ITM Luncurkan Wahana Roket Kendali Untuk Jaga NKRI

ITM Luncurkan Wahana Roket Kendali Untuk Jaga NKRI

ITM Luncurkan Wahana Roket Kendali Untuk Jaga NKRI
ITM Luncurkan Wahana Roket Kendali Untuk Jaga NKRI
Mahasiswa jurusan teknik mesin Institut Teknologi Medan (ITM) meluncurkan dua inovasi terbaru wahana roket kendali yang berjulukan Tim Sarang Helang dan pesawat tanpa awak yang akan mengikuti kompetisi di Lembaga Antariksa Penerbangan Nasional (LAPAN) mulai 23 sampai 26 Agustus 2019 di Pamumpuk Garut, Jawa Barat.

ITM satu-satunya perguruan tinggi di Sumatera Utara yang berhasil lolos

untuk mengikuti even yang diikuti 24 tim se Indonesia. Kedua produk teknologi inovatif itu merupakan inovasi aerodinamik (aeromodeling) yang sudah pernah dilaksanakan dan ITM sudah kedua kalinya mengikuti ajang kompetisi tersebut.
Dosen pembimbing Mahyunis ST MT bersama 4 mahasiswa jurusan mesin semester enam adalah Saddam Armada Akbar Aceh, Herman Suhda, Adrian Yusri dan Sultan Guntur Tanjung dilepas oleh Wakil Rektor I Dr Hermansyah Alam MT, Ketua Jurusan Teknik Mesin Ir Nurdiana MT, Sekretaris Dr Iswandi ST MT dan Kabiro Humas M Vivahmi SH MSi, Rabu sore (21/8) di kampus Jalan Gedung Arca Medan.
Mahyunis menjelaskan, wahana roket kendali tanpa sayap berukuran 120 cm, lebar 60 cm dengan kecepatan 100-110 km/jam diketinggian 100 meter dalam jangkauan radius 2 km lebih berbiaya Rp 25 juta dan pesawat tanpa awak yang sama ukurannya menelan biaya Rp 15 juta itu diharapkan menorehkan prestasi terbaiknya.

Kedua produk tersebut didesain menggunakan bahan polipon atau serat

karbon. Tapi dengan kerja keras tim Sarang Helang maka sikap luncurnya hampir memenuhi kriteria di atas 70 persen didukung penggunaan GPS yang biayanya relatif rendah dan murah tapi telah teruji di ketinggian tertentu bisa menempus angin yang kuat.
Mahyunis menambahkan, produk wahana roket kendali yang paling terberat di kelasnya. Sebab, sistem sikap meluncur ke kordinat yang tidak maksimal maka untuk mengantisipasinya digunakan sistem kendali EDF yang terpasang di roket sehingga diharapkan bisa mencapai titik kordinat yang tepat.

“Kita di tahun 2018 lalu mendapat kesempatan di ajang yang bersifat

penelitian dan kompetisi dan hanya fokus pada kompetisi wahana roket kendali. Namun 2019 ini, LAPAN memberi kesempatan kepada mahasiswa ITM untuk mengetahui kedirgantaraan dengan menggelar kompetisi kedua produk itu untuk diperlombakan di even yang sama,” jelasnya.
Wakil Rektor ITM Hermansyah Alam memberikan apresiasi dan mengharapkan agar ITM menjadi rujukan pendidikan teknologi inovatif baik PTN maupun PTS di Sumut.