Penggunaan Majas pada Lirik Lagu “Gajah” Karya Tulus

            Dalam sebuah pembuatan lagu, pencipta lagu biasanya membuat sebuah lirik lagu menggunakan gaya bahasa dalam bentuk kiasan. Kiasan yang sesuai dengan jalannya lirik lagu dan terarah, supaya seorang pendengar dapat memahami kiasan tersebut. Tak selamnya juga kiasan dapat dimengerti oleh setiap orang, ada beberapa kiasan yang perlu dicari, yang biasanya dicari di dalam kamus bahasa Indonesia. Berbeda hal nya dengan kiasan yang terdapat pada lagu, biasanya mudah dimengerti, karena dalam sebuah lagu penyampaiannya menggunakan sebuah irama, sehingga membuat para pendengar di semua kalangan dapat mudah menerimanya.

            Lagu merupakan ragam nada atau suara yang berirama dan berasal dari musik. Maka tak heran pada zaman ini pun banyak sekali yang menggemari lagu, walaupun kata-kata dalam setiap lagu tak sama termasuk tujuan dibuatnya lagu tersebut, tetapi tak menjadi penghalang untuk menyukainya. Salah satunya lagu yang saya pilih sebagai objek makalah yang sudah saya buat ini. Lagu “Gajah” karya Tulus ini, merupakan salah satu lagu yang menurut saya bagus untuk didengar oleh semua kalangan. Selain itu, didalam lirik lagu “Gajah” karya Tulus ini, terdapat kata-kata kiasan atau bisa disebut sebagai majas. Setelah saya teliti, terdapat satu majas yang banyak digunakan didalam lirik lagunya, yaitu majas simile/perumpamaan. Berawal dari judul lagu tersebut yaitu “Gajah” merupakan sebuah kata kiasan yang dapat disebut sebagai majas simile. Selain itu, terdapat juga majas dalam lirik lagunya.

            Pada bait pertama terdapat majas pada bagian lirik ‘Yang aku hindari hanya semut kecil’. Lirik tersebut merupakan sebuah kiasan yang mengartikan seseorang yang hanya takut terhadap orang yang licik dan lirik ini merupakan jenis majas perbandingan yaitu majas simile. Selain itu terdapat juga lirik yang berbunyi ‘Otak ini cerdas kurakit berangka’. Lirik tersebut sama seperti pada lirik diatas, yaitu sebuah perumpamaan. Yang berarti suatu pemikiran yang penuh dengan perencanaan dan rancangan. Jenis majas dalam lirik lagu ini sama seperti lirik lagu diatas, yaitu majas simile.

            Pada bait kedua terdapat majas pada bagian lirik ‘Kini baru ku tahu puji didalam olokan’. Lirik tersebut merupakan sebuah kiasan yang berarti bahwa adanya suatu hinaan yang orang berikan kepada kita, didalamnya tersirat sebuah pujian. Pada lirik lagu tersebut memasuki jenis majas perbandingan, yaitu majas simile. Pada bait ketiga terdapat majas pada bagian lirik ‘Tubuhmu disituasi rela jadi tamengku’. Lirik tersebut berarti mengkiaskan seorang teman yang rela berkorban untuk diri seseorang. Pada lirik lagu tersebut mengandung majas simile.

            Maka dapat disimpulkan, bahwa kebanyakan majas yang terkandung didalam lirik lagu yang berjudul “Gajah” karya Tulus adalah majas simile / perumpamaan. Yang merupakan suatu perumpamaan yang dapat dikatakan bahwa hal tersebut dalam kata sebenarnya adalah sebuah perbandingan dan menjadi dua hal yang pada dasarnya berlainan dan sengaja dianggap sama, tetapi makna pada kata tersebut sebenarnya berbeda.

sumber :

https://solopellico3p.com/beli-mobil-bekas/