Sejarah Adanya Mesin Waktu

Sejarah Adanya Mesin Waktu

Sejarah Adanya Mesin Waktu
Sejarah Adanya Mesin Waktu

Sobat, bisa hidup berpindah-pindah zaman tentu akan menyenangkan. Bisa melihat sosok kita sewaktu masih kecil, atau bisa melihat kehidupan dinosaurus, atau bahkan bisa melihat kehidupan masa depan kita seperti apa. Ditelevisi kita sudah terbiasa memperlihatkan sang aktor berpindah-pindah zaman dengan menggunakan mesin waktu, namun namanya juga cuma film, hanya khayalan belaka.  Tapi ternyata istilah mesin waktu yang muncul ke televisi muncul karena adanya penelitian oleh para ilmuan-ilmuan sebelumhya. Lalu apakah mesin waktu itu benar-benar ada?

Perjalanan waktu biasanya selalalu dikait-kaitkan denga hal-hal gaib, mistik dan sihir

Namun ketika manusia sudah mengerti tentang teori relativitas umum yang dikemukakan oleh Albert Einsten pada 1915, kepercayaan ini pun mulai memudar. Para ilmuan kemudian melakukan penelitian untuk mencari tahu cara agar bisa masuk ke lorong waktu.

Sebenarnya kembali ke masa lalu pada prinsipnya adalah dengan masuk ke lorong waktu yang lebih lambat dari waktu yang lebih cepat.  Seorang ilmuan bernama Karl Schwartz pada tahun 1916 menduga bahwa Black Hole (Lubang Hitam) merupakan pintu gerbang mesin waktu. Lubang Hitam merupakan benda luar angkasa yang bermassa tinggi dan mempunyai gravitasi super tinggi. Bahkan, karena tingginya, benda yang tertarik tidak akan bisa lepas, termasuk cahaya.

Jhon Wheeler (1957) ikut mengumumkan teori time travelnya

Teori ini dinamakan teori Worm hole (lubang cacing). Worm hole merupakan penghubung antar black hole. Teorinya, setiap dunia punya black hole. Fungsinya untuk kembali atau pergi ke suatu masa. Tapi untuk menembus worm hole tidak semudah yang kita pikirkan. Menurut teori Enstein dan Rosen, untuk melewati ke ruang itu dibutuhkan kecepatan yang melebihi kecepatan cahaya. Manusia yang melewatinya harus elastis dan tercabik-cabik karena tingginya gaya gravitasinya.

Kemudian pada 1988, Kip Thorne mengumumkan ide tentang mesin waktu

Bahan-bahan yang digunakan termasuk teori black hole dan energi negatif. Menurut Thorne, benda antigravitasi akan membuka pintu gerbang worm hole, hingga memungkinkan astronot atau siapapun masuk ke dalamnya. Menurutnya pilihan terbaik untuk antigravitasi adalah Casimir Effect. Karena masih berhubungan dengan teknik quantum, yaitu dua plat metal seukuran rambut, yang mampu mengeluarkan energi negatif.

Pada 1935, Enstein dan salah seorang temannya, Nathan Rosen membuat percobaan dengan potongan kecil dalam black hole yang akan berhubungan dengan potongan lainnya

Untuk menghubungkan bagian yang berbeda ruang waktu itu digunakan saluran sempit yang dikenal dengan The Enstein-Rosen Bridge (jembatan Enstein-Rosen). Saluran ini merupakan pintu gerbang jalan pintas untuk menembus ruang dan waktu yang berbeda.

Baca juga artikel: