Dosen FEB Sebut Kenaikan Tarif Pesawat karena Duopoli di Industri Penerbangan

Dosen FEB Sebut Kenaikan Tarif Pesawat karena Duopoli di Industri Penerbangan

Dosen FEB Sebut Kenaikan Tarif Pesawat karena Duopoli di Industri Penerbangan
Dosen FEB Sebut Kenaikan Tarif Pesawat karena Duopoli di Industri Penerbangan

Sejak beberapa bulan terakhir, publik dibuat resah oleh kabar lonjakan tiket

pesawat yang cukup drastis, terutama pada rute dalam negeri. Gelombang protes pun kian meningkat kala Lebaran tiba. Bahkan, sejumlah masyarakat memutuskan untuk tidak kembali ataupun menunda keberangkatan mereka ke kampung halaman.

Menurut para pengamat ekonomi, persoalan tersebut dapat ditenggarai oleh

beragam faktor. Seperti biaya avtur dan infrastruktur bandara yang terlalu mahal, inefisiensi pada kebijakan pemerintah, hingga adanya struktur bisnis yang didominasi oleh dua perusahaan saja (duopoli). Hal itu kemudian berdampak pada shifting moda dan inflasi.

Terkait peningkatan tiket pesawat, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (Unair) Rumayya Batubara, S.E., M.Reg.Dev., Ph.D., turut memberikan pendapatnya. Dia menuturkan bahwa penyebab dari permasalahan itu cenderung disebabkan faktor duopoli. Dan itu merupakan fenomena lawas di industri penerbangan Indonesia.

“Sebelum era reformasi, terdapat kartel antar maskapai penerbangan yang

menyebabkan mahalnya harga tiket pesawat. Sejak tahun 2000-an, industri penerbangan mengalami deregulasi sehingga mempermudah masuknya pemain baru. Ini berdampak pada keadaan pasar yang semakin sehat dan kompetitif. Sehingga harga tiket pesawat menjadi lebih murah,” terang pengajar yang memiliki fokus riset ekonomi publik tersebut.

 

Baca Juga :