelabu (Botrytis cinerea)
  4. Busuk Buah Matang
  5. Busuk Rizopus
  6. Empulur merah
  7. Embun Tepung
  8. Daun gosong
  9. Bercak Daun
  10. Busuk daun
  11. Layu vertisillium
  12. Virus
  1. Panen

Tanaman dari stolon dan anakan mulai berbunga ketika berumur 2 bulan setelah tanam, namun bunga pertama sebaiknya dibuang. Setelah tanaman berumur 4 bulan bunga  dibiarkan tumbuh menjadi buah, periode pembungaan dan pembuahan dapat berlangsung selama 2 tahun.

Ciri-ciri buah yang sudah bisa di panen adalah :

  1. buah sudah agak kenyal dan agak empuk;
  2. kulit buah didominasi warna merah  50 -75 % warna merah;
  3. buah berumur 2 minggu sejak pembungaan.

 

PASKA PANEN STRAWBERRY

  1. PENGUMPULAN : Sebaiknya buah disimpan dalam suatu wadah dengan hati-hati agar tidak memar. Simpan di tempat teduh atau dibawa langsung ke tempat penampungan hasil dan hamparkan buah di atas lantai beralas terpal atau plastik. Kemudian cuci buah dengan air mengalir dan tiriskan di atas rak-rak penyimpanan.
  2. PENGGOLONGAN DAN PENYORTIRAN : Pisahkan buah yang rusak dari buah yang baik. Penyortiran buah berdasarkan pada varietas, warna, ukuran, dan bentuk buah. Terdapat 3 kelas kualitas buah, yaitu:
    • Kelas Ekstra. Buah berukuran 20-30 mm atau tergantung spesies, warna, dan kematangan buah seragam.
    • Kelas I. Buah berukuran 15-25 mm atau tergantung spesies,  bentuk, dan warna buah bervariasi.
    • Kelas II. Tak ada batasan ukuran buah, sisa seleksi kelas ekstra dan kelas I yang masih dalam keadaan baik.
  3. PENGEMASAN DAN PENYIMPANAN : Dalam proses pengemasan stroberti ini bisa dikemas dalam wadah plastik transparan atau putih, dengan kapasitas 0,25-0,5 kg dan ditutup dengan plastik lembar polietilen. Sedangkan untuk penyimpanan, diletakkan pada rak dalam lemari pendingin dengan suhu  0-10C.

 

Persiapan Greenhouse Stroberi Organik

jaga stroberi Anda terlindung dari angin, serangga, hama, ulat dan sinar terik matahari berlebihan. itulah mengapa kebun rumah kaca (greenhouse) merupakan pilihan yang paling ideal. Drainase/pengairan yang cukup dan baik dalam rumah kaca merupakan elemen penting dalam keberhasilan kebun strawberry organik Anda. Anda harus memilih bibit stroberi dengan hati-hati. Hal ini terutama karena stroberi rentan terhadap virus dan penyakit tular tanah dengan mudah. Pilih pembibitan stroberi organik bersertifikat dan memiliki reputasi baik. Untuk mendapatkan buah stroberi berkualitas mulailah dengan awal yang baik, bersihkan areal tanam dari semua gulma dan rumput, dan menggali dua sampai tiga inci kompos ke dalam beberapa inci dari atas tanah. Selain membutuhkan tanah yang kaya nutrisi, Stroberi juga lebih suka kondisi tanah sedikit asam pH antara 5,5 dan 6,5. Uji tanah Anda untuk mengetahui pH nya, dan kemudian mengubahnya jika diperlukan untuk menaikkan tingkat keasamannya.

Melanjutkan Perawatan dan Tips untuk Greenhouse Stroberi

Ketika Anda mempersiapkan untuk menanam di tempat tanam, menggali lubang dan menanamnya dengan mahkota tanaman sedikit di atas level tanah. beri pengairan tanaman Anda dengan baik. Setelah tanaman di tempatkan dalam media tanam, tambahkan dengan mulsa jerami, daun kering, kompos, atau plastik. lebih bagus lagi kalau memilih mulsa yang dapat memberi tingkat keasaman pada tanah. ketika pertumbuhan tanaman dimulai, bersihkan setiap daun mati dan mulai memeriksa secara teratur untuk kutu daun dan hama lainnya di mahkota dan di tempat lain. Jika tanaman tetap terhambat dan gagal untuk tumbuh, singkirkan segera ke tempat sampah atau api unggun, karena itu menunjukkan tanda-tanda yang jelas dari virus. Anda harus memberi mulsa pada tanah dengan jerami atau yang lain, setelah buah mulai terbentuk. Mulsa adalah sisa tanaman, lembaran plastik, atau susunan batu yang disebar di permukaan tanah. Mulsa berguna untuk melindungi permukaan tanah dari terpaan hujan, erosi, dan menjaga kelembaban, struktur, kesuburan tanah, serta menghambat pertumbuhan gulma (rumput liar). Hal ini membuat kelembaban di dalam tanah, dan menjaga buah agar tidak membusuk karena menyentuh tanah lembab secara langsung. Anda harus menjaga kelembaban dari buah sebanyak mungkin. bila tanaman stroberi ditanam melalui polythene,  maka mulsa/jerami tidak diperlukan. Pada sistem agribisnis yang intensif, dengan jenis tanaman bernilai ekonomis tinggi, sering digunakan mulsa plastik untuk mengurangi penguapan air dari tanah dan menekan hama dan penyakit serta gulma. Lembaran plastik dibentangkan di atas permukaan tanah untuk melindungi tanaman. Dari bulan Juni dan seterusnya tanaman Anda akan mulai menghasilkan anakan dari stolon yang akan dengan cepat meluas. panjang lajur anakan stolon sekitar 35 sampai 40 cm, jika stolon dibuang mungkin tanaman akan menghasilkan buah lebih tetapi ukuran umumnya lebih kecil. hapuslah semua stolon secara teratur kecuali Anda memerlukan bibit baru. Setelah buah stroberi terakhir telah habis dalam panen, bersihkan tempat tanam dengan memotong kembali semua dedaunan (meninggalkan tunggul 10 cm atau lebih), Berhati-hatilah untuk tidak memotong begitu dalam ke dalam tanaman yang bisa mengakibatkan mahkota rusak. Jika perlu, jaga irigasi untuk memastikan banyak pertumbuhan baru yang segar yang akan mengumpulkan energi yang jauh lebih efisien daripada daun tua yang telah mengering. jangan menanam stroberi Anda di atau dekat area yang Anda tumbuh tomat, paprika, kentang, terong atau raspberry. Hal ini karena area tersebut dapat memiliki Verticillium (sejenis jamur merugikan) yang dapat mempengaruhi kebun strawberry organik Anda. Anda siap untuk terus memanen dan mencicipi manisnya buah stroberi organik untuk 3 tahun ke depan.

 

Ada tiga jenis dasar dari tanaman stroberi yaitu;

  1. berbuah terus menerus (tanam sekitar dua kali setahun),
  2. berbuah di musim panas (intensitas sinar matahari maksimum) dan
  3. berbuah di daerah pegunungan.

Tanaman strawberry dapat tumbuh dalam berbagai cara, termasuk dalam kontainer, hidroponik, pot, polybag, strawbales, kerikil atau media tumbuh lainnya inert seperti perlit. menumbuhkan tanaman sehingga sehat dan memberi hasil buah stroberi yang bagus akan tergantung pada sejumlah faktor.

Kondisi Ideal

Pertama, karena Strawberry merupakan tanaman dengan perakaran dangkal, mereka paling sering mendapat pesaing dari gulma, sebaiknya bersihkan rumput dan gulma sehingga mereka tidak harus bersaing dengan tanaman lain tersebut. Stroberi berkembang dalam kondisi cerah pada kenyataannya, lebih banyak sinar matahari maka hasilnya semakin baik. Inilah sebabnya mengapa rumah kaca mampu lingkungan yang ideal untuk penanaman stroberi matang, karena mereka memberikan kondisi pertumbuhan yang cukup terang, relatif panas dan kering.

Mulsa

Ingat bahwa meskipun stroberi berkembang dalam panas, kondisi cerah, akar harus tetap tenang. Inilah sebabnya mengapa mulsa diperlukan, berhati-hati untuk menjaga mulsa sekitar satu inci dari mahkota tanaman. Hal ini untuk menghindari mahkota menjadi lembab dan rusak. Karena buah stroberi juga dapat rusak oleh kelembaban, rumah kaca akan membantu mengurangi risiko ini dengan mengatur kelembabannya. Jika buah yang tersisa dalam kontak dengan tanah lembab atau basah atau media tumbuh, maka kemungkinan adalah bahwa buah-buahan akan menjadi berjamur atau busuk. Tentu saja, ini bisa diatasi dengan menumbuhkan stroberi pada mulsa jerami, atau meletakkan jerami di atas permukaan media tanam.

Tumbuh dari Transplantasi dan anakan stolon

tubuh stroberi dari anakan stolon adalah masalah sedikit berbeda. Bibit atau anakan tidak akan menyukai kondisi panas seperti yang disukai tanaman dewasa, sehingga setiap transplantasi atau tanaman muda akan mendapat manfaat bila ditempatkan di dalam kantong plastik transparan atau pelindung kelembaban. Tingkat kelembaban akan perlu dijaga cukup tinggi sampai tanaman telah membentuk akar mereka.

 

Sumber : https://carabudidaya.co.id/