Menristek-Dikti Menyapa Negeriku Bangun Pendidikan Melalui Jiwa

Menristek-Dikti: Menyapa Negeriku Bangun Pendidikan Melalui Jiwa

Menristek-Dikti Menyapa Negeriku Bangun Pendidikan Melalui Jiwa
Menristek-Dikti Menyapa Negeriku Bangun Pendidikan Melalui Jiwa

Membangun pendidikan tidak hanya melalui insfrastruktur. Tetapi bisa juga melalui rasa dan jiwa. Hal ini diungkapkan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek-Dikti) M. Nasir di hadapan 44 peserta terpilih program Menyapa Negeriku.

Program tersebut mengirim masyarakat umum dari berbagai latar belakang ke daerah-daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3T). Mereka akan berbagi inspirasi dengan penduduk setempat selama lima hari. Dalam kurun waktu tersebut, diharapkan para peserta bisa melaporkan kondisi pendidikan di sana sekaligus berbagi ilmu dengan warga setempat.
Muhammad NasirMenristek-Dikti
Muhammad Nasir
Menristek-Dikti

Nasir mengungkapkan, nantinya laporan program ini akan dibagi ke sejumlah

kementerian. Di antaranya, Kementerian BUMN, Kemenhan, Kemendagri, dan Kemendikbud. Adapun kaitannya untuk memberikan peluang kepada kementerian tersebut supaya bisa membantu daerah 3T. ’’Di Kementerian BUMN itu kan banyak CSR. Bisa lah dibantu. Karena kami sedang mengupayakan mengambil anggaran dari luar pemerintah,’’ ucapnya dalam kegiatan Pembekalan dan Pelepasan Peserta Menyapa Negeriku di Hotel Century Park, kawasan Senayan, Jakarta, kemarin (30/11).

Selain itu, Menyapa Negeriku merupakan langkah monitor dan evaluasi (monev) untuk meninjau program SM3T. Pasalnya, Nasir menyebut, peserta program SM3T akan ditambah tahun depan. Dari awalnya 2.000 orang, menjadi 3.500 orang. Nantinya, laporan monev akan ditulis oleh para peserta terpilih Menyapa Negeriku. Dan tulisan terpilih, masuk dalam buku terbitan Dikti.

Adapun program ini bertujuan memberi kesempatan anak muda Indonesia

untuk melihat langsung kondisi pendidikan di daerah 3T. Tak disangka, animo masyarakat sangat besar. Awalnya, panitia berasumsi pendaftar hanya akan mencapai maksimal 2.000 orang. Namun, ternyata membludak hingga lebih dari 47.000 pendaftar. Dalam waktu yang singkat, panitia pun memutuskan untuk memundurkan waktu penyeleksian.

Menanggapi hal tersebut, Nasir mengungkapkan bahwa itu merupakan bukti

minat pemuda pemudi Indonesia terhadap program ini sangat antusias. Tetapi, anggaran terbatas. Oleh karena itu, dia berharap 44 pendaftar yang terpilih bisa menjalankan misinya dengan baik untuk membantu Dikti. ’’Ini (program Menyapa Negeriku) juga untuk mempercepat akselerasi pendidikan di Indonesia,’’ tandasnya.

 

Sumber :

https://dcc.ac.id/blog/sejarah-pertempuran-medan-area/