BUDIDAYA GINGSENG

BUDIDAYA GINGSENG

BUDIDAYA GINGSENG

BUDIDAYA GINGSENG
BUDIDAYA GINGSENG

1. PENDAHULUAN

Trend ‘back to nature’ pada industri farmasi, kosmetika, makanan dan minuman ringan, telah memacu peningkatan permintaan ginseng. Tingginya permintaan tersebut perlu diimbangi dengan teknologi budidaya tanaman yang memenuhi aspek K-3 (Kuantitas, Kualitas dan Kelestarian).

2. SYARAT TUMBUH

– Diutamakan di lahan terbuka. Tanah gembur, kandungan bahan organik tinggi, aerasi dan drainase baik.
– Keasaman (pH) tanah 5,5 – 7,2.
– Curah hujan 1000 – 2500 mm/th.
– Suhu berkisar 20ºC – 33ºC.
– Kelembaban 70% – 90%.
– Ketinggian tempat berkisar 0 – 1.600 dpl.

3. PENGOLAHAN TANAH

– Siapkan Natural GLIO (10 kemasan /ha) dicampur pupuk kandang matang (25-50 kg/kemasan). Simpan dalam karung terbuka selama 1-2 minggu.
– Tebarkan dolomite / kapur pertanian (2-4 ton/ha) pada lahan yang masih terbuka paling lambat 2 minggu sebelum tanam.
– Luku dan garu segera setelah dolomit disebarkan. Diamkan sekitar 1 minggu.
– Buat bedengan membujur arah timur-barat, lebar bedengan 100-120 cm, tinggi 40-60 cm. Jarak antar bedengan 40-50 cm. Diamkan sekitar 1 minggu.
– Buat parit mengelilingi lahan lebar 40-50 cm, kedalaman 50-60 cm.
– Setelah 1 minggu, gemburkan permukaan bedengan secukupnya.
– Tebarkan hasil campuran Natural GLIO dan pupuk kandang merata pada permukaan tanah.
– Tambahkan pupuk kandang matang 20-40 ton/ha merata pada permukaan bedengan. Jika tidak ada pupuk kandang, penggunaan POP SUPERNASA, POC NASA dan HORMONIK dapat menggantikannya.
– Siapkan larutan induk POP SUPERNASA (1 botol/3 liter air), aduk hingga larut. Dosis POP SUPERNASA 5 botol/ha jika pakai pupuk kandang sesuai dosis anjuran atau 10 botol/ha jika tidak pakai pupuk kandang. Dari larutan induk POP SUPERNASA 3000 cc atau 3 liter, diambil 200 – 300 cc dicampur dengan 0,25 kg NPK majemuk lalu dilarutkan atau diencerkan dalam 50 liter air.
– Dari hasil 50 liter tersebut siramkan pada permukaan bedengan, caranya pakai gembor 10 liter / ± 8 m panjang bedengan. Atau 200 – 300 cc/lubang tanam.
– Tebarkan hasil campuran Natural GLIO dan pupuk kandang merata di permukaan bedengan. Atau dalam setiap lubang tanam.

4. PEMBIBITAN DAN PENANAMAN

– Diutamakan pakai bibit dari setek batang.
– Gunakanlah induk tanaman sehat, tidak terindikasi gejala serangan hama dan penyakit, umur tidak terlalu muda dan terlalu tua, segar dan tidak layu, warna cerah/mengkilap.
– Bibit hasil setek diistirahatkan/disimpan di tempat lembab selama 2 – 4 hari.
– Sebelum tanam, pangkal bibit dipotong miring ± 45º menggunakan pisau tajam dan bersih.
– Pangkal bibit direndam 20-30 menit dalam larutan POC NASA (1-2 ttp) + HORMONIK (0,5-1 ttp) + 1-2 sendok makan Natural GLIO per 10 liter air.
– Bibit dikeringanginkan ± 1-2 jam.
– Penanaman dilakukan sore hari, jarak tanam 50 x 60 cm atau 60 x 70 cm.

5. PEMELIHARAAN TANAMAN

5.1. Penyiraman
Pemberian air tidak boleh berlebihan ataupun kekurangan. Usia 0 – 21 hst (hari setelah tanam) disiram tiap hari secukupnya. Sejak usia ±100 hst penyiraman dikurangi atau dihentikan.

5.2. Penyulaman
Jika diperlukan, hingga 15 hst.

5.3. Pemupukan susulan:
Pengocoran larutan pupuk : NPK majemuk 0,25 kg + 50 liter air. Berikan 200-300 cc/lubang tanam setiap 2 minggu sekali hingga usia 100 hst.
Penyemprotan pupuk lewat daun dilakukan 1 minggu sekali hingga 100 hst, pakai 3 – 5 tutup POC NASA + 1-2 tutup HORMONIK dalam tangki 14 atau 17 liter.

5.4. Penyiangan, pendangiran dan pembumbunan
Dilakukan bersamaan setiap 2 minggu sekali terutama pada usia 14 – 65 hst.

5.5. Perempelan I
Pada 20 hst disisakan 2-3 batang utama. Perempelan selanjutnya adalah perempelan tunas ketiak daun setiap 2 minggu sekali hingga usia 65 hst.

6. HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN

6.1. Hama
A. Bekicot
Biasanya aktif pada malam hari, dan perlu diwaspadai keberadaannya. Pengendalian dengan cara dikumpulkan dan dimusnahkan.
B. Ulat
Banyak jenis ulat yang menyerang pada ginseng terutama ulat grayak (Spodoptera sp.), Ulat penggulung daun (Lamprosema sp.), dan ulat jenis lainnya. Pengendalian dengan cara mematikan ulat, semprot Vitura atau Pestona dan alternative terakhir dengan Insektisida kimia.
C. Uret/Lundi
Hama ini menyerang akar bahkan bisa ke umbi sehingga tanaman lama kelamaan bisa layu dan akhirnya mati. Pada saat tanam bisa ditaburkan insektisida granular di sekeliling tanaman

6.2. Penyakit
A. Penyakit Busuk Leher Batang
Penyebabnya jamur Phytium sp. atau Sclerotium sp. Biasanya di awal tanam ginseng mengalami pembusukan yang disebabkan oleh kelembaban tanah yang berlebihan. Leher batang atau pangkal batang tampak berwarna kelabu atau kecoklatan, lunak kebasahan dan melekuk ke dalam. Jamur ini dapat menjalar ke bagian umbi, lama-kelamaan daun tampak layu. Pengendalian dengan cara pengaturan drainase, kebun tidak becek dan tidak lembab. Sejak awal sebelum tanam gunakan Natural GLIO.
B. Penyakit Busuk Umbi
Penyebabnya jamur Phythopthora sp. Gejalanya daun yang mulanya hijau berubah menjadi kuning. Lama kelamaan menjalar hingga menyebabkan kematian. Bila tanaman dicabut pada pangkal umbi/batang tampak bulu-bulu putih yang kemudian berubah menjadi bulat-bulatan dan akhirnya berubah menjadi coklat tua sampai hitam. Pengendalian gunakan Natural GLIO sebelum tanam, jaga kelembaban tanah dan alternative terakhir dengan fungisida sistemik
C. Penyakit Layu
Bisa disebabkan jamur Fusarium sp. atau bakteri Pseudomonas sp. Tetapi kebanyakan disebabkan oleh jamur Fusarium. Mulanya tulang daun menguning, kemudian menjalar ke tangkai daun dan akhirnya daun menjadi layu. Pengendalian dengan cara sebarkan Natural GLIO sebelum tanam dan celupkan stek sebelum tanam ke dalam POC NASA dicampur Natural GLIO.

7. PANEN
– Tanaman Ginseng dipanen umur 4 – 5 bulan tergantung pertumbuhan dan keadaan umbi. Cirinya; batang semula hijau berubah merah, daun menguning dan mulai rontok, berbunga dan mengeluarkan biji, umbi bila didangir sudah cukup besar (diameter diatas 1 cm).
– Pemanenan pada pagi hari saat kondisi cerah, tidak hujan dan daun tidak berembun lagi, tanah kering.
– Umbi dipanen sekaligus dengan menggunakan garpu tanah untuk menggemburkan permukaan tanah.
– Sebelum umbi dicabut pangkal batang tanaman dipangkas dan dipisahkan dari batang serta daunnya. Pencabutan umbi harus dilakukan hati-hati, jangan sampai umbinya putus dan tertinggal dalam tanah. Umbi yang telah dicabut dibersihkan dan dibawa ke tempat teduh untuk penyortiran.

Baca Artikel Lainnya:

Pengertian PHP, Sejarah dan Sintaksis Dasar

Pengertian PHP, Sejarah dan Sintaksis Dasar

Pengertian PHP, Sejarah dan Sintaksis Dasar

Pengertian PHP, Sejarah dan Sintaksis Dasar
Pengertian PHP, Sejarah dan Sintaksis Dasar

PENGERTIAN

PHP: Hypertext Preprocessor adalah bahasa skrip yang dapat ditanamkan atau disisipkan ke dalam HTMLPHP banyak dipakai untuk memrogram situs Web dinamis. PHP dapat digunakan untuk membangun sebuah CMS.

SEJARAH

Pada awalnya PHP merupakan kependekan dari Personal Home Page (Situs personal). PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1995. Pada waktu itu PHP masih bernama Form Interpreted (FI), yang wujudnya berupa sekumpulan skrip yang digunakan untuk mengolah data formulir dari web.
Selanjutnya Rasmus merilis kode sumber tersebut untuk umum dan menamakannya PHP/FI. Dengan perilisan kode sumber ini menjadi sumber terbuka, maka banyak pemprogram yang tertarik untuk ikut mengembangkan PHP.
Pada November 1997, dirilis PHP/FI 2.0. Pada rilis ini,Interpreter PHP sudah diimplementasikan dalam program C. Dalam rilis ini disertakan juga modul-modul ekstensi yang meningkatkan kemampuan PHP/FI secara signifikan.
Pada tahun 1997, sebuah perusahaan bernama Zend menulis ulang interpreter PHP menjadi lebih bersih, lebih baik, dan lebih cepat. Kemudian pada Juni 1998, perusahaan tersebut merilis interpreter baru untuk PHP dan meresmikan rilis tersebut sebagai PHP 3.0 dan singkatan PHP diubah menjadi akronim berulang PHP: Hypertext Preprocessing.
Pada pertengahan tahun 1999, Zend merilis interpreter PHP baru dan rilis tersebut dikenal dengan PHP 4.0.
PHP 4.0 adalah versi PHP yang paling banyak dipakai pada awal abad ke-21. Versi ini banyak dipakai disebabkan kemampuannya untuk membangun aplikasi web kompleks tetapi tetap memiliki kecepatan dan stabilitas yang tinggi.
Pada Juni 2004, Zend merilis PHP 5.0. Dalam versi ini, inti dari interpreter PHP mengalami perubahan besar. Versi ini juga memasukkan model pemrograman berorientasi objek ke dalam PHP untuk menjawab perkembangan bahasa pemrograman ke arah paradigma berorientasi objek.
Versi terbaru dari bahasa pemograman PHP adalah versi 5.6.4 yang resmi dirilis pada tanggal 18 Desember 2014.

SINTAKSIS DASAR

Pembatas 

PHP hanya mengeksekusi kode yang ditulis dalam pembatas sebagaimana ditentukan oleh dasar sintaks PHP. Apapun di luar pembatas tidak diproses oleh PHP (meskipun teks PHP ini masih mengendalikan struktur yang dijelaskan dalam kode PHP. Pembatas yang paling umum adalah “<?php” untuk membuka dan “?>” Untuk menutup kode PHP.Tujuan dari pembatas ini adalah untuk memisahkan kode PHP dari kode di luar PHP, seperti HTML,Javascript.

Variabel

Variabel diawali dengan simbol dolar $. Pada versi php PHP 5 diperkenalkan jenis isyarat yang memungkinkan fungsi untuk memaksa mereka menjadi parameter objek dari class tertentu, array, atau fungsi. Namun, jenis petunjuk tidak dapat digunakan dengan jenis skalar seperti angka atau string. Contoh variabel dapat ditulis sebagai $nama_varabel.
Penulisan fungsi, penamaan kelas, nama variabel adalah peka akan huruf besar (Kapital) dan huruf kecil . Kedua kutip ganda "" dari string memberikan kemampuan untuk interpolasi nilai variabel ke dalam string PHP. PHP menerjemahkan baris sebagai spasi, dan pernyataan harus diakhiri dengan titik koma ;.

Sumber: https://www.kuliahbahasainggris.com/

Pengertian Auto Index, Latar Belakang, Tujuan dan Langkah Kerja

Pengertian Auto Index, Latar Belakang, Tujuan dan Langkah Kerja

Pengertian Auto Index, Latar Belakang, Tujuan dan Langkah Kerja

Pengertian Auto Index, Latar Belakang, Tujuan dan Langkah Kerja
Pengertian Auto Index, Latar Belakang, Tujuan dan Langkah Kerja

A.PENGERTIAN

Auto index merupakan aplikasi cms yang dapat mempermudahkan tampilan database dalam pembelajaran.

B.LATAR BELAKANG

Auto index yang dapat mempermudahkan tampilan dalam bentuk database aplikasi cms.
C.WAKTU PELAKSANAAN
Waktu yang digunakan kurang lebihnya 10 menit

D.MAKSUD DAN TUJUAN

  1. Dapat mengerti apa itu auto index
  2. Dapat menginstal auto index
  3. Mengerti fungsi dari auto index
E.ALAT DAN BAHAN
  1. Laptop
  2. Koneksi jaringan

F.LANGKAH KERJA

  1. Koneksikan laptop pada koneksi jaringan
  2. Setelah itu buka browsur dan Download auto index
  3. Kemudian buka terminal > masuk ke super user dan password
  4. lalu > cd Downloads/ > ls
  5. setelah itu > cd /var/www/html/ > lalu ,ls
  6. Kemudian buat folder index untuk auto index > mkdir autoindex > tekan enter
  7. lalu ,ls
  8. kemudian > cd /home/muitdah/ > lalu, ls
  9. setelah itu > cd Downloads/ > ls
  10. lalu > cp AutoIndex-2.2.4.zip /var/www/html/autoindex/ > tekan enter
  11. kemudian > cd /var/www/html/autoindex/ > tekan enter
  12. setelah itu > unzip AutoIndex-2.2.4.zip > tekan enter
  13. Tunggu sampai selesai di unzip ,seperti gambar dibawah ini
  14. Setelah itu kita mengasih hak akses ,
  15. lalu buka browsur > localhost/autoindex
  16. kemudian klik AutoIndex-2.2.4
  17. maka akan muncul “AutoIndex PHP script Configurasion” > lalu klik configure
  18. klik continue
  19. setelah itu akan muncul tampilan auto index dan Installasi Auto index telah selesai.
G.KESIMPULAN
Setelah menginstall auto index kita dapat menambahkan data folder dalam auto index, agar dapat mempermudahkan dalam pembelajaran.

Jenis-Jenis Sewa Guna Usaha

Jenis-Jenis Sewa Guna Usaha

Jenis-Jenis Sewa Guna Usaha

Jenis-Jenis Sewa Guna Usaha
Jenis-Jenis Sewa Guna Usaha

Menurut Standar Akuntansi Keuangan Indonesia / PSAK No. 30 jenis-jenis sewa guna usaha adalah sebagai berikut:

1. Finance lease (sewa-guna-usaha pembiayaan).

Dalam sewa guna usaha ini, perusahaan sewa guna usaha (lessor) adalah pihak yang membiayai penyediaan barang modal. Penyewa guna usaha (lessee) biasanya memilih barang modal yang dibutuhkan dan, atas nama perusahaan sewa guna usaha, sebagai pemilik barang modal tersebut, melakukan pemesanan, pemeriksaan serta pemeliharaan barang modal yang menjadi objek transaksi sewa guna usaha. Selama masa sewa guna usaha, penyewa guna usaha melakukan pembayaran sewa guna usaha secara berkala dimana jumlah seluruhnya ditambah dengan pembayaran nilai sisa (residual value), kalau ada, akan mencakup pengembalian harga perolehan barang modal yang dibiayai serta bunganya, yang merupakan pendapatan sewa guna usaha. Dalam finance lease ini, lessor hanya merupakan pemilik barang secara hukum, sedangkan lessee merupakan pihak yang menikmati keuntungan ekonomis atas barang tersebut. Sebagai imbalan atas jasa penggunaan barang tersebut maka lessee akan membayar sejumlah uang yang berupa rental secara berkala kepada lessor.

2. Operating lease (sewa-menyewa biasa).

Dalam sewa guna usaha ini, perusahaan sewa guna usaha membeli barang modal dan selanjutnya disewa guna usahakan kepada penyewa guna usaha. Berbeda dengan finance lease, jumlah seluruh pembayaran sewa guna usaha berkala dalam operating lease tidak mencakup jumlah biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh barang modal tersebut berikut dengan bunganya. Perbedaan ini disebabkan karena perusahaan sewa guna usaha mengharapkan keuntungan justru dari penjualan barang modal yang disewa guna usahakan, atau melalui beberapa kontrak sewa guna usaha lainnya. Dalam sewa-guna-usaha jenis ini dibutuhkan keahlian khusus dari perusahaan sewa-guna-usaha untuk memelihara dan memasarkan kembali barang modal yang disewa-guna-usahakan, berbeda dengan finance lease, perusahaan sewa guna usaha dalam operating lease biasanya bertanggung jawab atas biaya-biaya pelaksanaan sewa guna usaha seperti asuransi, pajak maupun pemeliharaan barang modal yang bersangkutan.

3. Sales-type lease (sewa-guna-usaha penjualan)

Sewa guna usaha jenis ini merupakan transaksi pembiayaan sewa guna usaha secara langsung (direct finance lease) dimana dalam jumlah transaksi termasuk laba yang diperhitungkan oleh pabrikan atau penyalur yang juga merupakan perusahaan sewa guna usaha. Sewa guna usaha jenis ini seringkali merupakan suatu jalur pemasaran bagi produk perusahaan tertentu.

4. Leverage lease

Transakasi sewa guna usaha jenis ini melibatkan setidaknya tiga pihak, yakni penyewa guna usaha dan kreditor jangka panjang yang membiayai bagian terbesar dari transaksi sewa-guna-usaha. Menurut Keputusan Menteri Keuangan No.1169/KMK.01/1991 mengenai sewa-guna-usaha, transaksi sewa-guna-usaha dibedakan menjadi dua :

1. Kegiatan sewa-guna-usaha dapat dilakukan secara:
– sewa guna usaha dengan hak opsi (finace lease)
– sewa guna usaha tanpa hak opsi (operating lease)
2. Kegiatan sewa-guna-usaha dengan hak opsi sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 huruf a pasal ini ditetapkan sebagai lembaga keuangan lainnya.

Baca juga: 

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perencanaan Sumber Daya Manusia

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perencanaan Sumber Daya Manusia

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perencanaan Sumber Daya Manusia

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perencanaan Sumber Daya Manusia
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perencanaan Sumber Daya Manusia

(Handoko, 1997, p. 55-57)

Proses perencanaan sumber daya manusia dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:

1. Lingkungan Eksternal

Perubahan-perubahan lingkungan sulit diprediksi dalam jangka pendek dan kadang-kadang tidak mungkin diperkirakan dalam jangka panjang.

a. Perkembangan ekonomi mempunyai pengaruh yang besar tetapi sulit diestimasi. Sebagai contoh tingkat inflasi, pengangguran dan tingkat bunga sering merupakan faktor penentu kondisi bisnis yang dihadapi perusahaan.

b. Kondisi sosial-politik-hukum mempunyai implikasi pada perencanaan sumber daya manusia melalui berbagai peraturan di bidang personalia, perubahan sikap dan tingkah laku, dan sebagainya.

c. Sedangkan perubahan-perubahan teknologi sekarang ini tidak hanya sulit diramal tetapi juga sulit dinilai. Perkembangan komputer secara dasyat merupakan contoh jelas bagaimana perubahan teknologi menimbulkan gejolak sumber daya manusia.

d. Para pesaing merupakan suatu tantangan eksternal lainnya yang akan mempengaruhi permintaan sumber daya manusia organisasi. Sebagai contoh, “pembajakan” manajer akan memaksa perusahaan untuk selalu menyiapkan penggantinya melalui antisipasi dalam perencanaan sumber daya manusia.

2. Keputusan-keputusan Organisasional

Berbagai keputusan pokok organisasional mempengaruhi permintaan sumber daya manusia.

a. Rencana stratejik perusahaan adalah keputusan yang paling berpengaruh.
Ini mengikat perusahaan dalam jangka panjang untuk mencapai sasaran-sasaran seperti tingkat pertumbuhan, produk baru, atau segmen pasar baru. Sasaran-sasaran tersebut menentukan jumlah dan kualitas karyawan yang dibutuhkan di waktu yang akan datang.

b. Dalam jangka pendek, para perencana menterjemahkan rencana-rencana stratejik menjadi operasional dalam bentuk anggaran. Besarnya anggaran adalah pengaruh jangka pendek yang paling berarti pada kebutuhan sumber daya manusia.

c. Forecast penjualan dan produksi meskipun tidak setepat anggaran juga menyebabkan perubahan kebutuhan personalia jangka pendek.

d. Perluasan usaha berarti kebutuhan sumber daya manusia baru.

e. Begitu juga, reorganisasi atau perancangan kembali pekerjaan-pekerjaan dapat secara radikal merubah kebutuhan dan memerlukan berbagai tingkat ketrampilan yang berbeda dari para karyawan di masa mendatang.

3. Faktor-faktor Persediaan Karyawan

Permintaan sumber daya manusia dimodifakasi oleh kegiatan-kegiatan karyawan. Pensiun, permohonan berhenti, terminasi, dan kematian semuanya menaikkan kebutuhan personalia. Data masa lalu tentang faktor-faktor tersebut dan trend perkembangannya bisa berfungsi sebagai pedoman perencanaan yang akurat.

Sumber: https://www.pendidik.co.id/

Macam-Macam Perangkat Lunak Bebas

Macam-Macam Perangkat Lunak Bebas

Macam-Macam Perangkat Lunak Bebas

Macam-Macam Perangkat Lunak Bebas
Macam-Macam Perangkat Lunak Bebas

Perangkat Lunak Open Source

Istilah perangkat lunak “open source” digunakan oleh beberapa pihak yang artinya kurang lebih sama dengan perangkat lunak bebas.

Perangkat Lunak Public domain

Perangkat lunak public domain ialah perangkat lunak yang tanpa hak cipta. Ini merupakan kasus khusus dari perangkat lunak bebas non-copylefted, yang berarti bahwa beberapa salinan atau versi yang telah dimodifikasi bisa jadi tidak bebas sama sekali. Terkadang ada yang menggunakan istilah “public domain” secara bebas yang berarti “cuma-cuma” atau “tersedia gratis”. Namun “public domain” merupakan istilah hukum yang artinya “tidak memiliki hak cipta”. Untuk jelasnya, kami menganjurkan untuk menggunakan istilah “public domain” dalam arti tersebut, serta menggunakan istilah lain untuk mengartikan pengertian yang lain.

Perangkat Lunak Copylefted

Perangkat lunak copylefted merupakan perangkat lunak bebas yang ketentuan pendistribusinya tidak memperbolehkan untuk menambah batasan-batasan tambahan–jika mendistribusikan atau memodifikasi perangkat lunak tersebut. Artinya, setiap salinan dari perangkat lunak, walaupun telah dimodifikasi, haruslah merupakan perangkat lunak bebas.

Perangkat Lunak Bebas Non-copylefted

Perangkat lunak bebas non-copylefted dibuat oleh pembuatnya yang mengizinkan kita untuk mendistribusikan dan memodifikasi, dan untuk menambahkan batasan-batasan tambahan dalamnya. Jika suatu program bebas tapi tidak copylefted, maka beberapa salinan atau versi yang dimodifikasi bisa jadi tidak bebas sama sekali. Perusahaan perangkat lunak dapat mengkompilasi programnya, dengan atau tanpa modifikasi, dan mendistribusikan file tereksekusi sebagai produk perangkat lunak yang berpemilik.

Perangkat Lunak GPL-covered

GNU GPL (General Public License) merupakan sebuah kumpulan ketentuan pendistribusian tertentu untuk meng-copyleft-kan sebuah program. Proyek GNU menggunakannya sebagai perjanjian distribusi untuk sebagian besar perangkat lunak GNU.

Sistem GNU

Sistem GNU merupakan sistem serupa Unix yang seutuhnya bebas.
Sistem operasi serupa Unix terdiri dari berbagai program. Sistem GNU mencakup seluruh perangkat lunak GNU, dan juga paket program lain, seperti sistem X Windows dam TeX yang bukan perangkat lunak GNU.

Perangkat Lunak GNU

Perangkat lunak GNU merupakan perangkat lunak yang dikeluarkan oleh proyek GNU. Sebagian besar perangkat lunak GNU merupakan copylefted, tapi tidak semuanya; namun, semua perangkat lunak GNU harus merupakan perangkat lunak bebas. Jika suatu program adalah perangkat lunak GNU, kita juga menyebutnya sebagai program GNU. Beberapa perangkat lunak GNU ditulis oleh staf dari Free Software Foundation (FSF, Yayasan Perangkat Lunak Bebas), namun sebagian besar perangkat lunak GNU merupakan kontribusi dari para sukarelawan. Beberapa perangkat lunak yang dikontribusikan merupakan hak cipta dari Free Software Foundation; beberapa merupakan hak cipta dari kontributor yang menulisnya.

Perangkat Lunak Semi-Bebas

Perangkat lunak semi-bebas adalah perangkat lunak yang tidak bebas, tapi mengizinkan setiap orang untuk menggunakan, menyalin, mendistribusikan, dan memodifikasinya (termasuk distribusi dari versi yang telah dimodifikasi) untuk tujuan non-laba. PGP adalah salah satu contoh dari program semi-bebas. Perangkat lunak semi-bebas jauh lebih baik dari perangkat lunak berpemilik, namun masih ada masalah, dan kita tidak dapat menggunakannya pada sistem operasi yang bebas.

Pembatasan dari copyleft dirancang untuk melindungi kebebasan bagi semua pengguna. Bagi kami, satu-satunya alasan untuk membatasi substantif dalam menggunakan program–ialah melarang orang lain untuk menambahkan batasan lain. Program semi-bebas memiliki batasan-batasan tambahan, yang dimotivasi oleh tujuan pribadi semata.

Perangkat Lunak Berpemilik

Perangkat lunak berpemilik ialah perangkat lunak yang tidak bebas ataupun semi-bebas. Kita dapat dilarang, atau harus meminta izin, atau akan dikenakan pembatasan lainnya sehingga menyulitkan–jika menggunakan, mengedarkan, atau memodifikasinya. Free Software Foundation mengikuti aturan bahwa kita tidak dapat memasang program-program berpemilik di komputer kita kecuali untuk sementara waktu dengan maksud menulis pengganti bebas untuk program tersebut. Disamping itu, kami merasa tidak; ada alasan untuk memasang sebuah program berpemilik.

Sebagai contoh, kami merasa sah dalam memasang Unix di komputer kami pada tahun 1980-an, sebab kami menggunakannya untuk menulis pengganti bebas untuk Unix. Sekarang, karena sistem operasi bebas telah tersedia, alasan ini tidak lagi dapat diterima; kami harus menghapus semua sistem operasi tidak bebas kami, dan setiap komputer yang kami pasang harus berjalan pada sistem operasi yang benar-benar bebas.

Freeware

Istilah “freeware” tidak terdefinisi dengan jelas, tapi biasanya digunakan untuk paket-paket yang mengizinkan redistribusi tetapi bukan pemodifikasian (dan kode programnya tidak tersedia). Paket-paket ini bukan perangkat lunak bebas, jadi jangan menggunakan istilah “freeware” untuk merujuk ke perangkat lunak bebas.

Shareware

Shareware ialah perangkat lunak yang mengijinkan orang-orang untuk meredistribusikan salinannya, tetapi mereka yang terus menggunakannya diminta untuk membayar biaya lisensi. Shareware bukan perangkat lunak bebas ataupun semi-bebas. Ada dua alasan untuk hal ini, yakni: Sebagian besar shareware, kode programnya tidak tersedia; jadi anda tidak dapat memodifikasi program tersebut sama sekali.

Shareware tidak mengizinkan kita untuk membuat salinan dan memasangnya tanpa membayar biaya lisensi, tidak juga untuk orang-orang yang terlibat dalam kegiatan nirlaba (Dalam prakteknya, orang-orang sering tidak mempedulikan perjanjian distribusi dan tetap melakukan hal tersebut, tapi sebenarnya perjanjian tidak mengizinkannya).

Perangkat Lunak Komersial

Perangkat lunak komersial adalah perangkat lunak yang dikembangkan oleh kalangan bisnis untuk memperoleh keuntungan dari penggunaannya. “Komersial” dan “kepemilikan” adalah dua hal yang berbeda! Kebanyakan perangkat lunak komersial adalah berpemilik, tapi ada perangkat lunak bebas komersial, dan ada perangkat lunak tidak bebas dan tidak komersial. Sebagai contoh, GNU Ada selalu didistribusikan di bawah perjanjian GNU GPL, dan setiap salinannya adalah perangkat lunak bebas; tapi para pengembangnya menjual kontrak penunjang. Ketika penjualnya bicara kepada calon pembeli, terkadang pembeli tersebut mengatakan, “Kami merasa lebih aman dengan kompilator komersial.” Si penjual menjawab, “GNU Ada ialah kompilator komersial; hanya saja ia merupakan perangkat lunak bebas.”

Bagi proyek GNU, penekanannya ada pada hal yang sebaliknya: hal terpenting ialah GNU Ada merupakan perangkat lunak bebas; terlepas komersial atau bukan, itu bukan hal yang penting. Namun perkembangan tambahan GNU Ada yang dihasilkan dari komersialismenya adalah menguntungkan.

Sumber: https://www.galerinfo.com

Pengertian Mahram Dalam Islam

Pengertian Mahram Dalam Islam

Pengertian Mahram Dalam Islam

Pengertian Mahram Dalam Islam
Pengertian Mahram Dalam Islam

Pengertian Mahram

Mahram adalah seseorang yang haram untuk dinikahi dikarenakan suatu sebab dan tidak akan membatalkan wudlu jika bersentuhan. Keharaman itu dibedakan menjadi dua macam yaitu ;

  • Hurmah mu’abbadah atau disebut juga mahram mu’abbad
  • Hurmah muaqqatah atau disebut juga mahram ghoiru mu’abbad

Hurmah mu’abbadah (mahram mu’abbad)

Yaitu wanita yang haram dinikahi untuk selama-lamanya. Keharaman seperti ini disebabkan karena hal-hal sebagai berikut ini ;

A. Nasab (hubungan darah/keturunan)

perempuan yang haram dinikahi selama-lamanya karena hubungan nasab ada 7 (tujuh) orang yaitu ;

  1. Ibu kandung ke atas (nenek dari ibu, nenek dari ayah dst)
  2. Anak perempuan kandung ke bawah (cucu perempuan dst)
  3. Saudara sekandung (sekandung, seayah, seibu)
  4. Bibi (saudara perempuan dari ayah)
  5. Bibi (saudara perempuan dari ibu)
  6. Anak kandung perempuan dari saudara laki-laki (keponakan)
  7. Anak kandung perempuan dari saudara perempuan (keponakan)

Sedangkan bagi seorang perempuan adalah berlaku sebaliknya yaitu haram bagi mereka menikah dengan ;

  1. Ayah
  2. Anak laki-laki
  3. Saudara laki-laki
  4. Paman (saudara laki-laki dari ayah)
  5. Paman (saudara laki-laki dari ibu)
  6. Anak laki-laki dari saudara laki-laki (keponakan)
  7. Anak laki-laki dari saudara perempuan (keponakan)

B. Radla’ah (saudara sepersusuan)

wanita yang haram dinikahi selama-lamanya karena hubungan sepersusuan ada 2 (dua) orang yaitu ;

  1. Ibu sepersusuan, artinya bukan ibu kandung tapi perna menyusui
  2. Saudara perempuan sepersusuan

Syarat-syarat yang menjadikan ibu sesusuan dan keturunannya menjadi mahram kepada anak yang mnyusui itu adalah ;

1. Umur anak sewaktu menyusu kurang dari dua tahun. Allah SWT berfirman ; ” Para ibu hendaknya menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan ”

2. Menyusunya anak itu sampai lima kali kenyang dan waktunya berlainan.

C. Mushaharah (hubungan perkawinan)

perempuan yang haram dinikahi selama-lamanya karena hubungan perkawinan ada 4 (empat) orang yaitu ;

  1. Ibu mertua
  2. Anak tiri yang ibunya telah digauli
  3. Istri anak (menantu perempuan)
  4. Ibu tiri

2. Hurmah muaqqatah (Mahram ghoiru muabbad)

Yaitu perempuan yang haram dinikahi karena hubungan pernikahan, tapi keharaman tersebut tidak selama-lamanya melainkan hanya selama istri masih ada dan masih sah bersetatus sebagai istri.

Mahram ghoiru muabbad ini hanya ada satu yaitu saudara ipar perempuan. Allah SWT berfirman ; ” Dan (diharamkan pula bagimu) menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. “

Menurut Syaikh Isa Mansur dalam kitabnya Al-Fiqh Al-Muyassar Fil Ibadat wal Mu’amalat, begitu pula diharamkan agama menghimpun antara seorang perempuan bersama anak perempuan dari saudaranya yang laki-laki maupun kemenakan (keponakan) dan juga antara seorang perempuan dengan anak perempuan dari anak laki-laki saudaranya yang laki-laki maupun perempuan (anaknya keponakan) baik karena nasab atau sepersusuan.

Baca Juga:

Definisi Tasawuf, Tujuan dan Manfaatnya

Definisi Tasawuf, Tujuan dan Manfaatnya

Definisi Tasawuf, Tujuan dan Manfaatnya

Definisi Tasawuf, Tujuan dan Manfaatnya
Definisi Tasawuf, Tujuan dan Manfaatnya

Definisi Tasawuf

Pada definisi ini terdapat perbedaan pendapat diantaranya :

  • Sufi : orang yang memiliki interaksi dengan Allah
  • Suf : wol pakaian yang terbuat dari bulu domba
  • Suffah : sekelompok sahabat nabi yang hidup sederhana dan setiap sholat ia selalu perada pada barisan pertama.
  • Sufinah : sejenis kayu yg timbul di padang arab.

Menurut Bisyru bin Harits orang sufi adalah orang yang suci hatinya karena Allah. Adapun menurut istilah tasawuf adalah semacam ilmu syarat yg timbul kemudian di dalam agama, yang muncul karena ketekunan dalam beribadah dan memutuskan hubunngan kecuali dengan Allah SWT. Hidupnya hanya dihadapkan oleh Allah semata, menolak hiasan” dunia, serta membenci perkaran yang menipu orang banyak, kelezatan harta dan kemegahan hanya untuk taqorub,khalaf, dan beribadah kepada Allah.

Tujuan Tasawuf

  • Ma’rifat billah : melihat tuhan dengan hati secara jelas dan nyata dan segala kebesarannya dengan sebuah cahaya yang dipancarkan Tuhan kepada hambanya sehingga mampu melihat Allah dengan sebenar-benarnya
  • Insane Kamil : dimana seorang sudah mencapai maqam terdekat disisi Allah dan layak member petunjuk dan menyempurnakan bahwa hamba Allah yg ilmunya dari Allah SWT, dan pedoman moral dalam kehidupan.
  • Amar Ma’ruf Nahi Munkar : menjalankan kebaikan dan menjauhi kemunkaran, yaitu seseorang yang akan menjaga dirinya dari perbuatan” keji dan kemunkaran yang mereka akan selalu berbuat kebaikan

Manfaat Tasawuf

Sebagai sarana untuk mendidik hati dari mengetahui alam-alam ghaib menuju pembentuk sebuah jiwa yang dermawan, hati yang tenag dan budi pekerti yang baik dengan seluruh makhluk hidup.

Tasawuf juga bermanfaat dalam menyempurnakan dan memperindah bagi ilmu lain karena pada dasarnya antara ilmu yang satu dengan yang lain saling berhubungan dan bertujuan untuk menghadapkan diri kepada Allah dengan sarana selalu berdzikir kepadaNya.

Tasawuf disebut sebagai ungkapan النصوف وا لصو ف karena sufi dinisbat pada orang-orang ( ulama) yang selalu berada di shaf paling depan ketika sholat.

Tasawuf di sebut dengan ءصفا yaitu bersihnya hati dan jiwa maka perbuatan suci.

Sufi : orang yang memiliki interaksi yang suci dengan Allah sehingga member kesucian berupa karamah, dikatakan suci karena selalu berada pada shaf terdepan dalam hadapan Allah.

صف : karena memiliki kedekatan dengan sifat” ahlu suffah
Ahlu suffah : orang yang tidak mempunyai tempat tinggal dan mereka tinnggal di serambi masjid.

صوف : berarti wol. Dikarenakan memakai baju dari bulu domba, yang merupakan lawan kata pakaian dari sutra (halus)

Sejarah, latar belakangnya disebut sufi

Pada masa Rasulullah hingga khulafau Rasyidin tidak ada sebutan yang selain sebutan Sahabiy. Karena pada waktu itu belum ada disiplin ilmu tersendiri dan hanya Rasulullah yang menjadi sumber dari segala hal.
Hal ini muncul setelah islam berhasil menyebar luas kenegara-negara lain selain Arab. Dan setelah itu mulailah muncul ilmu-ilmu baru karena pada saat itu terjadi pertikaian apalagi setelah muncul konflik pada masa kekuasaan Ali bin Abi Thalib yang pada saat itu berseru dengan Muawiyah.

Pada masa Bani Umayyah pada waktu itu terjadi pembagian ulama. Ulama yang dekat dengan penguasa dan ulama yang dekat dengan masyarakat, ulama yang dekat dengan pengusaha maka ia akan mendapatkan fasilitas lengkap sedangkan ulama yang dekat dengan masyarakat mereka hidup dengan kesulitan sehingga mengakibatkan ejekan sinis kepada mereka.

Istilah sufi ini keluar karena ejekan terhadap mereka seorang ulama yang dekat dengan rakyat, kemudian mereka melakukan pembelaan dengan berkata bahwa “ saya bukan sufi, tetapi suffah yang jernih hati dan selalu ada dihadapan Allah pada barisan pertama.

Contoh ulama yang dekat dengan masyarakat pada waktu itu adalah Imam Ahmad bin Hambal ketika beliau ditanya “ apakah al-qur’an itu makhluk atau kalamullah ?” Ahmad bin Hambal pada waktu itu menjawab kalamullah, lalu beliau langsung dipenjara, karena pada saat itu pemimin mereka adalah seorang yang beraliran mu’tazilah.

Fenomena ini muncul pada abad ke 1 H akhir yang dipeloporioleh seorang sufi pertama Jabir bin Hayan. Beliu merupakan seorang sufi peratma yang pada saat itu ia ditanyai oleh seorang mujtahid yaitu sofyan at-Tsauri (murid zainal abidin) mengenai “ ا لا خلا ص فا ا لر يا ء? Lalu beliau mejawab “ mengambil segala segala sesuatu yang benar dan yang benar itu dari Allah dan berpaling dari manusia.

5. Relasi antara tasawuf dengan ilmu kalam dan falsafah

o Ketiganya berusaha menemukan apa yang disebut Kebenaran (al-haq).
o Kebenaran dalam Tasawuf berupa tersingkapnya (kasyaf) Kebenaran Sejati (Allah) melalui mata hati.
o Kebenaran dalam Ilmu Kalam berupa diketahuinya kebenaran ajaran agama melalui penalaran rasio lalu dirujukkan kepada nash (al-Qur’an & Hadis).
o Kebenaran dalam Filsafat berupa kebenaran spekulatif tentang segala yang ada (wujud).

Bersandar kepada pendapat Abbas Mahmud ‘Aqqad dalam al-Tafkir : Faridlah Islamiyah :

فالتعمق في طلب الأسرار صفة مشتركة بين الصوفية وفلاسفة التفكير الذين يغوصون على الحقائق البعيدة وعلماء النفس الذين ينقبون عن ودائع الوعي الباطن وغرائب السريرة الإنسانية

Maka ketiganya mendalami pencarian segala yang bersifat rahasia (gaib) yang dianggap sebagai ‘kebenaran terjauh’ dimana tidak semua orang dapat melakukannya.

Sumber: https://www.catatanmoeslimah.com/

Tipe-tipe Ekosistem dan Pengertiannya

Tipe-tipe Ekosistem dan Pengertiannya

Tipe-tipe Ekosistem dan Pengertiannya

Tipe-tipe Ekosistem dan Pengertiannya
Tipe-tipe Ekosistem dan Pengertiannya

Akuatik (AIR)

  • Ekosistem Air Tawar

Ciri-ciri dari ekosistem air tawar adalah memiliki suhu bervariasi yang tidak menyolok, dengan penetrasi cahaya yang sangat kurang, serta ekosistem air tawar terpengaruh dengan iklim dan cuaca. Macam-macam tumbuhan yang banyak terdapat pada ekosistem air tawar adalah jenis ganggang, sedangkan ada tumbuhan yang lain yaitu tumbuhan biji.

  • Ekosistem Laut

Habitat laut ditandai adanya salinitas atau kandungan kadar garam yang lumayan tinggi dengan ion CI- hingga mencapai 55% terutama yang berada di daerah laut tropik, hal ini dikarenakan di laut tropik memiliki suhu yang tinggi serta penguapan yang besar. Pada daerah tropik, suhu laut dapat dapat berkisar hingga 25 °C. Terjadinya perbedaan suhu antara bagian atas dengan bagian bawah tinggi dan juga terdapat pembatas antara lapisan itu yang disebut dengan termoklin.

  • Ekosistem Estuari

Estuari merupakan tempat bersatunya antara air sungai dengan air laut. Estuari sering dibatasi dengan lempengan lumpur intertidal yang lumayan luas. Ekosistem ini memiliki produktivitas yang sangat tinggi dan mengandung banyak nutrisi. Komunitas tumbuhan yang mampu bertahan hidup di estuari antara lain adalah rumput rawa garam,
fitoplankton,serta rumbuhan ganggang. Sedangkan komunitas hewan yang mampu untuk hidup di estuary antara lain cacing, kepiting, ikan, dan kerang.

  • Ekosistem Pantai

Dinamakan dengan ekosistem pantai dikarenakan pada ekosistem pantai paling banyak tumbuh pada gundukan pasir yang disebut dengan tumbuhan Ipomoea pes caprae mempunyai kemampuan agar dapat bertahan terhadap hempasan gelombang serta angin.

  • Ekosistem Sungai

Sungai merupakan suatu badan air yang mengalir pada satu jalur atau arah. Air sungai yang dingin serta jernih dan mempunyai kandungan sedimen yang sedikit. Aliran air dan gelombang secara konstan mampu memberikan oksigen pada air tersebut. Ekosistem sungai dihuni oleh hewan antara lain seperti kura-kura, gurame, dan sebagainya.

  • Ekosistem Terumbu Karang

Ekosistem terumbu karang merupakan ekosistem yang terdiri dari coral dengan jarak berada di dekat pantai. Efisiensi ekosistem terumbu karang sangat lumayan tinggi. Hewan yang mampu bertahan hidup pada karang hanya memakan organisme mikroskopis dan sisa-sisa organik lain. Kehadiran terumbu karang yang letaknya di dekat pantai membuat pantai tersebut dapat memiliki pasir berwarna putih.

  • Ekosistem Lamun

Lamun merupakan satu-satunya dari kelompok tumbuhan yang mampu mengeluarkan bunga di lingkungan laut. Tumbuhan tersebut mampu bertahan hidup pada perairan laut atau pantai yang dangkal. Lamun atau seagrass memiliki tunas yang berdaun dengan bentuk tegak serta tangkai‑tangkai yang merayap untuk berbiak. Sebagai salah satu sumber daya hayati, tumbuhan lamun banyak dipergunakan untuk berbagai macam keperluan.

  • Ekosistem Laut Dalam

Ekosistem laut dalam mempunyai kedalaman hingga mencapai lebih dari 6.000 m. Biasanya pada kedalaman tersebut terdapat lele laut serta ikan-ikan laut yang bisa mengeluarkan sinar cahaya.

Terestrial (DARAT)

  • Hutan Hujan Tropis

Hutan hujan tropis banyak dijumpai pada daerah tropik dan daerah subtropik. Hutan hujan tropis memiliki ciri-ciri curah hujan yang terjadi 200 hingga 225 cm per tahun. Serta spesies pepohonan relatif banyak dan jenisnya bermacam-macam tergantung dengan letak geografisnya. Dalam hutan hujan tropis terdapat beberapa tumbuhan khas antara lain yaitu liana atau rotan dan tumbuhan anggrek sebagai epifit. Hewan yang terdapat pada hutan ini antara lain, badak, kera, burung, harimau, dan burung hantu.

  • Sabana

Sabana yang berasal dari daerah tropik biasanya terdapat pada wilayah yang bercurah hujan 40 – 60 inci per tahun, tapi temperatur dan kelembaban tergantung terhadap musim. Hewan yang mampu hidup di sabana antara lain serangga, singa, hyena, dan zebra.

  • Padang Rumput

Padang rumput banyak dijumpai pada daerah yang terbentang dari daerah tropik ke daerah subtropik. Ciri-ciri dari padang rumput ialah bercurah hujan sekitar 25-30 cm per tahun, hujan turun secara tidak teratur, porositas atau peresapan air yang lumayan tinggi, serta drainase aliran air yang sangat cepat. Tumbuhan yang dijumpai pada padang rumput antara laim tumbuhan terna dan rumput. Hewan yang di jumapai antara lain: bison, anjing liar, serigala, zebra, serangga, jerapah, gajah, dan sebagainya.

  • gurun

Gurun terdapat pada daerah tropik yang berbatasan langsung dengan padang rumput. Ekosistem gurun memiliki ciri-ciri antara lain gersang serta curah hujan yang terjadi rendah sekitar 25 cm/tahun. Sedangkan perbedaan suhu yang terjadi antara waktu siang dan waktu malam sangat besar. Dapat dijumpai juga tumbuhan menahun berdaun seperti tumbuhan kaktus atau tak berdaun dan memiliki akar yang lumayan panjang serta memiliki jaringan yang bisa berguna untuk menyimpan air. Hewan yang bisa hidup di gurun antara lain seperti ular, kalajengking, dan beberapa hewan nokturnal yang lain.

  • Taiga

Taiga terdapat pada belahan bumi utara dan pegunungan daerah tropik. Taiga memiliki ciri-ciri suhu pada musim dingin yang rendah. Hutan taiga adalah konifer, pinus, dan sejenisnya. Hewan yang hidup di taiga adalah moose, beruang hitam, dan burung yang bermigrasi ke selatan pada saat tiba musim gugur.

  • tundra

Tundra dapat di jumpai pada belahan bumi utara dan dalam lingkaran kutub utara serta terdapat pada puncak gunung yang tinggi. Pertumbuhan pada tanaman yang daerah tundra hanya sekitar 60 hari. Contoh tumbuhan pada ekosistem ini yang cukup dominan adalah sphagnum, alang-alang, tumbuhan perdu, dan liken.

  • Hutan gugur

Hutan gugur hanya terdapat pada daerah beriklim sedang yang memiliki 4 musim serta mempunyai ciri-ciri antara lain curah hujan yang merata pada setiap tahun. Jenis pohon pada ekosistem hutan gugur berjumlah sedikit dan tidak rapat. Hewan yang dijumpai pada ekosistem hutan gugur antara lain beruang, rubah, rusa, dan rakun.
Karst (batu gamping /gua)
Karst merupakan nama yang berawal dari nama sebuah kawasan batu gamping berada pada wilayah Yugoslavia. Karst mempunyai beberapa ciri-ciri tanahnya kurang subur untuk sektor pertanian, mudah longsor, serta sensitif terhadap erosi.

Buatan

Ekosistem buatan adalah suatu ekosistem yang diciptakan sendiri oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk kepentingan umum maupun kepentingan pribadi. Contoh ekosistem buatan adalah: Hutan tanaman produksi seperti jati serta pinus; Sawah irigasi; Agroekosistem yang berupa sawah tadah hujan; Bendungan; perkebunan sawit.

Sumber: https://www.studinews.co.id/

Tinjauan Pustaka Tentang Kepemimpinan KepSek

Tinjauan Pustaka Tentang Kepemimpinan KepSek

Tinjauan Pustaka Tentang Kepemimpinan KepSek

Tinjauan Pustaka Tentang Kepemimpinan KepSek
Tinjauan Pustaka Tentang Kepemimpinan KepSek

Menurut Suko Susilo (2005:91-92)

perilaku kepemimpinan yang memiliki kecenderungan orientasi pada pelaksanaan tugas-tugas dan produktivitas kelompok melakukan sejumlah kegiatan yang antara lain:

Initiating

Initiating atau memulai adalah kegiatan mengambil inisiatif untuk segera melakukan pergerakan pengerjaan tugas-tugas tertentu.

Regulating

Merupakan perilaku pemimpin dalam aktivitas kepemimpinannya dengan membuat aturan yang jelas untuk mengatur arah dan langkah-langkah kegiatan di dalam kelompok.

Informing

Kegiatan memberi informasi tentang data dan fakta-fakta serta pendapat-pendapat kepada anggota kelompok kemudian meminta dari mereka informasi yang diperlukan.

Suporting

Tindakan pemimpin ini terkait dengan usaha untuk menerima gagasan, pendapat dan usul dari anggota kelompok dan menyempurnakannya dengan menambah atau menguranginya untuk digunakan dalam rangka penyelesaian tugas bersama.

Evaluating

Tindakan untuk melakukan penilaian-penilaian, juga menguji gagasan yang muncul serta cara kerja yang diambil dengan menunjukkan sejumlah konsekuensi yang menyertainya.

Summarizing

Kegiatan untuk mengumpulkan dan merumuskan gagasan, pendapat dan usul yang muncul, menyingkat lalu menyimpulkan sebagai landasan untuk tindakan selanjutnya.

Menurut Wahjosumidjo (2005:83), sekolah yang merupakan organisasi juga memerlukan seorang pemimpin, dalam hal ini kepala sekolah, yang amat sangat berperan, baik dari pihak guru, murid, maupun warga sekolah lainnya. Kata ‘kepala’ dapat diartikan ‘ketua’ atau ‘pemimpin’ dalam suatu organisasi atau sebuah lembaga, sedang ‘sekolah’ adalah sebuah lembaga dimana menjadi tempat menerima dan memberi pelajaran. Dengan demikian secara sederhana kepala sekolah dapat didefinisikan sebagai seorang tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu sekolah dimana diselenggarakan proses belajar mengajar, atau tempat dimana terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid yang menerima pelajaran.

Menurut Sudarwan Danim (2006:205-206) dalam menjalankan fungsi kepemimpinan, kepala sekolah setidaknya harus mempunya sifat-sifat sebagai berikut: 1) Bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa; 2) Memiliki intelegensi yang tinggi; 3) Memiliki fisik yang kuat; 4) Berpengetahuan luas; 5) Percaya dir; 6) Dapat menjadi anggota kelompok; 7) Adil dan bijaksana; 8) Tegas dan berinisiatif; 9) Berkapasitas membuat keputusan; 10) Memiliki kestabilan emosi; 11) Sehat jasmani dan rohani; 12) Bersikap prospektif.

Hick juga mengemukakan pendapat (Wahjusumidjo, 2005:106), bahwa kepala sekolah adalah sebagai seorang pemimpin yang seharusnya dalam melakukan praktek sehari-hari selalu berusaha memperhatikan dan mempratekkan delapan fungsi (leadership function), yaitu: adil, memberikan sugesti, mendukung tercapainya tujuan organisasi, sebagai katalisator, menciptakan rasa aman,sebagai wakil orang, sumber inspirasi, dan bersedia menghargai.

Menurut Sudarwan Danim (2006 : 212-214), kemampuan kepala sekolah dalam menjalankan kepemimpinan menjadi persyaratan utama dalam manajemen sekolah. Meski begitu, sebagai “manusia biasa” perilaku kepala sekolah dalam memimpin sekolahnya akan beragam karena faktor-faktor kontekstual, kondisi kelompok subjek yang dipimpin, dan faktor individual kepala sekolah itu sendiri. Bertolak dari perilaku pemimpin dalam sekelompok manusia organisasional, kita dapat mengelompokkan kepemimpinan seseorang dalam tipe-tipe tertentu yang masing-masing memiliki ciri-ciri tersendiri. Tipe-tipe kepemimpinan tersebut adalah:
Pemimpin Otokratik
Pemimpin otokratik berasumsi bahwa maju mundurnya organisasi hanya tergantung pada dirinya. Dia bekerja sungguh-sungguh, belajar keras, tertib, dan tidak boleh dibantah. Sikapnya senantiasa mau menang sendiri, tertutup terhadap ide dari luar, dan hanya idenya yang dianggap akurat.
Pemimpin Demokratis
Pimpinan yang demokratis berusaha lebih banyak melibatkan anggota kelompok dalam memacu tujuan. Kepemimpinan ini dilandasi oleh anggapan bahwa hanya karena interaksi kelompok yang dinamis, tujuan organisasi akan tercapai. Interaksi yang dinamis dimaksudkan bahwa pimpinan mendelegasikan tugas dan memberikan kepercayaan kepada yang dipimpin untuk mencapai tujuan yang bermutu secara kuantitatif.
3. Pemimpin Permisif
Pemimpin permisif tidak mempunyai pendirian yang kuat, sikapnya serba boleh, terlalu banyak mengambil muka dengan dalih untuk mengenakkan individu yang dihadapinya. Dia memberikan kebebasan kepada manusia organisasional. Bawahan tidak mempunyai pegangan yang jelas, informasi diterima simpang siur dan tidak konsisten.

Menurut Wahjosumidjo, (2005:119-121), kepemimpinan kepala sekolah adalah salah satu perwujudan kepemimpinan nasional , yaitu kepemimpinan Pancasila, satu potensi atau kekuatan yang mampu memberdayakan segala daya sumber masyarakat dan lingkungan yang dijiwai oleh sila-sila Pancasila mencapai tujuan nasional, dalam situasi tertentu. Oleh sebab itu, kepemimpinan kepala sekolah sebagai salah satu pelaksanaan kepemimpinan nasional yang bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa, harus mencerminkan diwujudkannya kepemimpinan Pancasila yang memiliki watak dan berbudi luhur

Berdasarkan beberapa uraian tentang kepemimpinan sekolah di atas, maka kepala sekolah sebagai pemimpin sebuah lembaga pendidikan hendaknya hendaknya memiliki jiwa kepemimpinan yang baik dan dapat dijadikan contoh bagi warga sekolah itu sendiri. Hal ini diharapkan agar di dalam sekolah tercipta hubungan yang baik antar guru, karyawan dan siswa. Para warga sekolah pun akan semangat dalam mengerjakan tugas-tugas untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai, termasuk para guru yang akan terus berusaha meningkatkan kinerja mereka.

Baca juga: