Nadiem Jelaskan Magang 3 Semester ke DPR: Sukarela, Bukan Paksaan

Nadiem Jelaskan Magang 3 Semester ke DPR: Sukarela, Bukan Paksaan

Nadiem Jelaskan Magang 3 Semester ke DPR Sukarela, Bukan Paksaan
Nadiem Jelaskan Magang 3 Semester ke DPR Sukarela, Bukan Paksaan

Untuk mewujudkan SDM Indonesia yang unggul dan berkualitas, Mendikbud Nadiem Makarim akan menerapkan program magang 3 semester. Saat rapat dengan Komisi X DPR, Nadiem menjawab segala pro kontra yang muncul karena program magang ini.

Menurut Nadiem, program magang 3 semester ini opsional. Selain itu, ia

menjelaskan program ini bukan berarti mahasiswa harus keluar dari kampus selama 3 semester.
“Inilah esensi (magang) tiga semester di luar prodi. Jadi bukan keluar kampus selama tiga semester, tapi perguruan tinggi memperbolehkan sampai dengan satu tahun (berkegiatan) di luar kampus,” tutur Nadiem di DPR RI, Kompleks Senayan, Jakarta, Selasa (28/1).
Menurut Nadiem, program magang tiga semester itu bukan paksaan bagi mahasiswa. Dalam program tersebut, setiap mahasiswa boleh fokus di prodinya, kemudian menjajal satu semester di prodi lain, di universitas lain, dan bahkan diperbolehkan untuk mengikuti pertukaran ke luar negeri.
“Dia mau proyek desa dan lain-lain juga boleh. Ini adalah pembebasan karena pada saat ini, skill yang dibutuhkan di dunia nyata adalah soft skill yang sulit dilatih di situasi dalam kampus, sangat susah,” ucap Nadiem.
ADVERTISEMENT

“Jadi ini adalah opsi bukan paksaan terhadap mahasiswa,” imbuhnya.

Nadiem Makarim rapat dengan Komisi X
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim saat menghadiri Rapat kerja komisi X DPR RI, Selasa (28/1). Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan
Ia lalu memberikan contoh seorang anak yang diajarkan satu gaya berenang, misalnya gaya bebas di dalam kolam renang, sebagai analogi. Saat harus berenang di laut bebas, anak tersebut akan kesulitan karena tidak terbiasa dengan medan dan hanya menguasai satu gaya berenang saja.

“Makanya ada tiga season prodi ini, Kita akan ubah program S1 kita, di mana

saat dia lulus, dia sudah belajar berbagai macam gaya berenang dan dia sudah mengetes skil-skil dia di laut bebas, di dunia nyata,” tegasnya.
Nadiem juga menyebut, dengan program tersebut, seluruh masyarakat bisa ikut andil untuk membentuk berbagai macam program yang melibatkan mahasiswa. Misalnya, proyek di desa yang bisa melibatkan mahasiswa di bidang entrepreneurship dan tenaga pembimbingnya.

 

Sumber :

https://www.kakakpintar.id/