Guru Dilarang Beri PR Siswa

Guru Dilarang Beri PR Siswa?

Guru Dilarang Beri PR Siswa
Guru Dilarang Beri PR Siswa

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy meminta

seluruh guru di Indonesia untuk tidak lagi memberikan pekerjaan rumah ((PR) pada siswa. Guru diminta menuntaskan pelajarannya di sekolah tanpa membebani siswa lagi. “PR itu sejatinya memang jangan dibebankan lagi ke siswa. Jadi sekolah-sekolah mengembangkan cara-cara belajar yang tuntas,” kata Menteri Muhadjir pekan lalu.

Dia menyebutkan PR yang dianjurkan presiden, semisal di rumah siswa harus

membantu orang tua, menjenguk temannya yang sakit. Jadi PR jangan dikaitkan dengan mata pelajaran, sebaiknya dituntaskan di sekolah. Kalau terpaksa (kasih PR), lanjutnya, harus diracik menunya agar sesuai dengan anak. Yang tujuannya untuk pengayaan maupun untuk penguatan atau pengulangan.

“Jadi PR itu ada tiga fungsi yaitu pengayaan, penguatan, dan pengulangan. Terutama untuk hal-hal yang sifatnya praktis itu memang dibutuhkan, kalau di sekolah tidak cukup ya dilanjutkan di rumah,” ucapnya.

Kendati begitu, sambungnya, jika guru terpaksa memberikan PR maka yang

ditugaskan harus sesuai dengan kemampuan anak dan materi yang baru dipelajari. Karena, fungsi dari PR adalah untuk penguatan, pengayaan dan pengulangan materi pelajaran. “Terutama untuk hal-hal yang sifatnya praktis, itu memang dibutuhkan untuk membuat PR. Tidak cukup dituntaskan di sekolah,” ujar Muhadjir.

 

Baca Juga :