Segi financial atau biaya pendidikan

Dengan predikat sekolah negeri, biaya masuk maupun biaya SPP lebih murah dibandingkan sekolah swasta. Secara rasional hal ini tentu masuk akal karena sekolah negeri mendapat subsidi dari pemerintah sedangkan sekolah swasta tidak memperoleh subsidi tersebut sehingga biaya masuk maupun biaya SPP menjadi lebih mahal. Sekolah swasta yang tidak memperoleh subsidi sudah barang tentu akan menarik biaya masuk atau SPP lebih mahal karena pengadaan fasilitas tentunya harus ditanggung oleh pihak sekolah swasta itu sendiri tanpa bantuan dari pemerintah. Jadi dari segi ekonomi, ada alasan yang logis mengapa biaya yang dikeluarkan untuk masuk di sekolah negeri dan sekolah swasta itu berbeda. (Imroatun, 2011)

Hal inilah yang mendorong para orang tua menyekolahkan anaknya di sekolah negeri karena biaya pendidikannya yang relatif terjangkau. Maklum, dari data BPS per Maret 2010 disebutkan bahwa 31,02 juta (13,33 persen) penduduk Indonesia masih berada di bawah garis kemiskinan. (Imron Gozali, 2011)

i).  Jumlah murid

Sekolah negeri yang memiliki biaya SPP yang lebih murah tentunya akan menarik perhatian banyak orang tua murid yang berasal dari golongan menengah ke bawah untuk menyekolahkan anak mereka di sekolah negeri. Berbanding terbalik dengan sekolah swasta yang tentunya akan memiliki jumlah murid lebih sedikit dikarenakan biaya yang harus dikeluarkan lebih mahal. Sisi positif yang kita dapatkan dengan sedikitnya jumlah murid, maka proses belajar mengajar akan terfokus dengan jumlah murid yang ideal di setiap kelasnya. Sedangkan sisi positif yang kita dapatkan dari sekolah negeri adalah adanya kesempatan bagi semua orang untuk mendapatkan pendidikan yang layak dengan biaya yang terjangkau. (Imroatun, 2011)

Selanjutnya, permasalahan klise yang selalu terjadi dengan sekolah – sekolah swasta yang berada di pedesaan adalah kurangnya jumlah murid. Seperti yang telah dibahas sebelumnya bahwa masyarakat desa cenderung menyekolahkan anaknya ke sekolah – sekolah negeri sehingga “jatah” murid untuk sekolah swasta semakin terbatas. Hal ini diperparah lagi dengan semakin naiknya jumlah kursi yang ditawarkan oleh sekolah – sekolah negeri. (Wahyu,2011)

j). Sarana dan prasarana dan fasilitas

Murid yang bersekolah di sekolah negeri akan bebas dari biaya bangunan yang biasanya dipungut di awal, sedangkan murid sekolah swasta dikenakan uang bangunan. Dampak positif yang dimiliki sekolah swasta dengan pemungutan biaya bangunan ini adalah terpenuhinya seluruh fasilitas, sarana dan prasarana yang diperlukan murid untuk mengembangkan minat dan bakat. Sedangkan untuk sekolah negeri, nilai plus yang dimiliki adalah bangunan sekolah yang luas dan besar  tanpa harus membayar uang bangunan. (Imroatun, 2011)

Sesuatu yang berkualitas memang tidaklah murah. Fasilitas kelas VIP adalah konsekuensi logis dari biaya pendidikan yang mahal di sekolah swasta. Fasilitas di sekolah swasta bisa jadi sangat lengkap. Mulai dari ruangan kelas ber-AC, laboratorium, fasilitas olahraga, hingga halaman parkir yang luas.Branding sekolah swasta juga dapat melalui hal ini, karena prinsip sektor swasta yang mengutamakan pelayanan prima dan kepuasan untuk customer-nya. Sedangkan sekolah negeri memiliki fasilitas yang standar untuk keberlangsungan kegiatan belajar mengajar. (Imron Gozali, 2011)

Sumber :

https://nomorcallcenter.id/