Conditional Clauses

Conditional Clauses
Conditional Clauses

Conditional Clauses

Conditional (Kalimat Pengandaian) menjelaskan bahwa sebuah kegiatan bertentangan dengan kegiatan yang lain. Conditional yang paling umum adalah Real Conditonal dan Unreal Conditonal, kadang-kadang disebut juga if-clauses. Real Conditional (sering juga disebut juga dengan Conditional Tipe I) yang menggambarkan tentang mengandai-andai sesuai dengan fakta.

Unreal Conditional (sering juga disebut sebagai Conditional Tipe II) yang menggambarkan tentang pengandaian yang tidak nyata atau berimajinasi. Ada juga Conditional yang ke-3 yang sering disebut dengan Conditional Tipe III, digunakan sebagai penyesalan yang terjadi di masa lampau dan zero conditional, digunakan untuk mengekspresikan sesuatu yang sudah pasti benar.

Catatan: Jika klausa “if” diletakkan di awal kalimat, kita harus menggunakan “koma”. Sebaliknya jika klausa “if” berada di belakang, maka tidak perlu ada koma

Conditional atau pengandaian memiliki 3 bentuk :

1. Future Conditional (Conditional Type 1)

Pengandaian ini menyatakan sesuatu yang mungkin terjadi pada waktu mendatang ataupun sekarang, jika syarat / kondisi tertentu terpenuhi.

Rumus Conditional Type 1:

If + Subject + present simple + subject + modals (will, can, may, must ) V1 (simple form)

contoh : If have money I will buy a new car

If + Subject+ Simple present … + subject + simple-present

contoh : If he has enough time, John usually walks to school.

If + Subject + simple present …+ command form

contoh : If you go to the post office, please mail this letter for me !

2. Unreal Present (Conditional Type 2)

Pengandaian ini menyatakan sesuatu yang bertentangan dengan apa yang ada atau terjadi sekarang.

If + subject + simple past + subject + modals (would, could, might) V1 (Simple Form)

contoh : If I had time, I would go to the beach with you this weekend

( Saya tidak punya waktu sehingga saya tidak bisa pergi )

He would tell you about it if he were here

( dia akan mengatakan jika dia berada disini, artinya karena dia tidak ada disini, dia tidak mengatakannya/ because he is not here he doesn’t tell you about it.)

* untuk if-clause dalam bentuk ini hanya to be “were” yang dipergunakan untuk semua subject.

if pada conditional type 2 ini dapat dihilangkan yaitu dengan penggunaan pola inversi :

Were + subject + Adj/Noun + subject + modal (would, could, might) + V1

contoh : Were I John I would not forgive you.

(kalau saja saya itu si john saya tak akan memaafkan kamu; kenyataannya saya

bukan john jadi saya memaafkan kamu / I’m not John so I forgive you).

He could hug me, if he were here. (Dia boleh memeluk saya, jika dia di sini). Faktanya: he can’t hug me, because, he is not here.

3. Unreal Past (Conditional Type 3)

Pengandaian ini menyatakan sesuatu yang bertentangan dengan apa yang telah terjadi (lampau).

Sumber : https://sam-worthington.net/