Tahun 2018 Jadi Periode Suram di Industri Ponsel

Tahun 2018 Jadi Periode Suram di Industri Ponsel

 

Tahun 2018 Jadi Periode Suram di Industri Ponsel

JAKARTA

Tahun 2018 bukan masa terbaik bagi industri smartphone, bahkan menjadi periode yang paling suram. Penelitian yang dilakukan oleh Counterpoint memberi kita detail tentang apa yang terjadi di pasar ponsel selama tahun lalu.

Laman Phone Arena

Laman Phone Arena menyebutkan, pada kuartal empat (Q4) tahun 2018 terjadi penurunan 7% dibandingkan periode yang sama di 2017. Produsen mengirimkan total 395 juta unit selama kuartal tersebut.
Tahun 2018 Jadi Periode Suram di Industri Ponsel, Nokia Menang Banyak

Melihat tahun lalu secara keseluruhan, penurunan itu “hanya” 4%, tapi hasilnya negatif untuk setiap kuartal sehingga menjadikan 2018 sebagai tahun pertama tanpa kenaikan pengiriman. Penurunan sendiri dimulai pada Q4 2017, sehingga terjadi penyusutan pasar selama 15 bulan berturut-turut.

Apa pemicunya?

Spesialis penelitian menunjukkan, konsumen memegang ponsel mereka yang sudah ada lebih lama dan penurunan penjualan yang signifikan di China yang tidak dapat dikompensasi oleh pasar negara berkembang seperti India, Vietnam, dan Indonesia.

Penurunan pengiriman bahkan terjadi sangat signifikan di industri. Menurut laporan itu, Samsung dan Apple masing-masing mengirimkan 8% dan 4% lebih sedikit dari periode sebelumnya. Tapi LG mengalami penurunan paling parah, yakni 6% YoY (tahun ke tahun).

Tahun 2018 Jadi Periode Suram di Industri Ponsel, Nokia Menang Banyak

Lain halnya dengan pabrikan China. Huawei dan Xiaomi memperoleh kenaikan masing-masing 34% dan 26% , tetapi secara persentase mereka berdua dikalahkan oleh HMD Global. Perusahaan pemikik merek Nokia itu sukses mengirimkan lebih dari dua kali lebih lipat smartphone bermerek Nokia pada 2018 dibandingkan 2017 atau meningkatkan 126%. Walaupun kedengarannya mengesankan, itu berarti ada 17,5 juta unit terjual atau lebih dari 10 kali lebih sedikit dari masing-masing 5 produsen teratas.

Dalam hal pangsa pasar, Samsung tetap di atas dengan 19%, Apple dan Huawei masing-masing 14%. Di tingkat kedua dihuni oleh Xiaomi, Oppo, dan Vivo dengan masing-masing sekitar 8%. Lalu diikuti oleh LG dan Lenovo dengan hanya menguasai pangsa pasar 3%.

Untuk pertama kalinya sejak era Android dimulai, Nokia kini mewakili 1% pasar. Jika upaya HMD terus memberikan hasil positif seperti itu, tahun depan perusahaan mungkin akan menyalip LG dan Lenovo.

Dengan 5G dan beberapa tren menarik lainnya datang pada 2019, pengamat seluler penasaran. Apakah teknologi terbaru yang akan diirlis di tahun ini bakal mendongkrak minat konsumen membeli perangkat baru.

 

Sumber: http://situsiphone.com/