Kesatuan filsafat

            Al-Farabi berpendapat bahwa pada hakikatnya filsafat merupakan satu kesatuan. Karena itu, para filosof besar harus menyetujui bahwa satu-satunya tujuan adalah mencari kebenaran. Plato dan Aristoteles, yang menjadi cikal bakal filsafat dan penscipta unsur-unsur dan prinsip-prinsipnya dan penanggung jawab terakhir kesimpulan-kesimpulan dan cabang-cabangnya, sangat setuju meski ada beberapa perbedaan formal dan jelas antar mereka. Maka dari itu, Al- farabi sangat yakin bahwa hanya ada satu aliran filsafat, yaitu aliran kebenaran. Istilah-istilah pengikut Aristoteles, plato, stoi dan epicure hanya menjelaskan nama-nama kelompok filosof. Semuanya membentuk satu aliran filsafat. Kelompok-kelompok merupakan kerikil-kerikil dalam filsafat, sebagaimana terjadi pada politik. Al- farabi sebagai filosof dan ahli sejarah, menyadari sepenunya bahwa semangat kekelompokan didalam filsafat. Adanya semangat kekelompokan ini, sedikit banyak dipengaruhi oleh panatifisme diantara para pengikut filosof-filosof besar. Disamping usaha menyelaraskan ajaran-ajaran berbagai filosof, pengikut-pengikut itu pun mempertahankan perbedaan-perbedaan besat antara dua guru dengan menekankan pengertian-pengertian berlainan, malah kadang-kadang membuat alternatif baru dan mengungkapkan ajaran-ajaran mereka secara salah. Sikap Al-farabi terhadap perdebatan dan perbedaan antara filosof masa Renaissance ini sama dengan sikap para filosof abad 12 H/18 M.[8]

  1. Teori 10 kecerdasan

            Teori ini menempati bagian penting dalam filsafat muslim, ia menerangkan dua dunia, langit dan bumi, ia menafsirkan gejala gerakan dua perubahan. Beliau merupakan dasar fisika dan antronomi. Bidang utama gerakannya ialah pemecahan masalah yang Esa dan yang banyak dan pembagian antara yang berubah dan yang tetap. Al-farabi berpendapat bahwa yang esa yaitu Tuhan, yang ada dengan sendirinya, karena itu, ia tidak memerlukan yang lain bagi ada-Nya atau keperluan-Nya. Ia mampu mengetahui diri-Nya sendiri. Ia mengerti dan dapat dimengerti. Ia sangat unik, karena sifat-Nya memang demikian. Tak ada yang sama dengan-nya. Ia tidak memiliki perlawaan ataupun persamaan.

sumber :
https://www.disdikbud.lampungprov.go.id/projec2014/seva-mobil-bekas/