Nasib Lenovo di India dan Indonesia

Nasib Lenovo di India dan Indonesia

Nasib Lenovo di India dan Indonesia
Nasib Lenovo di India dan Indonesia

Handset Lenovo yang dimiliki Motorola

mungkin telah menjadi populer di pasar ponsel pintar global dalam beberapa tahun terakhir. Sayangnya, brand smartphone ini telah gagal memperkuat posisinya di India, yang merupakan pasar ponsel cerdas terbesar kedua di dunia.

Seperti diketahui, Lenovo pernah menjadi pemain populer di segmen harga terjangkau dan menengah di India. Namun dalam dua tahun terakhir, bisnis ponsel perusahaan ini tergelincir karena persaingan dengan vendor China yang semakin meningkat.

Menurut Counterpoint Research, pengiriman ponsel pintar Motorola India turun 70 persen year-on-year (YoY) pada  2018. Performa merek ini merosot dari posisi keenam pada 2017 menjadi ke 12 di pasar pada 2018.

 

“Pengiriman Motorola menurun karena portofolio produk kompetitif Realme

dan Xiaomi. Motorola tidak menyegarkan portofolionya dibandingkan dengan pemain China lainnya yang menawarkan spesifikasi yang lebih baik dengan harga kompetitif”, ujar Karn Chauhan, Analis Utama di Counterpoint Research.

Pasca akuisisi, pada Agustus 2015, raksasa teknologi China Lenovo mengumumkan penggabungan divisi ponsel pintar yang sebelumnya telah mereka miliki, termasuk desain, pengembangan, dan manufaktur, ke dalam unit mobilitas Motorola.

 

Namun line up Motorola terbilang tersendat.

Motorola meluncurkan perangkat tiga kali lebih sedikit dibandingkan merek terkemuka lainnya di India sepanjang 2018.

“Merek belum mampu tumbuh pada kecepatan yang bisa ia miliki, semata-mata pada nilai mereknya. Setelah mergernya Lenovo-Motorola, positioning dan portofolio produk justru menjadi kacau. Tidak ada positioning yang berbeda antara Lenovo dan Motorola”, kata Faisal Kawoosa, Pendiri dan Analis Utama firma riset pasar techARC.

Ditenagai Snapdragon 855, Lenovo Z6 Pro Meluncur Bulan Ini

“Moto selalu dilihat sebagai merek untuk pengguna yang berevolusi, sesuatu yang memanfaatkan OnePlus. Seandainya Lenovo-Motorola Business Group (MBG) memainkan kartunya dengan baik, Moto bisa menjadi seperti OnePlus hari ini,” tambah Kawoosa.

Di sisi lain, perubahan dalam manajemen puncak juga memengaruhi bisnis Lenovo Motorola di negara ini, kata Counterpoint.

Performa yang menurun, membuat banyak eksekutif Lenovo Motorola yang hengkang. Termasuk Sudhin Mathur.

Ia berhenti pada April 2018 sebagai Kepala Bisnis Ponsel Lenovo-Motorola Group di India bahkan ketika perusahaan itu berjuang untuk melindungi sahamnya di pasar ponsel cerdas yang sangat kompetitif.

Di India, segmen smartphone dengan harga terjangkau saat ini dikuasai oleh Realme yang baru muncul dan Xiaomi yang berkantor pusat di Beijing. Pemain nomor dua, Samsung sekarang juga menargetkan dapat merebut pasar lebih banyak dengan memperkenalkan seri ‘Galaxy M’.

 

Menurut Anshika Jain, Analis Riset di Counterpoint Research

lanskap kompetitif telah berubah secara signifikan pada tahun lalu. Pihaknya melihat para pemain kunci mendapatkan bagian, sementara merek yang lebih kecil keluar dari pasar saat kompetisi semakin ketat.

Pada 2017, Motorola membuka “Moto Hubs” di India. Fasilitas itu ditujukan untuk memperkuat positioning Motorola karena persaingan di antara para produsen ponsel pintar bergeser untuk mendapatkan ruang offline. Sayangnya keputusan itu tidak berhasil.

Sumber : https://ngelag.com/