Presiden Jokowi Sistem Zonasi PPDB Perlu Dievaluasi

Presiden Jokowi: Sistem Zonasi PPDB Perlu Dievaluasi

Presiden Jokowi Sistem Zonasi PPDB Perlu Dievaluasi
Presiden Jokowi Sistem Zonasi PPDB Perlu Dievaluasi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) turut mencermati sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Sistem tersebut, dinilai perlu untuk dievaluasi.

“Memang di lapangan banyak masalah yang perlu dievaluasi,” kata Presiden seusai acara Penyerahan Sertifikat Tanah untuk Rakyat di GOR Tri Dharma PT Petrokimia Gresik, Gresik, Jawa Timur, Kamis (20/6/2019).

Meski begitu, Presiden menyerahkan persoalan zonasi itu kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy. “Tanyakan lebih detail pada Mendikbud,” ucap Presiden Jokowi.

Sebelumnya, Muhadjir berharap orang tua tidak perlu resah dan khawatir berlebihan dengan penerapan zonasi PPDB 2019. Sebab, sistem zonasi penting dalam rangka pemerataan pendidikan.

“Penerapan sistem zonasi untuk pemerataan pendidikan yang berkualitas sehingga diharapkan dapat mengatasi persoalan ketimpangan di masyarakat,” kata Muhadjir di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Jumat (14/6/2019).

Untuk diketahui, kebijakan zonasi memang menuai kritik dari sejumlah

masyarakat. Orang tua tak dapat mendaftarkan anak-anaknya ke sekolah yang dikehendaki, karena adanya sistem zonasi.

“Saya mendapat banyak pengaduan dari masyarakat. Dalam minggu ini, kita banyak mendengar keresahan yang dialami oleh para orang tua yang anaknya kebetulan sedang mendaftar ke jenjang sekolah yang lebih tinggi,” kata politisi PDI Perjuangan (PDIP)m Sonny T Danaparamita, kepada Beritasatu.com, Senin (17/6/2019).

“Keresahan beberapa orang tua muncul akibat adanya sistem zonasi yang membuat banyak pelajar berprestasi tidak dapat memilih sekolah yang dikehendakinya,” ujar Sonny.

Sonny mengaku dapat memahami kebijakan zonasi diterapkan dengan

berbagai pertimbangan positif. Misalnya untuk pemerataan kualitas pendidikan, termasuk mendekatkan siswa dan sekolahnya agar memudahkan pemantauan. Akan tetapi, menurut Sonny, faktanya juga ada dampak negatif dari kebijakan tersebut.

“Banyak siswa berprestasi yang mengalami kehilangan pilihannya. Kebijakan

zonasi ini tidak disertai analisa data lokasi sekolah yang cenderung tidak menyebar,” ungkap Sonny.

 

Sumber :

http://aldirenaldi.blog.institutpendidikan.ac.id/sejarah-ken-sora/