PEMBUAHAN DALAM RAHIM

PEMBUAHAN DALAM RAHIM

Sebelum berubah menjadi janin atau embrio, terjadi proses pembuahan terlebih dahulu. Pembuahan itu dilakukan oleh sel sperma terhadap sel telur. Pertukaran kromosom juga terjadi saat adanya pembuahan tersebut. Berikut ini hal-hal yang berhubungan dengan pembuahan janin :
1- Sel sperma dan juga sel telur mengandung gen yang bisa dikandung oleh janin.
2- Ibu yang sedang mengalami pembuahan tanda-tanda akan kehamilan akan memiliki peningkatan terhadap hormon estrogen dan juga hormon progesterone. Kedua hormon tersebut sangat berpengaruh pada kehidupan dan juga tubuh ibu hamil.
4- Ibu yang mengalami pembuahan akan mengalami perubahan metabolisme dan juga perubahan struktur tubuh. Perubahan-perubahan itu kelak nantinya bisa bermanfaat untuk mendukung perkembangan janin 1 bulan yang ada di dalam kandungan.
6- Ketika menuju ke ovarium, sel telur tersebut bisa melakukan pembelahan membentuk blatosis. Blatosis tersebutlah yang nantinya akan menempel di dinding rahim .
7- Setelah penempelan blatosis di dinding rahim akibatnya adalah ibu mengalami ciri ciri orang hamil, yakni tidak akan mendapatkan haid atau menstruasi. Sehingga ibu pun bisa dikatakan hamil.
8- Penempelan blatosis tersebut juga akan mengakibatkan pendarahan, banyak wanita yang mengartikannya sebagai darah haid. Padahal pendarahan tersebut merupakan tanda kehamilan telah ada di dalam rahim.
9- Wanita yang tidak mengalami pendarahan akan mengeluarkan flek bercak darah berwarna cokelat atau merah.
10- Pendarahan atau flek tersebut berbeda dengan menstruasi dimana semakin hari darah yang dikeluarkan semakin banyak. Jika flek darah atau pendarahan akibat kehamilan, semakin hari darah yang dikeluarkannya semakin sedikit.
Sumber :https://areaponsel.com/asus-janjikan-update-oreo-untuk-zenfone-3-dan-4/