Kopi Robusta (Coffea Canephora. Piera Ex Froehn)

Kopi Canephora juga disebut kopi Robusta (Y. W. Purseglove). Nama Robusta dipergunakan untuk tujuan perdagangan, sedang Canephora adalah nama botanis.

Jenis tanaman kopi ini berasal hutan katulistiwa di Afrika, dari pantai barat sampai uganda, terbentang 100 lebar Utara dan Selatan, dan dapat tumbuh dari permukaan laut sampai ketinggian 1.700 m. Karena terjadinya persaingan terus menerus, maka jenis mudah menyesuaikan diri. Ketinggian tempat yang optimal sekitar 300 – 800 m dengan curah hujan 1.250 – 2.500 mm. Karena jenis ini self steril (tidak menyerbuk sendiri), maka banyak hasil persilangan yang dikultivasi sehingga identifikasi menjadi sulit.

Tahun 1947, Thomas dari Uganda membeda-bedakan jenis sebagai berikut:

  1. Bentuk yang tumbuh tegak ke atas atau bentuk Robusta, pohon yang tak dipangkas menjadi pohon yang tinggi.
  2. Bentuk yang melebar atau bentuk ganda. Bila tidak dipangkas, bentuk tanaman ini akan menjadi perdu dan daunnya tumbuh lebih kecil.

Sifat-sifat khusus dari jenis Robusta, selain tersebut di atas ialah:

  • Bau dan rasanya tidak seenak kopi Arabika, tetapi produksinya jauh lebih tinggi. Karena rasanya tidak seenak kopi Arabika, maka harganya lebih rendah.
  • Tanaman di kebun, pemeliharaannya lebih mudah dan biaya dapat dihemat.
  • Daun lebih kecil, dengan permukaannya agak berombak, dan dari batangnya banyak tumbuh cabang-cabang.
  • Jenis-jenis ini tahan Hemileia vastatrix.

2.3.3 Kopi Liberika. Bull Ex. Hiern

Jenis ini berasal dari dataran rendah Monrovia di daerah Liberika. Kopi Liberika penyebarannya sangat cepat pada waktu kopi Arabika diserang Hemileia vastatrix, sebab jenis ini diperkirakan tahan terhadap Hemileia vastatrix, akan tetapi ternyata tidak, sehingga diganti dengan jenis Robusta. Jenis Liberika ini sekarang hampir musnah, tinggal 1% dari seluruh jenis kopi yang ada.

Jenis Liberika ini memiliki sifat-sifat :

  • Tanaman yang tidak dipangkas bisa mencapai ketinggian 10 m atau lebih. Pohon berukuran besar bila dibanding dengan jenis lain, demikian juga mengenai daun, cabang dan buahnya.
  • Cabang primer dapat bertahan lebih lama dan tiap-tiap buku dapat berbunga atau berbuah beberapa kali. Bunga dan buah bukan hanya terdapat pada cabang primer saja, melainkan juga terdapat pada batang pokok yang umurnya jauh lebih lanjut dan berbuah sepanjang waktu, atau buahnya kurang teratur.
  • Besar kecilnya buah tidak merata. Pada umumnya buah besar, tetapi bijinya kecil, sehingga perbandingan buah basah dengan biji kering 10 : 1.
  • Tanaman dapat tumbuh di dataran rendah dan beriklim panas maupun basah. Jenis ini tidak menuntut tanah yang subur dan pemeliharaan yang istimewa.
  • Karena tepung sari jenis Liberika ringan maka penyerbukan silang lewat angin dan serangga.

 

baca juga :