Macam-macam Sistem Akuntansi

Macam-macam Sistem Akuntansi

Macam-macam Sistem Akuntansi

Metode pengolahan merupakan alat yang digunakan sistem untuk mengumpulkan, merangkum, dan melaporkan imformasi akuntansi. Metode ini dapat dilakukan secara manual atau komputerisasian.

  1. Sistem Akuntansi Manual

Sistem akuntansi dapat dilakukan dengan secara manual atau menggunakan perangkat lunak komputer (komputerisasian). Memahami sistem akuntansi manual dapat membantu dalam mengenali hubungan antara data akuntansi dengan laporan akuntansi. Selain itu, kebanyakan sistem komputerisasian tetapa menggunakan prinsip-prinsip yang digunakan dalam sistem manual. Penyimpanan data secara manual masih dapat memenuhi kebutuhan perusahaan secara memadai saat data yang dikumpulkan, disimpan, dan digunakan relatif sedikit.

Untuk perusahaan besar, perusahan manual seperti ini akan sangat memakan biaya dan waktu. Oleh karena itu, sistem komputerisasi lebih menjadi pilihan. Sebagai contoh, perusahaan besar seperti PT. Telkomunikasi Indonesia (Telkom) memiliki jutaan transaksi piutang pendapatan yang diperoleh dari jutaan pelanggan setiap harinya. Setiap piutang pendapatan  telepon membutuhkan ayat jurnal untuk mendebit akun piutang usaha dan mengkredit pendapatan. Selain itu, catatan piutang masing-masing pelanggan juga perlu disimpan. Sudah jelas, sistem manual tidak dapat memenuhi kebutuhan bisnis PT Telkom.

Pemrosesan transaksi sistem manual memerlukan langkah tambahan yang sejauh ini kita abaikan. Suatu peruasahaan, berapapun ukurannya, akan memngklasifikasiakan transaksi menurut jenis keefisienan penanganannya. Dalam sistem manual, penjualan kredit, peneriman kas, pembelian kredit, dan pembayaran kas diperlakukan dalam empat kategori yang terpisah.

 Setiap kategori transaksi memiliki jurnal khususnya sendiri sebagai contoh:

  1. Penjualan kredit dicatat dalam jurnal penjualan.
  2. Penerimaan kas dicatat dalam jurnal penerimaan kas.
  3. Pembelian persediaan dan aktiva lainnya secara kredit dicatat dalam jurnal pembelian.
  4. Pembayaran kas dicatat dalam jurnal pembayaran kas.
  5. Transaksi yang tidak termasuk dalam jurnal khusus, seperti ayat jurnal penyesuaian, dicatat dalam jurnal umum (general journal), yang berfungsi sebagai “journal penampungan akhir.”
  6. Sitem akuntansi komputerisasian

      Sistem akuntansi komputerisasian semakin banyak digunakan seiring dengan menurunnya harga perangkat keras dan lunak. Selain itu, sistem akuntansi komputerisasian memiliki tiga keuntungan utama dibandingkan dengan sistem akuntasi manual.Pertama, sistem akuntansi komputerisasian menyederhanakan proses penyimpanan catatan. Transaksai dicatat dalam bentuk elektronik dan pada saat yang sama, diposting secara elektronik ke akun-akun dalam buku besar dan buku besar pembantu.

      Kedua, sistem akuntansi komputerisasian secara umum lebih akurat dibandingkan sistem manual. Ketiga, sistem komputerisasian menyediakan imformasi saldo akun terkini untuk mendukung pengambilan keputusan karena saldo akun diposting sejak transaksi muncul.

 Bagaimana cara kerja sistem akuntansi komputerisasian?.Banyak transaksi yang pertama-tama harus otorisasi, artinya transaksi tersebut disetujui oleh manajemen sebelum di izinkan. Sebagai contoh, kebanyakan transaksi penjualan dan pembelian pertama-tama harus disetujui sebelum dilaksanakan. Tanpa langkah ini, penjualan yang dilakukan pada pelanggan tidak mendapatkan kredit yang memadai atau pembelian dilakukan untuk barang yang tidak diperlukan. Kebanyakan sistem akuntansi komputerisasian mencakup langkah-langkah otorisasi dalam peranti lunak. Setelah di otorisasi, transaksi dapat di selesikan.

Sistem yang terkomputerisasi diorganisasikan menurut fungsi, atau tugas. Anda dapat memilih salah satu fungsi, seperti mencatat penjualan kredit, dari sebuah menu. Menu adalah daftar opsi untuk memilih fungsi komputer.


Baca Juga :