Proses Mobilitas Sosial

Proses Mobilitas Sosial

Proses Mobilitas Sosial

  1. Kondisi ekonomi

Perkembangan, lingkungan kehidupan tempat tinggal menjadikan kerangka bepikir seseorang untuk melakukan mobilitas sosial. Perekonomian / masalah ekonomi merupakan salah satu faktor pembentukan mobilitas sosial. Mendapat suatu pekerjaan yang layak merupakan suatu tujuan untuk mendapatkan upah yang lebih tinggi agar dapat memenuhi kebutuhan ekonomi. Misalnya, salah satu anggota keluarga menjadi tenaga kerja ke kota / tenaga kerja ke luar negeri, setelah pulang membawa hasil / upah yang didapatnya untuk memperbaiki tingkat perekonomiannya. Kondisi ekonomi berhubungan erat dengan pekerjaan yang dimiliki oleh seorang individu dalam masyarakat. Hal ini, dikarenakan apabila pekerjaan yang dimiliki memperoleh upah yang memadai, maka kehidupan yang dimilikinya akan menjadi lebih baik. (http://bpbd.lampungprov.go.id/blog/contoh-teks-laporan-hasil-observasi/)

  1. Status sosial

Seorang individu dalam kehidupannya menginginkan untuk mendapatkan tingkat pendidikan yang lebih baik. Namun, hal ini tidak dia, dapatkan di daerahnya dikarenakan fasilitas-fasilitas pendidikan yang berada di daerah tersebut tidak memadai. Dan, dia berusaha mencari pendidikan ke daerah lain yang memiliki fasilitas pendidikan yang lengkap. Setelah menyelesaikan studinya dia kembali ke daerahnya dengan berbekal pendidikan yang dimilikinya, dia membangun daerahnya & menjadi pimpinan di daerahnya sehingga dia dapat meningkatkan status sosialnya.

  1. Keinginan untuk melihat daerah lain

Setiap daerah memiliki karakteristik yang berbeda-beda serta potensi pengembangan yang berbeda pula. Beberapa kawasan di wilayah Indonesia banyak menarik masyarakat lain untuk tinggal atau sekedar bertahan hidup. Karena Negara Indonesia memiliki beragam suku bangsa yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

  1. Kependudukan (demografi)

Faktor kependudukan berkaitan dengan jumlah & komposisi penduduk dalam suatu wilayah. Pertambahan jumlah penduduk dalam suatu wilayah mengakibatkan berkurangnya lahan serta minimnya kesempatan kerja. Pada akhirnya kondisi ini dapat menimbulkan kemiskinan pada anggota masyarakat yang tidak dapat memperoleh mata pencaharian. Perpindahan penduduk pada suatu kawasan dimaksudkan untuk mencapai keseimbangan / pemerataan penduduk dalam suatu wilayah negara. Penduduk dalam setiap wilayah terkadang tidak memiliki keseimbangan. Masalah kependudukan merupakan masalah yang rumit. Suatu daerah, wilayahnya dapat dikatakan padat penduduk apabila memiliki banyak penduduk / padat pemukiman, sedangkan di daerah lain wilayahnya luas tetapi jarang penduduk / jarang pemukiman sehingga sumber daya yang ada tidak dimanfaatkan secara maksimal.

  1. Kondisi keamanan

Kondisi keamanan dalam sebuah daerah ataupun lingkungan menjadi suatu faktor yang mendorong terjadinya mobilitas sosial dalam masyarakat. Hal ini disebabkan masyarakat menginginkan suatu kehidupan yang aman / kondusif sehingga mereka dapat beraktivitas secara wajar / normal tanpa perlu merasa takut akan ancaman keamanan. Negara Indonesia pada beberapa bagian wilayahnya memiliki kondisi keamanan yang tidak kondusif.