Manakah yang benar Ustadz atau Ustaz

Manakah yang benar Ustadz atau Ustaz

Manakah yang benar Ustadz atau Ustaz

Manakah yang benar Ustadz atau Ustaz
Manakah yang benar Ustadz atau Ustaz

“Dunia hiburan kini sedang diramaikan berita tentang Ustadz Solmed yang akan melangsungkan pernikahan dengan seorang pemain sinetron.” Memang tokoh yang bernama asli Shaleh Mahmud ini sedang naik daun dan menjadi sorotan publik akhir-akhir ini. Namun, tulisan di sini tidak akan mengupas perihal mengenai tokoh yang terkenal humoris dan gaul dalam acara-acara agama di televisi ini. Penulis akan mencoba mengupas penggunaan kata ustadz pada kalimat pertama di atas.

Kata ustadz sering digunakan untuk menyebut seorang laki-laki yang ahli di bidang agama. Secara wajar, barangkali orang-orang tidak akan mempermasalahkan kata ustadz dalam kalimat di atas. Penulis sering menemukan penggunaan kata ustadz di sekolah-sekolah atau di masjid. Penulisan kata ustadz mungkin sudah diyakini benar oleh beberapa orang sehingga penggunaan sering ditemukan di kehidupan sehari-hari. Namun, penulisan ustadz ternyata salah karena tidak baku dan menyalahi aturan penyerapan bahasa.

Penulisan yang benar dan baku adalah ustaz. Kata ustaz merupakan hasil serapan dari bahasa Arab. Kata ustadz tidak baku karena konsonan < dz > tidak dikenal dalam sistem ejaan bahasa Indonesia. Di dalam kaidah ejaan bahasa Indonesia, huruf zal dari bahasa Arab diubah menjadi huruf z dalam bahasa Indonesia sehingga yang benar bukanlah ustadz, melainkan ustaz.

Aturan ini juga berlaku untuk penulisan ustadzah yang masih sering ditulis oleh banyak orang. Sesuai aturan di atas, penulisan yang tepat adalah ustazah. Aturan ini berlaku untuk semua kata yang diserap dari bahasa Arab. Contoh kasus lainnya adalah penggunaan kata adzan. Dalam siaran televisi, penulis masih sering menemukan kata adzan. Kata ini jelas tidak baku, dan yang baku adalah azan. Dengan memahami aturan penyerapan bahasa, diharapkan masyarakat dapat menggunakan kata-kata yang baku dan tepat.

Baca Juga :

Pengertian Nilai Sosial

Pengertian Nilai Sosial

Pengertian Nilai Sosial

Pengertian Nilai Sosial

Pengertian Nilai Sosial

Nilai merupakan sesuatu yang baik, yang diinginkan, dicita-citakan, dan dianggap penting oleh warga masyarakat. Berbagai rumusan yang telah dikemukakan oleh para sosiolog tentang nilai sosial sebagai berikut.
  1. Young merumuskan nilai sosial, yaitu sebagai asumsi-asumsi yang abstrak dan sering tidak disadari tentang apa yang benar dan apa yang penting.
  2. Green, melihat nilai sosial itu sebagai kesadaran yang secara relatif berlangsung disertai emosi terhadap objek, ide, dan orang perorangan.
  3. Woods, menyatakan bahwa nilai sosial merupakan petunjuk-petunjuk umum dan telah berlangsung lama yang mengarah pada tingkah laku dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan pendapat tersebut, dapat dirumuskan bahwa nilai sosial adalah petunjuk secara sosial terhadap objek-objek, baik bersifat material maupun nonmaterial. Dengan susunan ini nilai harga diri masing-masing yang diukur dan ditempatkan dalam suatu struktur berdasarkan ranking yang ada dalam masyarakat tertentu sifatnya abstrak. Apabila sikap dan perasaan tentang nilai sosial diikat bersama dalam suatu sistem, disebut sebagai sistem nilai sosial.

Wujud Nilai Dalam Kehidupan

Wujud nilai dalam kehidupan itu merupakan sesuatu yang berharga sebab dapat membedakan yang benar dan yang salah, yang indah dan yang tidak indah, dan yang baik dan yang buruk. Wujud nilai dalam masyarakat berupa penghargaan, hukuman, pujian, dan sebagainya. Sumber dari nilai tersebut adalah hal-hal yang berhubungan dalam masyarakat.
Pada prinsipnya nilai dari seseorang dapat dipelajari sejak masa kanakkanak melalui proses sosiologi, dan dapat dipelajari melalui pengalaman hidup sehari-hari. Pengalaman hidup ini ada yang tertanam dalam diri anggota masyarakat, tetapi ada pula yang bersifat sementara.

Nilai merupakan tujuan yang ingin dicapai.

Nilai sosial ditentukan berdasarkan ukuran, patokan, anggapan, dan keyakinan yang dianut oleh masyarakat dalam suatu lingkungan kebudayaan tertentu tentang apa yang pantas, luhur, dan baik, yang berdaya guna fungsional demi kebaikan hidup bersama.

Sosiologi merumuskan nilai sosial berdasarkan data yang ditemukan di dalam masyarakat.

Data itu diangkat dari pengalaman orang banyak, baik dari masa lampau maupun masa sekarang. Anggota masyarakat tentu mengalami sendiri atau bersama-sama, daya guna, gotong-royong, musyawarah, jembatan layang, lalu lintas, taman hiburan, dan sebagainya. Mereka menghargainya, baik secara terang-terangan, maupun diam-diam. Penghargaan yang mereka berikan itulah yang disebut nilai sosial.
Pengalaman ini sering bertukar, kalau ada pengalaman baru yang dapat memberikan kepuasan yang lebih besar mereka menyusun asumsi bahwa apa yang benar dan penting itu merupakan sesuatu yang abstrak, dan sering tidak disadari. Pengalaman itu dapat ditularkan oleh orang seorang atau grup lain dalam masyarakat dengan tingkat intensitas yang beraneka ragam. Penularan ini merupakan faktor penting dalam pembentukan pribadi seseorang di masyarakat.

Pengertian Akulturasi, Sinkretisme, Milanarisme dan adaptasi

Pengertian Akulturasi, Sinkretisme, Milanarisme dan adaptasi

Pengertian Akulturasi, Sinkretisme, Milanarisme dan adaptasi

Pengertian Akulturasi, Sinkretisme, Milanarisme dan adaptasi

Akulturasi

Akulturasi adalah proses perubahan yang di dalamnya terjadi penyatuan budaya-budaya yang berbeda. Hal itu terjadi apabila suatu unsur kebudayaan tertentu dari masyarakat berhadapan dengan unsur kebudayaan dari masyarakat lain, sehingga unsur-unsur kebudayaan asing itu diserap ke dalam kebudayaan penerima tanpa menghilangkan kepribadian kebudayaan penerima. Misalnya kebudayaan Hindu memasuki kebudayaan Bali menjadi kebudayaan Hindu Bali. Unsur kebudayan Bali tidak hilang walaupun dimasuki oleh budaya Hindu.

Sinkretisme

Sinkretisme adalah suatu proses terjadinya pertemuan dua buah kebudayaan dan tidak menghilangkan jati diri masing-masing. Sinkretisme berbeda dengan akulturasi. Bedanya, sinkretisme tidak menghasilkan kebudayaan baru, tetapi kebudayaan lama mengalami penyesuaian.

Milanarisme

Milanarisme/mesianisme adalah suatu gerakan rakyat yang timbul atas kepercayaan bahwa seorang tokoh akan datang untuk membebaskan orang dari segala penderitaan/kesengsaraan. Contoh: Gerakan Ratu Adil

Adaptasi

Adaptasi adalah suatu proses perubahan kebudayaan sesuai dengan lingkungan. Teks Eksposisi Macam-macam proses adaptasi sebagai berikut.

  1. Adaptasi Evolusioner : Adaptasi Evolusioner adalah perubahan kebudayaan dalam masyarakat yang berlangsung lama dari tingkat tinggi ke tingkat yang lebih rendah.
  2. Evolusi Konvergensi : Evolusi konvergensi adalah berkembangnya adaptasi dalam kondisi lingkungan yang sama oleh bangsabangsa dengan latar belakang kebudayaan yang sangat berbeda.
  3. Evolusi Paralel : Hampir sama dengan evolusi konvergensi. Bedanya adalah berkembangnya adaptasi dalam lingkungan yang sama dan dengan latar belakang kebudayan yang agak sama pula.
  4. Daerah Kebudayaan : Daerah kebudayaan atau culture area merupakan suatu gabungan yang dilakukan oleh ahli-ahli antropologi terhadap suku-suku bangsa yang memiliki kebudayaan dari beberapa unsur yang sama dan arti yang menyolok.
  5. Pola Adaptasi Kebudayaan : Pola adaptasi kebudayaan merupakan suatu pola adaptasi masyarakat agar mampu hidup dan menjaga kelangsungan keberadaannya sesuai dengan situasi dan kondisi suatu daerah tertentu.

Bentuk Interaksi Sosial

Bentuk Interaksi Sosial

Bentuk Interaksi Sosial

Bentuk Interaksi Sosial
Beberapa proses sosial dasar yang merupakan bentuk interaksi sosial menurut Soerjono Soekanto, yaitu adanya kerja sama, persaingan, konflik, akomodasi, dan asimilasi.

a. Kerja Sama/Kooperasi

Kerja sama dirumuskan sebagai bekerja bersama, menuju tujuan bersama. Apabila dua orang atau lebih atau grup bekerja atau bertindak bersama dalam mengejar tujuan bersama maka telah terbentuk kooperasi. Dengan demikian jumlah sumbangan interaksi para partisipan kurang penting dalam memahami kooperasi sebagai proses sosial.

b. Persaingan (Kompetisi)

Persaingan merupakan suatu proses sosial di mana orang seorang atau kelompok-kelompok manusia bersaing mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan yang pada suatu masa menjadi pusat perhatian dari publik dengan cara mempertajam prasangka yang telah ada tanpa mempergunakan ancaman atau kekerasan.

c. Konflik/Pertikaian/Pertentangan

Pertikaian ialah suatu proses sosial di mana orang seorang atau kelompok manusia, berusaha memenuhi tujuan dengan jalan memandang pihak lawan dengan ancaman atau kekerasan.

d. Akomodasi

Akomodasi ini juga disebut sebagai kooperasi antagonistik. Dengan demikian, akomodasi dapat dipandang sebagai proses interaksi sosial yang menghasilkan interaksi sosial, atau sebagai suatu jalan keluar untuk mengatasi persaingan dan konflik yang ada.

Beberapa bentuk akomodasi antara lain sebagai berikut.
  1. Kompromi : Di dalam kompromi, setiap pihak setuju untuk membuat konsesi yang memungkinkan mereka mencapai persetujuan. Hal ini dapat berlanjut sampai semua pihak puas.
  2. Arbitrasi : Perselisihan dan konflik antara dua pihak yang sulit diatasi dengan kompromi, sering diatasi dengan arbitrasi. Di sini pihak ketiga, baik yang dipilih dan ditentukan oleh kedua belah pihak, maupun badan yang lebih tinggi dari kedua belah pihak itu diminta bantuannya.
  3. Coercion :  yaitu suatu bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan oleh suatu paksaan, di mana salah satu pihak berada dalam keadaan lemah sekali dibandingkan dengan pihak lawan.
  4. Conciliation : yaitu suatu usaha untuk memperhatikan keinginankeinginan pihak-pihak yang berselisih untuk mencapai suatu persetujuan.
  5. Stalemate :  yaitu suatu akomodasi di mana pihak-pihak yang bertentangan karena mempunyai kekuatan yang seimbang, berhenti pada suatu titik tertentu dalam melakukan pertentangan.
  6. Konversi : Dalam bentuk akomodasi ini, satu dari pihak-pihak yang terlibat konflik menerima aspek-aspek tertentu dari pandangan-pandangan pihak yang lain. Konversi ini sering dihubungkan dengan kepercayaan agamawi.
  7. Toleransi : Dalam toleransi manusia menerima hak dari setiap orang atau pihak lain untuk berbeda pendapat. Di sini dibutuhkan saling pengertian. Bentuk akomodasi seperti ini kadang-kadang baru berhasil dengan baik setelah kompromi dan konvensi gagal.
  8. Truce : Ini merupakan suatu persetujuan untuk menghentikan interaksi yang bersifat konflik atau persaingan untuk suatu periode waktu yang ditentukan.
  9. Displacement : Cara ini berhubungan dengan usaha mengakhiri konflik, dengan mengalihkan  perhatian pada objek bersama.

 

e. Asimilasi

Asimilasi sebagai suatu proses difusi budaya melalui individuindividu dan grup-grup secara budaya menjadi sama. Rantai Makanan Proses ini terjadi bila dua kebudayaan yang berbeda bertemu dan kebudayaan yang dominan berasimilasi dengan kebudayaan yang lain. Proses asimilasi ditandai dengan pengembangan sikap-sikap yang sama, walaupun kadang-kadang bersifat emosional, bertujuan mencapai kesatuan atau paling sedikit suatu integrasi dalam organisasi, pikiran, dan tindakan.

Beberapa faktor penghambat asimilasi menurut Koentjaraningrat antara lain sebagai berikut.

  • Perbedaan-perbedaan fisik.
  • Perbedaan ekstrem dalam latar belakang budaya, misalnya diskriminasi ras di Afrika Selatan.
  • Prasangka pribadi yang negatif. Misalnya, ada orang tua di Jawa melarang anaknya berpacaran dengan anak luar Jawa karena berprasangka bahwa anak luar Jawa itu pasti akan mempermainkan cinta anak gadisnya.
 Beberapa faktor yang mempermudah asimilasi antara lain sebagai berikut.
  • Toleransi.
  • Suatu sikap yang menghargai orang asing dan kebudayaannya.
  • Persamaan dalam unsur-unsur kebudayaan.
  • Kesempatan-kesempatan di bidang ekonomi seimbang.
  • Sikap terbuka dari golongan yang berkuasa.
  • Adanya musuh bersama dari luar.
  • Adanya perkawinan campuran (amalgamation).

UNJ no Nihongo Gakka no BUNKASAI

UNJ no Nihongo Gakka no BUNKASAI

UNJ no Nihongo Gakka no BUNKASAI
UNJ no Nihongo Gakka no BUNKASAI

UNJ no Nihongo Gakka no BUNKASAI
21-22 November 2009 Kampus A

When Gatot Kaca meet Kamen Rider

Demo masak kare
Demo beladiri bujutsu_kenjutsu
Lomba makan ramen n sliding soba
Lomba Pidato Bhs Jepang
Cosplayer
Lomba Daojinshi
Bazaar
Look like a star
workshop shodo
obakeyashiki n yukata photo stand
games
taiko
best dress audience [male & female]
band performance, and many more

CP Band
Sarah : 0856 9321 6125
Sofa : 0856 9184 4466

CP Stand

Baca Juga :

Peristiwa Gempa

Peristiwa Gempa

Peristiwa Gempa

Peristiwa Gempa
Peristiwa Gempa

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika bahwa gempa bumi tektonik yang mengguncang kawasan  selatan Jawa-Barat pada hari Rabu tanggal 2 September 2009 kemarin, berpusat di 142 km Barat Daya Tasikmalaya Jawa Barat dengan kedalaman 30 km dengan kekuatan gempa 7,3 SR, dirasakan hampir seluruh pulau Jawa.

Di Jakarta, kekuatan gempa mencapai IV Skala MMI (Modified Mercalli Intensity). Sedangkan di Denpasar mencapai III Skala MMI. Gempa tersebut berpotensi tsunami. Namun setelah 1 jam gempa bumi, BMKG mencabut kesiagaan terhadap tsunami. Menurut data yang diperoleh, tsunami memang terjadi, namun sangat kecil. Tercatat di sensor Tide Gauge yang dipasang di Pelabuhan Ratu, Tsunami setinggi 15 cm.  Adapun gempa susulan masih diperkirakan akan terjadi. Masyarakat di wilayah bencana diharapkan untuk tidak panik, dan tetap waspada akan gempa susulan, dan jangan terpengaruh oleh isu-isu yang menyesatkan.

Menurut pakar Geologi ITB Dr Afnimar, gempa Tasikmalaya, Jawa Barat,  bukan merupakan rambatan gempa dari Siberut, Sumatera Barat, yang terjadi pagi hari 09.08 WIB. “Gempa Sumatera memicu gempa di Jawa, secara saintifik tidak masuk akal. Karena lokasinya terlalu jauh”, kata Afnimar yang dihubungi dari Jakarta di Bandung, Rabu malam. Semua kawasan di sepanjang pantai barat Sumatera hingga pantai selatan Jawa sampai pantai selatan Nusa Tenggara berpotensi terjadi gempa karena terletak di tumbukan antara lempeng Eurasia dan lempeng Indo-Australia.

Jadi, masing-masing lokasi di kawasan itu memiliki zona gempa sendiri-sendiri yang tidak saling terkait antara zona satu dengan zona lainnya, “Kebetulan saja terjadi dua gempa yang dirasakan dalam satu hari,” ujar dia.”Gempa itu terjadi jika di suatu lokasi terdapat penumpukan atau akumulasi energi yang sudah tak bisa ditahan lagi oleh titik tersebut. Gempa tersebut bisa saja memicu gempa susulan di sekitarnya, tetapi masih tetap di zona yang sama,” katanya.

Namun ia mengakui, suatu gempa yang besar bisa saja dirasakan hingga ke lokasi yang sangat jauh, misalnya gempa yang berpusat di 142 barat daya Kota Tasikmalaya ini juga dirasakan oleh penduduk Denpasar, Bali.”Gempa itu getarannya bisa saja dirasakan ke seluruh dunia, tapi jika gempanya sangat besar. Kalau gempa Tasikmalaya tentu saja tak akan bisa dirasakan di Amerika Serikat karena terlalu jauh,” kata Afnimar.

Sementara itu, Budi Waluyo, Kepala Stasiun Geofisika Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta, mengatakan bahwa gempa bumi yang melanda kawasan selatan Jawa Barat ini terjadi akibat penunjaman (hujaman) lempeng Indo-Australia terhadap lempeng Eurasia.”Penunjaman itu selama ini terus terjadi sampai sekarang. Jika batuan pada lempeng Eurasia kuat menahan, terkumpul energi besar. Apabila suatu saat tak kuat menahan, energi tersebut lepas sebagai sumber kekuatan gempa. Selanjutnya, dikatakan pula bahwa dari penunjaman lempeng Indo-Australia terhadap lempeng Eurasia,  terjadi pergeseran rata-rata tujuh sentimeter setiap tahun. Menurut dia, Samudra Hindia terutama laut selatan Jawa merupakan kawasan rawan terjadi tsunami. 

Baca :

MENIKAH

MENIKAH

MENIKAH

MENIKAH
MENIKAH

Benarkah menikah didasari oleh kecocokan…

Kalau dua-duanya doyan musik, berarti ada gejala bisa langgeng… Kalau sama-sama suka sop buntut berarti masa depan cerah…(That simple?……..)

Berbeda dengan sepasang sandal yang hanya punya aspek kiri dan kanan, menikah adalah persatuan dua manusia, pria dan wanita. Dari anatomi saja sudah tidak sebangun, apalagi urusan jiwa dan hatinya. Kecocokan, minat dan latar belakang keluarga bukan jaminan segalanya akan lancar.. Lalu apa?

MENIKAH adalah proses pendewasaan. Dan untuk memasukinya diperlukan pelaku yang kuat dan berani. Berani menghadapi masalah yang akan terjadi dan punya kekuatan untuk menemukan jalan keluarnya. Kedengarannya sih indah, tapi kenyataannya?

Harus ada ‘Komunikasi Dua Arah’,
‘Ada kerelaan mendengar kritik’,
‘Ada keikhlasan meminta maaf’,
‘Ada ketulusan melupakan kesalahan’
dan ‘Keberanian untuk mengemukakan pendapat’.

Sekali lagi MENIKAH bukanlah upacara yang diramaikan gending cinta, bukan rancangan gaun pengantin ala cinderella, apalagi rangkaian mobil undangan yang memacetkan jalan.
MENIKAH adalah berani memutuskan untuk berlabuh, ketika ribuan kapal pesiar yang gemerlap memanggil-manggil.
MENIKAH adalah proses penggabungan dua orang berkepala batu dalam satu ruangan di mana kemesraan, ciuman, dan pelukan yang berkepanjangan hanyalah bunga. Masalahnya bukanlah menikah dengan anak siapa, yang hartanya berapa, bukanlah rangkaian bunga mawar yang jumlahnya ratusan, bukanlah perencanaan berbulan-bulan yang akhirnya membuat keluarga saling tersinggung, apalagi kegemaran minum kopi yang sama…

MENIKAH bukan didasari atas kesucian diri, tapi kesucian hati. Apalah artinya MENIKAH apabila tidak suci hati. Diri yang kotor dapat mudah diperbaiki, namun hati yang kotor tak mudah diperbaiki.

MENIKAH adalah proses pengenalan diri sendiri maupun pasangan anda. Tanpa mengenali diri sendiri, bagaimana anda bisa memahami orang lain…?? Tanpa bisa memperhatikan diri sendiri, bagaimana anda bisa memperhatikan pasangan hidup…??

MENIKAH sangat membutuhkan keberanian tingkat tinggi, toleransi sedalam samudra, serta jiwa besar untuk ‘Menerima’ dan ‘Memaafkan’.

Dengan kata lain, MENIKAH merupakan penggabungan dua bagian yang saling berbeda untuk dicari kecocokannya, bagaikan mur dan baut, bukan persamaan yang dangkal, bukan pula persamaan yang terlihat indah di mata. Perbedaan harus dicari kecocokan bukan persamaan. Perpisahaan dengan alasan perbedaan adalah alasan yang naif, dan dibuat-buat.

Baca Juga : 

Sebuah Kisah Tentang Anak Durhaka

Sebuah Kisah Tentang Anak Durhaka

Sebuah Kisah Tentang Anak Durhaka

Sebuah Kisah Tentang Anak Durhaka
Sebuah Kisah Tentang Anak Durhaka

Nyokap saya cuma punya satu mata. Saya benci dia. Dia cuma bikin malu. Nyokap saya mengelola toko kecil di pasar. Dia menjual pupuk. Apa aja buat uang yang kami butuhkan. Hari pertama masuk SD. Itu hari pengenalan dan nyokap saya dateng. Saya malu banget. Kenapa bisa dia ngelakuin ini semua ke saya. Saya melempar pandang kebencian dan berlari. Esok harinya di sekolah. Temen2 saya mengolok2 saya, “nyokap lo cuma punya satu mata?!”. Saya berharap nyokap saya hilang aja dari dunia ini, jadi saya ngomong ke nyokap saya, “Ma, kenapa mama gak punya mata yang satu lagi?!klo mama cuma mau bikin aku jadi bahan ejekan, kenapa mama gak mati aja?!” Nyokap saya gak ngerespon. Saya rasa saya jadi orang jahat, tapi di saat yang sama, saya pikir bagus bahwa saya udah mengatakan apa yang mau saya katakan selama ini…

Mungkin itu karena nyokap saya gak pernah menghukum saya, tapi saya gak pernah mikir bahwa saya udah nyakitin hati dia banget malam itu. Saya terbangun dan pergi ke dapur buat ngambil minum. Nyokap saya lagi nangis disana, sangat lirih, mungkin dia takut tangisannya itu bakal ngebangunin saya. Saya natap dia, terus pergi. Karena hal yang saya katakan sama dia sebelumnya, ada sesuatu yang gak enak di sudut hati saya. Biar begitu, saya benci nyokap saya yang nangis dengan satu matanya. Jadi saya bertekad bahwa saya akan dewasa dan berhasil. Karena saya benci mata-satu nyokap saya dan kemiskinan kami. Lalu saya belajar sangat keras. Saya ninggalin nyokap saya dan pergi ke Seoul dan belajar, dan saya di terima di Universitas Seoul dengan semua kepercayaan diri yang saya punya Terus, saya merit. Saya membeli rumah saya sendiri, kemudian saya punya anak juga. Sekarang saya hidup bahagia sebagai pria yang berhasil. Saya suka disini karena disini adalah tempat yang gak ngingetin saya sama nyokap saya. Kebahagiaan ini jadi makin membesar, ketika kemudian…. apa?!siapa ini?!…itu nyokap saya…masih dengan mata-satunya… saya ngerasa seperti ditimpa langit runtuh, gadis kecil saya lari, takut pada mata nyokap saya dan saya tanya nyokap saya,”anda siapa?!” “saya tidak mengenal anda!!!” saya coba untuk ngomong senormal mungkin, tetapi keliatan menjadi bentakan ke nyokap saya,”berani beraninya anda datang ke rumah saya dan menakut-nakuti anak saya!””PERGI DARI SINI!!SEKARANG!!!!!!!” Nyokap saya cuma menjawab dengan pelan, “Oh, maaf. Mungkin saya salah alamat”, dan dia hilang dari pandangan Terima kasih Tuhan, dia gak ngenalin saya Saya diam-diam bersyukur Saya bertekad bahwa saya gak akan mempedulikan, atau mikirin soal ini seumur hidup saya Kemudian gelombang kenyataan menimpa saya….

Suatu hari, surat undangan reuni sekolah datang ke rumah saya. Jadi, saya bohong sama istri saya bahwa saya mau pergi untuk perjalanan bisnis, kemudian saya berangkat. Setelah reuni, saya kembali ke gubuk tua yang biasa saya sebut rumah..tanpa kecurigaan Disana, saya menemukan nyokap saya jatuh di tanah yang dingin tapi saya gak meneteskan air mata sedikit pun. Dia menggenggam secarik kertas ditangannya…itu surat buat saya…”Anakku…Mama pikir hidup mama sudah terlalu panjang dan mama tidak akan mengunjungi Seoul lagi..tapi apakah terlalu banyak jika mama meminta kamu untuk mengunjungi mama sesekali? Mama sangat kangen sama kamu..dan mama senang sekali ketika dengar kamu datang untuk reuni tapi mama putuskan tidak pergi ke sekolah…untuk kamu…

Dan mama minta maaf bila mama hanya punya satu mata, dan mama hanya membuat kamu malu. Kamu tahu?Waktu kamu masih sangat kecil, kamu mengalami kecelakaan, dan kehilangan mata kamu. Sebagai seorang ibu, mama tidak bisa melihatmu dewasa hanya dengan satu mata…jadi mama memberikan mata mama… Mama sangat bangga dengan anak mama yang bisa melihat seluruh dunia buat mama dengan mata itu. Mama tidak pernah marah dengan segala apapun yang kamu lakukan..setiap kali kamu marah pada mama, mama berpikir, ‘itu karena dia mencintaiku’ “anakku…oh..anakku..” lalu nyokap saya pun meninggal….

Sumber : https://icanhasmotivation.com/

Ada Kasih di Matamu

Ada Kasih di Matamu

Ada Kasih di Matamu

Ada Kasih di Matamu
Ada Kasih di Matamu
Sore itu adalah sore yang sangat dingin di Virginia bagian utara, berpuluh-puluh tahun yang lalu. Janggut si orang tua dilapisi es musim dingin selagi ia menunggu tumpangan menyeberangi sungai. Penantiannya seakan tak berakhir. Tubuhnya menjadi mati rasa dan kaku akibat angin utara yang dingin.
Samar-samar ia mendengar irama teratur hentakan kaki kuda yang berlari mendekat di atas jalan yang beku itu. Dengan gelisah ia mengawasi beberapa penunggang kuda memutari tikungan. Ia membiarkan kuda yang pertama lewat, tanpa berusaha untuk menarik perhatian. Lalu, satu lagi lewat, dan satu lagi. Akhirnya, penunggang kuda yang terakhir mendekati tempat si orang tua yang duduk seperti patung salju. Saat yang satu ini mendekat, si orang tua menangkap mata si penunggang, dan berkata, “Pak, maukah anda memberikan tumpangan pada orang tua ini ke seberang? Kelihatannya tak ada jalan untukberjalan kaki.”Sambil menghentikan kudanya, si penunggang menjawab, “Tentu. Naiklah.”
Melihat si orang tua tak mampu mengangkat tubuhnya yang setengah membeku dari atas tanah, si penunggang kuda turun dan menolongnya naik ke atas kuda. Si penunggang membawa si orang tua itu bukan hanya ke seberangsungai, tapi terus ke tempat tujuannya, yang hanya berjarak beberapa kilometer. Selagi mereka mendekati pondok kecil yang nyaman, rasa ingin tahu si penunggang kuda mendorongnya untuk bertanya, “Pak, saya lihat tadi bapak membiarkan penunggang kuda lain lewat tanpa berusaha meminta tumpangan. Saya ingin tahu kenapa pada malam musim dingin begini bapak mau menunggu dan minta tolong pada penunggang terakhir. Bagaimana kalau saya tadi menolak dan meninggalkan bapak di sana?”
Si orang tua menurunkan tubuhnya perlahan dari kuda, memandang langsung mata si penunggan kuda, dan menjawab, “Saya sudah lama tinggal di daerah ini. Saya rasa saya cukup kenal dengan orang.” Si orang tua melanjutkan, “Saya memandang mata penunggang yang lain, dan langsung tahu bahwa di situ tidak ada perhatian pada keadaan saya. Pasti percuma saja saya minta tumpangan. Tapi waktu saya melihat ke matamu, kebaikan hati dan rasa kasihmu terlihat jelas. Saya tahu saat itu juga bahwa jiwamu yang lembut akan menyambut kesempatan untuk memberi saya pertolongan pada saat sayamembutuhkannya.”
Komentar yang menghangatkan hati itu menyentuh si penunggang kuda dengan dalam. “Saya berterima kasih sekali atas perkataan bapak”, ia berkata pada si orang tua. “Mudah-mudahan saya tidak akan sibuk mengurus masalah saya sendiri hingga saya gagal menanggapi kebutuhan orang lain dengan kasih dankebaikan hati saya.” Seraya berkata demikian, Thomas Jefferson si penunggang kuda itu, memutar kudanya dan melanjutkan perjalanannya menuju ke Gedung Putih.
The Sower’s Seeds – Brian Cavanaugh

Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google

Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google

Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google

Trik Memburu Sunset dan Sunrise Lewat Google

Mau tahu kapan matahari terbit atau terbenam di suatu wilayah? Google memiliki sebuah cara sederhana untuk melakukan itu.

Saat mengunjungi suatu wilayah, ada kalanya kita perlu tahu kapan waktu matahari terbit dan terbenam di tempat itu. Kegunaannya cukup banyak, misalnya untuk memperkirakan kapan waktu Subuh berakhir dan Maghrib dimulai bagi pemeluk agama Islam.

Fungsi lainnya, ini akan berguna sekali bagi mereka yang mau melakukan sesi pemotretan. Mengetahui kapan waktu matahari tenggelam untuk dijadikan latar akan sangat membantu dalam membuat rencana pergi ke lokasi.

Nah, lewat Google, hal itu bisa dilakukan dengan langkah mudah berikut ini:

  1. Buka Google.com
  2. Ketikkan “sunrise [nama kota]” (tanpa tanda kutip, ganti [nama kota] dengan kota yang diinginkan). Contohnya: “Sunrise Jakarta” akan memunculkan informasi waktu 5:49 pm ditambah keterangan ‘6 hours 58 minutes from now‘ di bawahnya
  3. Untuk waktu matahari terbenam, ganti “sunrise” dengan “sunset”

Baca Juga :