Makna yang Terkandung dalam Majas pada Lirik Lagu “Gajah” Karya Tulus

            Sebuah lagu tak hanya berupa suatu lirik yang berisi kata-kata saja, tetapi didalamnya terdapat makna yang terkandung dibalik lirik tersebut. Salah satunya lirik yang mengandung kata-kata kiasan atau bisa disebut lirik lagu yang bermajas. Karena hal yang utama selain penggunaan gaya bahasa dalam sebuah lagu, pemaknaan menjadi hal yang lebih dilihat. Dengan makna tersebutlah yang menjadi daya tarik para pendengar, salah satunya lirik lagu “Gajah” karya Tulus yang saya teliti ini. Saya merasakan lagu ini sangat cocok untuk didengar oleh  siapapun, terkhusus untuk orang yang beranjak remaja, karena dalam lagu ini banyak pelajaran untuk diri kita, saat bagaimana kita menyikapi orang-orang yang menghina diri kita.

            Sebenarnya hampir semua lagu yang dibuat oleh Tulus, berisi sebuah pelajaran hidup, salah satunya lagu “Gajah” ini. Kata “Gajah” yang merupakan judul lirik lagu tersebut, sebenarnya kata kiasan yang memiliki arti perumpamaan dirinya yang bertubuh gemuk pada saat dia masih kecil. Selain itu banyak makna yang terkandung pada setiap lirik dibaitnya.

Lirik lagu bait pertama :

Setidaknya punya tujuh puluh tahun

Tak bisa melompat kumahir berenang

Bahagia melihat kawan yang berenang

Berkumpul bersama sampai ajal

Besar dan berani berperi sendiri

Yang aku hindari hanya semut kecil

Otak ini cerdas kurakit berangka

Wajahmu tak akan pernah kulupa

            Makna bait tersebut, bahwa dalam kehidupan dimulai dari kecil hingga tua, yang dimana masih ada waktu untuk terus belajar, walaupun saat itu hanya bisa satu hal saja, lakukanlah itu semua dengan berani dan kesungguhan, tetapi yang perlu dijauhi adalah orang-orang yang licik. Maka dari itu, pergunakanlah otak kita untuk berpikir, supaya selalu melakukan hal yang baik.

Lirik lagu bait kedua :

Waktu kecil dulu mereka menertawakan

Mereka panggilku gajah

(Ku marah) ku marah

Kini baru ku tahu puji didalam olokan

Mereka ingatku marah

Jabat tanganku panggil aku gajah

            Makna bait tersebut, dikisahkan bahwa seorang penulis lagu tersebut diejek dengan sebutan ‘gajah’. Saat diejek dengan sebutan itu, dia marah. Karena pada saat itu dia masih kecil, sehingga saat dia mulai dewasa, dia mengerti bahwa ejekan tersebut adalah sebuah pujian bagi dirinya. Sehingga membuat dirinya menerima dan menyikapi hal tersebut dengan baik.

Lirik lagu bait ketiga :

Kau temanku kau doakan aku

Punya otak cerdas aku harus tangguh

Bila jatuh, gajah lain membantu

Tubuhmu disituasi rela jadi tamengku

            Makna pada lirik lagu tersebut, bahwa ejekan yang diberikan kepada dirinya, merupakan sebuah pujian baginya dan dia merasa sangat berterima kasih kepada teman yang sudah mengejeknya. Dia menyikapi hal tersebut sebagai sesuatu kekuatan bagi dirinya untuk terus kuat dan terus berusaha untuk lebih baik lagi. Dan mengibaratkan saling membatu satu sama lain serta saling melindungi.

Lirik lagu bait keempat :

Kecil kita tak tahu apa-apa

Wajar bila terlalu cepat marah

Kecil kita tak tahu apa-apa

Yang terburuk kelak bisa jadi yang terbaik

Yang terburuk kelak bisa jadi yang terbaik

            Makna dalam lirik lagu tersebut, bahwa saat masih kecil setiap orang tentu belum mengerti suatu keadaan dan tak bisa mengontrol emosi. Selain itu hal yang dulu menurut orang itu buruk karena pandangan orang, tetapi pada dasarnya hal tersebut kedepannya merupakan hal yang terbaik. Seperti halnya dalam lagu ini, seseorang yang dulunya diejek paling buruk, tetapi belum tentu kedepannya buruk, karena bisa jadi seseorang itu adalah yang terbaik.

            Jadi, makna lagu “Gajah” karya Tulus ini dapat disimpulkan, bahwa pada saat itu dia masih kecil dan tak tahu apa-apa, sehingga ejekan tersebut menjadikan dirinya tak tahan dan mencari bagaimana cara untuk menyikapinya. Karena dia selalu diejek dengan sebutan gajah, maka menjadi suatu permulaan bagi dirinya untuk mengenal lebih jauh dan mencari tahu mengenai gajah. Pada akhirnya, dia menjadikan itu semua sebagai motivasi dalam hidupnya dan berterima kasih kepada semua temannya yang sudah memanggilnya dengan sebutan gajah. Dengan terjadinya hal seperti itu, menjadikan dirinya untuk terus menaklukan segala hal, bahwa dia mampu membuktikannya kepada mereka yang telah mengejeknya. Dia mampu membuat itu semua menjadi kesuksesan dimasa depan yang akan lebih baik dan dia mampu bangkit dan berusaha dari masa kelam yang dia alami.

sumber :

https://nashatakram.net/layanan-otomotif-seva-id/