Presiden Jokowi Menyayangkan Daya Saing Bangsa Masih Rendah

Presiden Jokowi Menyayangkan Daya Saing Bangsa Masih Rendah

Presiden Jokowi Menyayangkan Daya Saing Bangsa Masih Rendah
Presiden Jokowi Menyayangkan Daya Saing Bangsa Masih Rendah

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan generasi Y saat ini akan mempengaruhi pasar dalam kurun waktu 10 hingga 15 tahun mendatang. Anak-anak saat ini yang masih berusia 10 hingga 20 tahun sangat berperan memasuki masa itu.

“Harus betul-betul dipersiapkan, karena mereka anak-anak kita ini sangat mempengaruhi pasar, mempengaruhi ekonomi, politik global, nasional dan daerah,” katanya di Hotel Sahid Jaya Yogyakarta, Sabtu (22/7/2017).

Hal itu disampaikan Jokowi saat menghadiri Rapat Koordinasi Pimpinan Nasional (Rakorpimnas) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Perubahan, kata Jokowi, tidak bisa lagi ditolak. Perkembangan teknologi yang begitu cepat bisa merubah tatanan sosial dan masyarakat. Untuk itu, Jokowi berpesan agar para guru mengantisipasi begitu cepatnya perubahan yang ada.

Jika tidak dipersiapkan sejak dini, kata Jokowi, bangsa Indonesia yang begitu

besar ini akan tertinggal dengan bangsa lain. Jokowi juga masih menyayangkan daya saing bangsa ini tertinggal dengan negara tetangga.

Ketertinggalan daya saing itu karena banyak hal. Mulai dari etos kerja, disiplin dan juga sumber daya manusia. Untuk itu, Jokowi meminta agar generasi yang akan datang itu dididik dengan benar dengan mengguatkan identitas dan karakter bangsa.

Jokowi memberi contoh tenaga kerja Indonesia yang hanya bisa membuat pigura sebanyak 400 dalam sehari. Sementara orang Taiwan, bisa membuat 4.000 pigura dengan mesin yang sama dalam waktu sehari.

Perbandingan yang cukup jauh itu, menurut Jokowi karena etos kerja masih rendah. “Artinya apa? Membangun etos kerja itu penting, kuncinya membangun disiplin,” katanya.

“Saya senang setiap hadir di acara PGRI ini sangat rapi, cara kerjanya sangat sistematis, hal ini yang harus ditularkan pada anak didik kita. Guru itu jadi panutan anak didik, menjadi teladan,” katanya.

Jokowi juga menyanjung guru yang menjalankan tugas mulia. Tak hanya

sekedar profesi, guru mengemban tugas luar biasa dalam mendidik anak bangsa.

“Guru bekerja bukan semata profesi, tapi lebih jauh mengemban tugas kenabian dan menjalankan misi, menggali, menyadarkan dan mengajak peserta didik pada kebenaran dan kebaikan,” katanya.

Jokowi juga menyampaikan perkembangan teknologi yang begitu cepat. Dia

memprediksi dalam kurun waktu 5 hingga 10 tahun kedepan, banyak perubahan yang terjadi, termasuk dalam menggali informasi di pemberitaan.

“Lima, sepuluh tahun kedepan sudah tidak lagi baca koran, tidak lihat televisi lagi, mereka akan klik, pingin baca apa, entah di dot.com apa, lihat video-video yang disukai hanya dengan smartphone miliknya,”.

 

Sumber :

https://www.okeynotes.com/blogs/212521/21236/pengertian-akhlak