Ruang Lingkup Sejarah

Karena lingkup sejarah sangat besar, perlu klasifikasi yang baik untuk memudahkan penelitian. Bila beberapa penulis seperti H.G. Wells, Will Durant, dan Ariel Durant menulis sejarah dalam lingk-up umum, kebanyakan sejarawan memiliki keahlian dan spesialisasi masingmasing. Beberapa clari mereka sepakat untuk membagi peranan kedudukan sejarah menjadi 3 kelompok besar yaitu; sejarah sebagai peristiwa, sejarah sebagai ilmu, sejarah sebagai cerita (ismaun, 1993:277)

  1.  Sejarah sebagai peristiwa

Adalah sesuatu yang terjadi pacla manusia cli masa larnpau. Pengerlian manusia di masa lampau adalah sesuatu yang penting dalam definisi sejarah. Pengerlian sejarah sebagai peristiwa sebenarnya memiliki makna yang sangat luas dan beraneka ragam. Namun, keluasan dan keanekaragaman tersebut sama dengan luasnya kon-rpleksitas kehidupan manusia. Sejarah sebagai peristiwa selingjuga disebut sejarah sebagai kenyataan dan sejarah sebagai objektif (ismaun, 1993 :279). Artinya, peristiwa – peristiwa tersebut benar benar terjacli dan didukung oleh evedensi – evidensi yang menguatkan seperti berupa peninggalan (relics atau

remains). Dan catatan – catatan (r’ecords) (lucey,1 984:27). Selain itu, dapat pula peristiwa itu diketahui dari sumber – sumber yang bersifat lisan yang si sampaikan dali mulut ke mulut.

  1. Sejarah sebagai ilmu

Dalam pengertianya, kita mengenal definisi sejarah yang bermacam – macarn, baik yang menyangkut persoalan persoalan. Sejarah sebagai bagian dari ilmu social, sejarah sebagai bagian dari ihnu hurnaniola, lnaupun yang berkernbang di sekitar makna dan hakikat yang terkandung dalam sejarah.

Bury (teggar-t, 1960:36) secara tegas menyatakan history is science no less, and tnore. Sejarah adalah ilmu Pendapat pollard (ismaun, I953:282)menyatakan history is both a science and afi, because it lequire scientific analysis of matrealis and an arlhistic scientist of the result. Sejarah dikategorikan sebagai ilmu karena dalam sejarah pun memiliki batang tubuh keilmuan ( the body of knowledge), metodologi yang spesifik. Sejarahpun memiliki struktur keilmuan tersendiri. Baikdalam fakta, konsep, maupun generalisasiya (bank, 1971:2Il-219; sjamsudin, 1996:7-I9).

 

sumber :

https://montir.co.id/seva-mobil-bekas/