Fingerprint system

Sistem berbasis fingerprint adalah sistem yang menggunakan karakteristik sidik jari dari manusia untuk autentikasi seperti sistem verifikasi dan identifikasi. Fingerprint adalah gurat-gurat yang terdapat di kulit ujung jari. Fungsinya adalah untuk memberi gaya gesek lebih besar agar jari dapat memegang benda-benda lebih erat. Sidik jari dapat digunakan sebagai sarana pengamanan dalam melakukan akses ke komputer karena sidik jari mempunyai ciri yang unik, setiap manusia memilikinya, dan selalu ada perbedaan antara yang satu dengan yang lain. Hal ini mulai dilakukan pada akhir abad ke-19 (Angraini, 2009).

Proses  Identifikasi sidik jari akan melalui beberapa tahapan yaitu akuisisi sidik jari, grayscalling,  thresholding,  thinning  dan  template matching.

Dalam fungsi fingerprint dapat di gunakan bermacam-macam pengaplikasian misalnya untuk:
1.    Absensi di kantor yang sudah menggunakan sistem biometrik fingerprint.
2.    Untuk sistem pengaman laptop.
3.    Juga dapat di gunalan untuk idenfikasi masalah yang sering di gunakan pada pihak
kepolisian untuk menyelesaikan kasus.
4.    Identifikasi data/identitas pasien pada rumah sakit.

2.2.1  Rancangan Sistem

Mesin fingerprint juga memerlukan pendataan terlebih dahulu sebelum mulai digunakan. Mesin indentifikasi pasien  fingerprint akan mendata dan mendaftarkan sidik jari masing-masing pasien beserta identitas lainnya seperti nama, umur, alamat dll, ke dalam sistem. Sebuah sistem fingerprint scanner memiliki dua pekerjaan, yakni mengambil gambar sidik jari, dan memutuskan apakah pola alur sidik jari dari gambar yang diambil sama dengan pola alur sidik jari yang ada di database.

Setelah proses pendataan selesai, rumah sakit  dapat menggunakannya untuk identifikasi pasien, yang mana para pasien tersebut wajib menempelkan sidik jari di tempat yang telah tersedia. Kemudian software yang telah terintegrasi akan memproses data yang masuk lebih lanjut. Melalui proses grayscale, yaitu pewarnaan menjadi abu-abu. Dengan tujuan agar gambar terlihat lebih jelas. Kemudian fingerprint akan berkerja, mencari data si pasien, apakah pasien sudah pernah mendaftar atau pasien baru. Jika  hasilnya match maka pasien sudah pernah mendaftar maka computer akan menampilkan identitas pasien tersebut.

 

sumber ;

https://www.disdikbud.lampungprov.go.id/projec2014/seva-mobil-bekas/