Manakah yang benar Ustadz atau Ustaz

Manakah yang benar Ustadz atau Ustaz

Manakah yang benar Ustadz atau Ustaz
Manakah yang benar Ustadz atau Ustaz

“Dunia hiburan kini sedang diramaikan berita tentang Ustadz Solmed yang akan melangsungkan pernikahan dengan seorang pemain sinetron.” Memang tokoh yang bernama asli Shaleh Mahmud ini sedang naik daun dan menjadi sorotan publik akhir-akhir ini. Namun, tulisan di sini tidak akan mengupas perihal mengenai tokoh yang terkenal humoris dan gaul dalam acara-acara agama di televisi ini. Penulis akan mencoba mengupas penggunaan kata ustadz pada kalimat pertama di atas.

Kata ustadz sering digunakan untuk menyebut seorang laki-laki yang ahli di bidang agama. Secara wajar, barangkali orang-orang tidak akan mempermasalahkan kata ustadz dalam kalimat di atas. Penulis sering menemukan penggunaan kata ustadz di sekolah-sekolah atau di masjid. Penulisan kata ustadz mungkin sudah diyakini benar oleh beberapa orang sehingga penggunaan sering ditemukan di kehidupan sehari-hari. Namun, penulisan ustadz ternyata salah karena tidak baku dan menyalahi aturan penyerapan bahasa.

Penulisan yang benar dan baku adalah ustaz. Kata ustaz merupakan hasil serapan dari bahasa Arab. Kata ustadz tidak baku karena konsonan < dz > tidak dikenal dalam sistem ejaan bahasa Indonesia. Di dalam kaidah ejaan bahasa Indonesia, huruf zal dari bahasa Arab diubah menjadi huruf z dalam bahasa Indonesia sehingga yang benar bukanlah ustadz, melainkan ustaz.

Aturan ini juga berlaku untuk penulisan ustadzah yang masih sering ditulis oleh banyak orang. Sesuai aturan di atas, penulisan yang tepat adalah ustazah. Aturan ini berlaku untuk semua kata yang diserap dari bahasa Arab. Contoh kasus lainnya adalah penggunaan kata adzan. Dalam siaran televisi, penulis masih sering menemukan kata adzan. Kata ini jelas tidak baku, dan yang baku adalah azan. Dengan memahami aturan penyerapan bahasa, diharapkan masyarakat dapat menggunakan kata-kata yang baku dan tepat.

Baca Juga :