Konsep Kontrasepsi Suntik 3 Bulanan

Didalam kontrasepsi suntik 3 bulanan penulis mendapatkan jenis kontrasepsi suntikan yang hanya mengandung progestin yaitu terdapat 2 jenis, dibedakan menurut kandungan progestinnya.

  1. Depo Medroksi Progesteron Asetat (Depoprovera), mengandung 150 mg DMPA, yang diberikan setiap 3 bulan dengan cara disuntik intramuskular (di daerah bokong).
  2.  Depo Norestisteron Enantat (Depo Noristerat), yang mengandung 50 mg DMPA yang diberikan setiap 3 bulan dengan cara disuntik intramuskular (di daerah bokong).

ProfilKontrasepsi Suntik 3 Bulanan

  1. Sangat efektif
  2. Aman
  3. Dapat dipakai oleh semua perempuan dalam usia reproduksi
  4. Kembalinya kesuburan lebih lambat, rata-rata 4 bulan
  5. Cocok untuk masa laktasi karena tidak menekan produksi ASI
  6. Cara Kerja Suntik KB
  7. Mencegah ovulasi
  8. Mengentalkan lendir servik sehingga menurunkan penetrasi sperma
  9. Menjadikan selaput lendir rahim tipis dan atrof
  10. Menghambat transportasi gamet oleh tuba.
  11. Evektifitas

            Kontrasepsi suntik tersebut memiliki efektivitas yang tinggi, dengan 0,3 kehamilan per 100 perempuan/tahun, asal penyuntikannya dilakukan secara teratur sesuai jadwal yang telah ditentukan.

  1. Keuntungan Suntik KB
  2. Sangat efektif
  3. Pengecahan kehamilan jangka panjang
  4. Tidak berpengaruh pada hubungan suami-istri
  5. Tidak mengandung estrogen sehingga tidak berdampak serius terhadap penyakit jantung dan gangguan pembekuan darah.
  6. Tidak memiliki pengaruh terhadap ASI
  7. Sedikit efek samping
  8. Klien tidak perlu menyimpan obat suntik
  9. Dapat digunakan perempuan usia > 35 tahun sampai perimenophause
  10. Membantu mencegah kanker endometrium dan kehamilan ektopik
  11. Menurunkan kejadian penyakit anak payudara
  12. Mencegah beberapa penyebab penyakit radang panggul
  13. Menurunkan krisis anemia bulan sabit (sidele cell).
  14. Keterbatasan
  15. Sering ditemukan gangguan haid, seperti :

1)      Siklus haid yang memendek atau memanjang

2)      Perdarahan yang banyak atau sedikit

3)      Perdarahan tidak teratur/perdarahan bercak (spooting)

4)      Tidak haid sama sekali

  1. Klien sangat tergantung pada tempat sarana pelayanan kesehatan (harus kembali untuk suntikan)
  2. Tidak dapat dihentikan sewaktu-waktu sebelum suntikan berikutnya.
  3. Permasalahan berat badan merupakan efek samping tersering.
  4. Tidak menjamin perlindungan terhadap penularan infeksi menular seksual, hepatitis B, virus, infeksi virus HIV.
  5. Terlambatnya kembali kesuburan setelah penghentian pemakaian.
  6. Terlambatnya kembali kesuburan bukan karena terjadinya perusakan/ kelamaan pada organ genetalia, melainkan karena belum habisnya pelepasan obat suntikan dari deponya (tempat suntikan).
  7. Terjadi perubahan pada lipid serum pada pengunaan jangka panjang
  8. Pada penggunaan jangka panjang dapat sedikit menurunkan kepadatan tulang (densitas).
  9. Pada penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan kekeringan pada vagina, menurunkan libido, gangguan emosi (jarang), sakit kepala, jerawat.

Sumber: https://newsinfilm.com/