Sejarah Kebudayaan

Agak sulit untuk menjelaskan secara spesifik apa itu sejarah kebudayaan, mengingat arti kebudayaan itu sendiri sangat luas. Hal ini tentu saja sangat berseberangan dengan apa yang kita pelajari di tingkat sekolah, dimana ruang lingkup sejarah kebudayaan itu lebih berkisar pada bidang arkeologi, sesuatu yang berkaitan dengan kepercayaan, seni – bangunan, seni sastra, seni pahat, dll. Namun, dalam gaya baru, pengertian sejarah kebudayaan menjadi lebih luas, aspek – aspek seperti gaya hidup, etika, etiket pergaulan, kehidupan keluarga sehari – hari, pendidikan, berbagai adat istiadat, upacara adat, siklus kehidupan dsb (Kartodirdjo, 1992:195).

  1. Sejarah Demografi

Sebenarnya sejarah demografi sudah ada sejak dulu, ketika John Graunt mempublikasikan “Natural and Political Observations made upon the bills Mortality” (1662).

  1. Sejarah Politik

Dalam sejarah lama, sejarah politik memiliki kedudukan yang dominan dalam historiografi barat. Akibatnya, timbul tradisi yang kokoh bahwa sejarah konvensional adalah sejarah politik (Kartodirdjo, 1992:46). Karakteristik utama dalam sejarah konvensional adalah bersifat deskriptif – naratif. Dalam hal itu, proses politik diungkapkan melalui satu dimensi politik belaka. Dalam sejarah politik gaya lama, biasanya mengutamakan diplomasi dan peranan – tokoh – tokoh besar serta pahlawan – pahlawan yang berpengaruh besar.

Berbeda dengan sejarah politik gaya baru yang sifatnya multidimensional, karena sejarah politik dibuat lebih menarik, mengingat eksplanasinya lebih luas, mendalam, dan tidak terjebak dalam determinisme historis (Kartodirdjo, 1992:49). Cakupan analisisnya pun lebih luas, karena struktur kekuasaan, kepemimpinan, para elite, otoritas, budaya politik, proses mobilisasi, jarinan – jarinan politik dalam hubunganya dengan system – system dan proses social, ekonomi, dan sebagainya pun turut dibahas.

sumber :