Masyarakat Diminta Awasi Penggunaan Dana BOS

Masyarakat Diminta Awasi Penggunaan Dana BOS

Masyarakat Diminta Awasi Penggunaan Dana BOS
Masyarakat Diminta Awasi Penggunaan Dana BOS
Staf Ahli Bidang Inovasi dan Daya Saing Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Ananto Kusuma Seta menuturkan, akuntabilitas atau pertanggungjawaban penggunaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) perlu mengalami perubahan.
Menurut dia, selama ini pengawasan dana BOS dilakukan oleh aparatur pemerintahan, seperti Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), kepolisian, dan Inspektorat Jenderal Kemendikbud.
Sudah waktunya sekarang ini masyarakat juga ikut berperan serta dalam mengawasi penggunaan dana BOS.

“Akuntabilitas BOS harus dirombak. Selama ini pemeriksaan hanya dilakukan

oleh lembaga pemerintahan. Akuntabilitas pendidikan harus bisa dilakukan oleh semua. Jadi publik juga ikut mengawasi dana pendidikan itu,” ucap Ananto ketika ditemui di Jakarta, Rabu (19/9).
Semangat ini muncul karena pendidikan bukan hanya milik pemerintah, melainkan milik semua anggota masyarakat. Dengan demikian, pertanggungjawaban penggunaan anggaran pun harus dilakukan bersama.
Hal berikutnya yaitu publik seharusnya mendorong penggunaan dana pendidikan itu untuk peningkatan kualitas sekolah. Maksudnya, dana tersebut benar-benar dipakai sesuai kebutuhan dan untuk memenuhi kreativitas guru dan siswa dalam mengembangkan pembelajaran.

“Kalau ada sekolah yang pakai dana BOS tidak sesuai maka publik yang akan

mencatat. Ini contoh dorongan dari publik ikut mengawal penggunaan dananya. Menurut saya, ini harus dimulai dari sekarang. Jadi akuntabilitas bukan berdasarkan kuitansi saja, tapi benar-benar sesuai kreativitas dan kebutuhan sekolah,” imbuh Ananto.

Sebab, tambahnya, kebutuhan setiap sekolah berbeda-beda sehingga

penggunaan dana pun berbeda sesuai prioritas masing-masing. Tidak bisa lagi sekarang ini jumlah dana diseragamkan semua sekolah.
Ada sekolah memanfaatkan dana BOS untuk pelatihan guru, pengadaan buku pelajaran, pembelian peralatan, dan lain-lain. Semua itu merupakan bagian dari peningkatan kualitas pendidikan.