Di balik para “mimin” Twitter

Di balik para mimin Twitter

Tim media sosial dari akun-akun resmi di Twitter yang biasa dipanggil “admin” atau “mimin”, punya strategi dalam merespons topik terhangat di linimasa agar relevan dengan institusi atau merek mereka.

Bona Ventura, perwakilan “mimin” dari akun @idwiki Wikipedia Bahasa

Indonesia mengatakan awalnya ia hanya iseng membuat cuitan bergaya ringan untuk menanggapi fenomena “Anak Jaksel” alias anak Jakarta Selatan yang disebut sering mencampur bahasa Indonesia dan Inggris dalam percakapan.

Cuitan Bona saat itu mempromosikan artikel tentang Jakarta Selatan dengan cuitan yang bergaya serupa, kombinasi bahasa Indonesia dan Inggris.

“Coba bikin iseng saja, tapi tanggapan ternyata ramai sekali. Selain ramai di Twitter, kunjungan pada artikel (Jakarta Selatan) melonjak tinggi di hari itu,” ujar Bona dalam bincang-bincang “LIFEonTwitter” di Jakarta, Kamis (26/9).

Baca juga: Ananda tulis cuitan twitter soal penjemputan dirinya oleh Polda

Baca juga: Persona di Twitter dekatkan merek pada konsumen

Tim media sosial memang harus sering memantau topik-topik yang sering

dibicarakan agar bisa menciptakan konten yang dekat dan relevan, serta berpeluang viral.

“Kami selalu ikuti isu yang sedang berkembang, di Twitter juga,” kata Hendri Isnaeni dari Historia.

Media sejarah Historia pernah merespons berita tentang ambulans berisi batu

pada aksi 22 Mei 2019 dengan mencuit artikel mengenai peran batu pada manusia prasejarah.

Para administrator akun media sejarah ini harus sigap “melempar” artikel-artikel yang sesuai dengan topik terkini. Tak masalah bila artikel tersebut sudah pernah dipublikasikan sebelumnya karena tema-temanya tidak “basi” dibaca kapan saja.

 

 

sumber :

https://pakdosen.co.id/seva-mobil-bekas/