Pengertian Ideologi

Istilah ideologi berasal dari kata “idea” berarti gagasan, konsep, pengertian dasar, cita-cita, dan “logos” berarti ilmu. Kata idea sendiri berasal dari bahasa Yunani “eidos” yang artinya bentuk. Selanjutnya ada kata “idein” yang artinya melihat. Dengan demikian secara harfiah ideologi berarti ilmu pengertian-pengertian dasar, cita-cita yang bersifat tetap yang harus dicapai, sehingga cita-cita yang bersifat tetap itu sekaligus merupakan dasar, pandangan dan paham (Kaelan,2005).

Secara sederhana ideologi diartikan sebagai:apa yang dipikirkan, diinginkan atau dicita-citakan. Pada umumnya yang dimaksud ideologi adalah seperangkat cita-cita, gagasan-gagasan yang merupakan keyakinan, tersusun secara sistematis, disertai petunjuk cara-cara mewujudkan cita-cita tersebut (Wiyono, 2016:1).

Menurut Anthony Downs (Al Hakim, 2014:278) memberi pengertian ideologi sebagai seperangkat asumsi dasar baik normative maupun empiris mengenai sifat dan tujuan manusia atau masyarakat agar dapat dipakai untuk mendorong serta mengembangkan teori politik.

Menurut Newman (Al Hakim, 2014:278) menyatakan ideologi sebagai seperangkat gagasan yang menjelaskan atau melegalisasikan tatanan sosial, struktur kekuasaan atau cara hidup dilihat dari segi tujuan, kepentingan atau status sosial dari kelompok atau kolektivitas dimana ideologi itu muncul.

Sedangkan menurut Poespowardojo (Al Hakim, 2014:278) berpendapat ideologi sebagai kompleksitas pengetahuan dan nilai yang secara keseluruhan menjadi landasan bagi seseorang untuk memahami jagat raya dan bumi seisinya serta menentukan sikap dasar untuk mengolahnya.

Sebagai pemikiran yang menyeluruh dan mendalam, ideologi bertumpu atau bersumber pada suatu filsafat. Filsafat itu dirumuskan menjadi cita-cita dengan suatu program untuk mencapai tujuan. Ideologi merupakan gagasan-gagasan pada filsafat sosial sebagai suatu rencana sistematis mengenai cita-cita yang dijalankan oleh sekelompok atau golongan masyarakat tertentu.

2.1.3   Karakteristik  dan Fungsi Ideologi

Menurut Hidayat (Al Hakim, 2014:279) Ideologi sebagai pandangan masyarakat memiliki karakteristik: (a) Ideologi sering muncul dan berkembang dalam situasi kritis; (b) Ideologi memiliki jangkauan yang luas, beragam, dan terprogram. (c) Ideologi mencakup beberapa strata pemikiran dan panutan. (d) Ideologi memiliki pola pemikiran yang sistematis. (e) Ideologi cenderung eksklusif, absolut dan universal. (f) Ideologi memiliki sifat empiris dan normatif. (g) Ideologi dapat dioperasionalkan dan didokumentasikan konseptualisasinya. (h) Ideologi biasanya terjadi di dalam gerakan-gerakan politik.

Sedangkan Fungsi ideologi bagi menusia menurut Hidayat (Al Hakim, 2014:279) adalah: (a) sebagai pedoman bagi individu, masyarakat, atau bangsa untuk berfikir, melangkah dan bertindak; (b) sebagai kekuatan yang mampu memberi semangat dan motivasi individu, masyarakat dan bangsa untuk mencapai tujuan, dan (c) sebagai upaya menghadapi berbagai persoalan masyarakat dan bangsa di segala aspek kehidupan.

sumber :

https://dogetek.co/seva-mobil-bekas/