Pengertian Kerapatan Kayu

Pengertian Kerapatan Kayu

Pengertian Kerapatan Kayu
Pengertian kerapatan adalah massa atau berat per satuan volume yang dinyatakan dalam satuan gram per sentimeter kubik (g/cm3). Selanjutnya kerapatan kayu menurut Haygreen & Bowyer (1989) adalah sebagai perbandingan antara massa kayu atau berat kayu terhadap volumenya. Umumnya, massa kayu serta volume yang digunakan pada perhitungan kerapatan suatu kayu dapat dilakukan pada keadaan kayu basah, keadaan kayu kering udara, atau pun keadaan kayu kering tanur.

Kerapatan kayu merupakan sifat yang paling penting dari kayu,

karena kualitas kayu sebagai bahan konstruksi utamanya tergantung pada kerapatannya. Scharai Rad (1994), mengatakan bahwa kerapatan memiliki hubungan yang antara sifat-sifat mekanika kayu seperti kekerasan dan ketahanan terhadap kikisan. Hubungan tersebut positif linear dengan sifat mekanika kayu, yaitu semakin tinggi nilai kerapatan maka akan semakin tinggi pula sifat mekanikanya (Kollman & Cote, 1975).
Selanjutnya ditambahkan oleh Bowyer et al (2003) bahwa kerapatan yang terdapat pada suatu kayu menjadi salah satu faktor yang paling penting yang sangat mempengaruhi sifat papan yang dihasilkan serta sebagai dasar dalam menentukan kegunaan suatu produk. Berdasarkan beberapa alasan tersebut di atas dapat diketahui bahwa kerapatan suatu kayu relatif berhubungan dengan kualitas suatu kayu. Maksudnya, kualitas suatu kayu ditentukan dengan kerapatan kayu tersebut. Pendapat ini juga searah dengan Goudie (2002) yang mengatakan bahwa kerapatan kayu merupakan salah satu indikator yang mempengaruhi kualitas kayu.
Kerapatan kayu tergantung pada ukuran sel, tebal dinding sel dan jumlah sel. Sel serat yang berdinding tipis dan berongga lebar atau keduanya akan membuat kerapatan rendah. Sebaliknya sel serat berdinding tebal dan berongga sempit akan membuat kerapatan menjadi tinggi (Brown et al., 1949).
Variasi kerapatan kayu atau berat jenis dipengaruhi oleh oleh umur pohon, kecepatan tumbuh, letak tinggi yang berbeda pada batang, pertumbuhan eksentrik, kayu bercabang dan kayu teras (Sarinah & Jemi, 2019). Selanjutnya Oey Djoen Seng (1990) mengatakan bahwa variasi yang besar dari kerapatan kayu atau berat jenis dapat terjadi antara bagian-bagian pohon dari pohon yang sejenis.