Ismail Raji Al-Faruqi

Sebagaimana kita ketahui bahwa perkembangan ilmu pengetahuan yang yang begitu cepat, tidak terlepas dari ruang lingkup kehidupan umat Islam, sedangkan ilmu modern yang dikembangkan para ilmuwan barat sangat bertentangan dengan nilai-nilai ajaran Islam.

             Melihat kenyataan tersebut, beberapa hal yang melatar belakangi gerakan Islamisasi ilmu yang dilakukan oleh Ismail Raji Al-Faruqi adalah :

             1)   Fakta menunjukkan bahwa apa yang dicapai sains modern, dalam berbagai aspeknya merupakan sesuatu yang menakjubkan. Namun, kemajuan tersebut ternyata juga memberikan dampak lain yang tidak kalah mengkhawatirkannya, akibat dari paradigm yang sekuler, pengetahuan modern menjadi kering, bahkan terpisah dari nilai-nilai Tauhid.[7]

             2)  Pengaruh barat atau westernisasi, masyarakat muslim banyak yang tergoda oleh kemajuan barat dan berusaha mereformasi dengan jalan westernisasi. Ternyata jalan yang ditempuh tersebut  malah menghancurkan umat Islam dan semakin jauh dari al-Qur’an dan Hadits.  [8]

             3)  Al-Faruqi dalam  Khudori Soleh, bahwa sebagian ilmuwan muslim bersikap  defensive dengan mengambil posisi konservatif-statis, yaitu dengan melarang segala bentuk inovasi dan mengedepankan ketaatan fanatic terhadap syariah (fiqih froduk abad pertengahan). Mereka menganggap bahwa syariah (fiqih) adalah hasil karya yang telah fixed dan paripurna sehingga segala perubahan dan pembaruan atasnya adalah penyimpangan dan setiap penyimpangan adalah sesat atau bid’ah. Mereka melupakan sumber utama kreativitas yaitu ijtihad.

             Sebagian ilmuawan muslim yang bersikap defensive dengan mengambil posisi konservatif-statis pada akhirnya menimbulkan pemisahan wahyu dari akal, pemisahan pemikiran dari aksi dan pemisahan pemikiran dari kultur sehingga menimbulkan stagnasi  keilmuan di kalangan mereka.[9]

  1. Ide Pembaharuan Pendidikan Islam

Para ilmuwan muslim telah mengajukan agenda Islamisasi ilmu pengetahuan yang menekankan pendekatan dan metodolgi tersendiri. Dominasi pengetahuan barat yang sekuler dan dalam perkembangannya menjelma dalam ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang dehumanistik telah menjadikan manusia hanya sebagai obyek rekayasa ekonomi dan politik  pada elit masyarakat dan eksploitasi alam yang tidak terbendung lagi, bahkan terjadinya desintegrasi social dan degradasi (dekadensi) moral. Diyakini kaum muslimin dapat terbebas dari berbagai kesalahan nilai yang berasal dari sekularisasi pengetahuan barat tersebut hanya dengan proses Islamisasi ilmu pengetahuan dan tekhnologi.

sumber :

https://apkmod.co.id/seva-mobil-bekas/