Keterkaitan Pemikiran Al-Attas dan Al-Faruqi Dalam Islamisasi Ilmu

Setelah mengakaji literature-literatur yang berkaitan dengan pemikiran Al-Attas dan Al-Faruqi tentang modernisasi ilmu Islam atau Islamisasi ilmu pengetahuan, serta membandingkan dan memadukan pemikiran kedua tokoh tersebut, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa pemikiran kedua tokoh yang disebutkan di atas saling berkaitan dan saling mendukung, yaitu perlu dilakukannya Islamisasi ilmu pengetahuan agar umat Islam tidak terbawa oleh pemahaman ilmu pengetahuan Barat yang sekuler serta jauh dari nilai-nilai Islam yang telah ditetapkan dalam al-Qur’an dan al-Hadits.

  1. Sumbangan Pemikiran Al-Attas dan Al-Faruqi

        Bagi Kemajuan Ilmu Pengetahuan  Masa Kini

Sebagaimana kita ketahui bahwa dalam kalangan cendekiawan muslim terdapat perbedaan pandangan tentang konsep Islamisasi ilmu pengetahuan, akan tetapi menurut penulis bila ilmuwan muslim tidak memiliki gagasan tentang pembaharuan dalam bidang ilmu pengetahuan, maka umat Islam akan tertinggal dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi.

       Pandangan tentang ilmu pengetahuan modern tidak bisa disbanding dengan nilai-nilai Islam itu hanya akan membuat umat Islam berjalan di tempat (stagnasi).

       Menurut Kemas Baharuddin, diskursus tentang gagasan pembaharuan ilmu pengetahuan terus mengalir, bahkan menghangat sebagai suatu keharusan dalam kerangka berpikir akademis.  Dapat dikatan bahwa gagasan  Islamisasi ilmu pengetahuan termasuk Islamisasi tujuan serta system pendidikan yang dilakukan Al-Attas sangatlah asseptable, applicable dan workable bagi dunia pendidikan saat ini, dan pada mas mendatang. [12]

       Menurut Khudori Soleh, langkah-langkah Islamisasi ilmu yang dilakukan oleh Al-Attas dan kritiknya terhadap realitas pendidikan Islam juga merupakan sumbangan besar  dan bermanfaat  bagi perombakan system pendidikan Islam. [13]

     Menurut Toto Suharto, gagasan dan ide pembaharuan dalam Islam, muncul sebagai upaya interpretasi kaum muslimin terhadap sumber-sumber ajaran Islam dalam rangka menhadapi berbagai perubahan  social-kultural yang terjadi dalam setiap waktu dan tempat. [14]

      Bertolak pada pendapat-pendapat tersebut di atas, menurut penulis gerakan Islamisasi ilmu pengetahuan yang dilakukan oleh ilmuwan muslim (Al-Attas dan Al-Faruqi) sangat berdampak positif bagi kemajuan ilmu pengetahuan di kalangan umat Islam baik untuk masa lalu, masa kini maupun masa yang akan datang.

sumber :