Hubungan Pendidikan karakter dengan pengembangan kecerdasan moral

            Pendidikan karakter secara esensial, yaitu untuk mengembangkan kecerdasan moral atau mengembangkan kemampuan moral anak-anak. Cara menumbuhkan karakter yang baik dalam diri anak didik adalah dengan membangun kecerdasan moral. Kecerdasan moral adalah kemampuan memahami hal yang benar dan yang salah, artinya memiliki keyakinan etika yang kuat dan bertindak berdasarkan keyakinan tersebut, sehingga orang bersikap benar dan terhormat[9]. Kecerdasan yang sangat penting ini mencakup karakter-karakter utama, seperti kemampuan untuk memahami penderitaan orang lain dan tidak bertindak jahat, mampu mengendalikan dorongan dan memunda pemuasan, mendengarkan dari berbagai pihak sebelum memberikan penilaian, menerima dan menghargai perbedaan, bisa memahami pilihan yang tidak etis, dapat berempati, memperjuangkan keadilan, dan menunjukkan kasih sayang dan rasa hormat terhadap orang lain. Ini merupakan sifat-sifat utamayang akan membentuk anak menjadi baik hati, berkarakter kuat, dan warga Negara yang baik. Inilah yang paling diharapkan dari anak-anak kita.

            Kecerdasan moral dapat dipelajari, dan dapat memulai membangunnya saat anak masih dalam usia balita. Meski pada usia tersebut mereka belum mempunyai kemampuan kognitif untuk melakukan penalaran moral, seperti melatih control diri, bersikap adil, menunjukkan rasa hormat, berbagi dan berempati. Namun kenyetaannya, riset terbaru dalam bidang perkembanagan moral menunjukkan bahwa bayi berusia enambulan sudah dapat menunjukkan respons terhadap kesedihan orang lain dan mempelajari dasar-dasar empati. Kesalahan yang seringterjadi adalah orang tua menunggu hingga anak berusia enam atau tujuh tahun(yang disebut tahap penalaran) untuk membangun moral. Penundaan seperti itu hanya akan membuat anak semakin berkesempatan mempelajari kebiasaan negative yang merusak. Hal ini akan mengganggguperkembangan moral, sehingga mereka semakin sulit untuk berubah. Meski kecerdasan moral dapat dipelajari, tetapi tidak dijamin dapat dicapai. Kecerdasan moral harus secara sadar dipelajari dan ditumbuhkan. Semakin cepat menanamkan kemampuan kecerdasan moral anak, semakin besar kesempatannya membangun dasar-dasar yang dibutuhkan bagi pembentukan karakter yang kuat, serta kesempatannya mengembangkan kemampuan berpikir, berkeyakinan, dan bertindak sesuai nilai-nilai moral. Kecerdasan moral terbangun dari beberapa kebajikan utama yang membantu anak menghadapi tantangan dan tekanan etika yang tidak dapat dihindarkan dalam kehidupannya kelak. Kebajikan utama tersebutlah yang akan melindunginya agar tetap selalu bermoral dalam bertindak. Berikut tujuh kebajikan utama yang akan menjaga sikap baik seumur hidup pada anak[10]:

baca juga :