Latar Belakang Masalah PELAKSANAAN PENGAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

Latar Belakang Masalah PELAKSANAAN PENGAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

Latar Belakang Masalah PELAKSANAAN PENGAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
Latar Belakang Masalah PELAKSANAAN PENGAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang majemuk terdiri dari berbagai suku, ras, adat istiadat, bahasa, budaya, agama dan kepercayaan. Fenomena tersebut, sebenarnya dapat menjadi modal yang kuat apabila diolah dengan integritas bangsa yang tinggi, hal mana bangsa Indonesia tidak hanya dapat membangun dirinya untuk menjadi suatu bangsa yang utuh, tetapi juga layak untuk memperoleh tempat sebagai bagian dari dunia internasional, yang dapat hidup berdampingan dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

Salah satu usaha yang mampu mencapai tujuan tersebut, adalah melalui pendidikan formal. Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menyatakan bahwa:

“Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban yang bermanfaat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”(RI, 2003: 7).

Permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini adalah berlangsungnya pendidikan yang kurang bermakna bagi pembentukan wawasan kebangsaan siswa, yang berakibat merosotnya kualitas kepribadian dan kesadaran akan makna dari kehidupan. Jika hal itu diabaikan, maka menurunnya wawasan kebangsaan siswa pada masa mendatang merupakan suatu hal yang tidak dapat dibendung lagi oleh siapa pun. Baca juga: PPKI

Sebenarnya, menurunnya wawasan kebangsaan dikalangan siswa telah banyak dirasakan oleh masyarakat, maupun kalangan pendidikan itu sendiri. Berkaitan dengan kenyataan itu, pendidikan kewarganegaraan juga harus dapat menumbuhkan jiwa patriotik, mempertebal rasa cinta tanah air (nasionalisme), dan meningkatkan wawasan kebangsaan siswa. Widjaya yang dikutip oleh Masoer dkk. (2002: 97) menyatakan bahwa:

“Wawasan kebangsaan adalah cara pandang yang dilingkupi oleh rasa kebangsaan, paham kebangsaan dan semangat kebangsaan untuk mencapai cita-cita nasionalnya dan mengembangkan eksistensi kehidupannya atas dasar nilai-nilai luhur bangsa. Implementasi dan akualisasinya dari berbagai hal yang erat kaitannya dengan pemikiran yang menyangkut aspek kehidupan ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, hukum dan hankam, untuk membawa bangsa kearah kehidupan yang lebih maju dan lebih baik, sesuai dengan komitmen kebangsaan itulah yang disebut wawasan kebangsaan”

Menurut pendapat Fadjar (2005: 70) pendidikan dapat dikatakan sebagai “wahana utama untuk memelihara serta menumbuhkan semangat kebangsaan itu, sebab pranata dan institusi pendidikan pada hakekatnya merupakan kekuatan pembangkitan gerakan watak semangat kebangsaan”. Adanya pelaksanaan pengajaran pendidikan kewarganegaraan diharapkan dapat memberi andil bagi pembentukan wawasan kebangsaan, pendidikan kewarganegaraan dapat membentuk warga negara yang baik, yakni warga negara yang sanggup melaksanakan hak dan kewajibannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.