Jenis Burung Kenari Populer di Indonesia

Jenis Burung Kenari Populer di Indonesia

Jenis Burung Kenari Populer di Indonesia

Jenis Burung Kenari Populer di Indonesia
Jenis Burung Kenari Populer di Indonesia
Ada beberapa burung kenari yang terkenal di Indonesia diantaranya adalah :
  • Kenari Norwich

Memiliki bulu yang tebal dan bentuk tubuh cenderung bulat, memiliki paruh, sayap dan ekor yang pendek, burung ini berwarna dasar kuning dan ada sebagian yang berwarna hijau, kemudian jarang sekali ditemukan warna putih.
  • Scotch Fancy

Jenis ini banyak dilombakan dari segi bentuk tubuh dan warna bulu yang dimiliki. semakin unik warna serta bentuk tubuhnya maka akan semakin baik nilainya, warna burung ini sangat unik bahkan ada burung kenari jenis ini berwarna putih,
  • Kenari Belgia

Kenari Belgia atau bisa disebut juga kenari Rusia merupakan jenis kenari yang diyakini berasal dari Rusia atau Belgia ini cukup unik, keunikannya burung ini ketika berdiri tubuhnya tidak tegak melainkan akan membengkuk/melengkung.
  • Kenari Roller

Jenis Burung ini memiliku keunikan dari suaranya yang merdu, disebut dengan Roller karena jika burung ini sudah berbunyi maka suaranya akan terus ngeroll dan terus menerus. Burung ini juga disebut dengan burung Herszt, sebagai penemunya.
  • Kenari Yorkshire

Jenis ini sangat unik, burung ini bisa menirukan suara burung lain, jenis ini[un banyak diminati karena keahliannya menirukan suara dan nada bunyi burung lain, jenis ini banyak dilombakan dari segi suara dan peniruan suara.
Itulah diantaranya jenis kenari yang bisa ditemukan dan populer di Indonesia.
Baca Artikel Lainnya:

Jenis Tumbuhan Lumut (Bryophyta)

Jenin Tumbuhan Lumut (Bryophyta)

Jenis Tumbuhan Lumut (Bryophyta)

Jenis Tumbuhan Lumut (Bryophyta)
Jenis Tumbuhan Lumut (Bryophyta)
Tumbuhan lumut (Bryophyta) dibedakan dalam dua kelas dengan ciri-ciri yang jelas yaitu:
  • Hepaticae (lumut hati)
  • Musci (Lumut daun)
Kedua kelas itu berbeda dalam bentuk susunan tubuhnya dan perkembangan gametangium serta sporongiumnya. Keduanya selalu berwarna hijau, autotrof, dan sebagai hasil asimilasi telah mendapat zat tepung.
  • KELAS HEPATICAE (LUMUT HATI)
Kebanyakan lumut hati hidup di tempat-tempat yang basah, oleh sebab itu tubuhnya  mempunyai struktur yang higromorf. Bentuk lain jarang ditemukan meskipun ada pula yang terdapat pada tempat-tempat yang amat kering, misalnya pada kulit-kulit pohon, di atas tanah atau cadas, sehingga tubuhnya perlu mempunyai struktur yangxeromorf. Dan karena hidupnya di atas daun lumut tadi merupakan satu bentuk ekologi yang khusus yang dinamakan epifil.

Bangsa Anthocerotales (Lumut Tanduk)

Bangsa ini hanya memuat beberapa marga yang biasanya dimauki dalam satu suku kerja, yaitu suku Anthocerotaceae. Berlainan dengan golongan mulut hati lainnya, sporogonium Anthocerotales mempunyai susunan dalam yang lebih rumit.
Gametofit mempunya talus bentuk cakram denga tepi bertoreh, biasanya melekat pada tanah denga perantara rizoid-rizoid. Susunan talusnya masih sederhana. Sel-sel hanya
mempunyai satu kloroplas sel-sel ganggang. Sporogonium tidak bertangkai, mempunya bentuk seperti buah polongan. Sepanjang poros bujurnya terdapat jaringan yang terdiri atas deretan sel-sel mandul yang dinamakan kolumela. Kolumela itu diselubungi oleh jaringan yang kemudian akan menghaislkan spora yang disebut arkespora. Selain spora arkespora juga menghasilkan sel-sel mandul yang dinamakan elatera. Anthocerotales hanya terdiri atas satu suku, yaitu Anthocerataceae, yang mencakup antara lain Anthoceros leavis, A.fusiformis, Notothylus valvata.

Bangsa Marchantiales

Sebagian lumut hati yang tergolong dalam bangsa ini mempunyai susunan talus yang agak rumit. Sebagai contohMarchantia polymorpha. Talus seperti pita ± 2 cm, lebarnya, agak tebal berdaging, bercabang-cabang menggarpu, dan mempunyai satu rusuk tengah yang tidak begitu jelas menonjol. Pada sisi bawah talus terdapat selapis sel-sel yang menyerupai daun yang dinamakan sisik-sisik perut atau sisik-sisik vertal. Dinding liang itu terdiri atas 4 cincin, masingmasing cincin terdiri atas empat sel.

Bangsa jungermaniales

Lumut hati yang kebanyakan kecil hidup di atas tanah atau batang-batang pohon, di daerah tropika juga sebagai efifit pada daun pohon-pohonan dalam hutan. Bangsa ini meliputi 90 % dari semua Hepaticae. Bentuk-bentuk tubuh yang masih sederhana sangat menyerupai Marchantia, talus berbentuk pita, sempit dan bercabang-cabang mennggarpu. Kebanyakan Jungermaniales telah mempunyai semacam batang yang bercabang-cabang banyak dan tumbuh
dorsivental.
Selain dua baris bagian-bagian serupa daun-daun yang kesamping tadi, seingkali terdapat sederetan bagian-bagina semacam daun lagi yang terletak pada sisi bawah, dan dinamakan daundaun perut atau amfigastrium.
Perkembangan anteridium dan perkembangan permulaan embrionya sedikit menyimpang dari cara-cara yang telah kita kenal pada hepaticae. Pada jurgermaniales yang tubuhnya bersifat talus, arkegoniumnya diliputi oleh periketium yang dikelilingi oleh bagin-bagian yangmempunyai bentuk yang khusus, seperti pada bunga tumbuhan tinggi (Angiospermae) bagian itu disini juga dinamakan periantium
Menurut duduknya sporangium, Jungermniales dibedakan dalam tiga suku:
  1. Suku anacrogynaceae ujung talus tidak ikut mengambil bagian dalam pembetukan arkegonium; sporogonium terdapat pada sisi punggung, dan pada beberapa jenis diliputi oleh periketium yang tergolong di sini antara lain:Pelia epiphilla, talus menyerupai marchantia, hidup di atas tanah yang basah.
  2. Metzgeria furcata, talus berbentuk pita sempit , bercabang-cabang menggarpu , hidup pada batang pohon atau juga batu padas.
  3. Metzgeria conjugate
  4. Blasia pusilla, talus lebar, mempunyai rusuk tengah, pada tepi talusnya mulai tampak terbentuknya alat-alat sepeti daun.
  • KELAS MUSCI (LUMUT DAUN)

Lumut daun meliputi kurang lebih 12.000 jenis yang mempunyai daerah agihan yang sangat luas. Lumut daun dapat tumbuh di atas tanah gundul yang periodik mengalami masa kekeringan, bahkan di atas pasir yang bergerakpun dapat tumbuh. Selanjutnya lumut ini dapat kita jumpai di antara rerumputan, di atas batu cadas, pada batang batang dan cabang cabang pohon, di rawa-rawa, jarang di dalam air.
Mengingat tempat tumbuhnya yang bermacam-macam itu, maka tubuhnya pun memeperlihatkan struktur yang bermacam-macam pula. Kebanyakan lumut daun suka tempat yang basah, tetapi ada pula yang tumbuh di tempat yang kering. Beberapa jenis diantaranya dapat sampai berbulan-bulan menahan kekeringan dengan tidak mengalami kerusakan, bahkan ada yang tahan kekeringan sampai bertahun-tahun.
Di tempat-tempat yang kering lumut itu membentuk badan berupa bantalan, sedangkan yang hidup di tanah hutan,membentuk lapisan seperti permadani. Dalam hutan dipegunungan daerah tropika batang dan cabang-cabang pohon penuh dengan lumut yang menempel, berupa lapisan yang kadang-kadang sangat tebal dan karena basahnya selalu mengucurkan air. Hutan demikian itulah yang disebut hutan lumut, yang sering juga disebut hutan kabut, karena hutan itu hampir selalu diselimuti kabut ( elfin forest ).
Di daerah gambut lumut dapat menutupi areal yang luasnya sampai ribuan km kuadrat, demikian pula di daerah tundra di sekitar Kutub Utara. Lumut daun yang tenggelam jarang kitatemukan. Lumut yang membentuk bantalan karena tidak berakar hampir-hampir tidak mengisap air dari tanah, bahkan melindungi tanah itu terhadap penguapan air yang terlalu besar. Spora lumut daun di tempat yang cocok berkecambah merupakan protonema, yang terdiri atas benang-benang berwarna hijau, bersifat fototrop positif, banyak bercabang-cabang, dan dengan mata biasa kelihatan seperti hifa cendawan yang berwarna hijau. Protonema itu mengeluarkan rizoid-rizoid yang tidak berwarna, terdiri atas banyak sel dengan sekat-sekat miring, bersifat fototrop negatif, masuk ke dalam tanah dan bercabang-cabang. Rizoid telah mulai terbentuk pada pembelahan spora yang pertama pada sisi yang tidak terkena cahaya. Jika cukup mendapat cahaya, pada protonema lalu terbentuk kuncup yang akan berkembang menjadi tumbuhan lumut. Kuncup mula-mula berupa penonjolan- penonjolan ke samping dari sel-sel bawah pada suatu cabang protonema. Setelah kuncup itu merupakan 1 – 2 sel tangkai, maka dalam sel ujungnya lalu terjadi sel serupa pyramid, karena terbentuknya sekat -sekat yang miring. Sel-sel bentuk pyramid itulah yang seterusnya merupakan sel pemula yang meristematik. Sel itu tiap kali memisahkan suatu segmen sebagai sel-sel anakan baru, dan akhirnya berkembanglah tumbuhan lumutnya. Jika banyak terbentuk kuncup-kuncup demikian tadi , maka tumbuhan lumut seringkali tersusun seperti dalam suatu rumpun. Tumbuhan lumut daun selalu dapat dibedakan dalam bagian-bagian berupa batang dengan daun-daun. Di samping itu terdapat rizoid-rizoid untuk melekat pada substrat.
Pada Musci alat-alat kelamin terkumpul pada ujung batang atau pada ujung cabangcabangnya, dan dikelilingi oleh daun-daun yang letaknya paling atas. Daun-daun itu kadangkadang mempunyai bentuk dan susunan yang khusus dan seperti pada Jungermaniales juga dinamakan periantium.
Kemudian alat-alat kelamin itu dikatakan bersifat banci atau berumah satu, jika dalam kelompok itu terdapat baik arkegonium mauoun anteridium, dan dinamakan berumah dua jika kumpulan arkegonium dan anteridium terpisah tempaynya. Di antara alat-alat kelamin dalam kelompok itu biasanya terdapat sejumlah rambut-rambut yang terdiri atas banyak sel dan dapat mengeluarkan suatu cairan. Seperti pada tubuh buah Fungirambut-rambut steril itu dinamakan parafisis.
Pada Musci tertentu yang berumah dua, tumbuhan jantan hanya kecil saja, dan setelah pembentukan beberapa daun, segera menghasilkan anteridium. Pada Buxbaumia aphylla tumbuhan jantan hanya berbentuk satu daun yang tidak berklorofil dan tergulung seperti
bola,sedang tumbuhan betina mempunyai banyak daun. Juga spora yang dihasilkan tumbuhan jantan, serinykali lebih lebih kecil daripada spora yang dihasilkan oleh tumbuhan tumbuhan. Muncullah dengan ini peristiwa heterospori yang kita jumpai pada beberapa golonganPteridophyta.
Musci dibedakan dalam 3 bangsa :
Bangsa Andreaeales
Bangsa ini hanya memuat satu suku, yaitu suku Andreaeaceae, dengan satu marga Andreaea. Protonema berbentuk pita yang bercabang-cabang. Kapsul spora mula mula diselubungi oleh kaliptra yang bentuknya seperti kopiyah bayi. Jika sudah masak pecah dengan 4 katup-katup. Kolumela diselubungi oleh jaringan sporogen. Contoh- contoh : Andreaea petrophila, A. rupestris.
  • Bangsa Sphagnales ( lumut gambut )
Bangsa ini hanya terdapat satu suku Sphagnaceae dan satu marga Sphagnum. Marga ini meliputi sejumlah besar jenis lumut yang kebanyakan hidup di tempat-tempat yang berawa-rawa dan membentuk rumpun atau bantalan, yang dari atas tiap-tiap tahun tampak bertambah luas, sedang bagian-bagian bawah yang ada dalam air mati dan berubah menjadi gambut. Protonema tidak berbentuk benang, melainkan merupakan suatu badan berbentuk daun kecil, tepinya bertoreh-toreh dan hanya terdiri atas selapis sel saja.
Batangnya banyak bercabang-cabang: cabang-cabang muda tumbuh tegak dan memebentuk roset pada ujungnya. Daun daun yang sudah tua terkulai dan menjadi pembalut bagian bawah batang. Suatu cabang di bawah puncuk tumbuh sama cepat dengan induk batang, sehingga kelihatan seperti batang lumut itu bercabang menggarpu. Karena batang dari bawah mati sedikit demi sedikit, maka cabang-cabang akhirnya merupakan tumbuhan yang terpisah-pisah Kulit batang Sphagnum terdiri atas selapis sel-sel yang telah mati dan kosong. Jaringan kulit bersifat seperti sepon, dapat menghisap banyak air. Dinding yang membujur maupun yang melintang mempunyai liang-liang yang bulat. Juga dalam daunnya terdapat sel-sel yang menebal bentuk cincin atau spiral dan merupakan idioblas diantara sel-sel lainnya yang membentuk susunan seperti jala, terdiri atas sel-sel hidup, berbentuk panjang dan mengandung banyak klorofil. Susunan yang merupakan aparat kapilar itu berguna untuk memenuhi keperluan akan air dan garam makanan.
Cabang-cabang batang ada yang mempunyai bentuk dan warna khusus, yaitu cabang yang menjadi pendukung alat-alat kelamin. Cabang-cabang tumbuhan jantan mempunyai anteridium yang bulat dan bertangkai di ketiak ketiak daunnya. Cabang tumbuhan betinamampunyai arkegonium pada ujungnya. Cabang pendukung arkegonium itu tidak mempunyai sel pemula yang berbentuk limas pada ujungnya, jadi seperti lumut hati, dan berbeda dengan lumut daun umumnya.
Sporangium hanya berbentuk tangkai pendek dengan kaki yang membesar, dan sampai lama diselubingi oleh dinding arkegonium. Akhirnya dinding arkegonium itu pecah pada kaki sporangium. Kapsul spora berbentuk bulat, di dalamnya terdapat kolumela berbentuk setengah bola yang diselubungi oleh jaringan sporogen. Arkespora padaSphagnum tidak berasal dari endotesium, tetapi berasal dari lapisan terdalam amfitesium.
Kapsul spora mempunyai tutup yang akan membuka, jika spora sudah masak. Sporangium dengan kakinya yang melebar dan merupakan haustorium terdapat dalam suatu perpanjangan ujung batang. Sehabis pembuahan, kaki lalu memanjang seperti tangkai dandinamakn pseudopodium.Contoh-contoh lumut gambut ialah Sphagnum fimbriatum, S. squarrosum, S. acutifolium.
 
Bangsa Bryales
Sebagian besar lumut daun tergolong dalam bangsa ini. Pada bangsa ini kapsul sporanyatelah mencapai diferensiasi yang palimg mendalam. Sporangiumnya mempunyai suatu tangkai yang elastis, yang dinamakn seta. Tangkai dengan kaki sporangiumnya tertanam dalam jaringan tumbuhan gametofitnya. Pada ujung tangkai terdapat kapsul sporanya yang bersifat radial atau dorsiventral dan mula-mula diselubungi oleh kaliptra.
Kaliptra ini berasal dari bagian atas dinding arkegonium. Dengan bentangnya sporangium, dinding arkegonium akhirnya terpisah pada bagian perut arkegonium tadi, dan sebagai tudung ikut terangkat oleh sporangium yang memanjang itu. Leher dindimg arkegonium segera menjadi kering dan merupakan puncak kaliptra. Jadi sel-sel yang emnyusun kaliptra tidak merupakan sel-sel diploid akan tetapi terdiri atas sel-sel gametofit yang haploid. Sel-sel kaliptra yang masih memperoleh zat-zat makanan dari sporangium, dapat berkembang terus dan menghasilkan rambut-rambut yang menyerupai benang-benang protonema dengan pertumbuhan yang terbatas. Pada jenis lumut-lumut tertentu ( antara lain pada warga Funaria ) kaliptra melebar seperti perut dan berguna sperti penimbun air bagi sporangium yang amsih muda. Bagian atas seta dinamakan apofisis. Pada jenis-jenis lumut tertentu apofisis mempunyai bentuk dan warna yang khusus. Menurut poros bujurnya kapsul spora itu mempunyai jaringan kolumela. Ruang spora berbentuk tabung mengelilingi jaringan kolumela itu. Kolumela dan ruang spora dikelilingi oleh ruang antar sel yang terdapat di dalam jaringan dinding kapsul spora.
Bagian atas dinding kapsul dikelilingi kapsul spora tersusun merupakan tutup (operculum). Di bawah tepi operculum itu terdapat suatu mintakat berbentuk lingkaran sempit dan dinamakan cincin. Sel -selnya mengandung lender yang dapat mengembang danmenyebabkan terbukanya operculum.
Khusus pada kebanyakan warga Bryales di bawah operculum terdapat suatu organ berupa gigi yang menutupi lubang kapsul spora. Gigi ini yang dinamakan peristom.Seringkali di bawah operculum kapsul spora terdapat dua peristom , misalnya pada Mnium hornum. Peristom luarterdiri dari 16 gigi yang melekat pada dinding kapsul spora.
Pada warga Musci terdapat perbedaan bentuk dan susunan peristomnya. Pada beberapa jenis lumut yang tergolong marga Archidium, Phascus, Ephemerum, susunan sporangiumnya sangat sederhana. Padanya tidak terdapat operculum, cincin maupun peritom. Dinding kapsul spora membuka tidak beraturan karena adanya bagian – bagian dinding yang menjadi busuk.
Untuk rumah tangga airnya, jaringan pengankutan yang masih amat sederhana memainkan perana yang sangat penting dalam tangkai sporangium saja. Bagi lumut yang belum mempunya akar – akar yang sungguh itu, pengangkutan air ke atas berlangsung melalui sistem kapiler yang yang etrdiri atas batang dan daun – daun yang telah terkulai. Sistem kapilar itu dapat menghisap banyak air, bahkan dapat mempergunakan lengas dalam udara.
Menurut cara pertumbuhannya Bryales dapat dibedakan dalam dua golongan , yaitu :
  • yang tumbuh ortotrop,
  • yang tunbuh plagiotrop.
Pada yang tumbuh ortotrop pertumbuhannya diakhiri dengan pembentukan arkegonium, dan sporangium yang etrjadi dari arkegonium itu berdiri pada ujung batang lumut , oleh sebab itu lumut itu dinamakn lumut akrokarp.
Pada yang tumbuh plagiotrop, batang pokoknya mempunyai pertumbuhan yang tidak terbatas, dan arkegonium serta sporongiumnya terdapat pada cabang – cabang pendek.
Dalam mengklasifikasikan Bryales lebih lanjut, bentuk kapsul spora, peristom operculum , dan kaliptra , merupakan tanda – tanda pengenal yang penting.
Dalam taksonomi Bryales lazimnya dibedakan atas dasar sifat-sifat peristomnya sebagai berikut.
 
I Arthodontea
Gigi peristom tipis seperti selapur, berasal dari satu lapis sel sporangium. Gigi – gigi mempunyai garis – garis melintang dan bersendi. Arthrodontea dibedakan lagi dalam dua kelompok, yaitu: Eubryales acrocarpi danEubryales pleurocarpi.
Euryales acrocarpi termasuk antara lain sukuRhizogoniaceae, termasuk jenis lumut
yang heterogen, seringkali haanya mempunyai satu peristom, daun seringkali asimetrik, kapsul
spora tegak dan simetrik, contoh marga Rhizogonium. Suku Funariaceae : Funaria
hygrometrica. Eubryales pleurocarpi, suku Hypnodendraceae, habitatnya seperti pohon kecil, batang primer merayap seperti rimpang, batang-batang sekunder berkayu. Kapsul spora agak besar, contoh-contohnyaHypnodendron reinwardtii, Hypnodendron junghuhnii, Mniodendron divaricatum.
II. Nematodonteae
Gigi-gigi peristom terdiri atas sel-sel utuh, tidak bergaris-garis. Didalamnya tergolong suku Polytrichaceae, lumut yang umurnya lebih dari setahun, daun-daun sempit, pada sisi perut tulang daun seringkali terdapat lamella yang membujur. Kapsul spora tegak atau mendatar. Protonema Georgia pellucida bersama dengan suatu ganggang hijau Coccomyxa dapat membentuk suatu organisme yang menyerupai Lichenes dan dinamakan Botrydina.
Jika kita membuat tinjauan mengenai seluruhnya, maka yang pantas kita perhatikan ialah adanya pergiliran keturunan yang spesifik. Gametofit yang haploid, yang menghasilkan anteridium dan archegonium menjadi inang sporofit yang diploid. Sporofit mempunyai habitat yang sama sekali berbeda dengan gametofitnya.
Susunan tubuhnya dalam beberapa hal telah memperlihatkan suatu penyesuaian terhadap kehidupan di darat, tetapi karena belum mempunyai jaringan-jaringan pengangkut yang sempurna, belum dapat tumbuh sampai jauh dari permukaan tanah. Dugaan bahwa Bryophytasecara filogenetik berasal dari algae menjumpai banyak kesulitan-kesulitan. AntaraChlorophyceae/Characeae pada pihak Algae danBryophyta tidak ditemukan bentuk-bentuk peralihan. Tetapi untuk menganggap Bryophyta yang mempunyai klorofil itu sebagai keturunan Phaeophyceae rasanya pun janggal. Mungkin Bryophyta itu berasal dari ganggang hijau dari zaman purbakala yang telah mempunyai susunan gametangium seperti Phaeophyceae, tetapi bukti-bukti untuk memperkuat dugaan itu sama sekali tidak ada.
Pandangan lain yang tidak banyak mempunyai penganut beranggapan bahwa kelompok lumut daun (musci) yang lebih tua dan karena reduksi daun-daunnya serta memipihnya batang sampai berbentuk seperti lembaran-lembaran lahirlah Hepaticeae. Anggapan ini disesuaikandengan kenyataan yang terdapat pada Pteridophyta danSpermatophyta, yaitu bahwa semakin tinggi tingkat perkembangan tumbuhan gametofitnya semakin tereduksi.

Lumut-lumut yang fosil hanya terdapat dalam lapisan-lapisan tanah dari zaman karbon tengah dan yang lebih muda. Kebanyakan fosil lumut terdapat dalam lapisan-lapisan tanah dari zaman tersier. Fosil-fosil lumut itu memperlihatkan persamaan yang besar dengan jenis-jenislumut yang sekarang masih ada.

Tumbuhan lumut (Bryophyta) dibedakan dalam dua kelas dengan ciri-ciri yang jelas yaitu:
  • Hepaticae (lumut hati)
  • Musci (Lumut daun)
Kedua kelas itu berbeda dalam bentuk susunan tubuhnya dan perkembangan gametangium serta sporongiumnya. Keduanya selalu berwarna hijau, autotrof, dan sebagai hasil asimilasi telah mendapat zat tepung.
  • KELAS HEPATICAE (LUMUT HATI)
Kebanyakan lumut hati hidup di tempat-tempat yang basah, oleh sebab itu tubuhnya  mempunyai struktur yang higromorf. Bentuk lain jarang ditemukan meskipun ada pula yang terdapat pada tempat-tempat yang amat kering, misalnya pada kulit-kulit pohon, di atas tanah atau cadas, sehingga tubuhnya perlu mempunyai struktur yangxeromorf. Dan karena hidupnya di atas daun lumut tadi merupakan satu bentuk ekologi yang khusus yang dinamakan epifil.
Bangsa Anthocerotales (Lumut Tanduk)
Bangsa ini hanya memuat beberapa marga yang biasanya dimauki dalam satu suku kerja, yaitu suku Anthocerotaceae. Berlainan dengan golongan mulut hati lainnya, sporogonium Anthocerotales mempunyai susunan dalam yang lebih rumit.
Gametofit mempunya talus bentuk cakram denga tepi bertoreh, biasanya melekat pada tanah denga perantara rizoid-rizoid. Susunan talusnya masih sederhana. Sel-sel hanya
mempunyai satu kloroplas sel-sel ganggang. Sporogonium tidak bertangkai, mempunya bentuk seperti buah polongan. Sepanjang poros bujurnya terdapat jaringan yang terdiri atas deretan sel-sel mandul yang dinamakan kolumela. Kolumela itu diselubungi oleh jaringan yang kemudian akan menghaislkan spora yang disebut arkespora. Selain spora arkespora juga menghasilkan sel-sel mandul yang dinamakan elatera. Anthocerotales hanya terdiri atas satu suku, yaitu Anthocerataceae, yang mencakup antara lain Anthoceros leavis, A.fusiformis, Notothylus valvata.
Bangsa Marchantiales.
Sebagian lumut hati yang tergolong dalam bangsa ini mempunyai susunan talus yang agak rumit. Sebagai contohMarchantia polymorpha. Talus seperti pita ± 2 cm, lebarnya, agak tebal berdaging, bercabang-cabang menggarpu, dan mempunyai satu rusuk tengah yang tidak begitu jelas menonjol. Pada sisi bawah talus terdapat selapis sel-sel yang menyerupai daun yang dinamakan sisik-sisik perut atau sisik-sisik vertal. Dinding liang itu terdiri atas 4 cincin, masingmasing cincin terdiri atas empat sel.
Bangsa jungermaniales.
Lumut hati yang kebanyakan kecil hidup di atas tanah atau batang-batang pohon, di daerah tropika juga sebagai efifit pada daun pohon-pohonan dalam hutan. Bangsa ini meliputi 90 % dari semua Hepaticae. Bentuk-bentuk tubuh yang masih sederhana sangat menyerupai Marchantia, talus berbentuk pita, sempit dan bercabang-cabang mennggarpu. Kebanyakan Jungermaniales telah mempunyai semacam batang yang bercabang-cabang banyak dan tumbuh
dorsivental.
Selain dua baris bagian-bagian serupa daun-daun yang kesamping tadi, seingkali terdapat sederetan bagian-bagina semacam daun lagi yang terletak pada sisi bawah, dan dinamakan daundaun perut atau amfigastrium.
Perkembangan anteridium dan perkembangan permulaan embrionya sedikit menyimpang dari cara-cara yang telah kita kenal pada hepaticae. Pada jurgermaniales yang tubuhnya bersifat talus, arkegoniumnya diliputi oleh periketium yang dikelilingi oleh bagin-bagian yangmempunyai bentuk yang khusus, seperti pada bunga tumbuhan tinggi (Angiospermae) bagian itu disini juga dinamakan periantium
Menurut duduknya sporangium, Jungermniales dibedakan dalam tiga suku:
  1. Suku anacrogynaceae ujung talus tidak ikut mengambil bagian dalam pembetukan arkegonium; sporogonium terdapat pada sisi punggung, dan pada beberapa jenis diliputi oleh periketium yang tergolong di sini antara lain:Pelia epiphilla, talus menyerupai marchantia, hidup di atas tanah yang basah.
  2. Metzgeria furcata, talus berbentuk pita sempit , bercabang-cabang menggarpu , hidup pada batang pohon atau juga batu padas.
  3. Metzgeria conjugate
  4. Blasia pusilla, talus lebar, mempunyai rusuk tengah, pada tepi talusnya mulai tampak terbentuknya alat-alat sepeti daun.
  • KELAS MUSCI (LUMUT DAUN)
Lumut daun meliputi kurang lebih 12.000 jenis yang mempunyai daerah agihan yang sangat luas. Lumut daun dapat tumbuh di atas tanah gundul yang periodik mengalami masa kekeringan, bahkan di atas pasir yang bergerakpun dapat tumbuh. Selanjutnya lumut ini dapat kita jumpai di antara rerumputan, di atas batu cadas, pada batang batang dan cabang cabang pohon, di rawa-rawa, jarang di dalam air.
Mengingat tempat tumbuhnya yang bermacam-macam itu, maka tubuhnya pun memeperlihatkan struktur yang bermacam-macam pula. Kebanyakan lumut daun suka tempat yang basah, tetapi ada pula yang tumbuh di tempat yang kering. Beberapa jenis diantaranya dapat sampai berbulan-bulan menahan kekeringan dengan tidak mengalami kerusakan, bahkan ada yang tahan kekeringan sampai bertahun-tahun.
Di tempat-tempat yang kering lumut itu membentuk badan berupa bantalan, sedangkan yang hidup di tanah hutan,membentuk lapisan seperti permadani. Dalam hutan dipegunungan daerah tropika batang dan cabang-cabang pohon penuh dengan lumut yang menempel, berupa lapisan yang kadang-kadang sangat tebal dan karena basahnya selalu mengucurkan air. Hutan demikian itulah yang disebut hutan lumut, yang sering juga disebut hutan kabut, karena hutan itu hampir selalu diselimuti kabut ( elfin forest ).
Di daerah gambut lumut dapat menutupi areal yang luasnya sampai ribuan km kuadrat, demikian pula di daerah tundra di sekitar Kutub Utara. Lumut daun yang tenggelam jarang kitatemukan. Lumut yang membentuk bantalan karena tidak berakar hampir-hampir tidak mengisap air dari tanah, bahkan melindungi tanah itu terhadap penguapan air yang terlalu besar. Spora lumut daun di tempat yang cocok berkecambah merupakan protonema, yang terdiri atas benang-benang berwarna hijau, bersifat fototrop positif, banyak bercabang-cabang, dan dengan mata biasa kelihatan seperti hifa cendawan yang berwarna hijau. Protonema itu mengeluarkan rizoid-rizoid yang tidak berwarna, terdiri atas banyak sel dengan sekat-sekat miring, bersifat fototrop negatif, masuk ke dalam tanah dan bercabang-cabang. Rizoid telah mulai terbentuk pada pembelahan spora yang pertama pada sisi yang tidak terkena cahaya. Jika cukup mendapat cahaya, pada protonema lalu terbentuk kuncup yang akan berkembang menjadi tumbuhan lumut. Kuncup mula-mula berupa penonjolan- penonjolan ke samping dari sel-sel bawah pada suatu cabang protonema. Setelah kuncup itu merupakan 1 – 2 sel tangkai, maka dalam sel ujungnya lalu terjadi sel serupa pyramid, karena terbentuknya sekat -sekat yang miring. Sel-sel bentuk pyramid itulah yang seterusnya merupakan sel pemula yang meristematik. Sel itu tiap kali memisahkan suatu segmen sebagai sel-sel anakan baru, dan akhirnya berkembanglah tumbuhan lumutnya. Jika banyak terbentuk kuncup-kuncup demikian tadi , maka tumbuhan lumut seringkali tersusun seperti dalam suatu rumpun. Tumbuhan lumut daun selalu dapat dibedakan dalam bagian-bagian berupa batang dengan daun-daun. Di samping itu terdapat rizoid-rizoid untuk melekat pada substrat.
Pada Musci alat-alat kelamin terkumpul pada ujung batang atau pada ujung cabangcabangnya, dan dikelilingi oleh daun-daun yang letaknya paling atas. Daun-daun itu kadangkadang mempunyai bentuk dan susunan yang khusus dan seperti pada Jungermaniales juga dinamakan periantium.
Kemudian alat-alat kelamin itu dikatakan bersifat banci atau berumah satu, jika dalam kelompok itu terdapat baik arkegonium mauoun anteridium, dan dinamakan berumah dua jika kumpulan arkegonium dan anteridium terpisah tempaynya. Di antara alat-alat kelamin dalam kelompok itu biasanya terdapat sejumlah rambut-rambut yang terdiri atas banyak sel dan dapat mengeluarkan suatu cairan. Seperti pada tubuh buah Fungirambut-rambut steril itu dinamakan parafisis.
Pada Musci tertentu yang berumah dua, tumbuhan jantan hanya kecil saja, dan setelah pembentukan beberapa daun, segera menghasilkan anteridium. Pada Buxbaumia aphylla tumbuhan jantan hanya berbentuk satu daun yang tidak berklorofil dan tergulung seperti
bola,sedang tumbuhan betina mempunyai banyak daun. Juga spora yang dihasilkan tumbuhan jantan, serinykali lebih lebih kecil daripada spora yang dihasilkan oleh tumbuhan tumbuhan. Muncullah dengan ini peristiwa heterospori yang kita jumpai pada beberapa golonganPteridophyta.
Musci dibedakan dalam 3 bangsa :
Bangsa Andreaeales
Bangsa ini hanya memuat satu suku, yaitu suku Andreaeaceae, dengan satu marga Andreaea. Protonema berbentuk pita yang bercabang-cabang. Kapsul spora mula mula diselubungi oleh kaliptra yang bentuknya seperti kopiyah bayi. Jika sudah masak pecah dengan 4 katup-katup. Kolumela diselubungi oleh jaringan sporogen. Contoh- contoh : Andreaea petrophila, A. rupestris.
  • Bangsa Sphagnales ( lumut gambut )
Bangsa ini hanya terdapat satu suku Sphagnaceae dan satu marga Sphagnum. Marga ini meliputi sejumlah besar jenis lumut yang kebanyakan hidup di tempat-tempat yang berawa-rawa dan membentuk rumpun atau bantalan, yang dari atas tiap-tiap tahun tampak bertambah luas, sedang bagian-bagian bawah yang ada dalam air mati dan berubah menjadi gambut. Protonema tidak berbentuk benang, melainkan merupakan suatu badan berbentuk daun kecil, tepinya bertoreh-toreh dan hanya terdiri atas selapis sel saja.
Batangnya banyak bercabang-cabang: cabang-cabang muda tumbuh tegak dan memebentuk roset pada ujungnya. Daun daun yang sudah tua terkulai dan menjadi pembalut bagian bawah batang. Suatu cabang di bawah puncuk tumbuh sama cepat dengan induk batang, sehingga kelihatan seperti batang lumut itu bercabang menggarpu. Karena batang dari bawah mati sedikit demi sedikit, maka cabang-cabang akhirnya merupakan tumbuhan yang terpisah-pisah Kulit batang Sphagnum terdiri atas selapis sel-sel yang telah mati dan kosong. Jaringan kulit bersifat seperti sepon, dapat menghisap banyak air. Dinding yang membujur maupun yang melintang mempunyai liang-liang yang bulat. Juga dalam daunnya terdapat sel-sel yang menebal bentuk cincin atau spiral dan merupakan idioblas diantara sel-sel lainnya yang membentuk susunan seperti jala, terdiri atas sel-sel hidup, berbentuk panjang dan mengandung banyak klorofil. Susunan yang merupakan aparat kapilar itu berguna untuk memenuhi keperluan akan air dan garam makanan.
Cabang-cabang batang ada yang mempunyai bentuk dan warna khusus, yaitu cabang yang menjadi pendukung alat-alat kelamin. Cabang-cabang tumbuhan jantan mempunyai anteridium yang bulat dan bertangkai di ketiak ketiak daunnya. Cabang tumbuhan betinamampunyai arkegonium pada ujungnya. Cabang pendukung arkegonium itu tidak mempunyai sel pemula yang berbentuk limas pada ujungnya, jadi seperti lumut hati, dan berbeda dengan lumut daun umumnya.
Sporangium hanya berbentuk tangkai pendek dengan kaki yang membesar, dan sampai lama diselubingi oleh dinding arkegonium. Akhirnya dinding arkegonium itu pecah pada kaki sporangium. Kapsul spora berbentuk bulat, di dalamnya terdapat kolumela berbentuk setengah bola yang diselubungi oleh jaringan sporogen. Arkespora padaSphagnum tidak berasal dari endotesium, tetapi berasal dari lapisan terdalam amfitesium.
Kapsul spora mempunyai tutup yang akan membuka, jika spora sudah masak. Sporangium dengan kakinya yang melebar dan merupakan haustorium terdapat dalam suatu perpanjangan ujung batang. Sehabis pembuahan, kaki lalu memanjang seperti tangkai dandinamakn pseudopodium.Contoh-contoh lumut gambut ialah Sphagnum fimbriatum, S. squarrosum, S. acutifolium.
 
Bangsa Bryales
Sebagian besar lumut daun tergolong dalam bangsa ini. Pada bangsa ini kapsul sporanyatelah mencapai diferensiasi yang palimg mendalam. Sporangiumnya mempunyai suatu tangkai yang elastis, yang dinamakn seta. Tangkai dengan kaki sporangiumnya tertanam dalam jaringan tumbuhan gametofitnya. Pada ujung tangkai terdapat kapsul sporanya yang bersifat radial atau dorsiventral dan mula-mula diselubungi oleh kaliptra.
Kaliptra ini berasal dari bagian atas dinding arkegonium. Dengan bentangnya sporangium, dinding arkegonium akhirnya terpisah pada bagian perut arkegonium tadi, dan sebagai tudung ikut terangkat oleh sporangium yang memanjang itu. Leher dindimg arkegonium segera menjadi kering dan merupakan puncak kaliptra. Jadi sel-sel yang emnyusun kaliptra tidak merupakan sel-sel diploid akan tetapi terdiri atas sel-sel gametofit yang haploid. Sel-sel kaliptra yang masih memperoleh zat-zat makanan dari sporangium, dapat berkembang terus dan menghasilkan rambut-rambut yang menyerupai benang-benang protonema dengan pertumbuhan yang terbatas. Pada jenis lumut-lumut tertentu ( antara lain pada warga Funaria ) kaliptra melebar seperti perut dan berguna sperti penimbun air bagi sporangium yang amsih muda. Bagian atas seta dinamakan apofisis. Pada jenis-jenis lumut tertentu apofisis mempunyai bentuk dan warna yang khusus. Menurut poros bujurnya kapsul spora itu mempunyai jaringan kolumela. Ruang spora berbentuk tabung mengelilingi jaringan kolumela itu. Kolumela dan ruang spora dikelilingi oleh ruang antar sel yang terdapat di dalam jaringan dinding kapsul spora.
Bagian atas dinding kapsul dikelilingi kapsul spora tersusun merupakan tutup (operculum). Di bawah tepi operculum itu terdapat suatu mintakat berbentuk lingkaran sempit dan dinamakan cincin. Sel -selnya mengandung lender yang dapat mengembang danmenyebabkan terbukanya operculum.
Khusus pada kebanyakan warga Bryales di bawah operculum terdapat suatu organ berupa gigi yang menutupi lubang kapsul spora. Gigi ini yang dinamakan peristom.Seringkali di bawah operculum kapsul spora terdapat dua peristom , misalnya pada Mnium hornum. Peristom luarterdiri dari 16 gigi yang melekat pada dinding kapsul spora.
Pada warga Musci terdapat perbedaan bentuk dan susunan peristomnya. Pada beberapa jenis lumut yang tergolong marga Archidium, Phascus, Ephemerum, susunan sporangiumnya sangat sederhana. Padanya tidak terdapat operculum, cincin maupun peritom. Dinding kapsul spora membuka tidak beraturan karena adanya bagian – bagian dinding yang menjadi busuk.
Untuk rumah tangga airnya, jaringan pengankutan yang masih amat sederhana memainkan perana yang sangat penting dalam tangkai sporangium saja. Bagi lumut yang belum mempunya akar – akar yang sungguh itu, pengangkutan air ke atas berlangsung melalui sistem kapiler yang yang etrdiri atas batang dan daun – daun yang telah terkulai. Sistem kapilar itu dapat menghisap banyak air, bahkan dapat mempergunakan lengas dalam udara.
Menurut cara pertumbuhannya Bryales dapat dibedakan dalam dua golongan , yaitu :
  • yang tumbuh ortotrop,
  • yang tunbuh plagiotrop.
Pada yang tumbuh ortotrop pertumbuhannya diakhiri dengan pembentukan arkegonium, dan sporangium yang etrjadi dari arkegonium itu berdiri pada ujung batang lumut , oleh sebab itu lumut itu dinamakn lumut akrokarp.
Pada yang tumbuh plagiotrop, batang pokoknya mempunyai pertumbuhan yang tidak terbatas, dan arkegonium serta sporongiumnya terdapat pada cabang – cabang pendek.
Dalam mengklasifikasikan Bryales lebih lanjut, bentuk kapsul spora, peristom operculum , dan kaliptra , merupakan tanda – tanda pengenal yang penting.
Dalam taksonomi Bryales lazimnya dibedakan atas dasar sifat-sifat peristomnya sebagai berikut.
 
I Arthodontea
Gigi peristom tipis seperti selapur, berasal dari satu lapis sel sporangium. Gigi – gigi mempunyai garis – garis melintang dan bersendi. Arthrodontea dibedakan lagi dalam dua kelompok, yaitu: Eubryales acrocarpi danEubryales pleurocarpi.
Euryales acrocarpi termasuk antara lain sukuRhizogoniaceae, termasuk jenis lumut
yang heterogen, seringkali haanya mempunyai satu peristom, daun seringkali asimetrik, kapsul
spora tegak dan simetrik, contoh marga Rhizogonium. Suku Funariaceae : Funaria
hygrometrica. Eubryales pleurocarpi, suku Hypnodendraceae, habitatnya seperti pohon kecil, batang primer merayap seperti rimpang, batang-batang sekunder berkayu. Kapsul spora agak besar, contoh-contohnyaHypnodendron reinwardtii, Hypnodendron junghuhnii, Mniodendron divaricatum.
II. Nematodonteae
Gigi-gigi peristom terdiri atas sel-sel utuh, tidak bergaris-garis. Didalamnya tergolong suku Polytrichaceae, lumut yang umurnya lebih dari setahun, daun-daun sempit, pada sisi perut tulang daun seringkali terdapat lamella yang membujur. Kapsul spora tegak atau mendatar. Protonema Georgia pellucida bersama dengan suatu ganggang hijau Coccomyxa dapat membentuk suatu organisme yang menyerupai Lichenes dan dinamakan Botrydina.
Jika kita membuat tinjauan mengenai seluruhnya, maka yang pantas kita perhatikan ialah adanya pergiliran keturunan yang spesifik. Gametofit yang haploid, yang menghasilkan anteridium dan archegonium menjadi inang sporofit yang diploid. Sporofit mempunyai habitat yang sama sekali berbeda dengan gametofitnya.
Susunan tubuhnya dalam beberapa hal telah memperlihatkan suatu penyesuaian terhadap kehidupan di darat, tetapi karena belum mempunyai jaringan-jaringan pengangkut yang sempurna, belum dapat tumbuh sampai jauh dari permukaan tanah. Dugaan bahwa Bryophytasecara filogenetik berasal dari algae menjumpai banyak kesulitan-kesulitan. AntaraChlorophyceae/Characeae pada pihak Algae danBryophyta tidak ditemukan bentuk-bentuk peralihan. Tetapi untuk menganggap Bryophyta yang mempunyai klorofil itu sebagai keturunan Phaeophyceae rasanya pun janggal. Mungkin Bryophyta itu berasal dari ganggang hijau dari zaman purbakala yang telah mempunyai susunan gametangium seperti Phaeophyceae, tetapi bukti-bukti untuk memperkuat dugaan itu sama sekali tidak ada.
Pandangan lain yang tidak banyak mempunyai penganut beranggapan bahwa kelompok lumut daun (musci) yang lebih tua dan karena reduksi daun-daunnya serta memipihnya batang sampai berbentuk seperti lembaran-lembaran lahirlah Hepaticeae. Anggapan ini disesuaikandengan kenyataan yang terdapat pada Pteridophyta danSpermatophyta, yaitu bahwa semakin tinggi tingkat perkembangan tumbuhan gametofitnya semakin tereduksi.
Lumut-lumut yang fosil hanya terdapat dalam lapisan-lapisan tanah dari zaman karbon tengah dan yang lebih muda. Kebanyakan fosil lumut terdapat dalam lapisan-lapisan tanah dari zaman tersier. Fosil-fosil lumut itu memperlihatkan persamaan yang besar dengan jenis-jenislumut yang sekarang masih ada.

Pengertian Gender dan asal usul kata Gender

Pengertian Gender dan asal usul kata Gender

Pengertian Gender dan asal usul kata Gender

Pengertian Gender dan asal usul kata Gender
Pengertian Gender dan asal usul kata Gender

Apa itu Gender

Dari Wikipedia bahasa Indonesia dijelaskan bahwa gender merupakan aspek hubungan sosial yang dikaitkan dengan diferensiasi seksual pada manusia.
Istilah “gender” yang berasal dari bahasa Inggris yang di dalam kamus tidak secara jelas dibedakan pengertian kata sex dan gender. Untuk memahami konsep gender, perlu dibedakan antara kata sex dan kata gender. Sex adalah perbedaan jenis kelamin secara biologis sedangkan gender perbedaan jenis kelamin berdasarkan konstruksi sosial atau konstruksi masyarakat1). Dalam kaitan dengan pengertian gender ini, Astiti mengemukakan bahwa gender adalah hubungan laki-laki dan perempuan secara sosial. Hubungan sosial antara laki-laki dan perempuan dalam pergaulan hidup sehari-hari, dibentuk dan dirubah.

Heddy Shri Ahimsha Putra (2000)

menegasakan bahwa istilah Gender dapat dibedakan ke dalam beberapa pengertian berikut ini: Gender sebagai suatu istilah asing dengan makna tertentu, Gender sebagai suatu fenomena sosial budaya, Gender sebagai suatu kesadaran sosial, Gender sebagai suatu persoalan sosial budaya, Gender sebagai sebuah konsep untuk analisis, Gender sebagai sebuah perspektif untuk memandang kenyataan.

Epistimologi penelitian Gender

secara garis besar bertitik tolak pada paradigma feminisme yang mengikuti dua teori yaitu; fungsionalisme struktural dan konflik. Aliran fungsionalisme struktural tersebut berangkat dari asumsi bahwa suatu masyarakat terdiri atas berbagai bagian yang saling mempengaruhi. Teori tersebut mencari unsur-unsur mendasar yang berpengaruh di dalam masyarakat. Teori fungsionalis dan sosiologi secara inhern bersifat konservatif dapat dihubungkan dengan karya-karya August Comte (1798-1857), Herbart Spincer (1820-1930), dan masih banyak para ilmuwan yang lain.

Dalam buku Sex and Gender yang ditulis oleh Hilary M. Lips

mengartikan Gender sebagai harapan-harapan budaya terhadap laki-laki dan perempuan. Misalnya; perempuan dikenal dengan lemah lembut, cantik, emosional dan keibuan. Sementara laki-laki dianggap kuat, rasional, jantan dan perkasa. Ciri-ciridari sifat itu merupakan sifat yang dapat dipertukarkan, misalnya ada laki-laki yang lemah lembut, ada perempuan yang kuat, rasional dan perkasa. Perubahan ciri dari sifat-sifat tersebut dapat terjadi dari waktu ke waktu dan dari tempat ke tempat yang lain (Mansour Fakih 1999: 8-9).

Secara umum

pengertian Gender adalah perbedaan yang tampak antara laki-laki dan perempuan apabila dilihat dari nilai dan tingkah laku. Dalam Women Studies Ensiklopedia dijelaskan bahwa Gender adalah suatu konsep kultural, berupaya membuat perbedaan (distinction) dalam hal peran, perilaku, mentalitas, dan karakteristik emosional antara laki-laki dan perempuan yang berkembang dalam masyarakat.

Gender adalah perbedaan yang tampak pada laki-laki dan perempuan apabila dilihat dari nilai dan tingkah laku. Gender merupakan suatu istilah yang digunakan untuk menggambarkan perbedaan antara laki-laki dan perempuan secara sosial. Gender adalah kelompok atribut dan perilaku secara kultural yang ada pada laki-laki dan perempuan.

Gender

merupakan konsep hubungan sosial yang membedakan  (memilahkan atau memisahkan) fungsi dan peran antara perempuan dan lak-laki. Perbedaan fungsi dan peran antara laki-laki dan perempuan itu tidak ditentukan karena keduanya terdapat perbedaan biologis atau kodrat, melainkan dibedakan menurut kedudukan, fungsi dan peranan masing-masing dalam berbagai kehidupan dan pembangunan.

Dengan demikian gender sebagai suatu konsep merupakan hasil pemikiran manusia atau rekayasa manusia, dibentuk oleh masyarakat sehingga bersifat dinamis dapat berbeda karena perbedaan adat istiadat, budaya, agama, sitem nilai dari bangsa, masyarakat, dan suku bangsa tertentu. Selain itu gender dapat berubah karena perjalanan sejarah, perubahan politik, ekonomi, sosial dam budaya, atau karena kemajuan pembangunan. Dengan demikian gender tidak bersifat universal dan tidak berlaku secara umum, akan tetapi bersifat situasional masyarakatnya.

Sumber: https://www.ayoksinau.com/

PLS Tidak Ada Perpeloncoan

PLS Tidak Ada Perpeloncoan

PLS Tidak Ada Perpeloncoan

 

PLS Tidak Ada Perpeloncoan

Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (PSMK) Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dodin Rusmin, didampingi Kepala Sekolah SMK Negeri 3 Bandung, Euis Purnama meninjau sekaligus memberikan sambutan pada acara Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) di SMKN 3, Jalan Solontongan, Kota Bandung, Senin, 16 Juli 2018.

Dodin mengatakan, PLS merupakan masa pengenalan lingkungan, dimulai dari pengenalan pribadi, pengenalan lingkungan sekolah, hingga pengenalan terhadap guru-guru di sekolah.

“Dengan ada PLS kalian akan saling mengenal. Mengenal secara pribadi, kenalan kelas, kenalan dengan gurunya. Dalam seminggu bakal tau minimal lingkungan sekolah. Setelah itu kalian akan merasa nyaman dan betah,” ujar Dodin.

Kepanitian PLS dilakukan oleh guru dan kepala sekolah. Hal ini untuk menghindari senioritas antar siswa dan menghindari perpeloncoan. Dodin menjelaskan, sekolah adalah tempat yang menyenangkan untuk semua, tempat menuntut ilmu, pusat peradaban bangsa.

“Saya yakin di dalam mpls tidak ada perpeloncoan. Semua akan diisi dengan sesuatu yang bermanfaat yang akan langsung disampaikan oleh guru,” ujar Dodin.

Materi yang disampaikan dalam PLS sesuai dengan Panduan Pengenalan Lingkungan Sekolah SMA/SMK/MA Tahun Pelajaran 2018/2019 yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Jawa Barat. Materi tersebut salah satunya, penguatan pendidikan karakter, gerakan literasi sekolah, sekolah ramah anak hingga pengenalan ekstrakulikuler dan lingkungan sekolah. Untuk SMK, Dodin mengatakan SMK memiliki kelebihan dan keungguan dalam bidang kewirausahaan.

“SMK itu hebat, lulusnya bisa melanjutkan ke kuliah, bisa bekerja yang bersetifikat, dan bisa berwirausaha. Pengusaha muda. Apalagi sudah jaman digital. Jadi literasinya pun literasi digital,” ucap Dodin.

Hal ini dibenarkan oleh, Euis. Euis mengatakan, kegiatan PLS di SMK Negeri 3 Bandung, memang memberikan materi mengenai kewirausahaan dan etos kerja. “Kalau SMK ada yang urgent adalah masalah kewirausahaan dan etos kerja. Karna kaitan dengan DUDI (Dunia Usaha Dunia Industri),” kata Euis.

 

Artikel Terkait:

Kadisdik Jabar Apresiasi Tenaga Pendidik Berprestasi

Kadisdik Jabar Apresiasi Tenaga Pendidik Berprestasi

Kadisdik Jabar Apresiasi Tenaga Pendidik Berprestasi

 

Kadisdik Jabar Apresiasi Tenaga Pendidik Berprestasi

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Ahmad Hadadi

mengapresiasi kepada seluruh guru, kepala sekolah, pengawas, dan tenaga kependidikan yang berprestasi dan berdedikasi mewakili Provinsi Jawa Barat pada tingkat Nasional dalam Lomba Guru Berprestasi Tahun 2018. Seleksi tingkat Provinsi telah dilaksanakan secara bertahap, mulai tanggal 2 Mei sampai dengan 9 Juli 2018, yang dilaksanakan di beberapa tempat di Lembang, Kabupaten Bandung.

Pemerintah berkewajiban untuk memberikan penghargaan sebagaiman diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen

bahwa guru yang berprestasui, berdedikasi luar biasa, dan/atau bertugas di daerah khusus berhak memperoleh penghargaan.

“Saya selaku Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat mengapresiasi kegiatan ini untuk kawan-kawan yang sudah meraih juara satu tingkat Provinsi Jawa Barat, kami utus agar ikut berlomba tingkat nasional,” ujar Hadadi saat ditemui di Gedung Dinas Pendidikan Jawa Barat, Jalan Doktor Rajiman No.6, Kota Bandung, Selasa, 17 Juli 2018.

Selain itu Hadadi berharap agar para perwakilan Provinsi Jawa Barat ini bisa menunjukan kinerja terbaik bersama para pendidik dan tenaga kependidikan lainnya dari seluruh Indonesia

Provinsi Jawa Barat mengirimkan 38 orang perwakilannya untuk bertanding pada Lomba Guru Berprestasi tingkat Nasional.

Keteladanan yang ditunjukan para pendidik dan tenaga kependidikan terdapat pada amanat Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bahwa pendidik dan tenaga kependidikan berkewajiban memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi, dan kedudukan dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya.

Maka untuk hal tersebut kami ucapkan selamat agar saudara-saudara bisa mempertahankan prestasi

berdedikasi, dan senantiasa menunjukan keteladanan dalam rangka untuk menorehkan kepada generasi yang akan datang. Sehingga diharapkan Jawa Barat bisa menghasilkan generasi yang lebih gemilang,” kata Hadadi.

 

Sumber : https://www.sekolahbahasainggris.co.id/

PLS Harus Berdampak Positif Bagi Siswa

PLS Harus Berdampak Positif Bagi Siswa

PLS Harus Berdampak Positif Bagi Siswa

 

PLS Harus Berdampak Positif Bagi Siswa

Pelaksanaan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) di SMA/SMK/MA Jawa Barat harus tanpa kekerasan

Sesuai dengan Permendikbud No. 18 Tahun 2016, PLS di sekolah bertujuan untuk mengenalkan program, sarana dan prasarana sekolah, cara belajar, penanaman konsep, pengenalan diri, dan pembinaan awal kultur sekolah.

Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (PSMK) Dinas Pendidikan Jawa Barat

Dodin Rusmin menegaskan, peserta PLS harus merasa aman di sekolah. Jangan sampai siswa merasa takut ke sekolah hanya karena sikap tidak baik pada kegaitan PLS.

Kalian harus nyaman dan betah di sekolah

Sekolah tempat belajar menutut ilmu, jadi tidak diajari hal-hal yang negative,” ujar Dodin saat memberikan sambutan pada acara PLS di SMKN 3, Jalan Solontongan, Kota Bandung, Senin, 16 Juli 2018.

Sesuai dengan Panduan Pengenalan Lingkungan Sekolah SMA/SMK/MA Tahun Pelajaran 2018/2019 yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Jawa Barat secara umum PLS bertujuan untuk mengenalkan kultur sekolah, cara belajar dan perubahan paradigm berfikir siswa sesuai dengan tingkatan pendidikan.

Selain itu, bertujuan pula untuk  mengimplementasikan pendidikan karakter, gerakan literasi sekolah, gerakan anti narkoba, tertib berlalu lintas, kesadaran hukum, serta meningkatkan solidaritas antar pelajar. Dan yang tidak kalah penting adalah untuk mewujudkan satuan pendidikan menjadi Sekolah Ramah Anak (SRA).

“Prinsipnya bagi peserta didik yang baru diterima di sekolah, harus diterima dengan baik dan ramah di sekolah

Tidak ada lagi rasa takut. Ini dia konsep sekolah ramah anak,” jelas Dodin.

Dengan adanya PLS, diharpakan siswa akan mengenal lebih awal tentang profil sekolah dan lingkungan sekolahnya, memahami dan menguatnya karakter siswa sebagai generasi milenial, meningkatnya pemahaman dan mewujudkan sekolah sebagai pusat literasi, terwujudnya gerakan SRA. Sehingga pelaksanaan kegiatan harus menyenangkan, mendidik, tidak diskriminatif, ramah lingkungan, bermanfaat dan berdampak positif terhadap perilaku siswa.

 

Sumber: https://www.gurupendidikan.co.id/

Tips Dan Trik Agar Laptop Tidak Lemot Lagi

Pengertian Tentang Supervisi Pendidikan Perhatikan Tips Ketika Menggoreng Wajan BUDIDAYA GINGSENG Pengertian PHP, Sejarah dan Sintaksis Dasar

Tips Dan Trik Agar Laptop Tidak Lemot Lagi

Tips Dan Trik Agar Laptop Tidak Lemot Lagi
Tips Dan Trik Agar Laptop Tidak Lemot Lagi

Tak jarang kita dibuat kesal oleh laptop atau komputer

Yang sedang kita gunakan karena tanpa alasan yang jelas tiba-tiba kinerjanya lambat alias lemot. Daripada hanya bisa bergumam dan kesal sendiri karena alat kerja kamu tak mau berkompromi, coba lakukan hal berikut untuk mengurangi risiko laptop sering lemot. Tak perlu jadi seorang IT canggih untuk melakukannya kok, intip aja tips berikut ini.

 

LAKUKAN DEFRAGMENT PADA HARD DISK

Defragment harddisk dilakukan untuk memperbaiki posisi data pada hard disk. Kadang susunan data pada hard disk tidak berurutan dan berantak sehingga komputer dipaksa untuk kerja keras untuk mencari data yang kamu cari. Untuk kurangi beban kerja prosesor dalam mencari data yang kamu inginkan, sering lakukan Degragment hard disk agar data lebih tertata.

 

BUANG DATA YANG TIDAK PENTING

Terlalu banyak data yang Sobat Shopee simpen dalam hard disk internal adalah penyebab lain dari melambannya kinerja sebuah komputer atau laptop. Jika koleksi foto atau film sudah terlalu banyak, ada baiknya disimpan di USB harddrive eksternal daripada memenuhi memori internal perangkatmu. Lakukan pengosongan data paling tidak dua kali setahun agar laptop atau komputer lebih awet.

 

NON-AKTIFKAN SYSTEM INDEX SEARCH

Proses berikut sedikit lebih ribet namun dapat menambah kapasitas kerja laptop, terutama pada bagian hard disknya. Karena proses index pada komputer memakan banyak resource dengan menon-aktifkan fitur ini beban komputer bisa dikurangi.

Lakukan proses berikut untuk menon-aktifkan proses index pada komputer atau laptop berbasis Windows Sobat

Klik [Start] pada kotak [Search] ketik[services.msc] tekan [Enter] cari [Search] dan pilih [Stop]

Semoga ketiga tips yang disebut di atas cukup membantu Sobat Shopee percepat kinerja laptopnya. Jika masih menghadapi masalah, ada baiknya untuk bawa ke tempat servis karena ada kemungkinan salah satu perangkat kerasnya tidak berfungsi dengan baik.

Baca Juga : 

Pengertian Tentang Supervisi Pendidikan

Pengertian Tentang Supervisi Pendidikan

Pengertian Tentang Supervisi Pendidikan

Pengertian Tentang Supervisi Pendidikan
Pengertian Tentang Supervisi Pendidikan

Konsep supervisi modern dirumuskan oleh Kimball Wiles (1967)

Sebagai berikut : “Supervision is assistance in the devolepment of a better teaching learning situation”. Supervisi adalah bantuan dalam pengembangan situasi pembelajaran yang lebih baik. Rumusan ini mengisyaratkan bahwa layanan supervisi meliputi keseluruhan situasi belajar mengajar (goal, material, technique, method, teacher, student, an envirovment). Situasi belajar inilah yang seharusnya diperbaiki dan ditingkatkan melalui layanan kegiatan supervisi. Dengan demikian layanan supervisi tersebut mencakup seluruh aspek dari penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran.

Konsep supervisi tidak bisa disamakan dengan inspeksi

Inspeksi lebih menekankan kepada kekuasaan dan bersifat otoriter, sedangkan supervisi lebih menekankan kepada persahabatan yang dilandasi oleh pemberian pelayanan dan kerjasama yang lebih baik diantara guru-guru, karena bersifat demokratis. Istilah supervisi pendidikan dapat dijelaskan baik menurut asal usul (etimologi), bentuk perkataannya (morfologi), maupun isi yang terkandung dalam perkataan itu ( semantik).

1) Etimologi

Istilah supervisi diambil dalam perkataan bahasa Inggris “ Supervision” artinya pengawasan di bidang pendidikan. Orang yang melakukan supervisi disebut supervisor.

2) Morfologis

Supervisi dapat dijelaskan menurut bentuk perkataannya. Supervisi terdiri dari dua kata.Super berarti atas, lebih. Visi berarti lihat, tilik, awasi. Seorang supervisor memang mempunyai posisi diatas atau mempunyai kedudukan yang lebih dari orang yang disupervisinya.

3) Semantik

Pada hakekatnya isi yang terandung dalam definisi yang rumusanya tentang sesuatu tergantung dari orang yang mendefinisikan. Wiles secara singkat telah merumuskan bahwa supervisi sebagai bantuan pengembangan situasi mengajar belajar agar lebih baik. Adam dan Dickey merumuskan supervisi sebagai pelayanan khususnya menyangkut perbaikan proses belajar mengajar. Sedangkan Depdiknas (1994) merumuskan supervisi sebagai berikut : “ Pembinaan yang diberikan kepada seluruh staf sekolah agar mereka dapat meningkatkan kemampuan untuk mengembangkan situasi belajar mengajar yang lebih baik “. Dengan demikian, supervisi ditujukan kepada penciptaan atau pengembangan situasi belajar mengajar yang lebih baik. Untuk itu ada dua hal (aspek) yang perlu diperhatikan :

a. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar
b. Hal-hal yang menunjang kegiatan belajar mengajar
Karena aspek utama adalah guru, maka layanan dan aktivitas kesupervisian harus lebih diarahkan kepada upaya memperbaiki dan meningkatkan kemampuan guru dalam mengelola kegiatan belajar mengajar. Untuk itu guru harus memiliki yakni :

1) kemampuan personal,

2) kemampuan profesional

3) kemampuan sosial (Depdiknas, 1982).

Atas dasar uraian diatas, maka pengertian supervisi dapat dirumuskan sebagai berikut “ serangkaian usaha pemberian bantuan kepada guru dalam bentuk layanan profesional yang diberikan oleh supervisor ( Pengawas sekolah, kepala sekolah, dan pembina lainnya) guna meningkatkan mutu proses dan hasil belajar mengajar.

Karena supervisi atau pembinaan guru tersebut lebih menekankan pada pembinaan guru tersebut pula “Pembinaan profesional guru“ yakni pembinaan yang lebih diarahkan pada upaya memperbaiki dan meningkatkan kemampuan profesional guru.

Supervisi dapat kita artikan sebagai pembinaan.

Sedangkan sasaran pembinaan tersebut bisa untuk kepala sekolah, guru, pegawai tata usaha. Namun yang menjadi sasaran supervisi diartikan pula pembinaan guru.
Jadi, fungsi pengawasan atau supervisi dalam pendidikan bukan hanya sekedar kontrol atau melihat apakah segala kegiatan telah dilaksanakan sesuai dengan rencana atau program yang telah digariskan,

tetapi lebih dari itu supervisi dalam pendidikan mengandung pengertian yang luas. Kegiatan supervisi mencakup penentuan kondisi-kondisi atau syarat-syarat personel maupun material yang diperlukan untuk terciptanya situasi belajar-mengajar yang efektif.

Sumber : https://www.ilmubahasainggris.com/

Perhatikan Tips Ketika Menggoreng Wajan

Perhatikan Tips Ketika Menggoreng Wajan

Perhatikan Tips Ketika Menggoreng Wajan

Perhatikan Tips Ketika Menggoreng Wajan
Perhatikan Tips Ketika Menggoreng Wajan

Dari beberapa cara mengolah makanan

Menggoreng merupakan salah satu cara yang umum dilakukan. Makanan yang digoreng memiliki ciri khas bertekstur renyah di luar dan empuk di dalam. Menggoreng bisa dibilang merupakan salah satu cara praktis untuk mengolah bahan makanan. Tetapi ketika menggoreng, ada beberapa hal menyebalkan yang sering terjadi seperti terciprat minyak panas ataupun makanan yang melekat pada wajan.

Ketika makanan melekat pada wajan, makanan akan sulit dibalik dan dapat merusak bentuk makanan. Sisa makanan yang menempel pun akan menjadi kerak pada wajan sehingga perlu kerja ekstra untuk membersihkannya. Untuk menghindari hal tersebut, Sobat Shopee dapat melakukan beberapa cara dibawah ini.

BIARKAN BUMBU MERESAP SEBELUM DIMASAK

Beberapa bumbu yang digunakan pada makanan seringkali menjadi penyebab lengketnya masakan ketika digoreng. Seperti contohnya makanan dengan penyedap kecap, gula ataupun rempah yang pekat. Untuk menghindari hal tersebut, perlu diperhatikan sebelum menggoreng bahwa bumbu sudah benar-benar meresap pada bahan makanan. Selain itu, kurangi penggunaan bumbu basah untuk menghindari risiko wajan menjadi lengket.

PASTIKAN WAJAN BERSIH DAN KERING

Untuk menghindari makanan menempel pada wajan, Sobat Shopee perlu mengecek terlebih dahulu wajan yang akan digunakan. Pastikan wajan tersebut bersih dari sisa makanan lain. Hal itu karena sisa makanan pada wajan dapat menyebabkan makanan lengket saat kamu menggoreng.

Selain itu kamu juga perlu memperhatikan air pada wajan, pastikan wajan kering dan tidak ada air pada permukaannya. Jika Sobat Shopee memakai wajan yang baru dicuci, sebaiknya panaskan terlebih dahulu wajan di atas kompor tanpa minyak supaya air pada wajan menguap untuk memastikan wajan benar-benar kering.

PASTIKAN SUHU DAN NYALA API KOMPOR TEPAT

Salah satu penyebab wajan menjadi lengket adalah kamu tidak memperhatikan suhu dan nyala api kompor dengan baik ketika menggoreng. Karena ketika menggoreng suhu minyak dan nyala api kompor dapat mempengaruhi lengket atau tidaknya wajan. Sebaiknya, goreng makanan pada suhu minyak yang tepat dan tidak terlalu panas untuk menghindari wajan menjadi lengket. Menggoreng dengan suhu yang tepat juga dapat membuat masakan matang secara merata dan juga tekstur makanan tidak hancur.

JANGAN TERLALU SERING MEMBALIK MAKANAN

Salah satu kebiasaan yang tidak baik saat menggoreng adalah sering membalik makanan. Hal ini sebaiknya Sobat Shopee hindari karena sering membalik makanan bukannya membuat gorengan cepat matang justru akan merusak kualitas makanan. Selain itu, seringnya membalik makanan saat menggoreng juga dapat membuat wajan menjadi lengket. Untuk itu sebaiknya kamu hanya membalik makanan ketika satu sisi makanan sudah kering dan matang. Jangan membalik paksa makanan saat menggoreng karena dapat merusak teksturnya.

Itulah 4 tips yang bisa kamu terapkan untuk menghindari wajan yang lengket ketika digunakan menggoreng. Jangan lupa baca artikel tips-tips menarik lainnya hanya di Inspirasi

Sumber : https://ngelag.com/

BUDIDAYA GINGSENG

BUDIDAYA GINGSENG

BUDIDAYA GINGSENG

BUDIDAYA GINGSENG
BUDIDAYA GINGSENG

1. PENDAHULUAN

Trend ‘back to nature’ pada industri farmasi, kosmetika, makanan dan minuman ringan, telah memacu peningkatan permintaan ginseng. Tingginya permintaan tersebut perlu diimbangi dengan teknologi budidaya tanaman yang memenuhi aspek K-3 (Kuantitas, Kualitas dan Kelestarian).

2. SYARAT TUMBUH

– Diutamakan di lahan terbuka. Tanah gembur, kandungan bahan organik tinggi, aerasi dan drainase baik.
– Keasaman (pH) tanah 5,5 – 7,2.
– Curah hujan 1000 – 2500 mm/th.
– Suhu berkisar 20ºC – 33ºC.
– Kelembaban 70% – 90%.
– Ketinggian tempat berkisar 0 – 1.600 dpl.

3. PENGOLAHAN TANAH

– Siapkan Natural GLIO (10 kemasan /ha) dicampur pupuk kandang matang (25-50 kg/kemasan). Simpan dalam karung terbuka selama 1-2 minggu.
– Tebarkan dolomite / kapur pertanian (2-4 ton/ha) pada lahan yang masih terbuka paling lambat 2 minggu sebelum tanam.
– Luku dan garu segera setelah dolomit disebarkan. Diamkan sekitar 1 minggu.
– Buat bedengan membujur arah timur-barat, lebar bedengan 100-120 cm, tinggi 40-60 cm. Jarak antar bedengan 40-50 cm. Diamkan sekitar 1 minggu.
– Buat parit mengelilingi lahan lebar 40-50 cm, kedalaman 50-60 cm.
– Setelah 1 minggu, gemburkan permukaan bedengan secukupnya.
– Tebarkan hasil campuran Natural GLIO dan pupuk kandang merata pada permukaan tanah.
– Tambahkan pupuk kandang matang 20-40 ton/ha merata pada permukaan bedengan. Jika tidak ada pupuk kandang, penggunaan POP SUPERNASA, POC NASA dan HORMONIK dapat menggantikannya.
– Siapkan larutan induk POP SUPERNASA (1 botol/3 liter air), aduk hingga larut. Dosis POP SUPERNASA 5 botol/ha jika pakai pupuk kandang sesuai dosis anjuran atau 10 botol/ha jika tidak pakai pupuk kandang. Dari larutan induk POP SUPERNASA 3000 cc atau 3 liter, diambil 200 – 300 cc dicampur dengan 0,25 kg NPK majemuk lalu dilarutkan atau diencerkan dalam 50 liter air.
– Dari hasil 50 liter tersebut siramkan pada permukaan bedengan, caranya pakai gembor 10 liter / ± 8 m panjang bedengan. Atau 200 – 300 cc/lubang tanam.
– Tebarkan hasil campuran Natural GLIO dan pupuk kandang merata di permukaan bedengan. Atau dalam setiap lubang tanam.

4. PEMBIBITAN DAN PENANAMAN

– Diutamakan pakai bibit dari setek batang.
– Gunakanlah induk tanaman sehat, tidak terindikasi gejala serangan hama dan penyakit, umur tidak terlalu muda dan terlalu tua, segar dan tidak layu, warna cerah/mengkilap.
– Bibit hasil setek diistirahatkan/disimpan di tempat lembab selama 2 – 4 hari.
– Sebelum tanam, pangkal bibit dipotong miring ± 45º menggunakan pisau tajam dan bersih.
– Pangkal bibit direndam 20-30 menit dalam larutan POC NASA (1-2 ttp) + HORMONIK (0,5-1 ttp) + 1-2 sendok makan Natural GLIO per 10 liter air.
– Bibit dikeringanginkan ± 1-2 jam.
– Penanaman dilakukan sore hari, jarak tanam 50 x 60 cm atau 60 x 70 cm.

5. PEMELIHARAAN TANAMAN

5.1. Penyiraman
Pemberian air tidak boleh berlebihan ataupun kekurangan. Usia 0 – 21 hst (hari setelah tanam) disiram tiap hari secukupnya. Sejak usia ±100 hst penyiraman dikurangi atau dihentikan.

5.2. Penyulaman
Jika diperlukan, hingga 15 hst.

5.3. Pemupukan susulan:
Pengocoran larutan pupuk : NPK majemuk 0,25 kg + 50 liter air. Berikan 200-300 cc/lubang tanam setiap 2 minggu sekali hingga usia 100 hst.
Penyemprotan pupuk lewat daun dilakukan 1 minggu sekali hingga 100 hst, pakai 3 – 5 tutup POC NASA + 1-2 tutup HORMONIK dalam tangki 14 atau 17 liter.

5.4. Penyiangan, pendangiran dan pembumbunan
Dilakukan bersamaan setiap 2 minggu sekali terutama pada usia 14 – 65 hst.

5.5. Perempelan I
Pada 20 hst disisakan 2-3 batang utama. Perempelan selanjutnya adalah perempelan tunas ketiak daun setiap 2 minggu sekali hingga usia 65 hst.

6. HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN

6.1. Hama
A. Bekicot
Biasanya aktif pada malam hari, dan perlu diwaspadai keberadaannya. Pengendalian dengan cara dikumpulkan dan dimusnahkan.
B. Ulat
Banyak jenis ulat yang menyerang pada ginseng terutama ulat grayak (Spodoptera sp.), Ulat penggulung daun (Lamprosema sp.), dan ulat jenis lainnya. Pengendalian dengan cara mematikan ulat, semprot Vitura atau Pestona dan alternative terakhir dengan Insektisida kimia.
C. Uret/Lundi
Hama ini menyerang akar bahkan bisa ke umbi sehingga tanaman lama kelamaan bisa layu dan akhirnya mati. Pada saat tanam bisa ditaburkan insektisida granular di sekeliling tanaman

6.2. Penyakit
A. Penyakit Busuk Leher Batang
Penyebabnya jamur Phytium sp. atau Sclerotium sp. Biasanya di awal tanam ginseng mengalami pembusukan yang disebabkan oleh kelembaban tanah yang berlebihan. Leher batang atau pangkal batang tampak berwarna kelabu atau kecoklatan, lunak kebasahan dan melekuk ke dalam. Jamur ini dapat menjalar ke bagian umbi, lama-kelamaan daun tampak layu. Pengendalian dengan cara pengaturan drainase, kebun tidak becek dan tidak lembab. Sejak awal sebelum tanam gunakan Natural GLIO.
B. Penyakit Busuk Umbi
Penyebabnya jamur Phythopthora sp. Gejalanya daun yang mulanya hijau berubah menjadi kuning. Lama kelamaan menjalar hingga menyebabkan kematian. Bila tanaman dicabut pada pangkal umbi/batang tampak bulu-bulu putih yang kemudian berubah menjadi bulat-bulatan dan akhirnya berubah menjadi coklat tua sampai hitam. Pengendalian gunakan Natural GLIO sebelum tanam, jaga kelembaban tanah dan alternative terakhir dengan fungisida sistemik
C. Penyakit Layu
Bisa disebabkan jamur Fusarium sp. atau bakteri Pseudomonas sp. Tetapi kebanyakan disebabkan oleh jamur Fusarium. Mulanya tulang daun menguning, kemudian menjalar ke tangkai daun dan akhirnya daun menjadi layu. Pengendalian dengan cara sebarkan Natural GLIO sebelum tanam dan celupkan stek sebelum tanam ke dalam POC NASA dicampur Natural GLIO.

7. PANEN
– Tanaman Ginseng dipanen umur 4 – 5 bulan tergantung pertumbuhan dan keadaan umbi. Cirinya; batang semula hijau berubah merah, daun menguning dan mulai rontok, berbunga dan mengeluarkan biji, umbi bila didangir sudah cukup besar (diameter diatas 1 cm).
– Pemanenan pada pagi hari saat kondisi cerah, tidak hujan dan daun tidak berembun lagi, tanah kering.
– Umbi dipanen sekaligus dengan menggunakan garpu tanah untuk menggemburkan permukaan tanah.
– Sebelum umbi dicabut pangkal batang tanaman dipangkas dan dipisahkan dari batang serta daunnya. Pencabutan umbi harus dilakukan hati-hati, jangan sampai umbinya putus dan tertinggal dalam tanah. Umbi yang telah dicabut dibersihkan dan dibawa ke tempat teduh untuk penyortiran.

Baca Artikel Lainnya: