Oppo Reno S Bakal Dibekali Baterai Besar?

Oppo Reno S Bakal Dibekali Baterai Besar

Oppo Reno S Bakal Dibekali Baterai Besar?

Oppo Reno S Bakal Dibekali Baterai Besar
Oppo Reno S Bakal Dibekali Baterai Besar

Oppo disebut bakal merilis smartphone baru. Pasalnya, brand teknologi itu

diketahui tengah mempersiapkan perangkat Reno S. Adapun hal ini diketahui dari sertifikasi yang beredar.

Melansir dari laman GSMArena (17/01), muncul sertifikasi dengan kode CPH2015 yang tak lain Oppo Reno S. Kabarnya, perangkat Reno S secara khusus di Indonesia, sementara di India bakal bernama Oppo A31.

Lembar sertifikasi mengungkap, Reno S bakal ditenagai oleh chipset

MediaTek. Adapun prosesor 2GHz ini mendukung kapasitas baterai 4230mAh yang cukup besar. Selain itu, terkuak pula ponsel Reno S mendukung koneksi LTE dan Bluetooth 5.0.

Baca juga: Oppo F15 Debut di India

Disisi sistem antarmuka, tetap menggunakan UI milik Oppo sendiri, yakni ColorOS 6.1.2. Dengan begitu, kemungkinan ponsel bakal menjalankan Android Pie. Kabarnya, juga bakal menerima update ColorOS 7.

Sementara, di FCC mengungkap Reno S akan mengusung layar water drop.

Tentunya ini berbeda dengan Reno series lainnya yang mengusung sirip hiu atau kamera pop-up. Disisi bawah, diprediksi ada Port USB dan jack audio 3,5.

Sayangnya, informasi yang beredar masih sangat terbatas. Selain itu, belum ada konfirmasi dari pihak Oppo terkait kehadiran Reno S di Indonesia. Kita tunggu saja.

 

Baca Juga :

Huawei Kirimkan 240 Juta Ponsel selama 2019

Huawei Kirimkan 240 Juta Ponsel selama 2019

Huawei Kirimkan 240 Juta Ponsel selama 2019

Huawei Kirimkan 240 Juta Ponsel selama 2019
Huawei Kirimkan 240 Juta Ponsel selama 2019

Huawei mengalami tahun yang sangat penting di tahun 2019, memperkenalkan ponsel lipat Mate X dan dua smartphone terbaik di pasaran, P30 Pro dan Mate30 Pro.

Terlepas dari perang dagang dengan AS, perusahaan berhasil meningkatkan pengirimannya di seluruh dunia. Selama 2019, Huawei mengklaim mengirimkan 240 juta ponsel di seluruh dunia, dimana 6,9 jutanya adalah perangkat 5G.

Dari angka itu, jajaran P-series dan Mate-series meningkatkan jumlahnya hingga 50% setiap tahun.

Xu Zhijun, ketua Huawei Technologie, mengungkapkan perusahaan

memproyeksi perolehan pendapatan penjualan sekitar CNY850 miliar atau setara lebih dari Rp1.685 triliun, yang merupakan kenaikan 18% YoY.

Bisa dibayangkan, angka itu akan jauh lebih besar jika pemerintah AS tidak menekan perusahaan-perusahaan Amerika untuk berhenti berdagang dengan pabrikan Cina.

Tidak mengherankan, hasil keuangan perusahaan memang tidak seperti yang diproyeksi, tetapi Huawei berhasil bertahan dan siap untuk maju.

Xu Zhijun mengungkapkan target perusahaan pada tahun 2020 adalah untuk

mengembangkan lebih jauh ekosistem Huawei Mobile Service sebagai alternatif dari solusi Google sehingga tidak harus bergantung pada mitra dari negara lain.

Alasan Huawei berkinerja buruk dalam dua belas bulan terakhir adalah

kurangnya Layanan Google di smartphone Huawei terbaru, yang sangat tidak menarik bagi pelanggan di negara maju seperti Eropa Barat.

Perusahaan juga mengungkapkan mereka berhasil menjual lebih dari 2 juta unit Huawei Watch GT2 hanya dalam tiga bulan sejak pengenalan wearable device.

 

Sumber :

https://poekickstarter.com/

Apakah Konektivitas yang Lebih Cepat dengan 5G memicu Serangan yang Lebih Cepat?

Apakah Konektivitas yang Lebih Cepat dengan 5G memicu Serangan yang Lebih Cepat

Apakah Konektivitas yang Lebih Cepat dengan 5G memicu Serangan yang Lebih Cepat?

Apakah Konektivitas yang Lebih Cepat dengan 5G memicu Serangan yang Lebih Cepat
Apakah Konektivitas yang Lebih Cepat dengan 5G memicu Serangan yang Lebih Cepat

Seiring dengan perjalanan Indonesia melakukan transformasi digital

memasuki era Industri 4.0, implementasi 5G sudah sepantasnya menjadi bagian dari rencana itu. Hal ini tak mengejutkan, karena riset Canalys baru-baru ini menyebutkan bahwa Indonesia merupakan salah satu pasar smartphone dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara. Jaringan 5G yang memiliki latensi rendah dan badnwidth super tinggi diperkirakan dapat menangani hingga satu juta perangkat per kilometer persegi. Angka ini cukup signifikan karena berdasarkan perkiraan IDC pada 2025 nanti akan ada 41,6 miliar perangkat IoT (Internet of Things) yang terhubung di seluruh dunia.

Namun, manfaat yang didapat dari jaringan 5G juga dapat digunakan untuk

melakukan berbagai tindakan kejahatan. Volume dan kecepatan aliran data yang tinggi pada jaringan 5G serta peningkatan jumlah perangkat yang diperkirakan akan terhubung pada jaringan ini, memberikan peluang yang lebih besar bagi para pelaku kejahatan siber untuk meluncurkan serangan mereka. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bagi aparat, pembuat kebijakan, dan penyedia layanan di seluruh dunia.

Gelombang Kerentanan Baru di Jaringan 5G

IoT telah berkembang pesat, mulai dari penemuan pemanggang roti yang

dapat dikendalikan melalui Internet pada 1990, perangkat smart home yang terhubung ke Internet seperti Alexa dari Amazon, dan termasuk saat ini, sistem yang mengendalikan infrastruktur publik seperti jaringan listrik. Seiring dengan upaya Indonesia untuk mendorong dan mengimplementasikan inisiatif smart city, satu hal yang tidak berubah: perangkat IoT akan terus menjadi perangkat yang paling sering dieksploitasi karena belum adanya regulasi industri IoT. Fakta bahwa banyak produsen yang masih memproduksi perangkat IoT tanpa mempertimbangkan aspek keamanan, ditambah dengan miliaran perangkat IoT yang tidak memiliki perlindungan keamanan yang dibutuhkan, membuat para pelaku kejahatan memiliki banyak peluang untuk meluncurkan serangan tanpa harus mengeluarkan biaya yang mahal.

 

Sumber :

https://mlwcards.com/

Waspada, Iming-Iming Upgrade & Download Aplikasi FaceApp Pro

Waspada, Iming-Iming Upgrade & Download Aplikasi FaceApp Pro

Waspada, Iming-Iming Upgrade & Download Aplikasi FaceApp Pro

Waspada, Iming-Iming Upgrade & Download Aplikasi FaceApp Pro
Waspada, Iming-Iming Upgrade & Download Aplikasi FaceApp Pro

Waspada, Iming-Iming Upgrade Aplikasi FaceApp Pro – Beberapa waktu belakangan ini, aplikasi untuk mengedit wajah menjadi nampak labih tua bernama FaceApp sedang naik daun dan populer di kalangan pengguna smartphone baik untuk iOS maupun Android.

Namun rupanya, kepopuleran aplikasi besutan startup asal Rusia ini di manfaatkan oleh sejumlah kriminal dunia maya untuk menjerat korban. Modusnya, pengguna di iming-imingi untuk mengupgrade aplikasi mereka ini menjadi FaceApp Pro.
Muat Lebih

Waspada, Hacker Bisa Ambil Alih Akun TikTok Lewat Celah IniApple Bersedia Membayar Rp 14 M Bagi Penemu Bug di Perangkat MerekaKetahuan Kumpulkan Data, Google Tendang Avast & AVG dari Chrome Web Store

Pengguna yang tidak waspada, akan dengan mudah terjebak dengan rayuan

ini. Imbasnya, ketika pengguna menginstall FaceApp Pro abal-abal ini, maka akan di domplengi dengan malware yang tentu sangat berbahaya bagi perangkat yang digunakan.

Menurut laporan yang dikeluarkan oleh peneliti kemanan digital ESET, jika anda mengetikan kata kunci “FaceApp Pro” di mesin pencarian Google, akan muncul jutaan hasil yang menampilkan isi sesuai dengan deskripsi pencarian tersebut.

Jika pengguna ingin mencari aplikasi mod, untuk FaceApp Pro secara gratisan di Internet di khawatirkan akan terjebak di salah satu situs yang nemawarkan aplikasi edit wajah versi Pro yang palsu.

Dari sejumlah temuan yang di laporkan oleh pihak ESET, menunjukkan bahwa para kriminal cyber ini menggunakan dua cara yang digunakan untuk menipu korban demi meraup pundi-pundi uang melalui versi “FaceApp Pro” abal-abal.
Baca Juga : Bos Telegram Sarankan Pengguna Uninstall WhatsApp. Ini Alasannya

Pertama, penipu atau scammer akan mengarahkan pengguna untuk masuk

kesitus “FaceApp Pro” yang palsu dan sudah di desain sedemikian rupa scammer. Ada juga hasil pencarian di google yang mengarahkan pengguna untuk menonton video di YouTube dengan embel-embel “FaceApp Pro”.

Yudhi Kukuh, selaku IT Security Consultant ESET Indonesia, menjelaskan ” Dunia maya memiliki dua sisi yang berlawanan, sesuatu yang kita anggap menyenangkan ternyata bisa membahayakan,”

“Berdasarkan pengalaman, hyper pasti menarik scammer, dan semakin besar sensasinya, maka semakin tinggi risiko korban penipuan jatuh.” jelas Yudi

Karena itu, menurut Yudi, ketika mengikuti sesuatu yang sedang hype atau

sedang tren, maka “pengguna harus ingat untuk tetap pada prinsip-prinsip dasar keamanan seperti selalu mengunduh apps di tempat resmi yang telah disediakan”. jelas Yudi lebih lanjut seperti di kutip dari laman Liputan6.

 

Baca Juga :

Kapan iPhone 11 Rilis ?, Ini Analisa dan Perkiraan Tanggalnya

Kapan iPhone 11 Rilis , Ini Analisa dan Perkiraan Tanggalnya

Kapan iPhone 11 Rilis ?, Ini Analisa dan Perkiraan Tanggalnya

Kapan iPhone 11 Rilis , Ini Analisa dan Perkiraan Tanggalnya
Kapan iPhone 11 Rilis , Ini Analisa dan Perkiraan Tanggalnya

Setelah sekian lama di nanti, akhirnya teka teki kapan iPhone 11 rilis sedikit demi sedikit mulai terkuak. Pasalnya pihak Apple dikabarkan akan segera merilis iPhone 11 pada September 2019 mendatang.

Kendati demikian, sejauh ini belum ada kepastian kapan tanggal dan waktu

yang tepat terkait perilisan seri iPhone terbaru ini.
Muat Lebih

Oppo F15 Resmi Dirilis, Intip Spesifikasi dan Harganya disiniBeberapa Aksesori Smartphone yang Bakal Tren di 2020 IniRealme 5i, Harga Cuma Sejutaan RAM 3GB dan 4 Kamera

Namun, sudah menjadi kebiasaan pihak Apple yang selalu memilih bulan September sebagai bulan favorit Apple untuk meluncurkan iPhone maupun Apple Watch generasi terbarunya.

Selain itu, sistem operasi iOS versi baru yang biasanya dipamerkan di ajang Apple WWDC di bulan yang sama, maka kemungkinan besar bulan September ini juga akan di pilih Apple untuk merilis iPhone 11.
Baca Juga : Usung Kamera 48MP dan Tanpa Notch, Ini Spesifikasi Asus Zenfone 6

Sementara untuk tanggal pastinya, ini yang masih menjadi misteri dan banyak

pihak yang menduga-duga kapan iPhone 11 ini akan di rilis ke publik.

Dalam analisa yang di muat dalam laman 9to5Mac, di jelaskan jika pihak Apple selalu mengadakan acara di minggu kedua bulan September, tepatnya pada Selasa atau Rabu.

Selain kebiasaan tersebut, perusahaan pimpinan Tim Cook tersebut juga selalu menghindari tanggal 11 September untuk membuat acara pada setiap tahunnya.

Misalnya saja, saat peluncuran iPhone X tahun lalu di lakukan pada Rabu, 12

September 2018, Selasa, 12 September 2017 peluncuran iPhone 8, Rabu, 7 September 2016 peluncuran iPhone 7 dan pada Rabu, 9 September 2015 di pilih sebagai hari peluncuran iPhone 6s.

 

Sumber :

https://nashatakram.net/clash-of-lords-apk/

Call of Duty: Mobile Akan Sambangi Android dan iOS Oktober 2019

Call of Duty Mobile Akan Sambangi Android dan iOS Oktober 2019

Call of Duty: Mobile Akan Sambangi Android dan iOS Oktober 2019

Call of Duty Mobile Akan Sambangi Android dan iOS Oktober 2019
Call of Duty Mobile Akan Sambangi Android dan iOS Oktober 2019

Teka-teki akan kehadiran game bergenre first-person shooter (FPS) Call of Duty (CoD) untuk versi mobile akhirnya terjawab sudah.

Activision, selaku pengembang game tersebut dikabarkan akan segera merilis game ini untuk platform Android dan iOS pada awal Oktober 2019 mendatang.
Muat Lebih

Turnamen Free Fire Master League Season I Siap digelar, Berhadiah Rp 1,2 MTerjun kedunia E-Sports, Ariel Noah Bentuk Tim Bernama The PillarsDaftar Game Terbaru yang Akan Rilis Januari 2020

Mengutip dari laman blog resmi mereka, Game ini nantinya akan berjudul Call

of Duty: Mobile, merupakan hasil kerja sama Activision dengan raksasa game Tencent, akan siap dimainkan di preangkat mobile pada tepat pada 1 Oktober 2019 mendatang.

“Game yang sangat dinantikan, Call of Duty: Mobile, akan diluncurkan di seluruh dunia pada 1 Oktober 2019,” jelas pihak Activision dalam informasi yang mereka rilis dalam laman resmi blog mereka.
Baca Juga : Terkuak, Inilah Alasan Mengapa di Game Free Fire Tak Ada Pintu

Ini merupakan kabar gembira bagi penggemar game mobile. Karena pemain akan di sajikan ragam pilihan menarik dalam memilih game untuk di mainkan di perangkat mobile, khususnya game dengan genre sejenis.

Lantas, apa perbedaan game Call of Duty: Mobile dengan versi Desktop atau

konsol ? Fitur-fitur apa yang akan disuguhkan oleh pengembang ?

Masih melansir dari laman blog mereka, pihak pengembang nantinya akan menyuguhkan permainan dengan beberapa mode permainan. Beberapa di antaranya adalah mode multiplayer (co-op) dan battle royale.

Dengan adanya mode battle royale ini , Call of Duty: Mobile diprediksi akan

menjadi game pesaing PUBG Mobile yang mengusung konsep yang sama.

Di mana dalam mode ini, 100 orang akan bertahan hidup dengan berperang di dalam satu peta (map), hingga satu orang atau satu tim akan keluar sebagai pemenangnya.

 

Sumber :

https://id.karinov.co.id/2020/01/fungsi-fakta-ilmiah-teks-eksplanasi.html

Ini Tren Perdagangan Digital di Tahun 2019

Ini Tren Perdagangan Digital di Tahun 2019

Ini Tren Perdagangan Digital di Tahun 2019

Ini Tren Perdagangan Digital di Tahun 2019
Ini Tren Perdagangan Digital di Tahun 2019

Pertumbuhan industri perdagangan digital di tanah air semakin menjanjikan di

tahun ini. McKinsey memprediksi pertumbuhan e-commerce di Indonesia meningkat delapan kali lipat. Pada tahun 2017, total pembelanjaan online mencapai USD 8 miliar, angka ini akan tumbuh menjadi USD 55 miliar hingga 65 miliar di 2020.

Selain itu, McKinsey juga memprediksi penetrasi belanja online masyarakat

Indonesia juga akan meningkat menjadi 83% dari total pengguna internet.

Menurut Indra Yonathan, Country Head of ShopBack Indonesia, mengatakan bahwa tahun 2019 industri perdagangan digital di Indonesia akan lebih berwarna. “Tahun ini pelaku e-commerce semakin gencar menghadirkan inovasi untuk menggaet konsumen baru dan mempertahankan konsumen lama,” jelas Yonathan melalui surel resmi yang diterima Selular.

Yonathan menambahkan, peraturan pajak ecommerce yang dikeluarkan

kementerian keuangan melalui PMK-210 yang efektif pada 1 April mendatang, memang masih mendatangkan pro-kontra bagi para pelaku e-commerce. “Namun, jika peraturan ini disosialisasikan dengan baik dan diterapkan secara adil, tentunya ini akan memperjelas laju industri e-commerce di Indonesia.”

Sementara itu, sebagai platform aggregator e-commerce, ShopBack pun melihat beberapa hal yang akan menjadi sorotan di dunia perdagangan digital di Indonesia pada 2019, sebagai berikut:

Transaksi melalui perangkat mobile meningkat
Sosial media commerce masih ada namun cenderung menurun
Logistik berbenah
Rambah kota-kota luar Pulau Jawa
Metode pembayaran agnostik lebih diminati
Semakin banyak platform e-commerce menawarkan Cashback ke e-wallet mitra

 

Baca Juga :

Nokia Ternyata Siapkan Tablet dan Smartwatch

Nokia Ternyata Siapkan Tablet dan Smartwatch

Nokia Ternyata Siapkan Tablet dan Smartwatch

Nokia Ternyata Siapkan Tablet dan Smartwatch
Nokia Ternyata Siapkan Tablet dan Smartwatch

HMD Global sebagai pemegang linsensi Nokia, dikabarkan sedang

menyiapkan jam tangan pintar dan tablet. Sebenarnya HMD (Global) sempat mengembangkan tablet, smartwatch, dan lainnya. Akan tetapi hal itu dibatalkan.

Menurut pihak Nokia, pasar tablet memang tidak terlalu menjanjikan, namun

smartwatch sebenarnya menarik. Hal ini diketahui dari akun Twitter @nokia_anew yang sering memberikan bocoran terkait perangkat baru yang akan dikeluarkan Nokia.

Dilaporkan Gadget Wearables, jika berkaca dari kicauannya, Nokia sepertinya mencoba masuk di pasar tablet yang tengah lesu kondisi pasar tablet sedang dalam keadaan stagnan pada kuartal tiga tahun lalu.

Sedangkan di sisi lain, pasar jam tangan pintar diproyeksikan akan mengalami

pertumbuhan paling besar ketimbang perangkat wearable lainnya.

Menurut IDC, jumlah pemakaian jam tangan pintar di seluruh dunia pada 2022 mendatang ditaksir mencapai 120,8 juta unit. Di samping itu, pasar smartwatch diprediksi akan tumbuh lebih pesat ketimbang wearables lain seperti smartband.

 

Sumber :

https://www.artstation.com/ahmadali88/blog/WA3z/titanium-backup-pro-apk-mod

Pengguna Mobile Ticketing Diprediksi Mencapai 1,9 Miliar Pada 2023

Pengguna Mobile Ticketing Diprediksi Mencapai 1,9 Miliar Pada 2023

Pengguna Mobile Ticketing Diprediksi Mencapai 1,9 Miliar Pada 2023

Pengguna Mobile Ticketing Diprediksi Mencapai 1,9 Miliar Pada 2023
Pengguna Mobile Ticketing Diprediksi Mencapai 1,9 Miliar Pada 2023

Berkat ekosistem digital yang semakin berkembang, pasar mobile ticketing diprediksi bakal mencapai 1,9 miliar pengguna pada 2023. Tren peningkatan itu, utamanya didorong oleh inisiatif transportasi kota pintar dan keterlibatan beragam event olahraga.

Laporan lembaga riset Juniper Research, menunjukkan pengguna tiket mobile

akan meningkat dari 1,1 miliar pada 2019, sementara jumlah total pengguna tiket digital di seluruh online, bakal menembus 2,2 miliar pengguna pada akhir periode perkiraan.

Perusahaan riset tersebut menemukan bahwa tiket digital sudah menjadi pendorong utama Mobility-as-a-Service (MaaS), yang disebut akan menjadi “pilar utama inisiatif transportasi kota pintar”.

Sekitar 60 persen dari semua pelanggan tiket digital akan menggunakan metro dan tiket kereta api dalam empat tahun, tambah penelitian itu.

Pembelian tiket digital juga menjadi standar baru dalam olahraga, dengan

penggemar diprediksi menghabiskan USD 23 miliar melalui ponsel pada 2023, naik dari USD 14 miliar pada 2019.

Penyerapan akan didorong oleh peningkatan penggunaan aplikasi oleh tim untuk keterlibatan penggemar, dengan banyak tim pada 2018 beralih ke sistem selular, melibatkan hampir 80 juta pengguna tiket olahraga.

“Munculnya aplikasi tim olahraga berarti bahwa vendor tiket harus menyediakan tools yang efektif untuk aplikasi tiket. Tanpa ini, vendor mapan akan menemukan diri mereka tergeser oleh solusi tiket yang lebih baru, khususnya olahraga, ”komentar Nick Maynard, penulis laporan.

Dengan penyerapan tiket digital yang meningkat signifikan, Juniper Research

menambahkan bahwa chatbots sebagai saluran pengiriman untuk vendor tiket juga akan tumbuh. Pada 2023, pengguna diprediksi mengakses chatbots lebih dari 4 miliar kali untuk keperluan tiket.

 

Sumber :

https://ppidkabbekasi.id/notific-pro-apk/

RedDoorz Dapat Kucuran Dana Rp1,6 Triliun

RedDoorz Dapat Kucuran Dana Rp1,6 Triliun

RedDoorz Dapat Kucuran Dana Rp1,6 Triliun

RedDoorz Dapat Kucuran Dana Rp1,6 Triliun
RedDoorz Dapat Kucuran Dana Rp1,6 Triliun

RedDoorz, platform pemesanan dan manajemen hotel, mengumumkan bahwa mereka mendapatkan pendanaan awal sebesar US$115 juta atau sekitar Rp1,6 triliun dari keseluruhan pendanaan Seri C.

Pendanaan ini dipimpin oleh Asia Partners, sebuah perusahaan ekuitas yang

didirikan sejumlah eksekutif senior, tidak hanya itu, dua investor terkemuka lainnya, Rakuten Capital dan Mirae Asset-Naver Asia Growth Fund, juga bergabung dalam putaran pendanaan ini. Investor sebelumnya, Qiming Venture Partners dan International Finance Corporation (IFC) juga kembali memberikan dukungannya dengan ikut berpartisipasi.

Dengan adanya pendanaan Seri C ini, RedDoorz telah mengumpulkan

pendanaan sekitar US$ 140 juta sejak peluncuran pertamanya di tahun 2015. Investasi Seri C startup ini dimulai tidak lama setelah RedDoorz mengumumkan pendanaan Seri B pada bulan April 2019 sebesar US$45 juta.

Amit Saberwal, Founder dan CEO RedDoorz mengatakan, perusahaan menyambut dengan baik bergabungnya para investor baru yang berpengalaman dengan misi membangun RedDoorz sebagai brand perjalanan terjangkau dengan dukungan teknologi terdepan di Asia Tenggara.

 

“Babak baru pendanaan ini merupakan bukti pertumbuhan bisnis kami yang

kuat dan posisi kepemimpinan pasar yang mampu kami bangun selama beberapa tahun terakhir. RedDoorz beroperasi di beberapa pasar paling dinamis di dunia dan kami melihat peluang yang luar biasa untuk terus mengembangkan platform kami dan berekspansi ke pasar baru,” ujar Amit Saberwal.

 

Baca Juga :