Penanggulangan Narkoba Makin Besar Kendala

Penanggulangan Narkoba Makin Besar Kendala

Penanggulangan Narkoba Makin Besar Kendala

Penanggulangan Narkoba Makin Besar Kendala
Penanggulangan Narkoba Makin Besar Kendala

Kendala penanggulangan dan pemberantasan bahaya narkoba di Jabar semakin besar, mengingat selain minimnya anggaran kinerja Badan Narkotika Provinsi (BNP) dan Kota/Kabupaten (BNK) pun dipandang belum optimal. Mereka dinilai masih berkutat pada kegiatan seremonial, belum memunculkan rencana strategis (strategic plan) yang berkesinambungan dan menyelesaikan akar persoalan.

Demikian disampaikan Koordinator salah satu lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang bergerak dalam penanggulangan narkoba 25 Messengers, Dedi Kurniawan, saat beraudiensi dengan Komisi C DPRD Jabar, di Gedung DPRD Jabar, Rabu (12/1). “Terus terang, selama ini banyak LSM yang bergerak dalam upaya penanggulangan bahaya narkoba, merasa belum secara optimal mendapat dukungan dari birokrasi. BNP dan BNK di kota/kabupaten di Jabar tampaknya belum melakukan upaya yang sistematis, yang kecenderungannya hanya berkutat pada program seremonial belaka,” ungkap Dedi.

LSM yang dikoordinatorinya misalnya, malah lebih banyak mendapat dukungan finansial dan pelatihan program dari lembaga luar negeri, seperti UNICEF (organ PBB untuk bantuan pendidikan dan anak-anak-red.) dan lainnya. “Di antara BNP atau BNK pun tampak belum terjalin kerja sama yang lebih strategis dan berkesinambungan,” tegasnya.

Ia mengatakan, kendala yang muncul mengenai penanggulangan narkoba selama ini, masih berkutat pada aspek seremonial. “Berbagai lembaga yang berbasis pemerintah malah lebih banyak memunculkan spanduk berisi jargon-jargon antinarkoba. Namun, belum muncul program strategis dan koordinatif, untuk mencari solusi akar persoalan,” urai Dedi.

Setiap program penanggulangan narkoba, katanya, tidak bisa dilakukan secara parsial dan melihat dari satu aspek. “Setidaknya ada empat aspek yang harus terpenuhi, ketika kita melakukan upaya preventif, rehabilitatif, dan represif terhadap ancaman bahaya narkoba. Keempatnya adalah aspek fisik, mental, emosional, dan spiritual,” tuturnya

“Pilot project”

Sementara itu, Kepala Biro Pengembangan Sosial Pemprov Jabar yang juga Sekretaris BNP Jabar, Dadang Hermawan menepis persepsi bahwa kinerja BNP Jabar belum optimal. “Kalau dibilang belum optimal, saya kira tidak karena keberadaan BNP sendiri baru genap satu tahun sejak pen-diriannya,” tegasnya.

Ia juga menolak, BNP Jabar belum memiliki rencana strategis penanggulangan ancaman narkoba di provinsi ini. “Kalau kami tidak mempunyai strategi program ke depan, tidak mungkin Jabar dijadikan sebagai pilot project (projek percontohan-red.) oleh Badan Narkotika Nasional yang dipimpin Irjen (Pol.) Makbul Padmanegara pada 2005 ini,” tegas Dadang Hermawan.

Saat ini, menurut Bambang, BNP Jabar sudah memiliki gedung sekretariat yang berlokasi di Jalan Diponegoro 20 Bandung. “Namun, untuk sementara digunakan untuk Posko Kemanusiaan Jabar untuk bencana Aceh. Selama tahun 2004 ini kami lebih banyak melakukan pembenahan internal keorganisasian. Kini, di 25 kota dan kabupaten di Jabar sudah berdiri BNK,” paparnya.

Bambang menegaskan, salah satu hal penting yang menjadi pemikiran di tubuh BNP saat ini yakni memenuhi amanat Ketua BNN, bahwa kepala harian BNP seharusnya diisi oleh unsur masyarakat. Dengan begitu, ia tidak terikat pada tugas dan fungsi lembaga asalnya.

Namun, bisa saja Kepala BNP tetap dari unsur birokrat, tapi tugas sehari-harinya diberikan kepada unsur masyarakat yang dianggap mampu memainkan peran yang lebih maksimal. “Unsur birokrat yang berposisi ex-officio lebih merupakan fasilitator dan administrator,” tambah Dadang Hermawan. (A-64)

Dengan memeberikan sanksi tegas dan penyuluhan yang intensif para pelajar diharapkan dapat mengerti tentang bahaya narkoba dan dapat menjauhinya dari kehidupan.Lebih dari itu apabila ada pemakai atau pengedar dilingkungansekitar pelajar itu sendiri,pelajar diharapkan dapat menasihati atau melaporkan ke pihak berwajib yang ada dilingkungan sekitar.

Sumber : https://anchorstates.net/

Saat Narkoba Mengintai Kaula Muda

Saat Narkoba Mengintai Kaula Muda

Saat Narkoba Mengintai Kaula Muda

Saat Narkoba Mengintai Kaula Muda
Saat Narkoba Mengintai Kaula Muda

Narkoba merupakan singkatan dari Narkotika dan Obat/Bahan berbahaya yang telah populer beredar dimasyarakat perkotaan maupun di pedesaan, termasuk bagi aparat hukum. Sebenarnya dahulu kala masyarakat juga mengenal istilah madat sebagai sebutan untuk candu atau opium, suatu golongan narkotika yang berasal dari getah kuncup bunga tanaman Poppy yang banyak tumbuh di sekitar Thailand, Myanmar dan Laos (The Golden Triangle) maupun di Pakistan dan Afganistan.

Selain Narkoba, istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan RI adalah NAPZA yaitu singkatan dari Narkotika, Pasikotropika dan Zat adiktif lainnya. Semua istilah ini sebenarnya mengacu pada sekelompok zat yang umumnya mempunyai risiko yang oleh masyarakat disebut berbahaya yaitu kecanduan (adiksi).

Narkoba atau NAPZA merupakan bahan/zat yang bila masuk ke dalam tubuh akan mempengaruhi tubuh terutama susunan syaraf pusat/otak sehingga bilamana disalahgunakan akan menyebabkan gangguan fisik, psikis/jiwa dan fungsi sosial. Karena itu Pemerintah memberlakukan Undang-Undang untuk penyalahgunaan narkoba yaitu UU No.5 tahun 1997 tentang Psikotropika dan UU No.22 tahun 1997 tentang Narkotika.

Golongan Psikotropika adalah zat atau obat baik alami maupun sintetis namun bukan Narkotika yang berkhasiat aktif terhadap kejiwaan (psikoaktif) melalui pengaruhnya pada susunan syaraf pusat sehingga menimbulkan perubahaan tertentu pada aktivitas mental dan perilaku.

Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semisintetis yang akan menyebabkan perubahan kesadaran, mengurangi sampai menghilangkan rasa sakit dan dapat menimbulkan ketergantungan (adiksi).

Jenis Narkotika yang sering disalahgunakan adalah morfin, heroin (putauw), petidin, termasuk ganja atau kanabis, mariyuana, hashis dan kokain.

Sedangkan jenis Psikotropika yang sering disalahgunakan adalah amfetamin, ekstasi, shabu, obat penenang seperti mogadon, rohypnol, dumolid, lexotan, pil koplo, BK, termasuk LSD, Mushroom.

Zat adiktif lainnya disini adalah bahan/zat bukan Narkotika & Psikotropika seperti alkohol/etanol atau metanol, tembakau, gas yang dihirup (inhalansia) maupun zat pelarut (solven).

Narkoba dalam lingkungan sekolah pada saat ini sangat meresahkan perkembangannya.Entah apa sampai para pelajar bisa menggunakan barang haram ini serta tanpa berpikir panjang untuk mengedarkannya dan efeknya bagi dirinya sendiri kemudian lingkungan sekitarnya.Mungkin ini terjadi karena factor keluarga yang tidak memperdulikan kehidupan anggota keluarganya atau himpitan ekonomi yang memaksa sampai pelajar ini dapat melakukan hal seperti ini.

Peningkatan jumlah pemakai narkoba meningkat dikalangan pelajar.Entah kenapa hal ini bisa sampai terjadi,apa mungkin dari pihak sekolah kurang memberikan penyuluhan atau himbauan tentang betapa bahayanya pengaruh narkoba bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar kita.Seharusnya penyuluhan ini dilakukan secara intensif agar para siswa mengerti secara benar bahaya narkoba,karena pada saat usia pelajar inilah masa dimana mudah untuk dipengaruhi dan di hasut menuju hal – hal yang tidak benar.Bila diperlukan pihak sekolah diharapkan menelusuri sebab kenapa siswa sampai ada yang memakai dan menjual narkoba.

Seminar dan pengenalan program penanggulangan Narkoba di lingkungan sekolah dengan pendekatan ilmiah dan teknologi diselenggarakan di Jakarta, Kamis (7/8). Program ini dirintis oleh Kelompok Kerja (Pokja) Narkoba Departemen Pendidikan Nasional bekerja sama dengan sebuah perusahaan yang melaksanakan kajian dan pengembangan teknologi pre-screen(deteksi dini) zat adiktif melalui pupil mata.
Kegiatan ini bertujuan membangun paradigma baru dalam melihat masalah yang timbul karena penggunaan dan penyalahgunaan Narkoba di kalangan masyarakat. Selain itu, memperkenalkan disiplin ilmiah dan teknologi bagi para profesional terapis dan para profesional pendidik di Indonesia serta menyebarkan pengetahuan ini agar disepakati dan dicapai suatu standar pencegahan dan pemulihan yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmuah.

Sumber : https://abovethefraymag.com/

Segera Rilis, Black Shark 2 Pro Pakai Snapdragon 855 Plus?

Segera Rilis, Black Shark 2 Pro Pakai Snapdragon 855 Plus

Segera Rilis, Black Shark 2 Pro Pakai Snapdragon 855 Plus?

Segera Rilis, Black Shark 2 Pro Pakai Snapdragon 855 Plus
Segera Rilis, Black Shark 2 Pro Pakai Snapdragon 855 Plus

Qualcomm secara resmi telah memperkenalkan chipset kelas atas terbarunya, Snapdragon 855 Plus. Lewat rilis yang mereka sebarkan disebutkan bahwa chipset tersebut hadir sebagai peningkatan dari Snapdragon 855 disektor CPU dan GPU yang dioptimalisasi.

Dikatakan, GPU Adreno 640 yang ada di dalam chipset ini telah memiliki clock speed lebih tinggi dan memberikan kinerja 15 persen lebih tinggi. Sementara itu, inti CPU Kryo 485 juga turut ditingkatkan menjadi 2,96 GHz atau naik sekitar 4 persen.

Nah! Gosipnya Snapdragon 855 Plus lebih ditujukan bagi pabrikan atau

produsen yang ingin menciptakan smartphone gaming. Ya! Salah satu pabrikan smartphone yang tertarik dan sudah mengumumkan akan menggunakan Snapdragon 855 Plus adalah Nubia.

Dua hari yang lalu Nubia memang sudah mengumumkan akan memperbarui smartphone gaming mereka, Nubia Red Magic 3 dengan chipset Snapdragon 855 Plus. Hanya saja, tidak ada penegasan dari Nubia, kapan Red Magic 3 dengan chipset Snapdragon 855 Plus itu akan dihadirkan.

Pabrikan smartphone lainnya yang tertarik untuk menggunakan Snapdragon 855 Plus adalah ASUS. Ya! Disebut-sebut pabrikan smartphone asal Taiwan ini sedang mengembangkan ROG Phone 2 yang di dalamnya akan bercokol Snapdragon 855 Plus sebagai otaknya.

Sementara itu, Realme juga menyambut positif kehadiran Snapdragon 855

Plus sehingga mereka pun tidak malu-malu untuk mengucapkan “selamat datang” yang dilontarkan lewat akun Weibo miliknya. Ucapan ini pun menimbulkan rumor bahwa Realme juga tertarik untuk memakai chipset tersebut.

Nah! Baru-baru ini Black Shark yang merupakan sub-brand smartphone gaming di bawah bendera Xiaomi telah mengumumkan bahwa mereka akan menghadirkan Black Shark 2 Pro. Lewat teaser poster yang mereka sebarkan di Weibo, disebutkan bahwa Black Shark 2 Pro akan diperkenal pada 30 Juli 2019.

Bisik-bisik di industri ini pun segera menyeruak. Tak sedikit yang berharap

bahwa Black Shark akan membenamkan chipset Snapdragon 855 Plus ke dalam Black Shark 2 Pro. Sayangnya, Black Shark belum mau mengonfirmasi hal itu secara terbuka.

 

Baca Juga :

Infografis ini Ungkap Fakta Menarik Redmi Note 7 dan Redmi 7

Infografis ini Ungkap Fakta Menarik Redmi Note 7 dan Redmi 7

Infografis ini Ungkap Fakta Menarik Redmi Note 7 dan Redmi 7

Infografis ini Ungkap Fakta Menarik Redmi Note 7 dan Redmi 7
Infografis ini Ungkap Fakta Menarik Redmi Note 7 dan Redmi 7

Di pasar Indonesia, Redmi yang kini berada di bawah bendera Xiaomi telah secara resmi memperkenalkan dua smartphone barunya Redmi Note 7 dan Redmi 7. Ya! Redmi Note 7 melenggang resmi di Indonesia sejak bulan Maret 2019 dan dipasarkan diharga Rp2 jutaan. Sementara, Redmi 7 baru diperkenalkan pada bulan April 2019 dan dijual mulai dari harga Rp1,6 juta.

Kedua smartphone ini pun kehadirannya di pasar Indonesia disambut positif oleh konsumen gadget Tanah Air. Hal ini pun dibuktikan dengan infografis yang baru-baru ini disebarluaskan oleh Redmi. Ya! Infografis tersebut menyajikan beberapa fakta menarik yang diraih oleh Redmi Note 7 dan Redmi 7.

 

Dikatakan, Redmi Note 7 sangat “Fenomenal” karena terjual 15 juta unit dalam

waktu 6 bulan di seluruh dunia. Lewat fakta ini, Redmi pun mengklaim bahwa smartphone tersebut jadi favorit banyak orang. Fakta lainnya, dikatakan bahwa Redmi Note 7 “Penuh Gaya”. Hal ini dilihat dari tiga warna yang ditawarkan, yakni Nebula Red, Neptune Blue dan Space Black.

Menariknya, warna Neptune Blue yang membalut bodi smartphone berukuran 6,3 inci ini merupakan masukan dari Mi Fans Indonesia yang bernama Kenny Anthony. Sayangnya, Redmi tidak menjelaskan secara detail mengenai proses bagaimana keterlibatan Kenny hinga bisa memberikan masukan kepada pabrikan smartphone asal Cina tersebut.

Sedangkan fakta menarik mengenai Redmi 7, dikatakan oleh Redmi bahwa smartphone ini “Tangguh” dan “Nyaman”. Terkait dengan fakta “Tangguh”, Redmi 7 yang ditenagai chipset Snapdragon 632 diklaim memiliki kemampuan pengolahan grafis 10% lebih cepat dari seri sebelumnya. Selain itu, dengan frame rate rata-rata 56,9 fps, dijamin pengalaman bermain game menggunakan smartphone ini lebih lancar.

Nah! Fakta yang mengatakan bahwa Redmi 7 jadi smartphone yang “Nyaman”,

ini berkaitan dengan layarnya. Ya! Layar Redmi 7 sudah dilengkapi dengan sertifikasi TÜV Rheinland yang dapat mengurangi gejala negatif dari Blue Light yang dapat menyebabkan ketegangan mata, sakit kepala, pengelihatan kabur, nyeri punggung, bahu, atau leher.

Sementara itu, Redmi Note 7 dan Redmi 7 juga memiliki tiga fakta yang sama,

yakni “Terjamin”, “Aman & Kuat” serta “Tahan Lama”. Fakta pertama, yakni “Terjamin” karena Redmi Note 7 dan Redmi 7, masing-masing telah dilindungi oleh teknologi P2i nano coating yang bisa melindungi perangkat dari percikan air hingga 40 persen.

 

Sumber :

https://rhydianroberts.com/

realme X Dijual di Indonesia Mulai Rp3,5 Juta

realme X Dijual di Indonesia Mulai Rp3,5 Juta

realme X Dijual di Indonesia Mulai Rp3,5 Juta

realme X Dijual di Indonesia Mulai Rp3,5 Juta
realme X Dijual di Indonesia Mulai Rp3,5 Juta

realme benar-benar membuat kejutan di pasar Indonesia dengan meluncurkan lini produk flagship pertamanya, realme X. Punya desain yang diklaim oleh realme lebih modis, realme X datang dengan dukungan kamera pop-up. Ya! Kamera pop-up yang ditempat di sisi atas bagian tengah smartphone ini memiliki resolusi 16 MP dengan aperture f/2.0.

realme juga sesumbar bahwa dukungan kamera pop-up yang disematkan mampu menghasilkan pengalaman pemotretan selfie yang smooth. Kamera depan realme X hanya memerlukan waktu 0,74 detik untuk naik ke atas dan telah diuji hingga 200 ribu kali dalam pemakaian normal yang tahan hingga 10 tahun dengan 50 foto selfie per hari.

Sementara pada bagian belakangnya, realme X memiliki kamera utama 48 MP

dengan aperture f/1.7 dan berpasangan dengan lensa kedalaman 5 MP f/2.4. Untuk dapur pacunya, smartphone ini telah dibekali dengan chipset Snapdragon 710 dari Qualcomm yang dipasangkan dengan pilihan RAM 4 GB atau 8 GB dengan internal storage berkapasitas 128 GB.

“Kami sangat senang bisa merilis realme X di Indonesia. Smartphone ini datang dengan inovasi terkini bagi anak muda di Indonesia. realme X akan memberikan konsumen Indonesia pengalaman yang luar biasa dalam hal kinerja, desain dan kualitas. Dengan semua kelebihannya, kami percaya realme X akan disambut positif,” ujar Josef Wang, Marketing Director realme SEA.

Terkait dengan desainnya, smarphone ini dikemas dengan layar Super

AMOLED berukuran 6,53 inci FullHD+ dan memiliki aspek rasio 19,5:9. Rasio screen-to-body smartphone ini mencapai 91,2 persen yang mampu menghadirkan pengalaman layar penuh dan sudah diproteksi dengan Gorilla Glass 5 dari Corning.

Datang sebagai smarphone kekinian, realme juga telah memperkaya realme X

dengan pemindai sidik jari di dalam layar alias fingerprint under display. Dukungan lainnya yang tak kalah menarik dan bisa langsung dirasakan oleh pengguna adalah VOOC Flash Charge 3.0 yang mampu memberikan waktu bicara 2 jam setelah pengisian daya hanya 5 menit. Kapasitas baterai realme X adalah 3.765 mAh.

 

Sumber :

https://viewsflow.com/

Sejarah Hari Guru Nasional 25 November

Sejarah Hari Guru Nasional 25 November

Sejarah Hari Guru Nasional 25 November

Sejarah Hari Guru Nasional 25 November
Sejarah Hari Guru Nasional 25 November

Setiap tanggal 25 November, bangsa Indonesia akan memperingati peringatan Hari Guru Nasional yang juga bertepatan dengan hari lahirnya organisasi guru yaitu Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Berikut ini ada rangkuman dan berbagai sumber ulasan sejarah 25 November.

Pada zaman penjajahan belanda, sebuah organisasi di dirikan yaitu Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) tahun 1912. Namun dua dekade berjalan, akhirnya organsasi tersebut berganti menjadi PGI (Persatuan Guru Indonesia)  agar dapat lepas dari bayang-bayang penjajah Belanda.

Disaat era penjajahan Belanda berganti Jepang, hampir setiap organisasi

dilarang. Hingga sekolah banyak yang ditutup sampai dengan organisasi PGI yang sudah tidak lagi aktif bersuara. Karena adanya proklamasi tanggal 17 Agustus 1945 Organisasi yang digawangi para guru itu, PGI melakukan Kongres Guru Indonesia tepatnya tanggal 24 sampa 25 November 1945 di Surakarta.

Hingga hasil kongres tersebut menyatakan sejarah baru, dimana tanggal 25 November 1945 PGRI selanjutnya berdiri. Sebagai rasa penghormatan kepada para guru,akhirnya pemerintahpun menetapkan jika hari lahir PGRI sama sebagai Hari Guru Nasional.

Setiap tanggal 25 Desember, Bangsa Indonesia akan menggelar puncak

peringatan Hari Guru Nasional yang seperti biasa di sejumlah instansi pemerintah dan sekolah biasanya akan menggelar upacara bendera yang bertemakan Hari Guru Nasional.

Ada berbagai cara yang bisa dilakukan selain upacara bendera bertemakan Haru Guru Nasional, yaitu lomba baca puisi maupun lomba pidato yang juga bertemakan dengan hari guru. Selain hal itu kita juga bisa memberikan ucapan secara langsung atau tertulis sebagai bentuk penghormatan dan rasa terima kasih atas jasa-jasa yang telah diberikannya karena telah mendidik kita dengan berbagai ilmu sejak kita masih kecil.

Jika kembali kepada sejarah lagi, peran guru sangatlah besar dalam kemajuan

menanamkan kesadaran dan akan harga diri sebagai bangsa serta semangat nasionalisme di dalam masa penjajahan kepada peserta didil serta masyarakat.

 

Baca Juga :

Empat Standar Kompetensi ini Wajib Dikuasai oleh Guru

Empat Standar Kompetensi ini Wajib Dikuasai oleh Guru

Empat Standar Kompetensi ini Wajib Dikuasai oleh Guru

Empat Standar Kompetensi ini Wajib Dikuasai oleh Guru
Empat Standar Kompetensi ini Wajib Dikuasai oleh Guru

Guru hingga saat ini masih menjadi ujung tombak pembangunan pendidikan

Indonesia. Karenanya, guru yang memiliki kompetensi tinggi, sangatlah dibutuhkan dalam membangun pendidikan di negeri ini. Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sugeng Andono menyebut ada empat standar kompetensi yang wajib dikuasai oleh setiap guru.

“Ada empat standar kompetensi yang harus dikuasai oleh guru, di antaranya

adalah kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan juga profesional. Semua itu belum sepenuhnya dikuasai oleh guru, terutama kompetensi profesional,” kata Sugeng dalam perbincangan bersama Edupost.ID di kediaman pribadinya, Wonosari Gunungkidul Rabu (21/12).

Dijelaskan Sugeng, kompetensi pedagogik mengharuskan guru memahami kondisi siswa, dan menguasai hal – hal yang terkait pedagogik. Kompetensi kepribadian menuntut guru untuk menjadi panutan siswa – siswanya. Di sini, guru harus memiliki perilaku yang baik seperti pepatah Jawa, guru digugu lan ditiru (guru dipercaya dan dicontoh).

Sementara, kompoetensi sosial mengharuskan guru untuk mampu

bekerjasama dengan pihak lain, baik dengan sesama guru, sekolah, maupun masyarakat. Seringkali, menurut Sugeng, masih ditemui ada guru yang belum memiliki kompetensi sosial, dalam artian belum bisa berkomunikasi dan bekerjasama secara baik dengan orang lain.

Kompetensi yang sangat penting adalah kompetensi profesional. Guru tidak hanya dituntut memahami materi terkait mata pelajaran, tetapi juga harus mampu menyampaikannya materi itu dengan baik kepada siswanya.

“Apa yang disampaikan oleh guru terkait mata pelajaran ke siswa tidak hanya ilmunya, tapi juga teknik, kemudian cara – cara, dan bagaimana sesuatu itu bisa menarik ketika disampaikan ke siswa,” imbuh Sugeng.

 

Sumber :

https://memphisthemusical.com/

UN SMA 2017, Siswa Bisa Pilih Sendiri Mapelnya

UN SMA 2017, Siswa Bisa Pilih Sendiri Mapelnya

UN SMA 2017, Siswa Bisa Pilih Sendiri Mapelnya

UN SMA 2017, Siswa Bisa Pilih Sendiri Mapelnya
UN SMA 2017, Siswa Bisa Pilih Sendiri Mapelnya

Ada yang berbeda pada sistem Ujian Nasional (UN) 2017 jika dibandingkan

tahun sebelumnya. Pada tahun 2017, siswa peserta UN SMA mendapat kebebasan memilih satu mata pelajaran sesuai minat dan kemampuan yang dimiliki, dan sesuai jurusan masing – masing. Nantinya, satu mapel pilihan itu akan melengkapi tiga mapel lain yang sudah pasti akan diujikan.

Data dari Kemendikbud menyebut, tiga mapel yang sudah pasti diujikan adalah Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Sementara !apel yang dapat dipilih Fisika, Kimia, dan Biologi untuk jurusan IPA, serta Geografi, Sosiologi, dan Ekonomi untuk jurusan IPS, maupun Sastra Indonesia, Antropologi, dan Bahasa Asing untuk jurusan Bahasa.

Sebelumnya, UN tingkat SMA mengujikan enam mapel, yaitu Matematika,

Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan tiga mata pelajaran sesuai jurusan. Untuk jurusan IPA, ditambah mapel Fisika, Kimia, dan Biologi. Untuk jurusan IPS, ditambah mapel Geografi, Sosiologi, dan Ekonomi. Sementara untuk jurusan Bahasa, ditambah mapel Sastra Indonesia, Antropologi, dan Bahasa Asing.

Untuk USBN SMA, ketiga mapel yang ada dalam tiap jurusan (IPA /IPS/ Bahasa) tersebut tetap menjadi mapel yang diujikan. Ada enam mapel yang akan diujikan dalam USBN tingkat SMA. Selain tiga mapel berdasarkan jurusan, USBN juga akan menguji siswa untuk mapel Pendidikan Agama, PPKn, dan Sejarah.

Untuk mapel UN SMP pada tahun 2017 tidak ada perubahan. UN tingkat SMP

akan menguji mapel Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan IPA. Sedangkan mapel yang akan diujikan dalam USBN tingkat SMP adalah Pendidikan Agama, PPKn, dan IPS.

 

Sumber :

https://appliedanimalbehaviour.com/

Bagaimana Membicarakan Wabah Virus Corona dengan Anak ?

Bagaimana Membicarakan Wabah Virus Corona dengan Anak

Bagaimana Membicarakan Wabah Virus Corona dengan Anak ?

Bagaimana Membicarakan Wabah Virus Corona dengan Anak
Bagaimana Membicarakan Wabah Virus Corona dengan Anak

Kekhawatiran akan potensi penyebaran Corona Virus ke negara-negara yang sistem kesehatannya lebih rendah, membuat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melalui petingginya Tedros Adhanom Ghebreyesus mengumumkan situasi darurat global terkait Virus Corona mematikan yang menyebar dari China. Pengumuman yang dilakukan dalam sebuah jumpa pers di Jenewa, Jumat, (31/1/2020) ini diambil setelah China melaporkan lonjakan angka kematian terbesar dalam sehari dan juga penyebaran ke beberapa negara seperti AS dan Inggris yang sudah melaporkan adanya beberapa pasien positif terinfeksi Virus Corona.
ADVERTISEMENT
Epidemi sangat menakutkan bagi orang tua, juga anak-anak. Banyak anak-anak sudah khawatir dengan apa yang mereka dengar tentang wabah, dan meskipun update harian tentang virus ini mengkhawatirkan, sangat penting untuk mengingat dampak dari berita-berita utama ini pada anak-anak. Untuk menghindarkan mereka dan diri Anda dari kecemasan yang tidak perlu, ada beberapa hal sederhana yang dapat Anda katakan dan lakukan.
Berikut adalah beberapa cara untuk menjaga anak-anak tetap tenang dan melakukan percakapan tanpa panik tentang virus corona sebagaimana disadur dari theweek.com.
1. Perhatikan perilaku Anda sendiri.

Sangat penting bagi orang tua dan pengasuh untuk memahami efek perilaku

mereka terhadap anak-anak. Jika Anda tampak kesal atau bereaksi dengan cara yang menunjukkan Anda takut, maka mereka akan mengambil kesimpulan dari sikap yang Anda tunjukkan. Ingatlah untuk tetap berpegang pada apa yang kita ketahui tentang wabah.
ADVERTISEMENT
2. Ceritakan fakta kepada mereka.
Judul berita yang menyeramkan menarik perhatian dan membantu menjual surat kabar, tetapi tidak selalu mengatakan yang sebenarnya. Memastikan bahwa Anda sudah dilengkapi dengan fakta akan membantu menjaga agar percakapan tentang virus corona tetap tenang, penuh pertimbangan, dan konstruktif.
Lalu, informasi apa yang harus Anda bagikan dengan anak? Anda dapat mengatakan ada lebih dari 7.700 kasus yang dikonfirmasi di China, dengan semua wilayah yang terkena dampak. Sebanyak 259 orang yang telah meninggal sampai 31 Januari 2020 dan sejauh ini sebagian besar diketahui dalam kondisi kesehatan yang buruk sebelum terpapar virus, dan semua kecuali hanya empat korban jiwa, adalah orang yang berasal dari provinsi Hubei di kota Wuhan, di mana wabah dimulai.

Sementara di Indonesia sendiri belum ada korban terdampak corona virus.

Semua masih terbatas sebagai suspect atau dicurigai terdampak. Berbagi informasi ini harus membantu meyakinkan anak-anak bahwa tidak ada risiko langsung bagi diri mereka sendiri, teman-teman mereka, atau keluarga mereka.
3. Jelaskan upaya apa yang sedang dilakukan untuk mengendalikan virus.
Otoritas Tiongkok tampaknya bertindak cepat. Perjalanan masuk dan keluar dari daerah yang terkena telah dibatasi, dan para ilmuwan bekerja untuk mengembangkan vaksin. Mereka sedang membangun rumah sakit khusus bagi korban corona dalam waktu singkat. Beberapa negara di dunia juga menawarkan bantuan kepada China untuk memerangi virus ini.
4. Tawarkan solusi praktis.

Untuk saat ini cara termudah untuk mengurangi risiko terkena virus dalam

bentuk apa pun (termasuk flu biasa) adalah dengan menutup hidung dan mulut saat batuk atau bersin, jaga tangan tetap bersih dengan mencuci secara teratur dengan sabun dan air atau sanitizer berbasis alcohol. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut jika belum cuci tangan. Adalah bijaksana juga untuk menghindari siapa pun yang menunjukkan gejala seperti demam atau batuk. Ini adalah kebiasaan mudah bagi anak-anak untuk diadopsi, dan membantu mereka merasa seolah-olah mereka dapat melakukan kontrol atas keadaan mereka sendiri.

 

Baca Juga :

SMA 5 Jayapura Kekurangan 4 Ruang Kelas

SMA 5 Jayapura Kekurangan 4 Ruang Kelas

SMA 5 Jayapura Kekurangan 4 Ruang Kelas

SMA 5 Jayapura Kekurangan 4 Ruang Kelas
SMA 5 Jayapura Kekurangan 4 Ruang Kelas

SMA 5 Jayapura kekurangan ruang kelas.
ADVERTISEMENT

Hingga kini, sekolah yang berada di ibu kota Provinsi Papua itu masih

kekurangan 4 ruang kelas yang akan digunakan sebagai perpustakaan, laboratorium kimia, laboratorium bio, dan laboratorium fisika.
Kepala Sekolah SMA N 5 Jayapura, Juwita A.R.E Robot menyebutkan jumlah siswa secara keseluruhan 400 orang dan saat ini sekolah tersebut sedang membangun sekolah dengan dua lantai.
“Pembangunan ini sudah dilakukan sekitar 2002-2003. Ada 2 ruangan yang belum diselesaikan. Kami berharap pembagunan 2 kelas ini dapat dilanjutkan, untuk kebutuhan ruang kelas baru,” ujarnya, Rabu (29/1).

Selain ruang kelas, pihak sekolah juga membutuhkan ruang aula, untuk

menampung orangtua dan murid jika ada pertemuan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua, Christian Sohilait menyebutkan sarana dan pra sarana sekolah di Papua masih banyak kekurangan.

“Sekolah di kota dan kabupaten Jayapura saja banyak sarana yang minim,

bagaimana dengan kabupaten lainnya di Papua? Kami akan petakan masalah ini,” ujarnya.
Christian yang baru saja dilantik menjadi kepala dinas berjanji akan turun langsung ke sekolah-sekolah di Papua, untuk melihat permasalahan yang terjadi dan dapat segera diatasi.
“Kita tidak bisa hanya mendengar saja, laporan diatas kertas, tanpa melihat langsung di lapangan. Ini juga penting dilakukan. Tapi, bukan berarti kami tak percaya dengan staf dibawah, tapi turun langsung ke lokasi itu juga harus dilakukan,” ujarnya.

 

Sumber :

https://www.belajarbahasainggrisku.id/